Anda di halaman 1dari 6

dicontek dari tulisannya oom antobotak dan oom andreasprasadja Kurang lebih 2 tahun lalu di millis B2W ada

yang bertanya tentang obat2an penunjang aktivitas olah raga (drugs/steroids), kebetulan beberapa waktu lalu gue nemu artikel ini dari majalah Reps yang ditulis oleh sdr. Norman Kristianto. Memang sih mayoritas dari obat2an ini digunakan untuk muscle booster (pembesar otot) tapi juga sebagai power booster dan tidak menutup kemungkinan diunakan untuk olah raga yang menggunakan kecepatan macam lari, renang, sepeda dsb. Dunia obat2an dan atlet sudah tidak terpisahkan. Memang inti awalnya adalah untuk mengejar prestasi, setelah dirasa latihan dan nutrisi basic (susu, vitamin dari buah2an, sayuran, telur, daging dsb) tidak cukup untuk mendongkrak prestasi maka dimulailah percobaan2 dengan menggunakan stimulan ringan macam kafein dari kopi, ramuan dari China (Ma huang) dilanjut ketergantungan akan steroid tinggal selangkah lagi. Adalah Amerika negara dengan segala kelebihan mulai dari teknologi hingga olah raga yang meneliti dan memperkenalkan dunia power pumper terhadap para atlet. Menurut cerita dari beberapa sumber termasuk beberapa temen gue yang sekolah di Amrik dan sempet jadi atlet kampus di sana, hanya atlet junior high school yang masih murni olah raga hanya mengandalkan nutrisi basic. Begitu mereka memasuki high school dan drafted dalam team olah raga sekolah mulailah head coach menanamkan ideologi steroid tsb. Menurut cerita temen gue di sana boleh dibilang 90% atlet pro dan penikmat olah raga serius (macam artis untuk keindahan badan macam Tom Cruise) menggunakan obat2an dan 90% darinya adalah steroid. Personal Trainer identik dengan drug dealer. Logikanya adalah tidak mungkin seorang Sly dari berbadan biasa2 aja menjadi besar hanya dalam tempo 6 bulan untuk memerankan Rambo 2. Kebetulan temen gue ini mantan atlet American football di kampusnya, 1 tahun pertama dia sebagai rookie kerjaannya adalah melayani atlet2 seniornya terutama di bidang nutrisi dan kalau denger cerita dia itu sangatlah mengerikannya baik cara para atlet itu mengkonsumsi sampai atlet tsb menjadi hyperaktif karena efek dari steroid tsb sampai tewas dalam usia muda karena jantungnya meledak karena efek pompa dari obat2an tsb. Dia cerita banyak atlet dan mantan Atlet American football yang masuk penjara karena berbuat onar atau tewas karena serangan jantung tanpa ada gejala awal akibat dari efek samping obat2an tsb. (berita terakhir adalah beberapa atlet defense dari Dallas Cowboys ditangkap polisi karena menganiaya hingga tewas pramuria sebuah bar dan ini mengakobatkan nama Dallas Cowboys turun drastis padahal saat itu sedang puncak2nya prestasi sebagai pemegang juara 3 kali berturut2 superbowl). Ratu atletik Amrik Flo Jo juga salah seorang korbannya, menurut cerita entah bener entah ngga dia itu mengkonsumsi thermogenic berbasis ephedra 2 kali dosis normal dan jantungnya meledak (mass media memberitakan bahwa Flo Jo meninggal karena serangan jantung tapi tidak pernah diungkapkan gejala awalnya dan inilah hebatnya pemerintah amrik kalo nutup2in borok atlitnya sendiri). Gue sendiri beberapa tahun lalu pernah nyoba dan memang efeknyagahar banget, dipake genjot sepeda kenceng banget tapi pembawaan gelisah dan mudah tersinggung. Ritme detak jantung lebih banyak dari biasanya sehingga rasanya berdebar-debar ga karuan dan ini harus dibakar dengan berolah raga yang ekstra keras (pernah pada suatu kejadian gue abis

minum ini berangkat ke gym di tengah jalan gue diserempet bajaj tu bajaj gue tebalikin dengan mudahnya. Maaph ye) Berikut ini adalah profil drug steroids yang paling populer dan paling banyak dipakai oleh atlet dan fitnessmania pada umumnya. Perlu temen2 ketahui, kerugian akibat memakai steroid berikut ini tidaklah sama yang dialami oleh masing2 pemakainya. Berbeda sesuai dengan genetiknya, semakin bagus genetik si pemakai, semakin kecil kemungkinan yang bersangkutan mwengalami kerugian. Perlu diingat bahwa ulasan ini hanyalah demi kepentingan edukasi saja. ANADROL (oxymetholone) Biasa dipakai untuk bulking dan mendapatkan power kala latihan. Inilah jenis steroid terkuat yang pernah diciptakan manusia. Kenaikkan berat badan 4,5 Kg dalam 2 minggu adalah hal biasa, sesuatu yang mustahil bila dilakukan secara manual. Hanya cocok untuk mereka yang berhubungan dengan angkat beban saja, sedangkan atlet endurance seperti sprinter, balap sepeda dll jarang memakai anadrol. ANAVAR (oxandrolone) Bisa dipakai untuk segala keperluan. Dibandingkan dengan steroids lainnya anavar tergolong paling aman. Tidak menyebabkan aromatisasi dan bisa menyembuhkan luka. Mampu menurunkan nafsu makan (cocok buat yang diet), pemakaian tidak terbatas pada kalangan angkat beban saja tapi semua cabang olah raga. Mereka yang memakai umumnya dapat power kala latihan tanpa harus menaikkan berat badan. Syayangnya harganya cukup mahal dan sulit didapat di pasaran. CLENBUTEROL Identik dengan drug cutting, Efek yang paling dicari dari obat ini adalah thermogenic (naiknya suhu tubuh akibat membakar kalori lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak). Dipakai oleh banyak macam atlet, biasa mereka pakai untuk memperjelas definisi otot dan meningkatkan kemampuan aerobic. CYTOMEL (T3/liothyronine sodium) Drug cutting ini mampu menaikkan metabolisme, otomatis kalori yang terbakar lebih banyak dari biasanya termasuk pembakaran lemak. Jika terlalu sering memakainya bisa mengakibatkan ketergantungan seumur hidup seperti yang dialami body bulider internasional Frank Zane. DECA (nandrolone) Umumnya pemakai obat2an jenis ini menggunakannya pada segala kondisi. Mampu merangsang androgen 3-4 kali lebih kuat dibandingkan testoterone dan 2,4 kali lebih anabolik dibandingkan testoterone. Punya efek pelumas persendian yang membuat latihan lebih pain free. Mampu meng up grade receptor androgene (dan ini!!!) biasa dipakai bagi mereka yang badannya sudah terlanjur kebal karena keseringan memakai steroids. DIANABOL (methandrostenolone/methandienone) Banyak dipakai oleh binaragawan. Mereka rata2 ingin cepat besar dalam waktu singkat (instant). Sangat terkenal di kalangan pemakai steroids, mengingat panjangnya sejarah dianabol dan tercatat banyak nama besar yang memakai dianabol seperti Larry Scott (Mr. Olympia pertama),

Frank Zane hingga Arnold Zwarzenegger. Memberikan efek power kala latihan walau tidak sebesar anadrol. Harganya sangat murah sehingga kerap dibagi-bagikan secara gratis antar sesama teman. EQUIPOSE (boldenone) Biasa digunakan untuk kuda dengan dosis normal 5 mg/ 2 kg, manusia yang memakai obat jenis ini biasanya mengunakannya dalam berbagai kondisi. Equipose mengkoreksi genetik metabolisme anda yang jelek, nafsu makan akan meningkat. Selain merangsang pelepasan hormon pertumbuhan, sama seperti deca steroids ini mampu meng-upgrade receptor androgen. Biasa digunakan oleh atlet dari segala cabang olah raga. HALOTESTIN (fluoxymesterone) Anadrol dan Halotestin punya efek samping yang nyaris sama bahayanya. Keduanya bukan jenis drugs yang boleh dilakukan sesuka hati. Pemakaiannya harus memakai perhitungan dan pertimbangan masak. Kapasitas anabolik halotestin sangat rendah jadi untuk mendapatkan massa otot, halotestin saja tidak mungkin. Walau berbahaya, halotestin tetap dicari-cari oleh mereka yang menganggap power adalah segalanya. Pemakainya dari segala jenis cabang olah raga tak hanya cabang binaraga karena dipercaya obat ini mampu meningkatkan kemampuan aerobik seseorang. HGH/HUMAN GROWTH HORMONE (somatotrophine) Inilah ambang tertinggi bagi para pemakai steroid, pertaruhan terbesar ada pada pemakaian HGH ini. HGH dipercaya oleh sebagian orang mampu untuk mengendalikan semua steroids yang ada dalam tubuh. Harganya relatif cukup mahal, pemakaian HGH selama setahun setara dengan harga mobil Toyota Camry. Umumnya mereka yang mencoba pakai HGH dengan dosis rendah dan dalam kurun waktu singkat tidak mendapatkan hasil apa2. HGH harus dipakai dengan dosis tinggi dan dalam kurun waktu lama. Jika disuntik pada area tertentu di tubuh maka kadar lemak di area tsb akan menurun. Dengan HGH anda bisa menjadi raksasa freak dengan kadar lemak rendah asalkan anda bersedia menghabiskan uang Rp 1-2 jt per harinya!!. Para binaragawan pro biasanya melakukan itu sepanjang tahun non-stop. PRIMOBOLAN (methenolone) Sangat terkenal dan populer sama halnya dengan deca. Versi injeksinya mempunyai sifat acting lebih lama dibandingkan versi tablet. Versi tablet ini biasa dipakai oleh mereka yang mengaku natural atau ikut kompetisi binaraga natural karena sifatnya yang short acting membuatnya mudah lolos drug test. Kalaupun tertangkap basah dengan mudah atlet menggugat balik panitia dengan beralasan banyak daging sapi yang digemukkan dengan steroids ini (bayangin buat ngegemukkin sapi dipake buat orang) dan kebetulan dikonsumsi oleh sang atlet. TRENBOLONE Harus disuntikkan tiap 2-3 hari sekali. Dari segi kualitas dan banyaknya massa otot yang bisa dibentuk, menurut kalangan tertentu steroids ini merupakan salah satu yang terbaik di kelasnya. Hasil ototnya mayoritas permanen tak heran banyak binaragawan pro yang rela menyuntikkan trenbolone nyaris tiap hari, menahan rasa sakit dan menerima resiko pembengkakan. Trenbolone 3-4 kali lebih anabolic dibandingkan testoterone, biasa dipakai untuk menggemukkan hewan potong untuk diambil dagingnya. Bahkan dengan kualitas makanan yang tak terlalu bagus

sekalipun, bisa didapatkan massa otot yang besar dan berkualitas. Bisa jadi bule tinggi besar karena sering makan daging sapi yang disuntik sama trenbolone hehehehe TESTOTERONE Testoterone adalah androgen utama pria dan paling fundamental. Ada banyak macam testoterone (artifisial bukan hasil dari dalam tubuh), mulai dari cypionate, enanthate, propionate, suspension hingga sustanon. Dianggap sebagai steroids bulking terbaik secara umum. Cypionate adalah long acting yang bertahan selama 3 minggu di dalam tubuh (mencapai tingkat tertinggi 24-48 jam), disuntikkan 1 minggu sekali. Enanthate lebih bagus dari cypionate karena kandungan testoterone yang bisa dipakai dalam tubuh lebih banyak. Menurut cerita pengalaman pemakai dan ahli medis yang anti dengan penggunaan obat2an ini, pemakaian testoterone artifisial dalam waktu lama dan tidak dikontrol secara baik oleh tenaga medis banyak kasus atlet binaragawati tumbuh jakun di lehernya, tumbuh bulu pada dadanya, suaranya membesar seperti laki2 dan tumbuh kumis tipis. WINSTROL (stanozolol) Steroid ini terkenal sejak Ben Johnson sprinter Kanada peraih medali emas lari 100m di olimpiade 1988. Shawn Ray juga pernah ketahuan memakai winstrol pada Arnold Classic 1990, walau ia keluar menjadi pemenang. Mampu memberi efek power saat latihan walau tidak sebagus dianabol. Libido meningkat selama memakainya. Obat ini berbentuk 2 macam, injeksi dan tablet. Jika disuntikkan maka harus dilakukan setiap beberapa hari sekali dan sangat menyakitkan (catatan: semua steroids yang disuntikkan ke tubuh melalui jaringan bawah kulit sangatlah menyakitkan dan cukup memakan waktu lama untuk menahan rasa sakit tsb, hal ini diakui oleh salah seorang mantan atlet binaraga nasional yang pernah mencoba menggunakan steroids suntik tsb dan gue pernah lihat sendiri efek kesakitan tsb dan cukup mengerikan lah, alasannya no pain no gain but useless menurut gue)., biasanya untuk atlet non binaraga lebih memilih yang versi tablet untuk mengambil efek powernya (dan ini yang sempat diperkarakan oleh panitia tour de franc saat Lance Armstrong saat test dopping ga lolos tapi nyatanya kok ya beritnya ga jadi gede, hebat dah Amrik). Catatan dari gue ini sekedar temen2 tahu dan kalo mau lebih tahu lagi cari informasi banyak2 sama temen2 kita yang tinggal di Amrik, dan disinyalir atlet China dan Korea juga sudah mulai pake juga dan steroids buatan China lebih canggih lagi karena bisa lolos drug test.

Disarikan dari berbagai sumber...: Sekedar menambahkan, obat golongan steroid anabolik (anabolic-androgenic steroids) sebenarnya merupakan obat yang meniru efek hormon pria (hormon androgen.) Hormon androgen amat aktif di usia pubertas, yang ditandai dengan munculnya ciri-ciri seks sekunder seperti pertumbuhan rambut di dagu, daerah atas bibir, ketiak dan sekitar kemaluan, suara yang berubah menjadi berat, pembesaran penis dan testis serta munculnya sifat-sifat agresif. Sedangkan anabolik merupakan efek pertumbuhan pada otot, tulang dan sel-sel darah merah. Nah, obat steroid anabolik dikembangkan untuk mendapatkan efek-efek anabolik tanpa mendapatkan efek androgenik (pertumbuhan ciri seks sekunder.) Sayangnya sampai saat ini

belum ada satu jenis steroid pun yang dapat memaksimalkan efek pertumbuhan otot (anabolik) tanpa menghasilkan efek androgenik (ciri seks sekunder.) Yang terjadi, justru semakin banyak efek anabolik yang dihasilkan, selalu disertai dengan efek androgenik yang meningkat juga. Sekedar info, obat-obat ini sering juga digunakan kalangan medis untuk mengobati impotensi, menambah kesuburan akibat fungsi testis yang terganggu, perawatan kanker payudara, sel darah merah yang rendah, atau mengobati keterlambatan pubertas. Efek samping pada kesehatan juga tidak main-main. Penyalah gunaan steroid anabolik dapat mengakibatkan hipertensi, sakit kuning (jaundice), kanker hati, retensi cairan, dan ketidak seimbangan kadar kolesterol darah. Disamping itu, ada juga efek-efek lain yaitu gemetar, tumor ginjal serta tumbuhnya jerawat yang parah. Sementara efek-efek yang berkaitan dengan ciri seks dapat berupa: Pria: testis yang mengecil, berkurangnya jumlah sperma, kebotakan, tumbuhnya payudara dan meningkatnya resiko kanker prostat. Wanita: tumbuhnya kumis atau jenggot, kebotakan, perubahan siklus menstruasi, pembesaran klitoris dan suara yang berubah (berat seperti pria.)

Disamping itu secara psikologis anabolik steroid juga meningkatkan sifat agresif dan dapat berakhir pada kecemasan dan/atau depresi. Tak jarang pengguna steroid juga berlanjut pada penyalah gunaan opioid (opium) untuk mengatasi efek agresif atau insomnia yang sering menyertai. Selanjutnya, penyalah gunaan steroid anabolik secara suntik juga meningkatkan resiko penularan hepatitis dan HIV/AIDS. Untuk mengurangi efek androgenik, di kalangan atlet dikenal istilah cycling yang berarti penggunaan obat secara berlebihan (multi dosis), diselingi dengan periode off yang berarti periode libur obat atau henti obat. Pada periode off ini sering sekali terjadi efek rebound seperti sakaw pada pecandu narkotik, berupa penurunan masa otot yang drastis, performa yang drop hingga depresi. Tak jarang, gangguan jiwa terdiagnosa pada masa ini. Untuk mengurangi efek negatif dan mempertahankan performa, di masa off ini, banyak atlet yang menghentikan konsumsi satu jenis steroid anabolik dan untuk sementara mengkonsumsi steroid jenis lain. Sehingga proses cycling tidak terjadi sama sekali. Teman-teman pun harus hati-hati dengan hasil penelitian di berbagai sumber yang menyatakan produknya aman dari efek samping. Sebab penelitian steroid anabolik amat sulit dilakukan. Alasannya adalah keamanan. Penelitian harus selalu memperhatikan batas aman yang telah diatur oleh lembaga kesehatan setempat. Sehingga ketika dilakukan penelitian, semua konsumsi steroid dilakukan dalam batas aman tersebut. Repotnya pemakaian di lapangan amat jauh dari batas-batas aman yang telah ditentukan. wien 15-05-2008, 03:30

Memang begitu adanya......... Kalau baca cerita ini, maka yang diminum Flo Jo bukan steroid, tetapi golongan yang mempunyai efek seperti orang minum ekstasi. Maksudnya adalah agar rasa kelelahan bisa dimasking agar tidak dirasakan oleh pemakainya. maswewe 15-05-2008, 07:53 good post om! ilmu yg bermanfaat adalah tabungan untuk akhirat......tul gak om? bp 15-05-2008, 07:58 Jadi yang cocok buat para goweser yang mana ? :garuk: syarif 15-05-2008, 08:18 Sebelum Flo Jo tewas (mati muda,36 thn CMIIW) seorang dokter Jerman menemukan fakta bahwa pengguna steroid akan mati pada usia relatif muda. Dia menemukan fakta ini karena ada atlit Jerman yg mengalami itu. Buat goweser yaaa hindarilah pake steroid..sereeem, belum lagi buat keturunan (anak-anak kita) yg bisa lahir cacat....Yaa utk boosting mungkin bisa pake creatine monohydrate tapi dalam takaran yg tepat. Creatine sendiri sih ada dalam tubuh kita cuma jumlahnya sedikit maka sering di supply lagi dari luar. Natural creatine juga ada dalam daging merah (daging sapi)..Penggunaan yg berlebihan akan membebani ginjal..yg bisa menyebabkan kerusakan ginjal..& jangan sampai harus hemo dialisis (cuci darah) tiap minggu..Natural saja teman-teman..