Anda di halaman 1dari 7

PENGANTAR AKUNTANSI II

KAS

Disusun Oleh : Janata Elma Pangesty 2010.4.19322 Ismiyanti 2010.4.192 Fitri Nadira 2010.4.19320 Manajemen Keuangan 2C

KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN R.I. PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN INDUSTRI AKADEMI PIMPINAN PERUSAHAAN 2011 Jl. Timbul No.34 Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan Telp.021-7270215

Sifat Kas
Kas (cash) meliputi koin, uang kertas, cek, wesel (money order atau kiriman uang melalui pos yang lazim berbentuk draft bank atau cek bank; hal ini untuk selanjutnya diistilahkan dengan wesel), dan uang yang disimpan di bank yang dapat ditarik tanpa pembatasan dari bank bersangkutan. Lazimnya, kas dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang diterima bank untuk anda setorkan ke rekening bank anda. Misalnya, cek yang dibayarkan untuk anda biasanya dapat disetorkan ke bank dan karena itu dianggap sebagai kas. Suatu perusahaan bisa mempunyai beberapa rekening (akun) bank. Untuk setiap rekening bank, perusahaan akan menyediakan akun buku besar, sebagai contoh bisa diberi nama Kas di Bank-Bank Pertama. Perusahaan juga akan menyediakan akun buku besar terpisah untuk kas yang tidak disetor ke bank, seperti kas untuk pembayaran dalam jumlah kecil, dan kas untuk keperluan khusus, seperti penggantian uang perjalanan. Karena begitu mudahnya uang dialihkan atau dipindahtangankan, maka kas merupakan aktiva yang cenderung diselewengkan atau disalahgunakan oleh karyawan. Di samping itu, banyak transaksi entah secara langsung atau tidak memengaruhi penerimaan atau pembayaran kas.

Pengendalian Kas
Untuk melindungi kas dari pencurian dan penyalahgunaan, perusahaan harus mengendalikan kas mulai dari diterimanya hingga disetorkan ke bank. Prosedur semacam itu disebut pengendalian preventif (preventive control). Prosedur yang dirancang untuk mendeteksi pencurian atau penyalahgunaan kas disebut pengendalian detektif (detective control). Dalam pengertian tertentu, pengendalian detektif juga bersifat preventif (mencegah) karena para karyawan akan berupaya menghindarkan pencurian atau penyalahgunaan bila mereka mengetahui bahwa hal semacam itu kemungkinan besar akan terungkap.

Pengendalian Kas yang Diterima dari Penjualan Tunai


Salah satu alat pengendalian yang penting untuk mengamankan kas yang diterima di counter penjualan adalah register kas. Perhatikan ketika kasir memasukkan jumlah

penjualan, register kas biasanya akan menampilkan jumlah tersebut pada layar yang tersedia. Ini merupakan alat pengendalian untuk memastikan bahwa kasir membebankan jumlah yang tepat. Anda juga menerima tanda terima untuk mengecek keakuratan dari jumlah tersebut. Setiap kali pergantian regu gilir kerja (shift), setiap operator register kas diberikan sejumlah tertentu uang tunai dalam laci untuk digunakan sebagai kembalian para pembeli. Jumlah yang terdapat pada setiap laci register disebut dana kembalian (change fund). Setelah giliran kerja tersebut berakhir, setiap petugas register kas dan pengawas menghitung kas yang terdapat pada laci register kas . jumlah kas tersebut harus sama dengan jumlah awal ditambah penjualan tunai yang dilakukan selama gilir kerja tersebut. Akan tetapi, adanya kesalahan dalam pencatatan penjualan tunai atau dalam memberikan uang kembalian bisa menyebabkn selisih antara jumlah uang yang ada dengan jumlah uang yang seharusnya. Perbedaan seperti itu dicatat pada akun kekurangan dan kelebihan kas (cash short and over account). Setelah kas yang berasal dari register kas masing-masing kasir dihitung dan dibukukan dalam bentuk memorandum, kas tersebut dimasukkan ke lemari penyimpanan di Departemen Kasir hingga disetor ke bank. Pengawas menyampaikan struk atau pita register dari kasir bersangkutan ke Departemen Akuntansi, dimana hal itu digunakan sebagai dasar untuk mencatat transaksi pada hari tersebut.

Pengendalian Internal atas Pembayaran Kas


Pengendalian internal atas pembayaran kas harus memberikan jaminan yang memadai bahwa pembayaran dilakukan hanya untuk transaksi yang diotorisasi. Di samping itu, pengendalian harus memastikan bahwa kas digunakan secara efisien. Misalnya, pengendalian harus memastikan bahwa semua diskon yang bisa didapatkan, seperti diskon pembelian dan rabat, diambil oleh perusahaan. Pada perusahaan kecil, pemilik/manajer mungkin menandatangani semua cek berdasarkan pengetahuannya sendiri mengenai barang dan jasa yang dibeli. Akan tetapi, pada perusahaan besar, cek sering kali disiapkan oleh karyawan yang tidak sepenuhnya mengetahui tentang transaksi bersangkutan. Sebagai contoh, pada perusahaan besar tugas-tugas untuk membeli barang, memeriksa barang yang diterima, dan meneliti faktur biasanya dilakukan oleh karyawan yang berbeda. Tugas-tugas ini harus dikoordinasikan untuk memastikan bahwa jumlah cek yang diberikan kepada kreditor sudah benar. Salah satu sistem yang dapat mencapai tujuan ini adalah sistem Voucher.

Sistem Voucher
Sistem Voucher adalah serangkaian prosedur untuk mengotorisasi dan membukukan kewajiban serta pembayaran kas. Sistem voucher lazimnya menggunakan (1) voucher, (2) arsip untuk voucher yang belum dibayar, dan (3) arsip untuk voucher yang sudah dibayar. Pada umumnya, voucher adalah setiap dokumen yang berfungsi sebagai bukti otoritas untuk pembayaran kas.

Voucher merupakan formulir khusus untuk mencatat data yang relevan mengenai kewajiban dan rincian pembayarannya. Pada setiap voucher dicantumkan nomor faktur kreditor (pemasok) dan jumlah serta syarat faktur tersebut. Akun-akun yang digunakan untuk mencatat pembayaran dicantumkan pada distribusi akun. Voucher biasanya disiapkan di Departemen Akuntansi setelah semua pendukung yang diperlukan diterima. Misalnya, bila suatu voucher disiapkan untuk pembelian barang, maka voucher tersebut harus didukung dengan faktur dari pemasok, pesanan pembelian, dan laporan penerimaan barang.

Laporan Bank (Rekening Koran)


Bank biasanya membuat catatan atas semua transaksi yang berkaitan dengan suatu rekening, disebut laporan bank/rekening koran. Laporan Bank menunjukkan saldo awal, penambahan, pengurangan, dan saldo akhir periode. .(blm selesai).

Kas Kecil
Dalam suatu perusahan, dana kas kecil (petty cash fund) digunakan untuk memenuhi pengeluaran kas yang dianggap kecil jumlahnya oleh perusahaan. Misalnya biaya fotocopy, membeli perlengkapan kantor, dan lainnya. Dana kas kecil dibentuk dengan terlebih dahulu memperkirakan jumlah kas yang diperlukan perusahaan dari pendanaan semacam itu untuk periode tertentu, seperti satu minggu atau satu bulan. Setelah mendapat persetujuan, cek disiapkan dan diuangkan sebesar jumlah yang diperlukan. Uang yang diperoleh dari cek tersebut diserahkan kepada karyawan, yang disebut petugas kas kecil, yang berwenang untuk mengeluarkan uang dari dana kas kecil. Setiap kali dilakukan pembayaran dari dana kas kecil, petugas bersangkutan mencatat rincian pembayaran pada formulir tanda terima (bon) kas kecil.

Dana kas kecil biasanya diisi kembali dalam jangka waktu tertentu atau bila dana tersebut telah habis atau telah mencapai jumlah minimum. Untuk mengilustrasikan ayat jurnal yang lazim dibuat sehubungan dengan dana kas kecil, anggaplah dana kas kecil sebesar Rp 100,00 dibentuk pada tanggal 1 Agustus. Dan pada akhir bulan Agustus, tanda terima kas kecil menunjukkan pengeluaran untuk hal-hal berikut : perlengkapn kantor Rp 28,00; prangko dan lain-lain (perlengkapan kantor) Rp 22,00; perlengkapan toko Rp 35,00; dan pembelian koran (beban administrasi rupa-rupa) Rp 3,00. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi 1 Agustus dan untuk mengisi kembali mengganti dana kas kecil pada tanggal 31 Agustus adalah :

Tgl 1/8

Akun Kas Kecil Kas (Pembentukan dana kas kecil) 31/8 Perlengkapan Kantor Perlengkapan Kantor Beban Administrasi Rupa-Rupa Kas (Pengisian kembali dana kas kecil)

Ref

Debet (Rp) 100 50 35 3

Kredit (Rp) 100

88

Pengisian kembali dana kas kecil mengembalikan jumlah dana tersebut ke jumlah semula, yaitu sebesar Rp 100,00. Perlu diperhatikan bahwa pada saat pengisian kembali

dana kas kecil, akun Kas Kecil tidak perlu dijurnal. Kas Kecil didebit hanya pada saat akun tersebut pertama kali dibentuk atau pada saat jumlah dana ditingkatkan di kemudian hari. Kas Kecil dikredit bila jumlah dana tersebut diturunkan.