Anda di halaman 1dari 12

BAB IV PEMBAHASAN

Pada pemetaan Geologi Teknik kali ini dilakukan di daerah Kelurahan Mluweh , UngaranTimur Jawa Tengah. Pemetaan Geologi Teknik ini dilakukan penelitian dengan mengambil data litologi / tanah, lokasi rawan longsor, serta rekomendasi penggunaan lahan berdasarkan data kondisi litologi dan tanahnya. Berikut pembahasan daerah pemetaan kami

4.1 STA 1 Sta 1 ini terletak di daerah Lokasi STA 1 ini berada di daerah Jabungan, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 6 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakann kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 1 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batulempung . Untuk jenis tanah yang berada di STA 1, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batulempung. Sehingga dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini

berlitologi lempung pasiran. Dengan deskripsi lempung pasirannya warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak.

Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dar kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.2 STA 2 Sta 2 ini terletak di daerah Lokasi Jabungan, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 6 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakann kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 2 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batulempung . Untuk jenis tanah yang berada di STA 2, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batulempung. Sehingga dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini

berlitologi lempung pasiran. Dengan deskripsi lempung pasirannya warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak serta sortasi buruk karena ukuan butir cenderung tidak seragam. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah sisa , karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu.

Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar. 4.3 STA 3 Sta 3 ini terletak di daerah Mluweh Atas, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 7 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakan kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 3 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batupasir . Untuk jenis tanah yang berada di STA 3, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batupasir. Krena dominan berupa batupasir maka dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini berlitologi pasir kelempungan. Dengan deskripsi pasir kelempungan memiliki warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dar kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.4 STA 4 Sta 4 ini terletak di daerah Lengkongsari, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 7 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakan kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 4 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batupasir . Untuk jenis tanah yang berada di STA 4, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batupasir. Krena dominan berupa batupasir maka dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini berlitologi pasir kelempungan. Dengan deskripsi pasir kelempungan memiliki warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dar kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.5 STA 5 Sta 5 ini terletak di daerah Lengkongsari, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 7 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Pratikum lapangan kali ini

dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakan kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 5 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batupasir . Untuk jenis tanah yang berada di STA 5, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batupasir. Karena dominan berupa batupasir maka dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini berlitologi pasir kelempungan. Dengan deskripsi pasir kelempungan memiliki warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.6 STA 6 Sta 6 ini terletak di daerah Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 7 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Pratikum lapangan kali ini

dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakan kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 6 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batupasir .

Untuk jenis tanah yang berada di STA 6, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batupasir. Karena dominan berupa batupasir maka dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini berlitologi pasir kelempungan. Dengan deskripsi pasir kelempungan memiliki warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.7 STA 7 Sta 7 ini terletak di daerah Lokasi STA 7 ini berada di daerah Karanggawang, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 6 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakann kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 7 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batulempung . Untuk jenis tanah yang berada di STA 7, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batulempung. Sehingga dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini

berlitologi lempung pasiran. Dengan deskripsi lempung pasirannya warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.8 STA 8 Sta 8 ini terletak di daerah Lokasi STA 7 ini berada di daerah Karanggawang, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 6 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakann kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 8 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batulempung . Untuk jenis tanah yang berada di STA 8, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batulempung. Sehingga dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini

berlitologi lempung pasiran. Dengan deskripsi lempung pasirannya warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan

oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.9 STA 9 Sta 9 ini terletak di daerah Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 10 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Pratikum lapangan kali ini

dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakan kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 9 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batupasir . Untuk jenis tanah yang berada di STA 9, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batupasir. Karena dominan berupa batupasir maka dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini berlitologi pasir kelempungan. Dengan deskripsi pasir kelempungan memiliki warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak.

Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.10 STA 10 Sta 10 ini terletak di daerah Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 10 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Pratikum lapangan kali ini

dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakan kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 10 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batupasir . Untuk jenis tanah yang berada di STA 10, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batupasir. Karena dominan berupa batupasir maka dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini berlitologi pasir kelempungan. Dengan deskripsi pasir kelempungan memiliki warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu.

Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.11 STA 11 Sta 11 ini terletak di daerah Lokasi STA 11 ini berada di daerah Kalongan, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 11 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 15 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakann kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 11 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batulempung . Untuk jenis tanah yang berada di STA 11, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batulempung. Sehingga dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini

berlitologi lempung pasiran. Dengan deskripsi lempung pasirannya warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu.

Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.

4.5 STA 12 Sta 12 ini terletak di daerah Lengkongsari, Mluweh Ungaran Timur. Kesampaian daerah lokasi tersebut berada sekitar 7 km dari kampus Teknik Geologi dengan jarak tempuh sekitar 20 menit. Pratikum lapangan kali ini dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2011. Pada saat pengamatan dilaksanakan kondisi cuaca yang cerah dan cenderung panas. Lokasi STA 12 berupa bentang alam denudasional. Dengan wilayah berupa perumahan warga . Litologi yang terdapat pada stasiun pengamatan adalah batulempung, batupasir , dengan dominasi berupa batupasir . Untuk jenis tanah yang berada di STA 12, merupakan tanah dari hasil pelapukan batupasir serta batulempung. Dengan dominasi berupa batupasir. Karena dominan berupa batupasir maka dalam klasifikasi jenih tanahnya daerah ini berlitologi pasir kelempungan. Dengan deskripsi pasir kelempungan memiliki warna coklat keabuan , tingkat pelapukan tinggi karena jenis tanah yang berada di lokasi pengamatan telah lapuk luas . Tingkat kekompakan lepas, karena masih merupakan tanah merah yang tidak kompak dan mudah terlarutkan oleh air. Tingkat kekerasan dari tanah ini sendiri lunak, karena sifat tanahnya yang tidak rapuh dan mudah hancur. Tingkat kepadatan lepas, karena tanahnya yang tidak kompak. Tanah ini terbentuk setelah batuan ini terbentuk sehingga ditinjau dari kejadianya tanah ini merupakan porositas sekunder. Tanah termasuk ke dalam tanah, karena merupakan hasil pelapukan dari batuan insitu. Tanah pada daerah ini sebaiknya tidak diguanakan untuk bahan pondasi bangunan besar perumahan karena sifat batuanya yang kurang

kompak sehingga cukup riskan jika diberi beban yang terlalu besar.