Anda di halaman 1dari 2

Uraian Proses Produksi D III Teknik Kimia FTI ITS Kerja Praktek PG Kebon Agung Malang - 37 BAB IIIURAIAN

N PROSES PRODUKSI Pabrik Gula Kebon Agung menghasilkan produk utama gula kristal putih I(GKP I) dengan kualitas IA dan hasil sampingnya adalah ampas, tetes, danblotong. Proses pemurniannya menggunakan belerang dan kapur untuk pemisahandari nira jernihnya. Faktor utama yang menentukan mutu hasil produksi adalahpada bahan dasar. Dalam hal ini tergantung pada bahan baku dan bahan-bahanpembantu.Proses produksi gula terbagi dalam beberapa proses, yaitu : penggilingan,pemurnian, penguapan, pemasakan/pengkristalan, putaran, pengeringan,pengemasan, dan penyimpanan. Pada PG Kebon Agung proses tersebut terbagidalam stasiun, yaitu: stasiun penerimaan, stasiun timbangan, stasiun gilingan,stasiun pemurnian, stasiun penguapan, stasiun masakan, stasiun putaran, danstasiun pembungkusan. III.1 Pengadaan Bahan Baku Bahan baku PT. PG Kebon Agung yang digunakan adalah tebu yangberasal dari petani dan dikoordinir oleh Koperasi Unit Desa. Untuk memenuhikebutuhan pabrik, tebu didatangkan dari tiga sumber, yaitu tebu rakyat, tebupabrik, dan tebu dari luar. Untuk menjaga kuantitas produksi maka selaludiadakan penyuluhan, kebun-kebun percobaan untuk tebu giling, dan perluasanpenyediaan bibit sehingga kebutuhan tercukupi. Semua kegiatan ini dilakukanoleh KUD setempat III.2 Uraian Proses ProduksiIII.2.1 Stasiun PenerimaanTujuan :

M elakukan analisa awal (% Brix) sampel tebu yang masuk denganmenggunakan Brix Wragger.

M encatat keterangan truk tebu yang masuk (nomer polisi truk dan koderegister) dan hasil analisa awal (% Brix) tebu pada DPT (Daftar PenerimaanTebu).

M embagi nomer antrian dan mengatur jalur masuk truk tebu yang akan masuk ke stasiun gilingan.Truk tebu yang masuk PG Kebon Agung harus ditempatkan dulu dipenampungan truk tebu sementara sebelum masuk ke stasiun gilingan yangdisebut emplacement . Emplacement merupakan suatu tempat penimbunan ataupengaturan tebu yang akan ditimbang dan digiling. Adanya emplacement diharapkan dapat meningkatkan kelancaran proses penimbangan dan penggilingantebu. Pada PG Kebon Agung terdapat tiga emplacement , yaitu :a. Emplacement

dalam, yaitu tempat penampungan lori-lori maupun truk yangbermuatan tebu yang terletak di areal depan pabrik.b. Emplacement luar, yaitu tempat penampungan yang terdapat di bagian luar pabrik tepatnya di area kawasan pabrik bagian depan.c. Emplacement lapangan, yaitu tempat yang digunakan sebagai cadangan apabilaemplacement bagian dalam dan luar sudah penuh.Pemasukan tebu dari emplacement menggunakan sistem FIFO ( First InFirst Out ) dimana jadwal masuknya tebu untuk ditimbang dan digiling sesuaidengan masuknya tebu ke emplacement. Tebu yang terlebih dahulu masuk dalamemplacement akan lebih dahulu masuk ke penimbangan dan penggilingan.Diberlakukannya sistem FIFO ini bertujuan untuk menjaga rendemen tebu agar tetap baik. Selain itu, juga untuk menjaga tebu dari pengaruh sinar matahari yangdapat menyebabkan inversi sakarosa pada tebu dan air hujan yang dapatmenyebabkan timbulnya tunas tebu sehingga dapat menurunkan kadar sakarosadalam

tebu.