Anda di halaman 1dari 8

2.

5 Metode Pemisahan Variabel Pada pasal ini, kita akan mengkaji pemecahan persamaan Laplace secara langsung dengan metode pemisahan variabel. Metode pemisahan variabel ini merupakan metode yang favorit yang sering digunakan. Strategi dasarnya sangat sederhana yaitu dilihat dari solusi yang merupakan perkalian fungsi, masing-masing dibuat hanya bergantung pada satu koordinat. Kita akan memulai dengan koordinat kartesian, dan kemudian koordinat bola yang dilanjutkan dengan koordinat silinder. Persamaan Laplace dalam Sistem Koordinat Kartesian Contoh : Dua buah pelat logam tak hingga terletak sejajar pada bidang xz, salah satu pada y = 0, dan yang lain pada y = (lihat gambar). Pada ujung sebelah kiri

pada x = 0, ditutup dengan pelat tak hingga dan potensialnya dibuat konstan Vo. Carilah potensial di dalam system tersebut!
y

V=0
V=0

Gambar.

V0 (y)

Gambar 1 z

Penyelesaian : Berdasarkan konfirgurasi di atas, Nampak bahwa system tak bergantung pada z, dengan demikian secara real merupakan permasalahan dua dimensi. Dengan demikian kita harus memecahkan persamaan laplace : ..(1.5)

Dengan syarat batas : a. V = 0, bila y = 0

b. V = 0, bila y = c. V = Vo (Y), bila x = 0 d. V = 0, bila x =

Langkah pertama yang kita lakukan yaitu, misalkan solusinya dalam bentuk perkalian fungsi yaitu : V (x,y) = X (x) Y (y) ..(1.6)

Dengan demikian persamaan Laplace menjadi : .(1.7)

Bagi kedua persamaan diatas dengan V (x,y), maka diperoleh : .(1.8)

Tampak dari persamaan (1.8) suku pertama hanya bergantung x, dan suku kedua hanya bergantung pada Y. Secara singkat persamaan tersebut dapat ditulis : F (x) + g (y) = 0..(1.9)

Dan hanya berlaku bila f dan g keduanya merupakan konstanta. Jadi, ( ) ( ) .(1.9)

Sehingga dengan (1.9) diperoleh C1 + C2 = 0. Salah satu dari konstanta ini adalah positif dan yang lainnya nol, atau keduanya nol. Misalkan C1 = k2 , dan C2 = -k2, maka persamaan diferensialnya menjadi : .(1.10)

Solusinya yang lazim adalah :

( ) ( )

(1.11a) .(1.11b)

Dengan demikian diperoleh solusi umum : V(x,y) = ( )( )(1.12)

Untuk memperoleh solusi khusus, kita harus memasukkan syarat batas yang etlah diketahui. Kita mulai dengan memasukkan syarat batas yang ke-d, yang mengharapkan potensial nol pada jarak kea rah x menuju tak hingga ( V = 0, bila x = ). Ini berarti suku tak memenuhi, maka kostanta A harus )(1.13)

diambil nol. Dengan demikian solusinya menjadi : V (x,y) = (

Dimana konstanta B terserap pada konstanta C dan D. Dengan memasukkan syarat batas (a) mengharuskan konstanta D = 0. Ini berarti : V (x,y) = C e-kx sin ky.(1.14)

Sedangkan dari syarat batas (b) memberikan : Sin k = 0 Yang berarti harga k adalah bilangan bulat. (Dari hasil ini pembaca dapat melihat mengapa kita memilih C1 positif dan C2 negatif : Jika kita pilih C1 negatif, berarti solusinya adalah Sinusoida, yang mana untuk harga x menuju tak hingga, potensialnya tidak akan berharga nol, dan jika C2 positif eksponensial dari y tidak akan vanish baik untuk y = 0, maupun untuk y = Kita kembali pada solusi v (x,y) = C e-kx sin ky, metode ini tidaklah hanya menghasilkan satu solusi saja, melainkan ada satu perangkat solusi yang mengikuti harga k. Karena persamaan Laplace merupakan persamaan yang linier, hal ini berarti bila terdapat sejumlah solusi yang memenuhi syarat, yaitu : V1, V2, V3,, maka gabungan liniernya V =

merupakan konstanta sembarang. Dengan demikian solusinya dapat dinyatakan sebagai : ( ) (1.15)

Selanjutnya kita masukan syarat batas (c) maka diperoleh : ( ) ( )(1.16)

Untuk menentukan konstanta Ck, kita gunakan analisa Fourier dengan memperhatikan sifat orthogonalitas, yakni kalikan kedua ruas persamaan (1.16) dengan sin (ly0, dan integrasi dari 0 sampai ( ) ( ) ( ) : .(1.17) ( )

Dalam hal ini l adalah beberapa bilangan bulat positif. Harga integral pada ruas kiri yaitu : ( ) .(1.18)

Dengan mengambil ketentuan k = 1, maka diperoleh : ( ) ( ) (1.190)

Apabila kita tetapkan potensial pada x = 0 adalah konstan Vo, maka diperoleh: = = ( ( ) )

Akhirnya diperoleh : ( ) (1.20)

Persamaan Laplace dalam Sistem Koordinat Bola Untuk suatu benda yang berbentuk bola ini kita gunakan koordinat bola ( ), dimana persamaan Laplacenya : ( ) ( ) .(1.21)

Untuk keadaan dimana terjadi simetri adzimut, terdapat ketidaktegantungan V terhadap , sehinga persamaan Laplacenya menjadi : ( ) ( ) (1.22)

Dengan menggunakan metode pemisahan variabel : ( ) ( ) ( ) .(1.23)

Maka diperoleh : ( ) ( )

Tampak bahwa suku pertama hanya bergantung pada r dan suku kedua hanya bergantung pada , ini berarti bahwa masing-masing suku tersebut harus konstan : ( ( ) = l (l+l) ) ( ) (1.24)

Persamaan diferensial pada bagian radial dapat dinyatakan : ( ) ( ) .(1.25)

Yang mempunyai solusi umum yaitu : ( )


)

..(1.26)

Dengan A dan B merupakan konstanta sembarang. Persamaan diferensial bagian anguler, dapat dinyatakan : ( ) ( ) (1.27)

Yang mempunyai solusi umum dalam bentuk polinominal Legendre : ( ) ( )..(1.28)

Dengan P1 (x) diberikan oleh formula Rodrigues yaitu : ( ) ( ) ( )(1.29)

Beberapa polonomial Legendre dapat dilihat pada table berikut : Tabel 1. Polinomial Legendre Po (x) = 1 P1(x) = x P2(x) = (3x2 -1) P3(x) = (5x3 3x) P4(x) = 1/8 (35x4 30x2 + 3) P5(x) = (63x5-70x3+15x)

Dengan mensubstitusikan persamaan (1.26), dan (1.27) pada (1.28), maka diperoleh : ( ) ( ) ( )..(1.30)

Solusi umumnya merupakan koembinasi linier dari pemisahan variabel, maka diperoleh : ( ) ( ) ( )..(1.31)

Contoh :

Sebuah bola kulit yang kosong didalamnya, diberikan potensial Vo ( ). Jejari bola diketahui R. Tentukan potensial di dalam bola tersebut ! Penyelesaian : Gunakan solusi umum persamaan (1.31). Dalam kasus ini Bl = 0 untuk semua harga l, dan potensial akan membengkak (blow up0 pada titik asal. Jadi, ( ) ( )..(1.32) ( ) ( ) pada r = R, maka

Dengan memasukkan syarat batas diperoleh : ( ) ( )

( )..(1.33)

Selanjutnya kita akan menentukan koefisien Al, dengan menggunakan trik Fourier, untuk polynomial Legendre, fungsi ortoghonalnya memenuhi :

( )

( ) .

.(1.34)

Jadi, untuk mendapatkan konstanta Al kalikan kedua ruas persamaan (1.33) dengan (
(

)
)

dan lakukan integrasi, maka diperoleh : ( ) ( )

( )

(1.35)

Misalkan Vo ( ) = k

( ), dengan k adalah konstanta, maka diperoleh :

( (

) )

( ) )

( (

) )

)]

..(1.36)

Apabila masing-masing integral dihitung, maka diperoleh : ( ) ( ) ..(1.37a)

) ( )

..(1.37b)

Dengan demikian maka Am menjadi : ..(1.38a) ..(1.38b)

Masukan m = 0, dan m = 1, serta harga Ao dan A1 pada solusi umum V(r, ), maka diperoleh : ( ) ( ( ) ( )

)..(1.39)