Anda di halaman 1dari 8

ELASTISITAS PEGAS

I.

Tujuan Untuk mengetahui antara hubungan F dan L

II.

Dasar Teori 1. Menurut Robert Hooke, jika gaya tarik F tidak melampaui batas elastis pegas maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tarik .

F= Gaya (N) K= Pertambangan panjang X= Konstanta Pegas (N/m2)

2. Pengaruh gaya berat (W=m.g) pada suatu benda pada postingan sebelumnya tentang elastisitas, yaitu dapat menyebabkan pertambahan panjang ( L).

3. Untuk mencari gaya (F) hal ini kita memakai rumus. F= (W-W0) F= Gaya (N) W= Berat ( kg m/s2) W0= Berat mula-mula 4.
0

L= Panjang L0= Panjang mula-mula

5. Semakin panjang suatu benda, makn besar pertambahan panjangnya. Sebliknya semakin tebal benda, makin kecil pertambahan panjangnya. F= k. K=

III.

Alat Dan Bahan 1. Statip 2. Neraca Pegas 3. Beban 4. Ventil (karet)/Pegas 5. Penggaris

IV.

Cara Kerja 1. Menggantungkan beban mula-mula (W0) sedemikian hingga karet tegang. Ukuran panjang karet mula-mula (L0). 2. Menambahkan berat beban sesuai yang kita inginkan (50g) dan catat panjang pegas. 3. Mengulangi langjah nomor 2 dengan menambahkan beban (50g) lagi.

V.

Data Hasil Percobaan No 1. 2. 3. 4. 5. Beban (w) 1 1,5 2 2,5 3 F = (w wo) 0,5 1 1,5 2 2,5 L(m) 0,17 0,19 0,21 0,24 0,27 L = L Lo 0,3 0,5 0,8 0,10 0,13 K 1,67 2 2,14 20 19,23

Wo = m.g = 50gr . 10 m/s2 =500gr m/s2 = 0,5 kg m/s2

Lo

= 14,5 cm = 0,145 m 0,15 m L = L - Lo L1 = 0,17 0,14 = 0,03 N L2 = 0,19 0,14 = 0,05 N L3 = 0,21 0,14 = 0,07 N L4 = 0,24 0,14 = 0,10 N L5 = 0,27 0,14 = 0,13 N

W=m.g w1 = 100gr . 10m/s = 1kg m/s2


2

F = (w-wo) F1 = 1 0,5 = 0,5 N F2 = 1,5 0,5 =1N F3 = 2 0,5 = 1,5 N F4 = 2,5 0,5 =2N F5 = 3 0,5 = 2,5 N

L(m) L1 = 17 cm : 100 = 0,17 N L2 = 19 cm : 100 = 0,19 N L3 = 21 cm : 100 = 0,21 N L4 = 24 cm : 100 = 0,23 N L5 = 27 cm : 100 = 0,27 N

K= K1 = = 1,67 N/m K2 = = 2 N/m K3 = = 2,14 N/m K4 = = 20 N/m K5 = = 19,23 N/m

W2 = 150gr . 10m/s2 = 1,5kg m/s2 W3 = 200gr . 10m/s2 = 2kg m/s2 W4 = 250gr . 10m/s2 = 2,5kg m/s2 W5 = 300gr . 10m/s2 = 3kg m/s2

VI.

Analisa data 1. Kesalahan mutlak ( )

2. Kesalahan relatif

= = = 0,48%

k2 = (1,67)2 + (2)2 +(2,14)2 +(20)2 +(19,23)2 = 2,79 + 4 + 4,58 + 400 + 369,79 = 781,12 (k2) = 1,67 + 2 + 2,14 + 20 + 19,23 = (45,042) = 2028,60

3.

VII.

Kesimpulan k merupakan hasil dari gaya dibagi pertambahan panjang ( ) jadi

makin panjang suatu benda, makin besar pertambahan panjangnya. Sebaliknya semakin tebal benda semakin kecil pertambahan panjangnya dan hubungan antara F dengan L adalah jika gaya tarik F tidak melampaui batas elastis pegas maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tarik F.

AYUNAN MATEMATIS

I.

Tujuan Mengetahui percepatan gravitasi di suatu tempat dan mengetahui berapa waktu yang diperlukan untuk melakukan 15,25,dan 30 ayunan.

II.

Dasar Teori Percobaan getaran pada ayunan sederhana.Ayunan sederhana disebut juga sebagai ayunan sistematis yang terdiri atas sebuah bola kecil yang digantungkan di ujung benang yang ringan.Gerak bolak-balik ayunan sederhana dengan mengabaikan gesekan yan merupakan gerak harmonis.

Periode sederhana diturunkan sebagai berikut : T=2

Dimana :

T = Periode getaran (s) T2= 4


2

L = Panjang Tali (m) G = Gravitasi (m/s2)

g.T2 = 4

G=

Periode (T) berbanding terbalik dengan frekuensi (F)

F= Jadi : T=

III.

Alat Dan Bahan Statip Benang Beban Penggaris Ayunan Matematis Busur derajat

IV.

Cara Kerja 1. Mengukur panjang tali penggantung (L) misalnya 25 cm, 50 cm dan 75 cm. 2. Mengayun bandul dengan sudut simpang kuranglebih 150 3. Mencatat waktu yang ditentukan untuk ayunan tertentu misalnya untuk 15 ayunan, 25 ayunan dan 30 ayunan. 4. Mengulangi cara pada no.1,2,dan 3 tersebut dengan mengubah panjang tali. 5. Mencatat data-data hasil percobaan pada kolom data hasil percobaan.

V. No 1 2 3

Data Hasil Percobaan L(cm) 25 cm 50 cm 75 cm 15 ayunan t = 15,56 T = 1,04 t = 22,07 T = 1,47 t = 27,05 T = 1,80 25 ayunan t = 26,32 T = 1,05 t = 36,69 T = 1,47 t = 47,01 T = 1,88 30 ayunan t = 31,53 T = 1,05 t = 44,16 T = 1,47 t = 56,29 T = 1,88 T (Ratarata) 1,05 1,47 1,85 Grafitasi 8,94 9,12 8,64

25 cm

15 ayunan T1 = = 1,04 T1 = = 1,47 T1 = = 1,80

25 ayunan T2 = = 1,05 T2 = = 1,47 T2 = = 1,88

30 ayunan T3 = = 1,05 T3 = = 1,47 T3 = = 1,88

50 cm

75 cm

Rata-rata T1 + T2 + T3 = 1,04 + 1,05 + 1,05 = 1,05 T1 + T2 + T3 = 1,47 + 1,47 + 1,47 = 1,47 T1 + T2 + T3 = 1,80 + 1,88 + 1,88 = 1,85

Grafitasi

VI.

Analisa Data. 1. Kesalahan Mutlak

2. Kesalahan relatif x100% -100% = 0,015% g=g g = 8,9 0,14 = 8,9+0,14 = 9,04 = 8,9-0,14 = 8,76

VII.

Kesimpulan Dari percobaan di atas dapat di tarik kesimpulan, bawa ayunan sistematis di pengaruhi oleh beberapa faktor yang pertama bahwa periode berbanding terbalik dengan frekuensi faktor yang kedua di penngaruhi oleh panjang tali (T=2

) dan gravitasi (g=