Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

RANGKAIAN ELEKTRIK

PERCOBAAN NORTON

Disusun oleh : Arif Dzikrullah 1211707011

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2012

I. Tujuan 1. Mengetahui maksud teorema Thevenin dan Norton. 2. Membandingkan suatu besaran antara pengukuran secara langsung dengan pengukuran secara teorema rangkaian Thevenin dan Norton. 3. Membandingkan antara pengukuran dengan perhitungan dari praktikum. 4. Mengetahui transfer daya maksimum dari rangkaian listrik.

II. Alat-alat 1. Kit praktikum. 2. Multi meter analog. 3. Potensiometer. 4. Jumper.

III. Dasar Teori Sebuah elemen aktif linier (gambar a) yang mengandung satu atau lebih sumber tegangan atau sumber arus dapat diganti dengan satu sumber tegangan dan satu tahanan seri (gambar b) atau oleh satu tahanan parallel (gambar c).
Rt a

Rangkaian Aktif

+ Vt b

ln

Rn b

(a)

(b)

(c)

Harga

tegangan

pengganti

Thevenin

(VT)

dapat

dapat

dicari

dengan

mengukur/menghitung antara kedua terminal yang mempunyai rangkaian terbuka. Jadi, VT=Voc (tegangan open circuit). Untuk arus pengganti Norton (IN) dapat dicari dengan mengukur/menghitung jika terminal dihubung singkat. Jadi, IN=Isc (arus short circuit). Untuk mencari tahanan pengganti Thevenin (RT) dan Norton (RN) dapat dicari dengan menggunakan rumus

Metode Pembagi Arus dan Pembagi Tegangan

Dengan mengkombinasikan tahanan-tahanan dan sumber-sumber, maka kita telah mendapatkan satu metode untuk memperpendek kerja untuk menganalisa suatu rangkaian.
R1

+ V

R2

Pembagian tegangan digunakan untuk menyatakan tegangan melalui salah satu diantara kedua tahana seri tersebut dalam tegangan melalui kombinasi itu.

Tegangan yang timbul melalui salah satu tahanan seri adalah tegangan total dikali ratio (perbandingan) dari tahanannya dan tahanan total.

Untuk pembagi arus, apabila diberi arus total yang masuk kepada dua resistansi parallel, sebagai yang di gambarkan rangkaian dibawah. Arus yang mengalir melalui R2 adalah :

R1

R2

Jadi, arus mengalir melalui salah satu diantra resistansi parallel tersebut adalah arus total dikali ratio dari resistansi lainnya dengan resistansi total. Ekivalensi (Kesamaan) Thevenin-Norton Karena teorema Thevenin dan Norton adalah metode yang sama dalam mereduksi rangkaian yang kompleks menjadi rangkaian yang lebih sederhana, maka ada suatu cara untuk mengkonversikan rangkaian ekivalen Thevenin menjadi rangkaian ekivalen Norton, begitu pula sebaliknya.

Anda dapt memperhatikan bahwa prosedur untuk menghitung resistansi Thevenin adalah sama dengan prosedur untuk menghitung resistansi Norton: matikan semua sumber dan hitung resistansi yang terlihat dari titik beban yang terbuka.

Hal ini berarti baik itu teorema Thevenin maupun Norton memiliki rangkaian ekivalensi yang harusnya bisa memproduksi tegangan yang nilainya sama pada terminal yang terbuka (tanpa terhubung dengan beban). Jadi, tegangan Thevenin sama dengan arus Norton dikalikan dengan resistansi: Ethevenin = INorton RNorton Jadi, apabila kita ingin mengubah rangkaian ekivalen Norton menjadi rangkaian ekivalen Thevenin, kita bisa menggunakan resistansi yang sama dan menghitung sumber tegangan Thevenin dengan hukum Ohm). Ethevenin = INorton RNorton Jadi, apabila kita ingin mengubah rangkaian ekivalen Norton menjadi rangkaian ekivalen Thevenin, kita bisa menggunakan resistansi yang sama dan menghitung sumber tegangan Thevenin dengan hukum Ohm).

Begitu juga sebaliknya, apabila kita ingin mengubah rangkaian ekivalen Thevenin menjadi rangkaian ekivalen Norton, kita bisa menggunakan hukum Ohm untuk menghitung nilai arus Nortonnya: INorton = Ethvenin / Rthevenin

IV. Prosedur Percobaan 1. Pengukuran arus secara langsung

a. Ukur nilai nilai tahanan yang telah disediakan oleh asisten anda. Kalibrasi multimeter terlebih dahulu. b. Catat penunjukan jarum dan range yang digunakan. c. Bentuk rangkaian sesuai tahanan yang telah tersedia sebagai berikut :

1k5

+ 9V 10k 3k3

d. Ukur arus yang melalui hambatan tahan R bila R=6K8 dan 100K pada gambar diatas. e. Ukur tegangan pada tahanan R bila R=6K8 dan R=100K pada gambar diatas.

2. Pengukuran arus menurut teorema Norton. a. Ukur nilai nilai tahanan yang telah disediakan oleh asisten anda. Kalibrasi multimeter terlebih dahulu. b. Catat penunjukan jarum dan range yang digunakan. c. Bentuk rangkaian sesuai tahanan yang telah tersedia sebagai berikut :
30k 1k5

+ 9V 10k 3k3

d. Ukur besar arus Norton (IN) e. Ukur besar tahanan R(RN)

V. Hasil percobaan 1. Mengukur Tegangan Sumber (Vs)

No. 1

Vs 9 Volt

Multimeter Analog 8,98 Volt

Multimeter Digital 9,1 Volt

2. Mengukur nilai Resistor No. 1 2 3 4 5 Resistor 1k5 3k3 10k 6k8 100k Multimeter Analog Multimeter Digital 1,2 x 1 k 3,1 x 1 k 9,2 x 1 k 6 x 1 k 99 x 1 k 1,47 k 3,25 k 10,2 k 6,76 k 99,6 k

3. Mengukur Arus pada titik ab Tegangan Sumber (Vs) = 9 Volt Multimeter : Analog = 9,1 Volt Digital = 8,98 Volt

Langsung dengan Multimeter No. 1 2 Beban Analog 6k8 100k 0,77 mA 59 A Digital 0,65 mA 0,054 mA

Dengan Teorema Norton Analog 1,1 mA 82 A Digital 1,29 mA 0,085 mA

4. Pengukuran arus menurut teorema

= 6,01 mA Rangkaian pengganti Norton-nya.

R = 6k8 Iab = 6,01 = 0,91 mA

R = 100k Iab = 6,01 = 0,06 mA

VI. Kesimpulan Pada percobaan kali imi dapat disimpulkan bahwa : 1. Rangkaian pengganti Norton adalah rangkaian setara untuk menyederhanakan rangkaian yang rumit. 2. Hasil yang diperoleh setelah dibandingkan adalah hasil dari setiap pengukuran tidak sama persis dengan hasil perhitungan yang sesuai dengan rumus. Hal ini disebabkan oleh adanya toleransi dari komponen resistor yang tidak terdapat pada perhitungan, sedangkan Multimeter Digital lebih akurat dalam

pengukurannya. juga terdapat faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran.