Anda di halaman 1dari 34

TUGAS MATA KULIAH RADAR DAN NAVIGASI RADAR HANDBOOK THIRD EDITION GROUND ECHO RADAR Dosen: Djoko

Suprijatmono, Ir

Disusun oleh: Hafiz Maulana Irfan Irawan Yulita Setiyanti P : 11221715 : 11221718 : 11221736

Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institus Sains dan Teknologi Nasional ISTN CIKINI 2012

BAB 1 PENDAHULUAN

Ground Echo atau disebut pantulan radar terhadap tanah dilambangkan sebagai 0, perbedaan penghamburan bagian yang melintang atau disebut dengan koefesien penghamburan (penghamburan melintang per unit area) lebih besar dari total scattering cross section yang digunakan untuk target yang berlainan. Sejak total cross section dari variasi sekumpulan tanah dengan area yang terpengaruh oleh penentuan parameter radar geometric seperti halnya lebar pulsam beamwidth, dan lain sebagainya, yang kita kenal dengan koefesien independen dari semua parameter diatas.

Fungsi dari diferensial scattering cross section adalah menjelasakan pengembalian dari tanah tersebut tergantung dari seberapa banyak dari element penghamburan yang memiliki fasa yang tersendiri. Ini sangat penting dikarenakan perbedaan jarak meskipun juga pantulan kecil dari jarak total didalamnya banyak terdapat gelombang. Posisi puncak dari tegangan bisa saja mempengaruhi penghitungan rata rata pengembalianya. Jika kondisinya tdk bisa di gunakan pada target ground tertentu, konsep dari diferensial scattering cross section tidak berdampak apapun pada objek. Sebagai contohnya resolusi radar yagn jelas tentunya bisa mendeteksi bagian dari mobil. Permukaan yang halus dari mobil tidak bisa direpresentasikan oleh ground echo. Lain hal nya jika sebuah radar coerser mencari banyak mobil dalam ruas parkiran mobil yang luas echo yang valid untuk raung parkir tenntunya mudah ditemukan. Jika setiap sebagian tempat mempengaruhi lainya dalam waktu bersamaan oeleh radar yang berisi n elemen scattering, kriteria tadi sangat cocok sehingga tengangan nya mungkin ditambah.

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Pentingnya Teori Relative dan Empiris

Dari sekian banyak Teori radar tanah yang tentunya melalui percobaan memberikan dasar untuk menilai efek dari variasi dalam sifat dielektrik tanah, kekasaran tanah dan tumpukan salju terkait langsung dengan panjang gelombang radar dan sudut insiden. Teori ini bergantung dari model matematis untuk menggambarkan permukaan tanah, atau permukaan laut tentunya sangat sulit ukuran akurasinya. Pengukuran empiris diperlukan untuk menggabarkan kembali bentuk alam tadi dalam tampilan radar, peran dari teori ini unutk membatu penafsiran pengukuran.

2.2

Informasi Hamburan yang Tersedia

Penelitian nya dilakukan di Ohaio setelah rentetan panjang percobaan didapatlah alat pengukuran yang terus dikembagnkan sampai terintegrasi pada truk dan helikopter di universitas Kansas. Dan universitas lain. Berada pada sudut 10 derajat sampai 80 derajat,

Gambar 1 Persamaan radar geometri menggunkan tampilan samping

2.3

Parameter yang Mempenaruhi Ground Return

Pengembalian radar tergantung dari dari kombinasi parameter sistem dan paremeterr, Paramenter System Radar: Panjang gelombang Power Area yg terkena cahaya Arah dari cahaya : azimuth dan susdut elevasi Polarisasi termasuk polarisasi matrik penuh jika ada

Parameter Ground / Tanah Permitivitas yang komplek Kekasaran tanah dari permukaan Keberagaman dari permukaan sehingga atenuasi bergantung pada pengurangan gelombang pada amplitude yang diinginkan

Gambar 2 Perbandingan konstanta dielektrik

Permukaan yang lebih halus lebih condong bisa memantulkan gelombang radio ke kordinat yang ditentukan dengan teori Fresnel arah pantulan. Di lain hal juga permukaan tanah yang kasar lebih condong meradiasi secara tidak langsung ke kedua arah, sehingga memberikan pengembalian ke radar yang kuat dari segala arah.

Masalah dari penghamburan rasar dikarenakan jarak penekanan gelombang yg signifikan semua permukaan dan vegetasi kanipi, dan juga refleksi internal dan proses pengembalian penghamburan. Pada C band, dan frekuensi tinggi hampir semua sinyal dikembalik dari pepohonan, biasanya dari ujung dedaunan, atau ranting nya. Ketika musim gugur tentunya berdampak lain, pada L band khusus nya VHF sinyal nya menekan lebih jauh sehingga batang pohon dapat berdampak, begitu juga ketika pohon tersebut ditebang.

2.4

Teori Model dan Keterbatasannya

2.4.1 Pengertian Permukaan Banyak teori model untuk pengembalian radar diasumsikan dari tanah yang kasar diantara udara bebas sampai ke separuh langit. Di dalamnya juga termasuk vertical dan horizontal sesuatu yang ada di tanah tersebut seperti pepohonan bangunan, dan gunungan salju. Permukaan menjelaskan model matematika yang sesuai yang penting diaplikasikan. Untuk bisa dengan mudah di analisa maka format penjelasan detail nya harus disederhanakan, sedikit diantara nya permukaan tersebut dipastikan dengan teliti sesuai ukuran sentimeter panjang gelombang radar, meskipun begitu tidak menjamin batasan penghamburan tersebut tidak ada diantara lapisan bawah tanah sampai ke permukaan. Banyak teori mengasumsikan isotropik statistic tentunya tidak sesuai untuk sawah yang dibajak dan kota padat. Yang paling mendekati dengan mengasumsikan sejenis model yang hanjya melibatkan dua atau tiga parameter (diviasi standar, kemiringan, hubungan jarak, dsb).

2.4.2 Model yang Disederhanakan Untuk saat ini teori radar untuk pemantulan tanah dinyatakan dalam optic dimana banyak target yang bisa dijabarkan dengan hukum variasi intensitas Lambert. Observasi dari cahaya matahari yang terpantul dari aliran air, dari jalan atau permukaan halus lainya disebut teori gelombang (facet). Hanya cahaya matahari yang bisa mencapai alat observasi dari permukaan yang halus.
5

Observasi cahaya tadi disebut dengan metode goemetri optik. Saat permukaan tanah pada penghamburan radar direpresentasikan dengan alat kecil dari pesawat. diasumsikan untuk memunculkan hanya gelombang normal pada radar. Pengembalian radar

Gambar 3 Radiasi gelombang insiden normal

Gambar 4 Beamwidth terbatas menyebabkan kesalahan dekat-vertikal dalam mengukur koefisien hamburan

2.5

Ground dan Helikopter Scatterometers dan Spektrometer.

Pengukuran tanah banyak hamburan telah dibuat dengan sistem dipasang pada truk booming dan helikopter. Sebagian besar adalah FM-CW systems yang menggunakan bandwidth yang lebar untuk mendapatkan sampel independen ekstra daripada untuk resolusi halus. Beberapa penggunaan bandwidth yang sangat lebar untuk mendapatkan resolusi kisaran baik untuk menemukan sumber scattering. Kebanyakan memiliki beberapa kemampuan-polarisasi, dan beberapa mampu polarimetri karena tahap dua menerima sinyal dengan polarisasi ortogonal dapat dipastikan.

Elemen-elemen dasar dari sebuah scatterometer FM-CW ditunjukkan pada Gambar 5. Osilator menyapu harus menghasilkan sapuan linear, ini mudah dengan itrium-besi-garnet (YIG)-tuned oscillator tetapi membutuhkan linearizing sirkuit tala jika menggunakan varactor a.

Gambar 5 Pengaruh beamwidth antena pada koefisien hamburan diukur sebagai fungsi dari sudut insiden

Banyak sistem menggunakan sintesis gelombang digital untuk mendapatkan gelombang menyapu. Jika antena ganda digunakan (seperti yang ditunjukkan), tumpang tindih balok harus considered. sistem antena tunggal kadang-kadang digunakan sebagai circulator mengisolasi pemancar dan penerima, kinerja mereka agak terbatas dibandingkan dengan sistem dual-antena dikarenakan refleksi internal dan kebocoran melalui circulator.

Gambar 5 menunjukkan jenis sistem yang dapat digunakan untuk mengukur hamburan dari dalam volume. Dengan menentukan spektrum kembali, pengguna dapat membangun hamburan dari rentang yang berbeda. Sistem ini telah digunakan dalam menentukan sumber tersebar pada pepohonan dan salju.

Gelombang ultrasonik dalam air dapat digunakan untuk mensimulasikan gelombang elektromagnetik dalam air. Karena perbedaan kecepatan rambat, frekuensi akustik 1 MHz sesuai dengan panjang gelombang 1,5 mm. Seperti panjang gelombang adalah ukuran yang nyaman untuk pengukuran pemodelan banyak, dan tentu saja peralatan di wilayah 1-MHz dalam banyak hal lebih mudah untuk beroperasi dari peralatan di wilayah microwave, tentu jauh lebih mudah untuk mengoperasikan dan lebih murah daripada microwave peralatan operasi pada panjang gelombang 1,5 mm.

Gambar 6 Diagram blok dasar dari bagian FM-CW RF scatterometer

Koefisien hamburan dari Gambar 6 menjelaskan radar gambar yang dihasilkan oleh celah radar nyata atau sintetis dapat digunakan untuk pengukuran koefisien hamburan. Sayangnya,
8

kebanyakan sistem tersebut tidak bisa dikalibrasi, sehingga hasilnya agak meragukan, bahkan ketika gambar yang diproduksi pada hari yang berbeda. Kalibrasi relatif diperkenalkan ke dalam beberapa kalibrasi systems absolut, yang juga berfungsi sebagai kalibrasi relatif dalam beberapa kasus dapat dicapai dengan menggunakan target referensi yang kuat. Dengan kalibrator radar aktif (ARC) repeater sangat cocok. Pendekatan lain yang telah digunakan adalah untuk mengukur hamburan dari daerah referensi dengan sistem berbasis darat atau helikopter yang baik dikalibrasi dan membandingkan gambar tersebut nilai terukur.

Gambar 7 Diagram & Blok dasar dari sebuah scatterometer FM-CW kisaran-diskriminatif: kontrol dan data-sistem penanganan

2.6

Pengukuran Bistatic.

Pengukuran pengembalian tanah ketika penerima dan pemancar dipisahkan relatif jarang terjadi. Pengukuran ini sangat sulit untuk pesawat, karena itu perlu bahwa kedua pemancar dan antena penerima melihat titik tanah yang sama pada waktu yang sama dan bahwa sinyal akan berkorelasi dengan sudut tampilan antena dikenal. Selain itu, sulit untuk mengetahui polarisasi, dan ukuran yang tepat dan bentuk area umum diterangi oleh balok antena kadang-kadang sulit untuk menentukan. Untuk alasan ini, pengukuran bistatic beberapa dari pesawat telah didokumentasikan dalam berbagai literatur.

Pengukuran laboratorium bistatic telah dibuat oleh kedua dalam Percobaan di Waterways Station dan The Ohio State University dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dan oleh Universitas Kansas menggunakan gelombang akustik. Pengukuran bistatic radiasi laser telah dibuat di Bell Telephone Laboratories, dan C-band pengukuran bangunan telah dilakukan di University of Kansas. permukaan lainnya berbasis pengukuran juga telah di dokumentasikan.

Pengukuran bistatic panggilan untuk komplikasi ketika dilakukan di luar laboratorium karena referensi mutlak untuk kedua kekuatan pemancar dan penerima sensitivitas harus digunakan. Di laboratorium, mungkinkan untuk menggunakan teknik yang mirip dengan pengukuran monostatic.

2.7

Model Koefisien Hamburan Umum (Model Clutter)

Selama tahun 1970-an dilakukan peyebaran pengukuran pada model backscatter rata-rata dari daerah yang luas. Secara khusus, ini termasuk pengukuran dengan Skylab, RadiometerScatterometer (RADSCAT) dan dengan truk mount Microwave Active Spectrometer (MAS) oleh University of Kansas. Dua model yang berbeda dikembangkan berdasarkan data yang sama, salah satu model linear dan satu formulasi yang lebih rumit. Di sini kita hanya menyajikan model linier. Model ini adalah untuk rata-rata, dan model tidak termasuk variasi tentang rata-rata. Namun, analisis Shuttle Imaging Radar (SIR) data memungkinkan beberapa perkiraan harus dibuat dari variabilitas yang diharapkan untuk ukuran yang berbeda dari jejak diterangi.

Karakteristik umum dari backscatter radar selama rentang sudut insiden telah dikenal selama puluhan tahun. Untuk gelombang terpolarisasi, seseorang dapat mematahkan menyebar menjadi tiga bentuk sudut: Near-Vertical (wilayah kuasi-specular), sudut antara dari 15 sampai 80 (daerah dataran tinggi), dan Near-Grazing (daerah bayangan). Cross-terpolarisasi pencar tidak memiliki daerah kuasi-specular dan dataran terpisah (dataran tinggi meluas ke vertikal), dan terlalu sedikit yang diketahui untuk menentukan apakah wilayah bayangan ada.

10

Gambar 8 Karakteristik umum variasi koefisien hamburan dengan sudut insiden (setelah FT Ulaby, RK Moore, dan AK Fung)

Tapi hampir semua pengukuran sesuai dengan model seperti itu erat, dan model yang mendekati kurva yang paling teoritis lebih dari daerah yang bersangkutan. Ini hasil yang sederhana berarti bahwa model kekacauan yang sederhana dapat dikembangkan dan digunakan, meskipun model yang lebih kompleks mungkin diperlukan untuk beberapa aplikasi penginderaan jauh.

Gambar 9 Regresi rata-rata semua 13,8 GHz Data-lahan pertanian selama dua tahun diperoleh dengan spektrometer aktif microwave (setelah RK Moore, KA Soofi, danS. M. Purduski114 IEEE 1980)

11

Dasar untuk model linear adalah kombinasi dari hasil Skylab selama Utara America dan orangorang dari pengukuran Kansas ladang selama tiga musim lengkap dengan spektrometer microwave aktif (MAS) . The 13,9-GHz Skylab RADSCAT memiliki jejak tanah dari 10 - km lingkaran di vertikal ke elips dari 20 hingga 30 km di 50 . MAS memiliki jejak kaki pada 50 mulai dari 5,5 sebesar 8,5 m pada 1,1 GHz menjadi 1,4 sebesar 2,1 m pada 17 GHz, namun jutaan pengukuran rata-rata untuk model. Karena data Skylab adalah hanya pada satu frekuensi dan tanggapan untuk dua percobaan pada dasarnya sama pada frekuensi tersebut, respon frekuensi yang ditunjukkan dalam model tergantung sepenuhnya pada pengukuran MAS.

Musim panas Skylab pengamatan termasuk gurun, padang rumput, lahan pertanian, dan hutan, sedangkan pengukuran Kansas hanya lahan pertanian. Namun, awal dan di akhir musim tanam, lahan pertanian pada dasarnya telanjang, mirip dengan gurun panas kecuali untuk kadar air tanah. Selama puncak musim tanam, tanaman yang cukup padat sehingga menyebarkan yang mirip dengan yang dari hutan. Dengan demikian, model keseluruhan tampaknya mewakili kondisi musim panas rata-rata seluruh Amerika Utara. Model ini mengambil bentuk

dimana A, B, C, dan D mengambil nilai yang berbeda untuk polarisasi yang berbeda atas dan di bawah 6 GHz. Respon frekuensi bawah 6 GHz jauh lebih cepat daripada di atas 6 GHz. Selain itu, pada frekuensi di atas 6 GHz respon frekuensi independen dari sudut, sehingga D = 0. Untuk frekuensi rendah, respon frekuensi sudut-tergantung.

Untuk sudut kurang dari 20 , hanya dua poin yang tersedia, 0 dan 10 , regresi frekuensi sehingga terpisah yang dijalankan pada masing-masing sudut. Model untuk sudut-sudut ini adalah

Tanggapan frekuensi di bawah 6 GHz berbeda selama dua tahun, sehingga model memiliki nilai terpisah dari konstanta untuk 1975 dan 1976. Tahun 1976 adalah sangat kering di Kansas: Oleh
12

karena itu, tahun 1975 nilai mewakili mungkin lebih, tetapi keduanya diberikan di sini. Nilai dari konstanta dalam Tabel 1. Gambar 10 menunjukkan model kekacauan untuk midrange sudut sebagai fungsi dari frekuensi.

Tabel 1 Konstanta Linear Scattering Model

Gambar 10 Gambar polarisasi vertical dan polarisasi horizontal sangat mirip. (Setelah RK Moore, KA Soofi, dan SM Purduski114 IEEE 1980)

Angka ini hanya untuk polarisasi vertikal karena hasilnya sangat mirip untuk vertikal dan horisontal. Ulaby mengembangkan sebuah model yang berbeda dan lebih kompleks dari vegetasi
13

Kansas data. Model ini cocok kurva bukan garis lurus dengan data yang diukur. Untuk sebagian besar tujuan, model garis lurus memadai, dan itu jauh lebih mudah untuk digunakan.

Sebuah model garis lurus untuk tertutup salju padang rumput serupa dengan vegetasi tergantung pada data, lebih terbatas set. Data adalah untuk hanya satu musim di Colorado ketika salju itu hanya sekitar 50 cm. Ini berarti bahwa sinyal mungkin menembus ke permukaan tanah pada frekuensi di bawah sekitar 6 GHz. Namun demikian, model menunjukkan jenis hasil yang diharapkan untuk situasi yang penting. Tabel 2 memberikan konstanta yang dihasilkan untuk digunakan dalam Persamaan.
Tabel 2 Hasil Regresi dari Cakupan Ground dari Salju

Pencar salju sangat bergantung pada konten gratis-air dari lapisan atas salju, sehingga menyebar jauh lebih rendah dari salju basah siang hari (di mana pencairan surya telah dimulai) daripada salju malam kering. Oleh karena itu, model yang berbeda harus digunakan untuk siang dan malam, membandingkan pengukuran malam hari dan ditunjukkan pada Gambar 10. Perbedaan antara siang dan malam bertebaran dari salju bahkan lebih jelas pada 35 GHz, tetapi model tersebut tidak termasuk 35 GHz karena tidak ada data yang ada antara 17 dan 35 GHz.

Meskipun ada model kekacauan tertentu telah dikembangkan untuk hutan, hasil dari RADSCAT Skylab dan SEASAT menunjukkan scatterometer bahwa hutan hujan Amazon menyebarkan hampir independen dari sudut insiden bahkan dekat vertical. Nilai rata-rata diukur pada 33

14

adalah -5,9 0,2 dB pada 13,9 GHz. Hasil serupa ditemukan di C band. Observasi dengan SIRB, SIR-C, dan JERS-1 menunjukkan bahwa kurangnya variasi sudut 0 s juga hadir di 1,25 GHz.

Model yang dijelaskan di atas didasarkan pada rata-rata di daerah yang sangat besar. Untuk situasi ini, variabilitas dari satu tempat ke tempat kecil, terutama di midrange sudut. Gambar 11 menunjukkan nilai rata-rata dan desil atas dan bawah diukur oleh RADSCAT Skylab atas Amerika Utara. Variasi besar di dekat vertikal ternyata hasil dari efek pantulan specular hampir dari badan air. Ketika tapak lebih kecil, variabilitas terjadi. Hal ini ditunjukkan pada Gambar 11 dari studi variasi sebaran diamati oleh SIR-B dengan rata-rata di atas berbeda-ukuran jejak kaki. Untuk jejak kaki kecil, menyebarkan bervariasi atas berbagai, dan desainer sistem harus menjelaskan hal ini.

GAMBAR 11 Regresi untuk vertikal polarisasi-Model noise untuk salju: (a) hari dan (b) malam. Perhatikan perbedaan besar. polarisasi horizontal serupa. (setelah RK Moore, KA Soofi, dan SM Purduski114 IEEE 1980)

15

Gambar 12 Sudut pola desil, berarti atas, dan desil yang lebih rendah dari pengamatan scatterometer Skylab di Amerika Utara selama musim panas (dari Moore et al, Universitas Kansas Remote Sensing Laboratorium Laporan Teknis 243-12., 1975)

Gambar 13 90% kisaran amplitudo pixel dibandingkan resolusi

16

2.8

Scattering Coefficient Data

Berbagai program untuk mengumpulkan data hamburan koefisien ada sebelum 1972, namun data yang cukup besar dengan disertai koleksi "ground truth" jarang. Sejak tahun 1972, bagaimanapun, program utama beberapa telah berubah situasi sehingga banyak informasi yang sekarang tersedia. Memang, informasi ini begitu luas bahwa ringkasan yang memadai dari literatur adalah mustahil. Oleh karena itu, bagian ini hanya dapat memberikan highlights dari hasil dan program utama. Pembaca harus berkonsultasi dengan kompendium tiga besar data tersebut untuk informasi lebih baik pada hasil dan bibliography (catatan bahwa informasi yang menyebar melalui banyak bab dari volume ini).

Beberapa hamburan-koefisien-pengukuran awal program layak disebut termasuk orang-orang dari Naval Research Laboratory, (dekat-vertikal data), Goodyear Aerospace Corporation, Sandia Corporation

dan terutama The Ohio State University Dari 1972-1984 , program

terbesar adalah di Universitas Kansas.

Program ekstensif juga di Prancis (Centre National d'Etudes Spatiales, Centre National d'Etudes des telekomunikasi, Universit Paul Sabatier), Belanda, Canada Centre for Remote Sensing

(CCRS, terutama es laut), dan Swiss dan Austria (salju) Banyak hasil dari program ini muncul dalam mencerna dari Geoscience Internasional dan Simposium Penginderaan Jauh (IGARSS; IEEE Geoscience dan Remote Sensing Masyarakat) dan jurnal seperti Transaksi IEEE pada Sensing Geoscience dan Remote dan Teknik Kelautan, International Journal of Penginderaan Jauh, Penginderaan Jauh Lingkungan, dan Teknik Photogrammetric dan Remote Sensing.

Meskipun kalibrasi untuk beberapa data yang lebih tua yang meragukan, ringkasan presentasi tidak tersedia untuk data baru. Dengan demikian, Gambar 14 menunjukkan ringkasan sebelumnya sebagian besar didasarkan pada X-band data. Satu harus berhati-hati dalam menggunakan data ini, tetapi angka tersebut memberi nuansa untuk variasi keseluruhan. Gambar 14 adalah presentasi yang sama untuk dekat-vertikal Kalibrasi data. dari sistem itu baik, tetapi efek antena dibahas dalam Bagian 16,5 membuat nilai dari 0 sampai 5 rendah.

17

Pengaruh Kekasaran, Content Moisture, dan Cover Vegetasi. Hamburan jatuh lebih cepat dengan sudut untuk permukaan halus daripada permukaan kasar. Karena kekasaran yang mempengaruhi radar harus diukur dalam satuan panjang gelombang, permukaan halus pada panjang gelombang yang panjang mungkin kasar pada yang lebih pendek. Hal ini diilustrasikan dalam Gambar 16.30,133 yang menunjukkan efek ini dengan pengukuran dari bidang dibajak. Pada 1,1 GHz, sinyal berubah 44 dB antara 0 dan 30 untuk bidang halus dan hanya 4 dB untuk terburuk. Pada 7,25 GHz bidang halus kasar cukup untuk mengurangi variasi sampai 18 dB.

Bagi sebagian besar permukaan, lintas-terpolarisasi pencar lebih rendah daripada seperti terpolarisasi-pencar, sering oleh sekitar 10 dB. Lintas-terpolarisasi pencar dari permukaan yang halus jauh lebih kecil daripada di tempat lain dekat vertikal. Gambar 14 menunjukkan efek ini. Lintas-terpolarisasi kembali dari scatterers volume dengan unsur-unsur yang besar dibandingkan dengan panjang gelombang yang lebih kuat daripada permukaan, kadang-kadang menjadi hanya 3 dB ke bawah.

Tebar tergantung pada konstanta dielektrik, yang tergantung pada kadar air. Dengan demikian, pencar dari tanah basah di sudut dari vertikal biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan dari tanah kering. Gambar 14 menunjukkan Efeknya dapat desibel banyak (9 dB pada gambar).

Vegetasi kanopi diatas tanah dapat berkontribusi untuk menyebarkan dalam berbagai cara yang ditunjukkan pada Gambar 14 menunjukkan contoh. Sebagian besar pencar dari seluruh pabrik berasal dari daun atas, dengan pelemahan cukup ada untuk mengurangi

18

Gambar 14 Batas data radar diukur: (a) polarisasi horisontal dan (b) polarisasi vertikal (Courtesy of I. Katz)

Tersebarnya dari batang, daun bawah, dan tanah untuk ukuran diukur tetapi diabaikan. Ketika daun-daun tidak hadir, sinyal yang tersebar dari tanah dan bagian bawah tanaman yang hampir sama satu sama lain dan itu jauh lebih besar daripada ketika daun yang hadir.

19

Gambar 15 Batas pengembalian radar diukur dekat kejadian vertikal, berdasarkan Sandia Corporation data (dari FJ Janza, RK Moore, dan BD Warner132)

Gambar 16 Rrespon sudut dari koefisien hamburan selama lima bidang lembab dengan kekasaran yang berbeda pada (a) 1,1 GHz, (b) 4,25 GHz, dan (c) 7,25 GHz (setelah FT Ulaby, RK Moore, dan AK Fung37)

20

Gambar 17 Ketergantungan sudut dari rasio depolarisasi permukaan halus (setelah FT Ulaby, RK Moore, dan AK Fung37)

Gambar 18 Diukur hamburan Koefisien s (skala kiri) sebagai fungsi dari kadar air tanah selama tiga roughnesses permukaan. Kurva padat adalah reflektifitas (skala kanan) dihitung atas dasar pengukuran dielektrik. (setelah T. LeToan12 IEEE 1982)

21

Gambar 19 Kontribusi backscatter dari pepohonan canopy melalui permukaan minyak: (1) direct backscattering dari pohon, (2) direct backscattering dari minyak (termasuk atenuasi dua arah canopy), (3) plant-soil multiple scattering (after F. T. Ulaby, R. K. Moore, and A. K. Fung37)

Gambar 20 FM-CW menyelidik pengukuran scatterometer dari tanaman jagung pada 30 . Kurva padat adalah pabrik penuh, kurva dot-dash, daun 1 dihapus, kurva putus-putus, daun 2 dihapus. (setelah L. K. Wuet al.43)

22

Karena sebaran Volume mendominasi untuk vegetasi padat, terutama pohon, s 0 hampir independen dari sudut insiden. Gambar 20 menunjukkan ini dengan hasil dari X-band pencitraan dari hutan. Angka ini sebidang g ketimbang s 0 (g = s 0/cos q). Pada frekuensi rendah seperti VHF, ini perubahan kondisi karena redaman melalui daun dan cabang adalah less.

Tanah Moisture. Gambar 20 menunjukkan ukuran pengaruh kelembaban tanah di s 0. Tanah efek kelembaban berbeda untuk tanah yang berbeda. Dobson dan Ulaby menunjukkan bahwa penggunaan air dinyatakan dalam persen dari kapasitas lapang meningkatkan kesesuaian antara 0 s dan kadar air. Kapasitas lapang adalah ukuran seberapa erat partikel tanah mengikat air, air terikat mempengaruhi e lebih. Sebuah ekspresi empiris untuk kapasitas lapang (FC): FC = 25.1 0.21S + 0.22C percent by weight di mana S dan C adalah persentase (berat) dari pasir dan tanah liat dalam tanah. Kelembaban tanah konten dalam hal kapasitas lapangan mf = 100mg/FC percent

Dengan kelembaban mg persen dalam tanah berat. Ketika kita menggunakan ukuran ini, hubungan antara s 0 dalam dB dan mf linear bahkan di hadapan tutupan vegetasi moderat, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 20 Kemiringan kurva ini agak berbeda dengan tutupan vegetasi daripada tanpa, namun. Meskipun mf tampaknya setidaknya sama baiknya dengan kadar air volumetrik untuk berhubungan dengan s 0, penggunaannya telah dipertayakan. Kelembaban tanah dapat mempengaruhi citra radar, seperti yang telah dibuktikan dalam citra yang diperoleh dari SEASAT L-band SAR. Sebuah simulasi experiment menunjukkan bahwa seseorang dapat memperkirakan kelembaban tanah dalam 20% untuk 90% dari piksel dalam gambar. Selain itu, menunjukkan bahwa resolusi antara 100 dan 1000 m lebih tinggi dari resolusi halus

23

Gambar 21 Diukur variasi hamburan sebidang hutan pohon beech tua. Perhatikan penggunaan g (dengan referensi sewenang-wenang) bukan s 0 untuk ordinat. (setelah D. H. Hoekman)

Gambar 22 4.5-GHz hamburan koefisien dibandingkan kelembaban tanah (persen dari kapasitas lapangan) untuk vegetasi-tertutup tanah (setelah FT Ulaby et al.)

untuk tujuan ini. Sebagian besar LAK angkasa yang diikuti SEASAT telah digunakan di tanahair studies. Vegetasi. Backscatter dari vegetasi tergantung pada banyak parameter dan bervariasi. Jadi, meskipun kita dapat mengembangkan model rata-rata seperti yang dijelaskan dalam Bagian 16,6, detail jauh lebih kompleks. The 0 s bervariasi dengan musim, kadar air, kondisi pertumbuhan, dan waktu hari.

24

Gambar 22 menunjukkan variasi musiman untuk jagung dibandingkan dengan model yang disajikan dalam referensi. Variasi yang jauh lebih besar di s 0 ternyata hasil dari efek yang lebih besar pada vertikal tanah dan akibatnya moisture content. The 12 dB cepat ayunan antara 25 Mei dan 1 Juni hasil dari pengeringan tanah. Bahkan pada 50 , di mana pelemahan melalui masker kanopi efek tanah, variasi musiman melebihi 8 dB. Variasi diurnal relatif kecil tapi terbatas. Mereka menghasilkan baik dari perubahan kelembaban tanaman dan perubahan morfologi (tanaman jagung sebenarnya mengangkat daunnya "untuk memenuhi matahari", kemuliaan pagi menutup bunga mereka pada malam hari).

Kebanyakan tanaman ditanam dalam baris. Hal ini menyebabkan variasi azimut dari 0 s, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 22. Modulasi ditampilkan adalah rasio s 0 mencari sejajar dengan baris (vegetasi lebih) itu tampak normal. Fenomena ini lebih dirasakan pada frekuensi yang lebih rendah.

Beberapa sifat umum sebaran vegetasi yang terlihat pada Gambar 23.

Pada frekuensi rendah,

pembusukan dengan q cepat keluar untuk sekitar 20 dan kemudian lebih bertahap, sebagian besar dari hasil bagian curam dari gema permukaan. Pada frekuensi yang lebih tinggi, redaman tanaman mencegah gema permukaan yang signifikan, sehingga variasi sudut yang lebih seragam.

25

Gambar 23 variasi Waktu pencar dari (a) jagung dan (b) alfalfa pada sudut kejadian vertikal dan 50 (setelah E. Attema dan FT Ulaby )

Lintas-terpolarisasi sinyal pada vertikal dapat diabaikan, bahkan pada frekuensi rendah, lintasterpolarisasi s 0 bervariasi seragam. Pada frekuensi tinggi maupun rendah, itu adalah sekitar 10 dB di bawah seperti terpolarisasi-s 0.

2.9

Salju.

Ketika salju menutupi tanah, banyak tersebar adalah dari salju daripada tanah yang mendasari. Salju adalah baik volume-hamburan dan media pelemahan. Ketika salju kering, menyebarkan berasal dari volume besar, ketika itu basah, volume hamburan jauh lebih sedikit karena atenuasi yang lebih tinggi. Sebagai hasilnya, s 0 turun dengan cepat seperti matahari mencair lapisan atas. Gambar 24 menggambarkan seberapa cepat ini dapat dan juga menunjukkan bahwa efek yang jauh lebih besar pada frekuensi yang lebih tinggi di mana pelemahan lebih besar. Gambar 24 menunjukkan variasi sudut terlihat untuk tanah yang tertutup salju. Off-vertikal hamburan jauh lebih besar pada frekuensi yang lebih tinggi. Untuk kedalaman 58 cm-menunjukkan, sebagian besar tersebar di 1,6 dan 2,5 GHz mungkin dari permukaan yang mendasarinya.
26

Gambar 24 respon Frekuensi rasio modulasi melihat-arah untuk bidang kedelai dengan polarisasi horizontal pada sudut kejadian 0,, 30, dan 60 (setelah FT Ulaby, RK Moore, dan AK Fung37)

Beberapa laporan menyatakan bahwa ada hot spot radar di salju, khususnya pada 35 GHz. Laporan-laporan hasil dari interpretasi yang tidak tepat dari variasi yang disebabkan oleh fading Rayleigh normal sinyal. Pencar dari salju berasal dari pusat-pusat banyak dalam volume diterangi, sehingga kondisi untuk memudar Rayleigh terpenuhi.

27

Gambar 25 Perbandingan perhitungan model dengan pengukuran pada (a) 1,1 GHz dan (b) 4,25 GHz (setelah H. Eom dan AK Fung )

Pengukuran dengan rata-rata cocok di frekuensi atau sudut pencahayaan menunjukkan bahwa yang tertutup salju permukaan pencar dasarnya seragam kecuali untuk efek dari multipath fading.

2.9

Laut Es.

Es laut merupakan media yang sangat kompleks. Pengamat es ciri dalam berbagai kategori yang bergantung pada ketebalan, umur, dan sejarah formation. Oleh karena itu, seseorang tidak bisa mencirikan kembali radar dalam cara sederhana, dalam pengertian ini, itu seperti vegetasi. Jenis es yang paling penting dari sudut pandang radar yang tahun pertama (TA 1 sampai 2 m tebal), multiyear (MY> 2 m tebal), dan konglomerasi jenis tipis (<1 m tebal).

Seperti salju, es laut dipengaruhi oleh pencairan surya dan suhu di atas titik beku scatters microwave sangat berbeda dari es dingin-permukaan yang lebih normal. Di musim dingin, es dingin MY menyebarkan lebih dari es TA dingin. Di musim panas, s 0 untuk es MY menurun ke sekitar tingkat yang sama dengan TA es. Gambar 26 menunjukkan respon sudut ini dan khas.
28

Kurva ini adalah untuk 13,3 GHz, tetapi hasilnya akan sama pada setiap frekuensi ke S band. Gambar 26 menunjukkan variasi frekuensi s 0 untuk berbagai jenis es. Shore-cepat es didasarkan ke bawah di garis pantai, dalam hal ini, mungkin MY. Es Gray adalah salah satu jenis tipis dari TA.

Kim mengembangkan teori yang menjelaskan berbagai 0 lautan es s pengukuran. Dari ini dan data ekstensif dari literatur tentang sifat es, Gambar 26 menunjukkan kisaran TA dan hamburan MY dalam kondisi musim dingin. Frekuensi jelas lebih tinggi lebih baik untuk mengidentifikasi jenis es dari frekuensi yang lebih rendah, dan

Gambar 26 pola diurnal dari 0 s dan isi cairan-air untuk salju di beberapa frekuensi. Perhatikan variasi ekstrim dari band Ka saat matahari mulai mencair permukaan. (setelah W. H. Stiles dan F. T. Ulaby150)

Diskriminasi tidak mungkin di bawah sekitar 5 GHz. Pada L band dan di bawah, perbedaan antara MY dan es TA kecil bahkan di musim dingin. Ini berarti bahwa radar pencitraan dengan mudah dapat membedakan jenis es dengan intensitas sendirian di frekuensi yang lebih tinggi di musim dingin tapi tidak di musim panas. Fakta ini merupakan dasar untuk operasional es sistem pemantauan oleh Uni Soviet [menggunakan Toros Ku-band side-tampak radar udara (SLAR)]
29

154 dan Canada (menggunakan modifikasi X-band APS-94 SLAR dan STAR-1 X-band SAR). Sebuah motivasi utama untuk SAR Radarsat Kanada adalah memantau es laut, dimana sistem telah melakukan berhasil sejak 1995. The X-band Rusia real-aperture radar dalam seri Okean telah digunakan untuk serupa purposes.

Salju penutup atas es dapat menutupi pencar es dirinya sebagai dengan salju di tanah. Karena Arktik relatif kering, daerah yang paling memiliki sedikit salju, tetapi salju tidak membuat jenis es membedakan sulit di kali. Hal ini terutama berlaku di Antartika, di mana salju yang lebih menonjol pada ice.

2.10

Radar Polarimetry RADAR Polarimetry (Polar : Polarisasi, Metry : Menghitung) adalah bidang ilmu untuk

memproses dan menganalisa polarisasi dari sebuah bidang elektromagnetik (Kusumardana 2005). Polarisasi merupakan sifat penting dari suatu gelombang elektromagnetik. Menurut Raimadoya (2007), komponen terprediksi gelombang ini mempunyai suatu karakteristik struktur geometrik yang menentukan sifat geometrinya. Ketika dilihat sepanjang arah perambatannya dan mengasumsikan sumbu horizontal dan vertikal merujuk pada suatu sistem koordinat yang spesifik (misalnya sumbu didefinisikan paralel terhadap antena RADAR), maka ujung dari vektor medan listrik mengikuti suatu pola beraturan. Jika panjang dan kecepatan rotasi vector medan listrik masing-masing mewakili amplitudo dan frekuensi gelombang, maka polarisasi merujuk pada orientasi dan bentuk dari pola yang diikuti oleh vector medan listrik (Gambar 27). Vektor gelombang listrik merupakan penciri dari jenis polarisasi yang bervariasi dalam ruang dan waktu.

Gambar 27 Jenis polarisasi yang bervariasi dalam ruang dan waktu.

30

RADAR dirancang untuk memancarkan radiasi gelombang mikro baik terpolarisasi horizontal maupun vertikal. Dengan cara serupa, antena menerima energi hamburan balik baik yang terpolarisasi horizontal atau vertikal. Simbol arah polarisasi pemancar dan antena (penerima) ditunjukkan oleh huruf H dan V untuk horizontal dan vertikal. Polarisasi HH dan VV merupakan rambatan sinyal RADAR yang dipancarkan serta diterima oleh sensor masing-masing secara horizontal dan vertikal pesawat. Polarisasi HV merupakan rambatan sinyal RADAR yang dipancarkan secara horizontal dan diterima secar vertikal relative terhadap pesawat. Demikian berlaku sebaliknya untuk polarisasi VH (Gambar 28). Pencitraan radar yang dilakukan menggunakan berbagai kombinasi polarisasi dan panjang gelombang, dapat menghasilkan berbagai informasi yang komplementer bagi sasaran di permukaan bumi (Raimadoya 2007). Ada empat kemungkinan kombinasi sinyal transmisi dan penerimaan yang berbeda, yaitu HH, HV, VH, dan VV. Citra yang mempunyai keempat polarisasi ini disebut citra yang full polarization. Bentuk polarisasi sinyal mempengaruhi kenampakan objek pada citra yang dihasilkan, karena berbagai objek diubah polarisasi tenaga yang dipantulkannya dalam berbagai tingkatan.

Gambar 28 Jenis polarisasi Horizontal dan Vertikal

31

Tabel 3 Daftar variabel umum radar polarimetri

2.10.1 Persamaan Variable Radar

Di antara persamaan di atas, menunjukkan panjang gelombang radar; | K |

adalah istilah

dielektrik, K = (-1) / ( +2) dan adalah konstanta dielektrik, D mewakili diameter setara dengan partikel; N ( D) adalah distribusi ukuran partikel (PSD), D
max, min

menunjukkan ukuran

maksimum atau minimum dari partikel diamati, f jj, vv adalah amplitudo hamburan kompleks pada
32

polarisasi horizontal atau vertikal, Re menunjukkan bagian nyata dari bilangan kompleks dan Im menunjukkan bagian imajiner. Variabel f
jj, vv

termasuk arah hamburan, yang berarti back-

hamburan dan 0 menunjukkan maju-hamburan. Untuk pengukuran hujan radar, N (D) secara khusus menunjukkan distribusi ukuran titik hujan (DSD). Oleh karena itu, | K | 2 adalah untuk air dan memiliki variasi kecil [Doviak 1993]. Misalnya, | K | panjang gelombang radar antara 0,01 dan 0,1 m.
2

adalah sekitar 0,91-0,93 untuk

33

BAB III KESIMPULAN

Kesimpulan dari makalah ini adalah, beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan terkait groud echo: 1. RADAR dirancang untuk memancarkan radiasi gelombang mikro baik terpolarisasi horizontal maupun vertikal. 2. Ground Echo atau disebut pantulan radar terhadap tanah dilambangkan sebagai 0, perbedaan penghamburan bagian yang melintang atau disebut dengan koefesien penghamburan (penghamburan melintang per unit area) lebih besar dari total scattering cross section yang digunakan untuk target yang berlainan. 3. Fungsi dari diferensial scattering cross section adalah menjelasakan pengembalian dari tanah tersebut tergantung dari seberapa banyak dari element penghamburan yang memiliki fasa yang tersendiri 4. Parameter yang mempenaruhi Ground Return dari sistem radar adalah panjang gelombang, power, area yangg terkena cahaya, arah dari cahaya (azimuth dan susdut elevasi), dan polarisasi. Sedangkan dari parameter ground adalah permitivitas yang

komplek, kekasaran tanhadari permumkaan, keberagaman dari permukaan 5. Fading dari ground echo sangat bergantung dari prilaku permukaan seperti lebat nya hutan, tiupan angin hujan dan sebagainya menyebabkan noise. 6. Scatterometer digunakan sebagai intrumen radar pengukur ground return dan erat kaitanya dengan scattering dari sistem radar yang dibagun tersebut 7. Koefesian penghamburan data bisa di kaitkan dengan efek keras tidak nya permukaan, penghalang dari tumbuhan, minyak, pepohonan, salju, dan es di kutub. 8. Resolusi pencitraan radar gambar terbaik didapat dengan cara manual atau buatan gambar yang dihasilkan mirip dari poto yang diambiil lewat udara.

34