Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH PROMOSI KESEHATAN KESEHATAN PADA BAYI

OLEH I PUTU ADI SUPARSA 11-901-010 A-11

PROGRAM STUDI D3 ANALIS KESEHATAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKSASSAR 2012

PENGERTIAN PROMOSI KESEHATAN Promosi kesehatan adalah upaya perubahan atau perbaikan perilaku di bidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhui lingkungan atau hal-hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan.

PENGERTIAN BAYI
Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 12 bulan, namun tidak ada batasan yang pasti. Pada masa ini manusia sangat lucu dan menggemaskan tetapi juga rentan terhadap kematian.

PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI


Beberapa promosi kesehatan yang dilakukan dalam menangani bayi baru lahir yaitu sebagai berikut : 1. Pencegahan Infeksi 2. Dalam Pemberian ASI 3. Makanan tambahan 4. Mempromosikan vaksinasi 5. Perawatan tali pusat

PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI


1. Pencegahan Infeksi Pencegahan infeksi merupakan penatalaksanaan awal yang harus dilakukan pada bayi, karena bayi sangat rentan terhadap infeksi. Tindakan pencegahan infeksi pada bayi adalah sebagai berikut : a. Mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan bayi. b. Memastikan bahwa semua pakaian, handuk, selimut serta kain yang digunakan untuk bayi, dalam keadaan bersih. c. Menganjurkan ibu menjaga kebersihan diri, terutama payudaranya dengan mandi setiap hari (putting tidak boleh disabun). d. Membersihkan muka, pantat, tali pusat dengan air bersih, hangat dan sabun setiap hari. e. Menjaga bayi dari orang-orang yang menderita infeksi dan memastikan orang-orang yang memegang bayi sudah mencuci tangannya.

PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI


2. Dalam Pemberian ASI Peranan awal bidan dalam mendukung pemberian ASI adalah : - Meyakinkan bahwa bayi memperoleh makanan yang mencukupi dari payudara ibunya. - Membantu ibu sedemikian rupa sehingga ia mampu menyusui bayinya sendiri. Bidan dapat memberikan dukungan dalam pemberian ASI, dengan : - Membiarkan bayi bersama ibunya segera sesudah lahir selama beberapa jam pertama. - Mengajarkan cara merawat payudara yang sehat pada ibu untuk mencegah masalah umum yang timbul. - Membantu ibu pada waktu pertama kali memberi ASI.

PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI


2. Dalam Pemberian ASI Posisi menyusui dapat dilakukan dengan : Posisi duduk Pada saat pemberian ASI dengan posisi duduk dimaksudkan untuk memberikan topangan pada/ sandaran pada punggung ibu dalam posisi tegak lurus (90 derajat) terhadap pangkuannya. Posisi ini dapat dilakukan dengan bersila di atas tempat tidur atau lantai, ataupun duduk di kursi.

PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI


2. Dalam Pemberian ASI Posisi menyusui dapat dilakukan dengan : Posisi berbaring miring Posisi ini baik dilakukan pada saat pertama kali atau ibu dalam keadaan lelah atau nyeri. Tidur telentang Seperti halnya pada saat dilakukan inisiasi menyusu dini, maka posisi ini juga dapat dilakukan oleh ibu. Posisi bayi berada di atas dada ibu diantara payudara ibu.

PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI


2. Dalam Pemberian ASI

Memberikan ASI pada bayi sesering mungkin. Pemberian ASI sebaiknya sesering mungkin tidak perlu dijadwal, bayi disusui sesuai dengan keinginannya (on demand). Bayi dapat menentukan sendiri kebutuhannya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung akan kosong dalam 2 jam

PROMOSI KESEHATAN PADA BAYI


2. Dalam Pemberian ASI Memberikan kolustrum dan ASI saja. ASI dan kolustrum merupakan makanan yang terbaik untuk bayi. Kandungan dan komposisi ASI sangat sesuai dengan kebutuhan bayi pada keadaan masingmasing. Menghindari susu botol dan dot empeng. Pemberian susu dengan botol dan kempengan dapat membuat bayi bingung puting dan menolak menyusu atau hisapan bayi kurang baik. Hal ini disebabkan, mekanisme menghisap dari puting susu ibu dengan botol jauh berbeda.

Menempatkan bayi didekat ibu pada kamar yang sama (rawat gabung). Rawat gabung adalah merupakan salah satu cara perawatan dimana ibu dan bayi yang baru dilahirkan tidak dipisahkan, melainkan ditempatkan bersama dalam ruangan selama 24 jam penuh. Manfaat rawat gabung dalam proses laktasi dapat dilihat dari aspek fisik, fisiologis, psikologis, edukatif, ekonomi maupun medis.

- Aspek fisik Kedekatan ibu dengan bayinya dapat mempermudah bayi menyusu setiap saat, tanpa terjadwal (nir-jadwal). Dengan demikian, semakin sering bayi menyusu maka ASI segera keluar. - Aspek fisiologis Bila ibu selalu dekat dengan bayinya, maka bayi lebih sering disusui. Sehingga bayi mendapat nutrisi alami dan kecukupan ASI. Refleks oksitosin yang ditimbulkan dari proses menyusui akan membantu involusio uteri dan produksi ASI akan dipacu oleh refleks prolaktin.

- Aspek psikologis Rawat gabung dapat menjalin hubungan batin antara ibu dan bayi atau proses lekat (early infant mother bounding). Hal ini disebabkan oleh adanya sentuhan badaniah ibu dan bayi. Kehangatan tubuh ibu memberikan stimulasi mental yang diperlukan bayi, sehingga mempengaruhi kelanjutan perkembangan psikologis bayi. Ibu yang dapat memberikan ASI secara eksklusif, merupakan kepuasan tersendiri. - Aspek edukatif Rawat gabung memberikan pengalaman bagi ibu dalam hal cara merawat bayi dan merawat dirinya sendiri pasca melahirkan. Pada saat inilah, dorongan suami dan keluarga sangat dibutuhkan oleh ibu.

- Aspek ekonomi Rawat gabung tidak hanya memberikan manfaat pada ibu maupun keluarga, tetapi juga untuk rumah sakit maupun pemerintah. Hal ini merupakan suatu penghematan dalam pembelian susu buatan dan peralatan lain yang dibutuhkan. - Aspek medis Pelaksanaan rawat gabung dapat mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Selain itu, ibu dapat melihat perubahan fisik atau perilaku bayinya yang menyimpang dengan cepat. Sehingga dapat segera menanyakan kepada petugas kesehatan sekiranya ada hal-hal yang dianggap tidak wajar.

3. Makanan tambahan
Saat bayi yang memasuki trisemester ke2 (bulan ke-4 sampai ke-6), ASI saja tidak cukup sehingga memerlukan makanan tambahan. Makanan tersebut diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan anak pada kecepatan yang sama seperti pada saat trisemester pertama (3 bulan pertama).

3. Makanan tambahan
Pada usia 4-6 bulan ini, bayi bisa mulai diberikan makanan lumat atau setengah cair dengan bahan dasar ASI atau susu formula dan bahan makanan pokok. Misalnya bubur saring atau buah pisang yang teksturnya lembut. Pisang mudah diserap oleh tubuh, bahkan oleh bayi sehingga dapat digolongkan sebagai jenis buah yang dapat diperkenalkan secara dini bagi bayi.

4. Mempromosikan vaksinasi
Imunisasi adalah usaha memberikan kekbalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tetentu. Vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukkan zat anti yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan ataupun peroral

4. Mempromosikan vaksinasi
Tujuan Imunisasi adalah agar tumbuh kembang terhadap penyakit tertentu, kekbalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: 1. Terdapat tingginya kadar antibody pada saat dilakukan imunisasi 2. Potensi anti gen yang disuntikan. 3. Waktu antara pemberian imunisasi

4. Mempromosikan vaksinasi
Contoh imunisasi seperti : Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) o Imunisasi DPT ( Diphteri,Pertusis, dan tetanus) o Imunisasi campak o Hepatitis B o Imunisasi MMR (measles,Mumps, dan rubella) o Imunisasi tiphus abdominalis o Imunisasi varicella o Imunisasi hepatitis A o Imunisasi HiB ( Haemophilus Influenzae Tipe B) o Imunisasi polio

5. Perawatan tali pusat


Langkah-langkah perawatan pusar bayi adalah : Ganti pembalut pusar bayi dengan kain kasa baru. Kenakan popok dengan cara melipat bagian atasnya menjauhi pusar untuk menghindari rembesan urin mengenai pusar.

5. Perawatan tali pusat


Beberapa hal yang perlu diingat saat merawat pusar bayi, antara lain : -Jaga kebersihan area pusar dan sekitarnya, serta upayakan selalu dalam keadaan kering. -Gunakan kapas baru pada setiap basuhan. -Agar tali pusar lebih cepat lepas, gunakan kain kasa pada bagian pusar yang terus dibalut sehingga mendapat udara cukup.

5. Perawatan tali pusat


Beberapa hal yang perlu diingat saat merawat pusar bayi, antara lain : -Saat membersihkan, pastikan suhu kamar tidak terlalu dingin. -Agar praktis, kenakan popok dan atasan dari bahan kaos yang longgar. -Lakukan acara bersih-bersih ini 1-2 kali sehari. -Jika kulit di area sekitar pusar si kecil memerah dan panas seperti terbakar, segera kunjungi dokter.

TERIMA KASIH