Anda di halaman 1dari 27

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata kuliah Psikologi Kepribadian. Dalam penyusunan tugas atau makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan dari semua pihak, khususnya Ibu Dra. Adiarti Budi Kartini, S.S selaku pembimbing dan dosen mata kuliah ini sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi dapat teratasi.

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Tidak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan dan dorongan pihak-pihak yang membantu penulis dalam

menyelesaikan makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Bandung, Januari 2012

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN .. 1 1.1 Psikologi Kepribadian . 1 1.2 Pembentukan Kepribadian . 2 BAB II TEORI KEPRIBADIAN HIPPOCRATES GALENUS 4 2.1 Sanguinis . 4 2.2 Melankolis . 7 2.3 Koleris 9 2.4 Phlegmatis .. 11 BAB III STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN 14 3.1 General Manager .. 15 3.2 Koordinator Marketing .. 16 3.3 Koordinator Akademik 17 3.4 Tenaga Keuangan dan Pembukuan .. 17 3.5 Tenaga Marketing . 18 3.6 Tenaga Pengajar . 19 3.7 Petugas Administrasi .. 20 3.8 Petugas Front Office . 20 3.9 Office Boy/Girl . 21 3.10 Petugas Keamanan 22 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN . 23 DAFTAR PUSTAKA 25

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Psikologi Kepribadian Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang ilmiah tentang tingkah laku dan proses-proses mental (Feldman, 1997). Oleh karena yang dipelajari ilmu psikologi adalah tingkah laku dan proses-proses mental, maka psikologi tidak hanya meliputi tindakan seseorang, tapi juga meliputi perasaan, pikiran, persepsi, proses berpikir atau mempertimbangkan, daya ingat, sampai aktivitas biologis dalam memelihara pemanfaatan jasmaniah (Dahlan, 2010).

Kepribadian adalah organisasi-organisasi dinamis dari sistem-sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Allport, 1971). Derlega, Winstead & Jones (2005) mengartikan kepribadian sebagai sistem yang relatif stabil mengenai karakteristik individu yang bersifat internal, yang berkontribusi terhadap pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang konsisten.

Kepribadian meliputi segala perilaku dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada diri seseorang. Hal tersebut digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan, sehingga tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang unik bagi individu itu.

Karena tiap-tiap kepribadian adalah unik, maka sulit sekali dibuat gambaran yang umum tentang kepribadian. Yang dapat dilakukan adalah mencoba mengenal seseorang dengan mengetahui struktur kepribadiannya. Struktur kepribadian ini dapat diketahui melalui pemeriksaan terhadap sejarah hidup, cita-cita, dan persoalan-persoalan yang dihadapi seseorang.

1.2 Pembentukan Kepribadian Secara umum terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi pembentukan kepribadian, yaitu:

1. Faktor Bawaan (Hereditas) Faktor hereditas adalah keadaan yang diturunkan secara genetis dari orang tua. Hal ini berhubungan dengan keadaan jasmani seperti keadaan fisik, pencernaan, pernafasaan, peredaran darah, kelenjarkelenjar, saraf, tinggi badan, berat badan, dan sebagainya. Keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan. Hal ini dapat terlihat pada setiap orang sejak ia dilahirkan. Namun, sifat-sifat tersebut dapat diperoleh dari keturunan, dan dapat pula merupakan pembawaan orang itu masingmasing yang dipengaruhi oleh lingkungannya.

2. Faktor Lingkungan (Sosial) Faktor lingkungan yang mempengaruhi kepribadian antara lain keluarga, masyarakat, kebudayaan, tradisi, adat istiadat, peraturan, bahasa, dan sebagainya.

Sejak dilahirkan, seorang anak telah mulai bergaul dengan orangorang di sekitarnya. Lingkungan pertama yang dihadapi seorang anak adalah keluarga. Dalam perkembangan anak, peranan keluarga sangat penting dan menentukan bagi pembentukan kepribadian selanjutnya. Keadaan dan suasana keluarga yang berlainan memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap perkembangan kepribadian anak.

Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masingmasing orang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat tempat seseorang itu dibesarkan. Di dalam setiap kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang dijunjung tinggi oleh mereka yang hidup dalam kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai anggota suatu masyarakat, setiap orang harus memiliki kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.

Adat dan tradisi yang berlaku di suatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang. Bahasa juga

merupakan salah satu faktor yang turut menentukan ciri-ciri khas dari suatu kebudayaan. Bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berpikir yang dapat menunukkan bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak, bereaksi, serta bergaul dengan orang lain.

BAB II TEORI KEPRIBADIAN HIPPOCRATES GALEN


Lebih dari 400 tahun sebelum Masehi, Hippocrates, seorang tabib dan ahli filsafat yang sangat pandai dari Yunani, mengemukakan suatu teori kepribadian yang mengatakan bahwa pada dasarnya ada empat tipe kepribadian manusia. Berdasarkan pemikirannya, keempat tipe kepribadian dasar itu adalah akibat dari empat macam cairan tubuh yang terkandung di dalam tubuh manusia, yaitu: 1. Chole atau empedu kuning yang bersifat kering. 2. Melanchole atau empedu hitam yang bersifat basah. 3. Phlegma atau lendir yang bersifat dingin. 4. Sanguis atau darah yang bersifat panas.

Kemudian teori Hippocrates disempurnakan oleh Claudius Galenus, yang mengatakan bahwa keempat cairan tersebut ada dalam tubuh dalam proporsi tertentu, yang jika salah satu cairan lebih dominan dari cairan yang lain, maka cairan tersebut dapat membentuk kepribadian seseorang. Tipe kepribadian menurut Galenus adalah Sanguinis, Melankolis, Koleris, dan Phlegmatis.

2.1 Sanguinis Sanguinis yang populer adalah kepribadian yang hangat, bersemangat, lincah, dan menyenangkan. Mereka dapat menerima segala keadaan, dan kesankesan yang dilihatnya dapat dengan mudah mempengaruhi hatinya yang dengan cepat memberikan tanggapan. Keputusan-keputusannya lebih banyak ditentukan oleh perasaan dari pada pemikirannya. Orang Sanguinis memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menyukai dirinya sendiri, dan biasanya mereka menularkan sifatnya yang hangat itu. Bila mereka masuk ke sebuah ruangan yang banyak orangnya, mereka mempunyai kecenderungan

untuk membangunkan semangat setiap orang yang ada di sana dengan kelancaran percakapannya yang riang gembira.

Mereka dapat membawakan cerita dengan menarik karena sifatnya yang hangat dan penuh emosi itu seakan-akan menunjukkan bahwa mereka sedang mengalami apa yang diceritakannya itu. Mereka tidak pernah kekurangan teman. Ole Hallesby mengatakan, sifat seorang Sanguinis yang naif, spontan, dan periang itu membuat banyak orang senang kepadanya. Mereka dapat benar-benar ikut merasakan suka cita dan kesusahan orangorang yang dihadapinya dan dapat membuat orang yang dihadapi itu merasa dirinya penting seakan-akan seorang sahabat yang istimewa, dan demikian juga orang lain yang ditemuinya diperlakukan sama olehnya. Mereka menyukai orang-orang, tidak senang dengan kesunyian, dan yang paling disenanginya adalah bila mereka dikelilingi teman-temannya, dan menjadi pusat perhatian mereka.

Secara umum, kepribadian Sanguinis memiliki karakteristik sebagai berikut: Kepribadian yang menarik. Suka bicara. Menghidupkan pesta. Memiliki selera humor yang tinggi. Memiliki ingatan warna yang kuat. Memukau pendengar. Emosional dan demonstratif. Antusias dan ekspresif. Periang dan penuh semangat. Penuh rasa ingin tahu. Ratu panggung. Lugu dan polos.

Hidup untuk hari ini. Mudah diubah. Berhati tulus. Sering kekanak-kanakan. (Littauer, 1996)

Kelemahan kepribadian Sanguinis antara lain: Mendominasi percakapan, suka membesar-besarkan, egoistis, suka mengeluh, kekanak-kanakan, dan tidak pernah dewasa. Mudah marah dan emosional. Sensitif terhadap yang dikatakan orang tentang dirinya. Melupakan kewajiban. Keyakinannya cepat luntur, tidak disiplin, dan mudah teralihkan perhatiannya. Benci sendirian. Tidak tetap, mudah berubah, dan pelupa. Pandai berdalih. Suka mencari perhatian, sorotan, kasih sayang, dukungan, dan penerimaan orang di sekelilingnya. Memutuskan dengan perasaan.

Dalam hal pekerjaan, kepribadian Sanguinis digambarkan sebagai berikut: Sukarelawan dalam tugas. Memikirkan kegiatan baru. Tampak hebat di permukaan. Kreatif dan inovatif. Punya energi dan antusiasme tinggi. Memulai pekerjaan dengan cara cemerlang. Mengilhami orang lain untuk ikut. Mempesona orang lain untuk bekerja. (Littauer, 1996)

2.2 Melankolis Menurut Adi W. Gunawan dalam bukunya Born to be a Genius, orang yang memiliki kepribadian Melankolis merupakan orang yang perfeksionis. Mereka menyukai akan hal-hal yang detil dan membutuhkan ketelitian. Kepribadian Melankolis sangat serius dan tertutup, namun cerdas dan sangat kritis berpikir. Mereka dapat mengerjakan suatu hal dengan jauh lebih tekun dibandingkan tipe kepribadian lainnya. Mereka memahami sesuatu setahap demi setahap dan menjalankan sebagian besar hidupnya dengan serius.

Kepribadian Melankolis mempunyai pemikiran yang kritis dan mampu menganalisis suatu keadaan dengan jauh lebih baik karena dapat melihat halhal yang tidak terlihat oleh kebanyakan orang, karena tingkat ketelitian dan ketajaman analisisnya. Mereka adalah individu yang cakap dan hati-hati. Dalam melakukan tugasnya selalu melalui perencanaan dan mengikuti rencana tersebut. Mereka tidak suka membuat kesalahan dan senang dengan sesuatu yang detil mengenai data, fakta, angka-angka, dan grafik.

Kepribadian Melankolis sangat idealis. Mereka ingin menjadi yang terbaik dan berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Mereka setia pada pandangan dan tradisi karena mereka sangat konsisten dan senang berada di zona kenyamanan yang sudah dikenal. Selain itu, kepribadian Melankolis cenderung memiliki sifat pesimis, susah untuk bergaul, dan sering mengalami kegelisahan apabila ada suatu masalah yang belum bisa dihadapi.

Secara umum, kepribadian Melankolis memiliki karakteristik sebagai berikut: Mendalam dan penuh pikiran. Analitis. Serius dan tekun.

Cenderung jenius. Berbakat dan kreatif. Artistik dan musikal. Filosofis dan puitis. Menghargai keindahan. Perasa terhadap orang lain. Suka berkorban. Penuh kesadaran. Idealis. (Littauer, 1996)

Kelemahan kepribadian Sanguinis antara lain: Kadang-kadang suka menunda-nunda pekerjaan sampai terciptanya suasana yang sempurna. Mengingat yang negatif dan menikmati sakit hati. Citra diri rendah dan merendahkan diri sendiri. Memiliki standar yang terlalu tinggi. Sangat memerlukan persetujuan. Mementingkan diri sendiri. Terlalu instropektif. Tertekan karena ketidaksempurnaan. Tidak aman secara sosial. Menarik diri dan menjauh. Suka mengkritik orang lain. Tidak menyukai yang menentang. Mencurigai orang lain dan pendendam. Tidak mudah memaafkan dan penuh kontradiksi. Suka memilih pekerjaan sulit. Sering ragu-ragu dan melewatkan banyak waktu.

Dalam hal pekerjaan, kepribadian Melankolis digambarkan sebagai berikut: Berorientasi pada jadwal. Perfeksionis dan memiliki standar yang tinggi. Sadar perincian. Gigih dan cermat. Tertib dan terorganisasi. Teratur dan rapi. Ekonomis. Mudah mengidentifikasi masalah. Mempunyai pemecahan masalah dengan cara kreatif. Menyelesaikan apa yang dimulai. Suka diagram, grafik, bagan, dan daftar. (Littauer, 1996)

2.3 Koleris Kepribadian Koleris yang kuat terlihat dari jiwa kepemimpinannya. Kepribadian Koleris berkemauan keras dan tegas, serta memutuskan dengan cepat. Pada umumnya mereka ingin sekali menjadi pemimpin dalam segala bidang. Kepribadian Koleris suka sekali mengatur orang, menunjuk, atau memerintah orang lain.

Kepribadian Koleris tidak terlalu membutuhkan banyak teman. Mereka sangat mengutamakan tujuan daripada menyenangkan orang lain. Mereka beranggapan bahwa bergaul menghabiskan waktu karena hal itu tidak menghasilkan apa pun. Mereka akan dengan senang hati terjun ke sebuah organisasi untuk mengumpulkan dana, tetapi dia tidak membuang-buang waktu untuk mengobrol.

Kepribadian Koleris biasanya selalu benar, mereka akan membuat suatu pengumuman hanya kalau dia tahu dia benar. Mereka akan mengubah apa

saja yang mereka lihat tidak pada tempatnya, dan akan mengkoreksi apa saja hal yang tidak benar. Mereka tidak peduli dan masa bodoh terhadap orangorang yang tidak setuju dengannya.

Mereka tidak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Mereka senang dengan tantangan dan petualangan. Mereka sangat unggul dalam keadaan darurat. Hal itu karena mereka tidak mudah menyerah dan tidak mudah pula mengalah.

Secara umum, kepribadian Koleris memiliki karakteristik sebagai berikut: Berbakat pemimpin. Dinamis dan aktif. Sangat memerlukan perubahan. Harus memperbaiki kesalahan. Berkemauan kuat dan tegas. Tidak emosional dalam bertindak. Tidak mudah patah semangat. Bebas dan mandiri. Memancarkan keyakinan. Bisa menjalankan apa saja. (Littauer, 1996)

Kelemahan kepribadian Koleris antara lain: Terlalu bersemangat, suka memerintah, tidak sabaran, keras kepala, dan kaku. Menyukai kontroversi dan pertengkaran, serta tidak mau menyerah kalau kalah. Tidak simpatik dan kurang peka terhadap perasaan orang lain. Suka merasa benar sendiri.

Mendominasi orang lain dalam bekerja, pecandu kerja, serta menuntut loyalitas dan penghargaan bawahan.

Bisa kasar atau taktis. Mengharapkan pengakuan atas prestasinya.

Dalam hal pekerjaan, kepribadian Koleris digambarkan sebagai berikut: Berorientasi target. Melihat seluruh gambaran. Terorganisasi dengan baik. Mencari pemecahan praktis. Bergerak cepat untuk bertindak. Mendelegasikan pekerjaan. Menekankan pada hasil. Membuat target. Merangsang kegiatan. Berkembang karena persaingan. (Littauer, 1996)

2.4 Phlegmatis Kepribadian Phlegmatis yang damai tidak menyukai terjadi konflik. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, mereka akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Mereka bersedia merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan.

Kepribadian Phlegmatis percaya bahwa hidup adalah pengalaman yang menggetarkan jiwa. Mereka sangat tenang dan santai sehingga nampaknya mereka tidak pernah merasa terganggu bagaimanapun keadaan di sekelilingnya. Mereka sukar sekali marah dan jarang sekali meluapkan

emosinya. Kepribadian Phlegmatis memiliki temperamen yang tetap sama setiap kali orang bertemu dengan mereka.

Di balik temperamennya yang dingin, acuh, dan sifatnya yang seakan-akan pemalu itu, terdapat beberapa kemampuan yang tergabung menjadi satu. Mereka mempunyai perasaan yang jauh lebih dalam dari apa yang nampak pada wajahnya, dan memiliki kemampuan untuk menghargai karya seni yang tinggi dan hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan.

Secara umum, kepribadian Phlegmatis memiliki karakteristik sebagai berikut: Kepribadian rendah hati. Mudah bergaul dan santai. Diam, tenang, dan mampu. Sabar dan seimbang. Hidup konsisten. Tenang tapi cerdas. Simpatik dan baik hati. Menyembunyikan emosi. Bahagia menerima kehidupan. Serba guna. (Littauer, 1996)

Kelemahan kepribadian Phlegmatis antara lain: Terlalu pemalu dan tidak banyak bicara. Tidak suka keramaian. Suka takut dan khawatir. Mementingkan diri sendiri dan suka merasa benar sendiri. Tidak antusias. Suka menilai orang lain. Suka menunda-nunda sesuatu.

Kurang disiplin dan motivasi diri. Malas dan tidak peduli. Membuat orang lain merosot semangatnya. Lebih suka menonton. Tidak suka tantangan dan risiko. Terlalu suka kompromi. Perlu waktu untuk menerima perubahan. Tidak suka didesak-desak.

Dalam hal pekerjaan, kepribadian Phlegmatis digambarkan sebagai berikut: Cakap dan mantap. Damai dan mudah sepakat. Punya kemampuan administratif. Menjadi penengah masalah. Menghindari konflik. Baik di bawah tekanan. Menemukan cara yang mudah dalam melakukan pekerjaannya. (Littauer, 1996)

BAB III STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN


Lembaga kursus bahasa asing adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang jasa keterampilan berbahasa asing, seperti Inggris, Perancis, Jerman, Jepang, Mandarin, Arab, dan lain-lain. Dalam perkembangannya, lembaga kursus bahasa asing harus mengedepankan kualitas sebagai suatu lembaga kursus bahasa asing terkemuka, profesionalitas manajemen, dan kepercayaan tinggi dari siswa, guru, sekolah, perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.

Untuk menjadi suatu lembaga kursus bahasa asing yang sukses, maka perusahaan tersebut harus bisa mengutamakan kepuasan pelanggan (siswa, orang tua, sekaloah, dan lembaga tertentu), yang segala fasilitas dan layanan yang ditawarkan sesuai dengan harapan para pengguna jasa tersebut. Dalam pelayanan juga harus disertai dengan sikap yang ramah sehingga pelanggan merasa nyaman. Suatu komunikasi yang baik juga harus terjalin secara terus menerus untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan bisnisnya, suatu lembaga kursus bahasa asing tidak terlepas dari sumber daya manusia yang di milikinya. Pemilihan jajaran manajemen dan perekrutan pegawai dalam suatu struktur organisasi lembaga kursus bahasa asing harus sesuai dengan kemampuan dan kepribadian pegawai, atau dikenal dengan istilah right person in the right place. Apabila perusahaan salah dalam hal penempatan kerja seorang pegawai maka akan berakibat buruk bagi perusahaan maupun bagi pegawai itu sendiri.

Untuk mencegah hal tersebut, maka dalam menentukan struktur organisasi lembaga kursus bahasa asing harus mengetahui kepribadian masing-masing pegawainya. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan psikotes bagi

setiap calon karyawan yang melamar untuk bekerja di lembaga kursus bahasa asing tersebut. Setelah diketahui tipe-tipe kepribadian calon karyawan, maka kemudian mereka akan ditempatkan pada posisi atau jabatan yang sesuai dengan kepribadian mereka.

3.1 General Manager General Manager adalah seseorang yang bertanggung jawab atas terselenggaranya operasioonal suatu lembaga kursus bahasa asing secara mandiri, efisien, efektif, dan produktif. Dia lah yang memastikan segala kegiatan lembaga kursus bahasa asing, baik itu kegiatan akademik ataupun non-akademik dapat berjalan secara optimal dan teratur.

Tugas utama seorang General Manager antara lain: Merancang dan menyelenggarakan kegiatan operasional lembaga kursus bahasa asing secara professional. Membina karyawan secara berkelanjutan. Menciptakan lingkungan kerja lembaga kursus bahasa asing yang sehat, baik bagi karyawan, siswa, ataupun pihak lain yang terkait. Menjaga nama baik perusahaan. Menjalin hubungan kerja sama yang optimal dengan sekolah, perguruan tinggi, Departemen Pendidikan, percetakan, media cetak dan elektronik, masyarakat, dan pemerintah secara optimal. Membuat laporan berkala kepada owner. Mendelegasikan tugas kepada bawahan.

Tanggung jawab seorang General Manager antara lain: Tercapainya perolehan jumlah siswa dan pendapatan lembaga kursus bahasa asing sesuai target yang ditentukan. Terkendalinya pembelanjaan atau biaya operasional perusahaan.

Meningkatnya prestasi siswa peserta kursus. Terciptanya hubungan kerja yang harmonis.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi General Manager adalah mereka yang memiliki kepribadian Koleris, Phlegmatis, atau kombinasi Koleris-Phlegmatis.

3.2 Koordinator Marketing Koordinator Marketing adalah seseorang yang merancang strategi

operasional dan kebijakan pemasaran lembaga kursus bahasa asing. Tugas utama seorang Koordinator Marketing antara lain: Merancang dan merumuskan bentuk-bentuk pemasaran dan

penjualan secara efektif, efisien, dan berkesinambungan. Merancang dan merumuskan marketing tools secara berkelanjutan. Merancang dan menyelenggarakan hubungan kerja sama dengan berbagai pihak seperti media massa, sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta secara berkelanjutan. Merancang dan merumuskan bentuk penelitian yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Merancang dan menyelenggarakan strategi marketing intelligent secara berkelanjutan.

Tanggung jawab seorang Koordinator Marketing antara lain: Tersedianya rancangan dan rumusan strategi pemasaran. Terjalinnya hubungan kerja yang harmonis dengan semua relasi (media massa, sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta). Tercapainya target pemasaran.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Koordinator Marketing adalah mereka yang memiliki kepribadian Koleris, Sanguinis, atau kombinasi Koleris-Sanguinis.

3.3 Koordinator Akademik Koordinator Akademik adalah seseorang yang merancang kegiatan akademik dalam rangka terselenggaranya proses belajar mengajar di suatu lembaga kursus bahasa asing. Tugas utama seorang Koordinator Akademik antara lain: Membuat rancangan program belajar mengajar dan evaluasi sesuai jadwal kegiatan belajar mengajar. Membuat perencanaan pengembangan metode belajar secara berkesinambungan. Melakukan pembinaan dan evaluasi tenaga pengajar secara berkala. Melakukan kontrol atas pelaksanaan kegiatan akademik.

Tanggung jawab seorang Koordinator Akademik antara lain: Terealisasinya program belajar mengajar yang efektif. Terpeliharanya sarana belajar siswa. Berkembangnya metode belajar secara berkesinambungan. Meningkatnya kualitas tenaga pengajar.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Koordinator Akademik adalah mereka yang memiliki kepribadian Koleris, Phlegmatis, atau kombinasi Koleris-Phlegmatis.

3.4 Tenaga Keuangan dan Pembukuan Tenaga Keuangan dan Pembukuan adalah seseorang yang melakukan pencatatan atas aliran pemasukan dan pengeluaran kas perusahaan dengan

detil dan teratur. Tugas utama seorang Tenaga Keuangan dan Pembukuan antara lain: Mencatat aliran kas yang keluar dan masuk secara berkala. Mencairkan gaji karyawan. Mencairkan kas untuk keperluan operasional perusahaan. Membuat laporan keuangan dengan benar dan tepat waktu.

Tanggung jawab seorang Tenaga Keuangan dan Pembukuan antara lain: Tersajinya laporan keuangan dengan benar dan tepat waktu. Terkendalinya biaya operasional dengan efisien.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Tenaga Keuangan dan Pembukuan adalah mereka yang memiliki kepribadian Melankolis, Phlegmatis, atau kombinasi MelankolisPhlegmatis.

3.5 Tenaga Marketing Tenaga Marketing adalah seseorang yang melaksanakan kegiatan pemasaran sesuai dengan strategi dan target yang sudah ditentukan oleh Koordinator Marketing. Tugas utama seorang Tenaga Marketing antara lain: Melaksanakan tugas-tugas pemasaran dengan melakukan promosi secara berkala. Menjalin hubungan bisnis yang harmonis dengan sekolah, perguruan tinggi, media cetak, dan elektronik. Membuat laporan kemajuan marketing.

Tanggung jawab seorang Tenaga Marketing antara lain: Meningkatnya hubungan dengan relasi bisnis baik secara kualitas maupun kuantitas.

Tercapainya jumlah siswa peserta kursus sesuai target. Meningkatnya pendapatan perusahaan secara berkesinambungan.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Tenaga Marketing adalah mereka yang memiliki kepribadian Sanguinis atau kombinasi Sanguinis-Koleris.

3.6 Tenaga Pengajar Tenaga Pengajar adalah seseorang yang melaksanakan proses belajar mengajar di suatu lembaga kursus bahasa asing. Tugas utama seorang Tenaga Pengajar antara lain: Mengajar dalam konsep didaktik-metodik dan pedagogik sesuai dengan bidangnya dengan baik dan tepat waktu. Melaksanakan evaluasi belajar bagi siswa peserta kursus sesuai jadwal. Menguasai materi belajar dan soal-soal ujian. Menjalin hubungan yang harmonis dengan siswa dan orang tua siswa.

Tanggung jawab seorang Tenaga Pengajar antara lain: Terjaminnya kelancaran kegiatan belajar mengajar dan evaluasi belajar siswa. Terjaganya keharmonisan hubungan dengan siswa dan orang tua siswa. Meningkatnya prestasi siswa di sekolah dan di luar sekolah.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Tenaga Pengajar adalah mereka yang memiliki kepribadian Sanguinis atau kombinasi Sanguinis-Phlegmatis.

3.7 Petugas Administrasi Petugas Administrasi adalah seseorang yang melaksanakan tugas-tugas administratif di suatu lembaga kursus bahasa asing. Tugas utama seorang Petugas Administrasi antara lain: Melayani keperluan surat-menyurat untuk keperluan internal maupun eksternal perusahaan. Mendistribusikan sarana belajar dan evaluasi belajar kepada para siswa. Memberikan pengumuman-pengumuman bagi karyawan. Membuat laporan kehadiran karyawan. Melakukan tugas pengarsipan dengan baik.

Tanggung jawab seorang Petugas Administrasi antara lain: Terciptanya administrasi dengan benar. Terjaganya rahasia perusahaan.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Petugas Administrasi adalah mereka yang memiliki kepribadian Melankolis atau kombinasi Melankolis-Phlegmatis.

3.8 Petugas Front Office Petugas Front Office adalah seseorang yang memberikan pelayanan kepada siswa, orang tua, dan tamu lainnya dengan ramah. Tugas utama seorang petugas Front Office antara lain: Menerima dan melayani para tamu, siswa, orang tua, dan calon siswa dengan ramah. Melakukan pencatatan buku tamu. Melakukan pencatatan pendaftaran siswa dengan benar. Menerima telepon dan memberikan informasi dengan benar.

Memberikan pengumuman-pengumuman penting kepada siswa.

Tanggung jawab seorang Petugas Front Office antara lain: Terlayaninya para tamu, siswa, orang tua, dan calon siswa dengan baik. Tersampaikannya informasi dengan benar. Terjalinnya hubungan yang harmonis dengan para tamu, siswa, orang tua, dan calon siswa.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Petugas Front Office adalah mereka yang memiliki kepribadian Sanguinis atau kombinasi Sanguinis-Phlegmatis.

3.9 Office Boy/Girl Office Boy/Girl adalah seseorang yang memberikan pelayanan umum kepada seluruh karyawan dalam rangka menjamin kelancaran kegiatan operasional suatu lembaga kursus bahasa asing. Tugas utama seorang Office Boy/Girl antara lain: Menata peralatan kerja dan ruang kelas sehingga tampak rapid an nyaman. Membersihkan ruang kerja dan ruang kelas setiap hari. Menyediakan makanan dan minuman bagi karyawan dan tamu. Melakukan penggandaan dokumen (photocopy) dan pengiriman surat atau paket.

Tanggung jawab seorang Office Boy/Girl antara lain: Terciptanya kebersihan seluruh ruangan. Tersedianya makanan dan minuman bagi karyawan dan tamu. Terawatnya gedung dan peralatan kantor.

Terbantunya karyawan dalam urusan operasional pekerjaan.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Office Boy/Girl adalah mereka yang memiliki kepribadian Phlegmatis atau kombinasi Phlegmatis-Melankolis.

3.10 Petugas Keamanan Petugas Keamanan adalah seseorang yang menjaga keamanan gedung, karyawan, siswa, orang tua, tamu, dan inventaris kantor. Tugas utama seorang Petugas Keamanan antara lain: Menjaga keselamatan dan keamanan dari kejahatan, pencurian, dan pengrusakan. Memeriksa seluruh area dan memastikan kondisinya dalam keadaan aman. Melaporkan kepada pihak berwajib apabila terjadi kejahatan dan pencurian.

Tanggung jawab seorang Petugas Keamanan antara lain: Terciptanya rasa aman di lingkungan kantor. Tidak terjadinya tindak kejahatan dan pencurian.

Dari tugas-tugas dan tanggung jawab tersebut maka orang yang paling tepat menempati posisi Petugas Keamanan adalah mereka yang memiliki kepribadian Phlegmatis atau kombinasi Phlegmatis-Koleris.

BAB IV KESIMPULAN
Dalam sebuah lembaga kursus bahasa asing, penting untuk mengenal kepribadian karyawannya mulai dari level pimpinan tertinggi hingga karyawan dengan jabatan yang paling rendah untuk mengetahui posisi apa yang paling cocok bagi yang bersangkutan, dan hal-hal apa yang harus diperbaiki agar kinerjanya menjadi optimal.

Untuk pekerjaan yang memerlukan keputusan cepat, tindakan dan pencapaian seketika, dan pekerjaan yang menuntut kontrol dan wewenang yang kuat, sebaiknya ditempatkan karyawan dengan kepribadian Koleris. Mereka adalah pribadi-pribadi yang kuat, pekerja keras, tegas, dan memotivasi diri agar bisa melakukan apa saja. Namun agar pekerjaannya maksimal, mereka harus diingatkan bahwa keberhasilan pekerjaan bukan hanya karena pemimpinnya, tapi juga seluruh anggota tim.

Untuk pekerjaan yang berupa rutinitas yang bagi orang lain membosankan, pekerjaan yang memerlukan seseorang yang dapat menyatukan persatuan, kekompakan, dan kerja sama tim, dan pekerjaan membutuhkan kesabaran ekstra, sangatlah tepat jika ditangani oleh mereka dengan kepribadian Phlegmatis. Mereka cocok untuk pekerjaan yang hanya itu-itu saja. Agar pekerjaannya maksimal, mereka harus dibawa dalam suasana pekerjaan yang gembira.

Untuk pekerjaan yang membutuhkan perincian dan pemikiran mendalam, terdiri dari bagan dan grafik, dan untuk pekerjaan yang memerlukan analisis yang sulit, serahkan saja pada mereka yang Melankolis. Mereka senang berkutat dalam kesendirian di depan komputer atau kertas-kertas. Agar pekerjaannya optimal,

atasannya perlu memberi perhatian khusus dan pujian apabila pekerjaan yang dilakukan memuaskan.

Sedangkan untuk pekerjaan yang harus berurusan dengan banyak orang dan butuh keahlian komunikasi, mereka yang Sanguinis lah ahlinya. Mereka umumnya ekstrovert, gemar tampil, ingin menonjol, pandai menemukan daya tarik dirinya, antusias, gemar menyatakan pemikiran dengan penuh gairah, dan memperlihatkan perhatian. Namun, mereka perlu dibekali dengan pengetahuan mengenai bidang pekerjaannya secara terus menerus dan selalu diingatkan agar teliti dan disiplin, sehingga pekerjaannya maksimal.

Pentingnya menempatkan karyawan sesuai dengan tipe kepribadiannya sangat membantu dalam menjalankan perusahaan, baik yang berskala kecil maupun skala besar. Menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat adalah hal yang dapat menjadikan perusahaan berkembang dengan pesat.

DAFTAR PUSTAKA
Alim, Muhammad Baitul. 2010. Tipe Kepribadian Hippocrates dan Galenus. http://www.psikologizone.com/tipe-kepribadian-hippocrates-dangalenus/06511495. Diakses pada 2 Januari 2012. Anton, Juni. 2008. Watak Koleris?. http://antonjunzzz.wordpress.com/2008/07/09/koleris/. Diakses pada 2 Januari 2012. Antz. 2004. 4 Tipe Kepribadian (Bag. III Tamat). http://www.doktertomi.com/2004/02/27/4-tipe-kepribadian-bag-iiitamat/. Diakses pada 3 Januari 2012.

Dahlan, Tina Hayati. 2010. Diktat Kuliah: Psikologi Kepribadian. Bandung: STBA Yapari ABA. Gunawan, Adi W. 2003. Born to be a Genius. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Littauer, Florence. 1996. Personality Plus. Jakarta: Binarupa Aksara. Nilna. 2011. Bagaimana People Skill Anda?. http://infointermedia.com/bagaimana-people-skill-anda. Diakses pada 4 Januari 2012.

Oliveoile. 2007. Tipe Kepribadian. http://oliveoile.wordpress.com/2007/12/11/tipe-kepribadian/. Diakses pada 4 Januari 2012. Risyanto, Galuh. 2010. Mengenali Tipe Diri Pribadi dan Orang Lain. http://galuhristyanto.web.id/wpcontent. Diakses pada 3 Januari 2012. Yusuf, Syamsu dan Juntika Nurihsan. 2008. Teori Kepribadian. Bandung: Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dengan P.T. Remaja Rosdakarya. _____. 2006. Kurikulum Kepemimpinan/Tipe Kepribadian. http://id.wikibooks.org/wiki/Kurikulum_Kepemimpinan/Tipe_Kepribadian. Diakses pada 3 Januari 2012. _____. 2011. Optimalkan Kinerja Karyawan Berdasarkan Karakter. http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/strategi-bisnis/23593optimalkan-kinerja-karyawan-berdasarkan-karakter-dasarnya.html. Diakses pada 2 Januari 2012.