Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN INDIVIDU BASAL METABOLIC RATE (BMR) HIPERTIROID

Di susun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Perbaikan Praktikum Endocrine System

Di susun Oleh Nama Nim Kelas : Laili Maslahatun N : 105070200111028 : PSIK- Reguler

Jurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang 2012

TINJAUAN PUSTAKA
BMR (Basal Metabolic Rate) adalah ukuran energi yang diperlukan untuk mempertahankan hidup: fungsi paru, ginjal, jantung, pemelihraan gradient ion lintas membrane, berbagai reaksi biokimia dll. BMR biasanya ditentukan dari pengukuran kecepatan konsumsi oksigen atau produksi panas oleh seseorang dalam keadaan istirahat, yang baru terjaga pada pagi hari setelah berpuasa paling sedikit 12 jam. Dengan demikian, pada hakekatnya BMR sebenarnya adalah laju metabolisme istirahat (Reasting Metabolic Rate / BMR). BMR biasanya dinyatakan dalam satuan kilokalori yang diperlukan setiap hari. Jelaslah. Jumlah energy yang dibutuhkan untuk fungsi basal pada seseorang dengan ukuran besar akan lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan orang yang berukuran kecil. Nilai BMR lebih rendah pada wanita daripada pria dengan berat badan yang sama, karena wanita biasanya lebih banyak memiliki jaringan adipose. Jaringan adipose secara metabolis kurang aktif dibandingkan dengan jaringan non-adiposa. Selain itu, nilai BMR juga dipengaruhi dengan suhu. BMR akan meningkat sebanyak 12% untuk setiap peningkatan 10C, dan BMR sedikit meningkat pada cuaca dingin. Sekresi yang berlebihan hormone tiroid (hipertiroid) menyebabkan peningkatan BMR, sedangkan hipertiroidisme menyebabkan penurunan BMR. BMR meningkat selama kehamilan dan menyusui. Anak yang sedang tumbuh memiliki BMR per kilogram berat badan yang lebih besar daripada orang dewasa, karena proporsi otak, otot, dan jaringan akatif lainnya lebih besar, dan BMR menurun pada orang tua yang jaringan metabolic aktifnya berkurang dan lemak tubuh bertambah. Berikut ini adalah daftar faktor yang dapat mempengaruhi ukuran BMR.

Penghitungan BMR pada orang normal biasanya dapat menggunakan rumus Harris dan Benedict atau Owen. Berikut ani adalah rumus Harris dan Benedict: Laki-Laki Perempuan : BMR = 66 + (13,7 x berat kg) + (5 x tinggi cm) (6,8 x umur th) : BMR = 655 + (9,6 x berat kg) + (1,8 x tinggi cm) (4,7 x umur th)

Sementara berikut ini adalah persamaan Owen Laki-Laki : BMR = 795 + (7.18 x BB dalam Kg)

Perempuan : BMR = 879 + (10.2 x BB dalam Kg) Namun pengukuran Basal Metabolic Rate pada orang Hipertiroid mempunyai rumus yang berbeda dan prosedur yang berbeda pula. Sedangkan tujuan pengukuran BMR pada pasien Hipertiroid ini adalah mengukur secara tidak langsung jumlah oksigen yang dibutuhkan tubuh di bawah kondisi basal selama beberapa waktu Berikut ini adalah rumus BMR dan prosedurnya pada pasien hipertiroid: BMR: 0.75 {0.74 (S-D) + N } 72

Prosedur pemeriksaan: Persiapan

Klien puasa sekitar 12 jam Hindari kondisi yang menimbulkan kecemasan dan stres Klien harus tidur paling tidak 8 jam Tidak mengkonsumsi obat-obat analgesik dan sedatif Jelaskan pada klien tujuan pemeriksaan dan prosedurnya Tidak boleh bangun dari tempat tidur sampai pemeriksaan dilakukan. Segera setelah bangun, dilakukan pengukuran tekanan darah dan nadi Dihitung dengan rumus khusus pasien Hipertiroid Nilai normal BMR: -10 s/d 15%.

Pelaksanaan

Pertimbangkan faktor umur, jenis kelamin dan ukuran tubuh dengan kebutuhan oksigen jaringan. Pada klien yang sangat cemas, dapat diberikan fenobarbital yang pengukurannya disebut Sommolent Metabolisme Rate. Nilai normalnya 8-13% lebih rendah dari BMR.

APLIKASI KLINIS
Ny.A usia 35 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas, jantung berdetak cepat, demam, tangan berkeringat dan tremor. Berat badan Tn. X turun 3 kg selama 1 bulan terakhir namun nafsu makan meningkat, dan susah tidur. Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan adanya goiter multinodular, eksophtalmus, TB = 155, BB = 50 . Hitung BMR Ny.W Hari I Pagi Siang Sore TD : 140/80 mmHg TD : 130/80 mmHg TD : 130/80 mmHg N : 90 x/menit RR : 22 x/ menit Hari II N : 100 x/menit RR : 22 x/menit N : 90 x/menit RR : 22 x/ menit

T : 37 oC T : 37 oC T : 37 oC TD : 120/90 mmHg TD : 130/90 mmHg TD : 130/90 mmHg N : 100 x/menit RR : 26 x/ menit N : 90 x/menit RR : 22 x/ menit N : 90 x/menit RR : 22 x/ menit

Hari III

T : 36,9 oC T : 37 oC T : 37 oC TD : 130/90 mmHg TD : 120/90 mmHg TD : 130/80 mmHg N : 90 x/menit RR : 27 x/ menit T : 36,5 oC N : 90 x/menit RR : 22 x/ menit T : 37 oC N : 90 x/menit RR : 22 x/ menit T : 37 oC

BMR Hipertiroid Hari I = 0,75 (0,74(S-D)+N)-72 = 0.75 (0.74 (50)+ 90)-72 =23.25 % Hari II = 0,75 (0,74(S-D)+N)-72 = 0,75 (0,74(30)+100)-72 = 19.65% Hari III = 0,75 (0,74(S-D)+N)-72 = 0,75 (0,74(40)+90)-72 =17.7% Nilai Rata-Rata BMR Ny.A= BMR Hari I+ BMR Hari II + BMR Hari III

3 = 23.25% + 19.65% + 17.7% 3 = 20.2 %