P. 1
Penatalaksanaan Medis SARS

Penatalaksanaan Medis SARS

|Views: 17|Likes:
Dipublikasikan oleh Resa Ariansyah

More info:

Published by: Resa Ariansyah on Dec 07, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2014

pdf

text

original

Penatalaksanaan Medis

SARS

riwayat perjalanan penyakit • 5) Pemeriksaan fisik . • 3) Petugas yang masuk keruang pemeriksaan sudah memakai penggunaan alat proteksi perorangan ( PAPP ) • 4) Catat dan dapatkan keterangan rinci mengenai tanda klinis. • 2) Berikan masker bedah pada penderita.Untuk segera dikirim ke ruangan pemeriksaan atau bangsal yang sudah disiapkan.Penatalaksanaan kasus suspect SARS • 1) Kasus dengan gejala SARS melewati triase .

• 6) • • • • Lakukan pemeriksaan foto toraks dan darah tepi lengkap 7) Bila foto toraks normal lihat indikasi rawat atau tetap dirumah. antibiotik bila ada indikasi. vitamin dan makanan bergizi 9) Apabila keadaan memburuk segera hubungi dokter 10) Bila foto toraks menunjukkan gambaran infiltrat satu sisi atau dua sisi paru dengan atau tanpa infiltrat interstial lihat penatalaksanaan kasus probable . tidak masuk kantor atau sekolah dan hindari menggunakan angkutan umum selama belum sembuh 8) Pengobatan di rumah . anjurkan untuk melakukan kebersihan diri. simtomatik.

azitromisin) . frekuensi napas. klaritromisin.Suspek SARS yang dirawat 1) Isolasi 2) Perhatikan : • Keadaan umum • Kesadaran • Tanda vital (tensi. suhu) 3) Terapi suportif 4) Antibiotik : b laktam atau b laktam + Anti b laktamase oral ditambah makrolid generasi baru oral (roksitromisin. nadi.

3) Pengambilan sampel untuk membedakan dari kasus pneumonia tipikal/ atipikal lainnya. − biakan darah. urea. kreatin fosfokinase. serologi − urine .2. C reaktif protein. elektrolit. 2) Pegambilan darah untuk: darah tepi lengkap. Penatalaksanaan kasus probable 1) Rawat di Rumah Sakit dalam ruang isolasi dengan kasus sejenis. fungsi hati. − pemeriksaan usap hidung dan tenggorokan.

4)Pemantauan darah 2 hari sekali 5)Foto toraks diulang sesuai indikasi klinis 6)Pemberian pengobatan a) Ringan / sedang − Terapi suportif − Antibiotik b) Berat − Terapi suportif − Antibiotik .

• a) Penatalaksanaan Kontak Kontak Dengan Kasus Suspek − Berikan informasi mengenai SARS pada kontak − Passive Surveillance selama sepuluh hari − Aktifitas kontak tak terbatas − Jika timbul gejala klinis.3. segera menghubungi fasilitas − kesehatan − Gejala yang timbul pertama : panas .

• b) Kontak Dengan Kasus Probable − Berikan informasi mengenai SARS pada kontak − Active Surveillance selama sepuluh hari − Telepon atau kunjungi oleh tim surveillance − Catat suhu tubuh setiap hari − Aktifitas kontak tak terbatas − Jika timbul gejala klinis. segera menghubungi fasilitas kesehatan − Gejala yang timbul pertama : panas .

• − Ada gangguan kesadaran • − Kondisi umum lemah • − Indikasi rawat inap lain ditentukan oleh dokter yang memeriksa penderita c) Probable SARS Perlu diperhatikan dalam perawatan di rumah sakit terhadap SARS adalah : Ruang perawatan penderita suspect SARS harus dibedakan dengan ruang penderita probable SARS. yaitu: • − Sesak nafas dengan frekuensi nafas 30 kali / menit. • − Nadi lebih 100 kali/menit. .Indikasi Rawat Penderita SARS yang di rawat inap adalah: a)Suspect SARS dengan riwayat kontak erat (+) b)Suspect SARS dengan gejala klinis berat.

harus memakai masker. • − Penderita harus diukur suhu tubuhnya setiap 8 jam sekali. • − Anggota keluarga yang merawat penderita harus mencuci tangan setelah merawat penderita. • − Minum obat yang diberikan sesuai petunjuk • − Anggota keluarga yang merawat penderita dan tinggal serumah . • − Alat makan dan minumnya dipisahkan dari alat makan dan minum anggauta keluarga yang lain.Isolasi Diri/Home Isolation Tindakan yang harus dilakukan selama home isolation atau isolasi dirumah adalah: • − Penderita harus dirumah sampai demam hilang dan selalu menggunakan masker sampai 14 hari sesudah dua hari bebas panas. . • − Apabila ada anggota keluarga lain yang menderita demam selama penderita masih sakit sampai dengan 10 hari setelah penderita dinyatakan sembuh maka harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit dan selalu menggunakan masker.

Indikasi Keluar Rumah Sakit a) b) c) d) e) f) g) h) Tidak panas selama 48 jam Tidak batuk Leukosit kembali normal Trombosit kembali normal CPK kembali normal Uji fungsi hati kembali normal Sodium plasma kembali normal Perbaikan X-foto toraks .

Nasihat Pada Pasien Pulang Dari Rumah Sakit • a) Setelah kembali dirumah dinasehatkan tetap harus Home Isolation • b) Tujuh hari setelah pulang ke rumah penderita diharuskan kontrol ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan darah lengkap. . pasien baru diperbolehkan masuk kerja/sekolah. X-foto toraks dan uji lain yang abnormal • c) Minimum 14 hari setelah pulang.

Follow up penderita • a) Istirahat dirumah selama 7 hari • b) Dipantau & dicatat suhu tubuh 2 X/ hari • c) Kontrol kembali ke RS tempat dirawat 7 hari setelah pulang • d) Pemeriksaan serologi diulang 3 minggu setelah sakit • e) Dokter yang menentukan apakah pasien sudah tidak perlu isolasi .

Pencegahan SARS .

Untuk penderita yang masuk kategori probable segera dipasangi masker. Puskesmas. . sebaiknya masker yang dapat menyaring udara ekspirasi untuk mencegah percikan ludah ke udara. dan lain-lain) yang akan dinilai terhadap kemungkinan menderita SARS dimasukkan ke ruang triage dan disini segera dilakukan pemisahan untuk mengurangi risiko penularan. Klinik Bandar Udara.• Lakukan identifikasi segera terhadap semua penderita suspect dan probable sesuai dengan definisi kasus menurut WHO • Setiap orang sakit yang datang ke fasilitas kesehatan (RS.

ditempatkan dalam ruangan kohort pada daerah dengan ventilasi udara tersendiri dan memiliki system pembuangan udara (exhaust system) serta kamar mandi sendiri. Apabila tidak tersediasistem supply udara tersendiri.2 Lakukan tindakan isolasi terhadap kasus probable • Setiap penderita probable harus segera diisolasi dan dirawat dengan cara dan fasilitas dengan urut-urutan preferensi sebagai berikut: diisolasi di ruangan bertekanan negatif dengan pintu yang selalu ditutup. maka semua AC (mesin pendingin udara) dimatikan dan jendela dibuka untuk mendapatkan ventilasi udara yang baik (catatan: jendela harus yang tidak mengarah ke tempat umum). . kamar tersendiri dengan kamar mandi sendiri.

cairan tubuh atau tinja penderita suspect atau probable SARS.3. Periode waktu seseorang dianggap sebagai kontak harus disepakati terlebih dahulu. Kesepakatan ini menyangkut berapa harikah sebelum timbul gejala seseorang dianggap sebagai kontak apabila mereka terpajan dengan penderita suspect atau probable SARS . Pelacakan terhadap kontak (contact persons) : yang disebut kontak secara epidemiologis adalah mereka yang merawat dan atau tinggal dengan atau mereka yang kontak dengan sekret saluran napas. • Pelacakan kontak harus dilakukan secara sistematis. • .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->