P. 1
Sistem Koordinat Peta

Sistem Koordinat Peta

|Views: 135|Likes:
Dipublikasikan oleh Saifuddin Zuhri Al Maun

More info:

Published by: Saifuddin Zuhri Al Maun on Dec 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/20/2013

pdf

text

original

Saefudin Juhri (12/333298/TK/39700

)

SISTEM KOORDINAT PETA Menurut Arif Basofi dari Institut Teknologi Sepuluh November (Surabaya), yang dimaksud dengan sistem koordinat yaitu sekumpulan aturan yang menentukan bagaimana koordinat koordinat yang bersangkutan merepresentasikan titik titik. Aturan itu didefinisikan sebagai Origin (Prime Meridian, Datum), Titik Koordinat (X,Y,Z), dan suatu Unit (Sudut: derajat atau radian, Panjang: meter) sehingga menghasilkan suatu koordinat untuk menentukan posisi suatu titik. 1. Sistem Koordinat Universal Transverse Mercator (UTM) Di Indonesia, sistem koordinat ini memang belum begitu akrab di telinga masyarakat, karena sistem koordinat ini memang jarang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Pada sistem koordinat ini, angka angka yang ditunjukkan pada peta merupakan angka yang sebenarnya pada lapangan (dalam meter). Jadi, jika pada peta yang menggunakan sistem koordinat UTM menunjukkan angka 72000-71000 berarti jarak dua titik yang berada di koordinat tersebut adalah 1000 meter. Pada sistem koordinat ini yang digunakan sebagai Origin adalah Kutub Selatan dan Garis Tanggal Internasional (pertemuan garis 1800 BT dan BB), dan menggunakan jarak sebagai Unitnya. Sistem koordinat ini membagi bumi menjadi 60 zona bujur yang yang ditandai dengan angka (dari 1 – 60) dan dimulai dari Garis Tanggal Internasional dan 20 zona lintang yang ditandai dengan huruf (C – X, kecuali huruf I dan O) dimulai dari Kutub Selatan. Setiap zona bujur memiliki panjang 6 derajat dan setiap zona lintang memiliki panjang 8 derajat.

Sumber: Ita Natalia, dkk., Geografi dan Koordinat Peta: Seri Panduan Pemetaan Partisipatif

Saefudin Juhri (12/333298/TK/39700)

Cara penulisan koordinat pada sistem UTM seperti di bawah ini:

54M 0774326 mT UTM 9070450
Artinya:    Titik tersebut terletak di zona 54 Memiliki koordinat bujur 0774326 mT (terletak 774 km ke Timur dari awal zona 54) Memiliki koordinat lintang 9070450 mU (terletak 930 km [10.000.000-9.070.450] arah selatan garis khatulistiwa.

Sumber: Ita Natalia, dkk., Geografi dan Koordinat Peta: Seri Panduan Pemetaan Partisipatif 2. Sistem Koordinat Lintang - Bujur (Longitude – Latitude) Sistem koordinat ini sudah sangat akrab di masyarakat Indonesia karena Indonesia sendiri sudah memakainya sebagai standar koordinat. Sistem koordinat ini menggunakan garis khatulistiwa sebagai acuan utara -selatan dan garis utama meridian sebagai acuan timur – barat serta menggunakan derajat sebagai unitnya. Sistem koordinat Lintang – bujur memiliki dua komponen utama, yaitu:

Saefudin Juhri (12/333298/TK/39700)

Garis Lintang (Latitude), yaitu garis yang membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Garis 0 derajat terdapat di daerah khatulistiwa dan berakhir di garis (titik) 90 derajat di kutub (selatan dan utara)

Garis Bujur (Longitude), yaitu garis yang membagi bumi dua bagian, barat dan timur. Garis 0 derajat terdapat di garis Utama Meridian yang melewati kota kecil Greenwich, di dekat London, dan berakhir di garis 180 derajat (barat dan timur berimpit) di garis Tanggal Internasional yang melewati Samudera Pasifik.

Panjang 1 derajat = 111.322 m di lapangan

Sumber: Arif Basofi, Sistem Koordinat Bumi Cara penulisan titik koordinat pada sistem koordinat lintang – bujur:

950 BT, 120 LU
Artinya:   Titik tersebut memiliki posisi 950 ke arah timur dari garis utama meridian Titik tersebut memiliki posisi 120 ke arah utara dari garis khatulistiwa

SIMBOL LITOLOGI

Saefudin Juhri (12/333298/TK/39700)

1.

Simbol Simbol Struktur

NO SIMBOL 1
25

ARTI Jurus dan kemiringan lapisan atau patahan Kemiringan dan arah kemiringan lapisan

2
25

3
25

Jurus dan kemiringan lapisan terbalik Lapisan vertikal
90

4 5

Lapisan horizontal

6 7 8

Jurus dan kemiringan foliasi Foliasi vertikal Foliasi horizontal

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
U D

Jurus dan kemiringan kekar Kekar vertikal Kekar Horizontal Sumbu antiklin Antiklin dengan arah penunjaman Antiklin rebah Sumbu antiklin Antiklin dengan arah penunjaman Antiklin rebah Patahan mendatar

Saefudin Juhri (12/333298/TK/39700)

19

Sesar dengan bidang sesar miring ke arah panah U=Up, D=Down

20 21

Sesar normal Sesar naik (thrust fault)

2.

Simbol Litologi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Simbol Keterangan (Arti) Konglomerat Breksi Batu Pasir Batu napal Batu lempung Batu serpih (shale) Batu lanau Batu gamping Batu dolomit Batu evaporit Batu bara Batuan beku Batu tuff Batuan metamorf

Saefudin Juhri (12/333298/TK/39700)

DAFTAR PUSTAKA Basofi, Arif. 2010. Sistem Koordinat Bumi. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November Fariza, Arna. Sistem Koordinat Peta. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November Natalia, Ita dkk. 2005. Geografi dan Koordinat Peta Seri Panduan Pemetaan Partisipatif. Bandung: Garis Pergerakan Penyusunan Peta Geologi (diunduh dari http://psdg.bgl.esdm.go.id/kepmen_pp_uu/SNI_4691_1998.pdf pada 5 Desember 2012 pukul 16.47) Peta Geologi (diunduh dari http://www.docstoc.com/?doc_id=101573263&download=1 pada 5 Desember 2012 pukul 18.34)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->