P. 1
Struktur Baja 3 Tarik

Struktur Baja 3 Tarik

|Views: 39|Likes:
Dipublikasikan oleh Tri Widyantara

More info:

Published by: Tri Widyantara on Dec 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

3- STRUKTUR TARIK

Pendahuluan
• Struktur tarik adalah bagian dari struktur bangunan yang menerima beban normal tarik

Struktur tarik terdapat pada bagian bangunan : o Struktur utama :
    Jembatan rangka Jembatan gantung Rangka kuda-kuda atap Rangka menara

o Struktur sekunder :
   Ikatan angin atap/jembatan Ikatan rem pada jembatan Ikatan penggantung gording
1

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo


Penggunaan baja struktur yang paling efisien adalah sebagai tarik, dimana seluruh kekuatan batang dapat dimobilisasi secara optimal hingga mencapai keruntuhan Batang tarik adalah komponen struktur yang memikul/mentransfer gaya tarik antara dua titik pada struktur Suatu elemen direncanakan hanya memikul gaya tarik jika :
– Kekakuan lenturnya dapat diabaikan, seperti pada kabel atau rod – Kondisi sambungan dan pembebanan hanya menimbulkan gaya aksial pada elemen, seperti pada elemen rangka batang.

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

2

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

3

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

4

Penampang Elemen Tarik Struktur Baja

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

5

Perencanaan Elemen Tarik

Nu : gaya aksial tarik terfaktor
Ø : koefisien reduksi

 Kondisi leleh sepanjang batang

 Kondisi fraktur pada daerah sambungan

Untuk batang bulat : Ag = ¼ . π . D2 Ae = 0,75 Ag
STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo 6

Tahanan nominal komponen struktur tarik dapat ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
– Leleh penampang pada daerah yang jauh dari sambungan – Fraktur pada penampang efektif pada lubang-lubang baut di sambungan – Keruntuhan blok geser pada lubang-lubang baut di sambungan

• •

Leleh pada penampang menggunakan persamaan 10.1.1-2.a, dimana semua kemampuan baja dapat digunakan maksimal Pada keruntuhan fraktur di sambungan, terjadi konsentrasi tegangan di sekitar baut. Kelelehan terjadi secara lokal yang menyebabkan terjadinya fraktur pada luas penampang netto.

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

7

fu yang digunakan pada persamaan 10.1.1-2.b untuk daerah lokal, sedangkan fy digunakan pada persamaan 10.1.1-2.a untuk daerah yang lebih panjang Sebenarnya fu juga dapat digunakan pada persamaan 10.1.1-2.a namun hal ini akan menyebabkan perpanjangan total yang cukup besar sehingga menimbulkan redistribusi gaya yang berlebihan kepada komponenkomponen struktur lainnya Koefisien reduksi (Ø) dari fu lebih kecil (0,75) daripada koefisien reduksi (Ø) dari fy (0,9)

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

8

Batas Kelangsingan
• Batas kelangsingan yang dianjurkan dalam peraturan ditentukan berdasarkan pengalaman, engineering judgement, dan kondisi-kondisi praktis untuk :
– Menghindari kesulitan handling dan meminimalkan kerusakan dalam fabrikasi, transportasi dan tahap konstruksi – Menghindari kendor (sag yang berlebih) akibat berat sendiri batang – Menghindari getaran

• • • •
• •

Batas kelangsingan, l, ditentukan sebagai berikut : lmax ≤ 240 ; untuk struktur utama lmax ≤ 300 ; untuk struktur sekunder Dimana : angka kelangsingan : l = L/r L = panjang batang tarik r = jari-jari girasi = √(I/A) Batas kelangsingan untuk batang bulat : L/D ≤ 500 ; D = diameter batang

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

9

Luas Netto (An)
• Lubang-lubang baut dapat dibuat dengan beberapa cara 1. Cara yang termurah dan termudah adalah dengan menggunakan metode punching dengan diameter (D) lubang 1,5 mm lebih besar daripada diameter (D) alat pengencang (keling atau baut) Dlubang asli = Dalat pengencang + 1,5 mm (tanpa memperhitungkan kerusakan pelat) Metode tersebut akan mengurangi kekuatan daerah pinggiran lubang baut, sehingga dalam analisis : Dlubang = Dlubang asli + 1,5 mm = Dalat pengencang + 3 mm 2. Metode pelubangan kedua adalah dengan cara punching dengan D yang lebih kecil daripada D rencana kemudian melakukan reaming (melebarkan) sehingga mendapatkan D rencana. Metode tersebut memberikan ketelitian yang lebih baik daripada cara sebelumnya, namun lebih mahal

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

10

3.

Metode ketiga adalah dengan cara langsung membor lubangnya sebesar Dalat pengencang + 0,75 mm. Metode tersebut biasanya digunakan pada pelat-pelat yang tebal dan adalah cara termahal diantara ketiga cara tersebut Luas netto penampang batang tarik yang relatif pendek (komponen penyambung) tidak boleh diambil lebih besar daripada 85% luas brutonya An ≤ 0,85 Ag

Contoh :

Ag = t x d = 6 x 75 = 450 mm2 An = (d – (Dl + 1,5)) x t = (75 – (10+1,5)) x 6 = 381 mm2 (≈ 85% x Ag = 382,5 mm2)

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

11

Kasus Gaya Tarik Hanya Disalurkan Oleh Baut

Dalam perhitungan luasan netto, dicari luasan yang terkecil dari kemungkinankemungkinan lintasan putus (lintasan kritis) Kalau ada lintasa diagonal (letak baut zig zag) dalam perumusan luas netto ada koreksi akibat adanya lintasan diagonal
12

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

Contoh :

Garis a – b – c – d = 400 – 2 x (17,5 + 1,5) = 362 mm Garis a – b – e – c – d = 400 – 3 x (17,5 + 1,5) + 2 x 302/(4 x 30) = 347,5 mm Garis a – b – e – f – g = 400 – 3 x (17,5 + 1,5) + 2 x 302/(4 x 30) = 347,5 mm Jadi : An = 347,5 x t > 0,85 x Ag = 0,85 x 400 x t = 340 x t NOT OK
STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo 13

• •

Untuk profil siku, nilai u = sg1 + sg2 – t Jadi profil siku atau canal seperti dibuka/diluruskan

Contoh :

sg1 = sg2 = 33 mm u = sg1 + sg2 – t = 33 + 33 – 6 = 60 mm D = 10 mm (punching) Ag = 691 mm2 (didapat dari tabel profil baja)
STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo 14

Panjang a – b – c – d = (27 x 2 + 60) – 1 x (10 + 1,5) = 102,5 mm Panjang a – b – e – f = (27 x 2 + 60) – 2 x (10 + 1,5) + 302/(4 x 60) = 94,75 mm Jadi : An = 94,75 x 6 = 568,5 mm2 < 0,85 Ag = 0,85 x 691 = 587,35 mm2 OK

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

15

Luas Penampang Efektif (Ae)

 A = An atau Ag_las

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

16

Apabila tidak semua element penampang disambung, maka pada daerah sambungan tegangan yang terjadi tidak merata. Pada daerah sambungan terjadi pelemahan :  Shear lag  luas harus direduksi dengan koefisien U  Pelubangan  pengurangan luas sehingga yang dipakai pada daerah ini adalah luas bersih An

Ae = A x U = An x U
• Tegangan tarik yang tidak merata pada daerah sambungan karena adanya perubahan letak titik tangkap gaya P pada batang tarik : Di tengah bentang : pada berat penampang Di daerah sambungan : pada sisi luar penampang yang bersentuhan dengan elemen plat yang disambung

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

17

Faktor Shear Lag (U)
• Eksentrisitas untuk menghitung U

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

18

Panjang sambungan (L)

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

19

Kasus Gaya Tarik Disalurkan oleh Las Memanjang

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

20

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

21

Contoh :

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

22

Keruntuhan Geser Blok (Block Shear Rupture)

• • •

Geser blok adalah kondisi batas dimana tahanan ditentukan oleh jumlah kuat geser dan kuat tarik pada segmen yang saling tegak lurus Keruntuhan jenis ini sering terjadi pada sambungan dengan baut terhadap pelat badan yang tipis pada komponen struktur tarik Keruntuhan tersebut juga umum dijumpai pada sambungan pendek, yaitu sambungan yang menggunakan 2 baut atau kurang pada garis searah dengan bekerjanya gaya

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

23

Tipe keruntuhan geser blok

1. Kelelehan geser – Fraktur tarik Bila : fu . Ant > 0,6 . fu . Anv maka : Nn = 0,6 . fy . Agv + fu . Ant

2.

Fraktur geser – Pelelehan tarik Bila : fu . Ant < 0,6 . fu . Anv maka : Nn = 0,6 . fu . Anv + fy . Agt Ø = 0,75 Agt = luas bruto yang mengalami tarik Agv = luas bruto yang mengalami geser Ant = luas netto yang mengalami tarik Anv = luas netto yang mengalami geser

Dimana :

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

24

Contoh :
Sebuah batang tarik berupa pelat 2 x 15 cm disambungkan ke pelat berukuran 2 x 30 cm dengan las memanjang sepanjang 20 cm pada kedua sisinya. Kedua pelat yang disambung terbuat dari bahan yang sama. Fy = 2.400 kg/cm2, fu = 3.700 kg/cm2 Berapa beban rencana Nu yang dapat dipikul batang tarik ?

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

25

Jawab : a. Kondisi Plat Leleh : Nu = Ø Nn = 0,9 . fy . Ag = 0,9 . 2400 . (2 x 15) = 64.800 kg = 64,8 ton b. Kondisi Plat Fraktur : Nu = Ø Nn = 0,75 . fu . Ae A = Ag = 2 x 15 = 30 cm2 l/w = 20/15 = 1,33  U = 0,75 Ae = A . U = 30 . 0,75 = 22,5 cm2 Nu = 0,75 . 3.700 . 22,5 = 62.437,5 kg = 62,4 ton

Jadi Nu = 62,4 ton

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

26

Contoh :
Tentukan tahanan rencana komponen struktur tarik berikut ini :

Dl = 18 mm (punching)

Jawab :
a. Kondisi leleh
Nu ≤ Ø Nn = 0,9 . fy . Ag = 0,9 . 240 . 813 = 175.608 N = 17,6 ton

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

27

b.

c.

Kondisi Fraktur : Nu ≤ Ø Nn = 0,75 . fu . Ae An = 813 – (Dl +1,5)*6 = 813 – (18 +1,5)*6 = 696 mm2 U = 1 – x/L ≤ 0,9 U = 1 – 19,3/(50*3) = 0,87 ≤ 0,9 Ae = An . U = 696 . 0,87 = 605,52 mm2 Nu = 0,75 . 370 . 605,52 = 168.031,8 N = 16,8 ton Kondisi Blok Geser : 0,6 . fu . Anv = 0,6 . 370 . ((50*3+30) - 3½ (Dl + 1,5)) *6 = 148.851 N fu . Ant = 370 . (40 - ½ (Dl + 1,5)) *6 = 67.155 N fu . Ant = 67.155 N < 0,6 . Fu . Anv = 148.851 N  fraktur geser – leleh tarik Nn = 0,6 . fu . Anv + fy . Agt = 0,6 . 370 . ((50*3+30) - 3½ (Dl + 1,5)) *6 + 240 . 40 . 6 = 206.451 N Nu ≤ Ø Nn = 0,75 . 206.451 = 154.838 N = 15,48 ton

Jadi tahanan rencana Nu = 15,48 ton (nilai terkecil dari 3 kondisi)
STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo 28

Contoh :
Rencanakan ikatan angin dengan batang bulat. Mutu baja BJ37 Beban Nu = 5,75 ton Panjang batang L = 7,6 m

Jawab :
1. 2. Batas kelangsingan : L/D ≤ 500  D ≥ L/500 = 760/500 = 1,52 cm Batas leleh : Nu ≤ Ø Nn = 0,9 . fy . Ag Ag ≥ Nu / (0,9 . fy ) = 5.750 / (0,9 . 2400) = 2,66 cm2 Batas fraktur : Nu ≤ Ø Nn = 0,75 . fu . Ae Untuk batang bulat : Ae = 0,75 . Ag  Nu ≤ Ø Nn = 0,75 . fu . 0,75 . Ag Ag ≥ Nu / (0,75 . 0,75 . fu ) = 5.750 / (0,75 . 0,75 . 3700) = 2,76 cm2
29

3.

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

Ag = ¼ . π . D2 D = √(4 . Ag / π ) = √(4 . 2,76 / π ) = 1,87 cm (menentukan) Jadi digunakan besi diameter 19 mm

Contoh
Rencanakan kaki kuda-kuda (batang S1) dengan profil dobel siku. Mutu baja BJ37 Baut D = 16 mm (punch) minimum 3 baut pada 1 deret jarak a’ 60 mm a = 250 Beban mati D = 5,25 ton Beban hidup L = 6,5 ton
S2 a S1 3m

R

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

30

Jawab :
1. Perhitungan gaya : Ru = 1,4 D = 1,4 . 5,25 = 7,35 ton Ru = 1,2 D + 1,6 L = 1,2 . 5,25 + 1,6 . 6,5 = 16,7 ton (menentukan) ∑V = 0  Ru – S2 . Sin a = 0  S2 = Ru/sin a = 16,7/sin 250 = 39,5 ton ∑H = 0  S1 – S2 . cos a = 0  S1 = S2 . cos a = 39,5 . cos 250 = 35,8 ton

2.

Batas kelangsingan : struktur utama : lmax ≤ 240  l = L/r r ≥ L/240 = 300/240 = 1,25 cm Batas leleh : Nu ≤ Ø Nn = 0,9 . fy . Ag Ag ≥ Nu / (0,9 . fy ) = 35.800 / (0,9 . 2400) = 16,57 cm2

3.

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

31

4.

Batas fraktur : Nu ≤ Ø Nn = 0,75 . fu . Ae = 0,75 . fu . An . U An ≥ Nu / (0,75 . fu . U )  misalkan : U = 0,85 cm2 An ≥ 35.800 / (0,75 . 3.700 . 0,85 ) = 15,2 cm2 Misalkan : An = 0,85 . Ag  Ag = An /0,85 = 15,2 / 0,85 = 17,9 cm2

Coba profil dobel siku 55 x 75 x 7 Dl = 16 + 3 = 19 mm
x x 40

Pu

35 40 60 60

A = 8,66 cm2 (1 profil) ry = 1,59 cm ; rx = 2,35 cm X = 1,41 cm
STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo 32

Ag = 2 x 8,66 = 17,32 cm2 ≥ 16,57 cm2

(batas leleh memenuhi)

Batas fraktur An = 2 . (8,66 – 1 . 1,9 . 0,7) = 14,66 cm2 U = 1 – x/L = 1 – 1,41/12 = 0,8825 Ae = U . An = 0,88 x 14,47 = 12,94 cm2 Ø Nn = 0,75 . fu . Ae = 0,75 . 3.700 . 12,94 = 35.909 kg > Nu = 35.813 kg (ok) Batas kelangsingan ry = 1,59 cm > r = 1,25 rx = 2,35 cm > r = 1,25

(ok) (ok)

5. Kontrol geser blok : Agt = 4 . 0,7 = 2,8 cm2 Anv = ((4 + 6 + 6) – 2,5 . 1,9) . 0,7 = 7,875 cm2 Ant = (4 – ½ . 1,9) . 0,7 = 2,135 cm2 Agv = (4 + 6 + 6) . 0,7 = 11,2 cm2
STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo 33

0,6 . fu . Anv = 0,6 . 3700 . 7,875 = 17.482,5 kg fu . Ant = 3700 . 2,135 = 7.899,5 kg fu . Ant < 0,6 . Fu . Anv  fraktur geser – leleh tarik Nn = (0,6 . fu . Anv + fy . Agt ) . 2 (untuk 2 profil) = (0,6 . 3700 . 7,875 + 2400 . 2,8) . 2 = 48.405 kg Nu = 35,8 ton ≤ Ø Nn = 0,75 . 48.405 = 36.303 kg = 36,3 ton (ok)

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

34

STRUKTUR BAJA MK-143009-Unnar-Dody Brahmantyo

35

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->