Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KASUS

I. Pengkajian Pengkajian dilakukan pada tanggal 2 Mei 2001 A. Identitas Klien Nama Klien : Jenis Kelamin : Umur : Register :

Nr Wanita 3 tahun 10036691

Orang Tua : Nama Umur Pendidikan Agama Alamat : : : :

Ayah Ibu ST : IT 26 th : 30 th SD : SD Islam : Islam : Bulak Rukem Timur II/9 Surabaya

B. Riwayat Keperawatan 1. Keluhan Utama : Panas badan rendah masih turun naik dan berat badan sangat

2. Riwayat penyakit : Pada saat dikaji klien sudah dirawat di R. Anak menular selama 12 hari sejak tanggal 22 April 2001. Kluhan utama pada saat awal masuk rumah sakit karena badan Nr panas naik turun sejak 10 hari yang lalu (12 April 2001 siang). Sejak keluhan sakit pertama kali dirasakan Nr sudah diajak oleh orang tunya berobat ke Puskesmas dan sudah diberi obat. Akan tetapi jenis obat yang diberikan lupa. Setelah itu panas badan anak masih tinggi bahkan kemudian timbul batuk-batuk dengan dahak warna putih. Pilek tidak ada. Pada tanggal 12/4/2001 anak dikeluhkan mencret sekali dan selanjutnya bak dalam batas normal. Setelah 10 hari panas tidak turun selanjutnya orang tua mengajak anak berobat ke UGD RSUD Dr. Soetomo tanggal 22/4/2001 yang selanjutnya dilakukan MRS. Riwayat perawatan di R. Menular Anak RSUD Dr. Soetomo sebagai berikut:
Tanggal 22/4/2001 Keadaan Umum Panas dan badan lemah, serta batuk T: 90/60, N: 148, Laboratorium Hb: 9,8 , Leuko:10,2, Trombo, 160, PCV: Tindakan D.5 Salin 300 cc/24 jam, Ampisilin 3X300 mg, Cloxicillin 3 X 150 mg,

RR 52, Tx 37,6, Lidah kotor dan hiperemis, Rh +/+, Wh -/-, Hepar 4 cm, 23/4/2001 Panas, batuk grokgrok, mencret 1 X, minum banyak, N : 140 X, RR 50, S: 38 Terpasang NGT, dahak banyak, suhu 37, Nadi 132, RR:48 Muntah saat disonde, N: 130, RR 42, Tx 38,1

29,3, GDA : 84, BUN : 8, Serum Kreatinin 0,25, Bil Direct:0,31, Bil Total : 0,93, SGOT :576, SGPT : 139. Hb : 8,8, Leuko 8100, Widal: - Salmonella Typi: O : 1/800 H : 1/800

Diet : 900 kkal + 20 gr. Protein. Vitamin A 200.000 IU /IM, Vit B/C 3 X 1 tab, Susu 3 X 200 cc

Idem Vit A injeksi digangi dengan oral 5000 IU

24/4/2001

Idem Pemberian obat dan diit oral menjadi personde WBC : 6,8, HB : 9,1, Hct:26,0, MCV:67, MCH:23,5, LED : 12, Bili. Direct: 0,20, Bil. Total : 0,59, SGOT : 650, SGPT: 208, BUN : 10, SC : 0,6 idem

25/4/2001

26/4/2001

27/4/2001

28/4/2001

30/4/2001

Batuk grok-grok, muntah , bab + normal, , Bak + warna kuning jernih, Mual, muntah, bab +, lembek 1 X, thorak normal. Suhhu 39, batuk, makan suit, Bab + normal, Bak normal Panas hari ke-17, sesak -, batuk +, S: 39, N:140, RR:42

Idem Diet dirubah menjadi 1000 kkal Susu 6 X 100 cc

Idem

Idem

Urine : :Urobilin : + Eritrocit : + 1-2 Leuko : + 3,5 Ephitel : + 2-3 Kristal : Silinder : _ Kul. Salmonella: - Widal : S.TyphiO : 1/400 S.TyphiH : 1/400 Hb : 7,6 Hct : 22,6 MCV : 68 Retic : 15 %

Idem

1/5/2001

Panas hari ke-17,

Infus aff

sesak -, batuk +, S: 38, N:140, RR:32

lainnya seperti tanggal 30/4/2001

C. Riwayat Persalinan 1. ANC NR merupakan anak pertama dari pasangan ST dan IT. Pada saat mengandung NR ibu selalu melakukan kontrol terhadap kehamilannya ke Bidan, dengan frekwensi 5 kali hingga dilahirkan. Imunisasi saat kehamilan (TT) dua kali. Ibu tidak pernah menderita sakit selama mengandung anaknya. Untuk mempertahankan kkondisinya IT secara teratur minum jamu yang dibeli di warung. Keadaan ini hingga umur kehamilan cukup. Selama hamil ibu tidak punya masalah dengan nafsu makan. 2. Perinatal NR dilahirkan di bidan pada umur kehamilan 9 bulan. Bayi lahir spontan dengan letak belakang kepala. Berat badan lahir 2,2 kg panjang 40 cm. Saat persalinan bayi langsung menangis. Apgar skore lupa. 3. Post natal Sejak lahir hingga umur 2 tahun anak diberikan ASI. Anak tidak suka minum susu. Bila tidak minum asi anak hanya diberi air gula. Anak sering batuk dan pilek dan gatal. Jika sakit anak biasanya diberikan obat yang dibeli oleh ibu di toko obat. Jika tidak cocok biasanya diajak berobat ke RSUD Dr. Setomo. Anak pernah MRS di Bangsal Diare Ruang Menular Anak pada umur 3 bulan akibat diare. D. Riwayat Tumbuh Kembang Ibu sangat sibuk sehingga kurang memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut Ibu anak bisa mengangkat bahu umur 2 bulan. Bisa duduk umur 8 bulan. Berdiri umur 1,2 tahun dan bicara lancar umur 1,5 tahun. Hingga saat ini anak berat badan anak 9 kg, ( 60 %), TB: 85 cm, LK : 32 cm, LD : 43 cm, LLA : 12,5 cm. Anak baru bisa menghafal angka 1 - 5, anak baru bisa menyebutkan 10 jenis binatang, anak belum dapat menyebutkan fungsi beberapa alat makanan. Anak lebih banyak duduk dan digendong. E. Riwayat Kesehatan Keluarga Orang tua NR tinggal dirumah sendiri, dimana kamar tinggalnya menjadi satu dengan warung dagangannya. Anak sering makan makanan kecil yang dijual di warung. Anak sering bermain di lantai yang terbuat dari keramik dan makan serta minumnya kurang diperhatikan. Anak sering dibelikan nasi di warung pinggir jalan. Keluarga minum air yang dimasak yang airnya bersumber dari PAM. Keluarga tidak pernah memberikan anak susu karena anak muntah jika diberikan. Tipologi tubuh bapak kecil.

F. Riwayat psikososial Keluarga tidak terlalu memanjakan anak. Anak jika marah sering menangis. Anak sangat takut dengan petugas kesehatan, sehingga setiap didekati anak menangis. Anak dirumah tidak cengeng. G. Pengkajian Persistem 1. Keadaan umum: Anak tampak lemah, pucat dan kurus. Kesadaran baik, BB : 9 kg, PB : 85 cm, LK : 32 cm, LD : 43 cm, LLA : 12,5 cm. 2. Sistem pernafasan Tidak tampak kelainan pada bentuk dan fungsi hidung, kontraksi dada simetris tidak terlihat retraksi. RR : 30 X/menit, Wh -/-, Rh -/-, Rales -/-,. Batuk tidak ada. Pilek tidak ada. 3. Sistem Kardiovaskuler S : 36, 5 derajat C, nadi : 100 X/mnt, akral hangat, kapilari refill 2-3 dt, konjunctiva agak pucat, S1 dan S2 normal, T : 100/60 mm Hg. HB 7,6 gr/%, tubuh tampak lemah dan pucat. 4. Sistem Pencernaan Mulut kecil, gigi tumbuh sempurna, karies +, mulut bersih, nafsu makan baik, dimana porsi yang disediakan dan tambahan yang dibelikan ibu habis, minum baik dimana susu yang di berikan habis. Mual dan muntah tidak ada. Tidak ada keluhan dalam menelan. Gaster terdengan suara agak redup, Hepar teraba 3 jari dibawah arcus costae, Lien tidak teraba, Ski bala +, Bab + warna kuning kecoklatan dan lembek 1 kali sehari, nyeri tekan pada abdomen +, peristaltik normal. Tidak ditemukan kelainan pada anus. Tidak diemukan pembesaran kelenjar limfe. 5. Sistem endokrin Tidak ditemukan keluhan khusus. Tidak ditemukan pembesaran kelenjar tyroid. Belum dilakukan pemeriksaan laboratorium yang menunjang tumbuh kembang anak seperti GH, insulin, Tyroid. 6. Sistem Persarafan Anak punya riwayat kejang 1 kali pada saat sebelum ke UGD. Tidak ditemukan kelainan pada fungsi susunan saraf pusat maupun perifer termasuk terhadap fungsi saraf kranialis serta ektremitas. 7. Sistem Muskuloskeletal Tidak ditemukan gangguan dalam bentuk maupun fungsi dari ekstremitas atas dan bawah. Kekuatan otot 555 555 , tulang intak

555

555

8. Sistem integumen Rambut kusam dan jarang. Kulit tampak hitam dan kusam. Turgor baik, iritasi serta peradangan tidak ada. Gatal-gatal tidak ada. 9. Sistem Urogenital Tidak ada keluhan gatal, panas ataupun nyeri pada genital maupun simpisis, tidak ada keluhan terhadap pola kencing. Kencing 4-6 kali sehari dengan warna kuning bening. Jumlah kencing tidak pernah diperhatikan. Tidak ditemukan kelainan pada bentuk dan ukuran genital. Genital bersih. Dari pemeriksaan lab pada tanggal 30/4/2001 ditemukan Urine : :Urobilin : +, Eritrocit : + 1-2, Leuko : + 3,5, Ephitel : + 2-3, Kristal : -, Silinder -. 10. Psikoseksual Anak menagis jika didekati oleh petugas kesehatan, anak lebih suka diam dan tiduran. Komunikasi kurang, anak tampak lesu dan kurang bergairah. Anak malu jika badannya dibuka untuk pemeriksaan.

II. Analisa Masalah Data Umur anak 3 tahun, Anak baru bisa menyebutkan angka sampai 5, anak belum tahu fungsi alatalat makan, BB = 9 kg, TB 85 cm, LK = 32 cm, LD = 43 cm, LLA = 12,5 cm. Anak tidak pernah minum susu dan mual jika minum susu. Hb 7,6 gr/%, badan lemah. Ibu mengatakan anaknya sering bermain dilantai, anak kurang diprhatikan pertumbuhan dan perkembangannya, anak sering dibelikan makanan yang ada di pinggir jalan, anak tidak pernah diberikan susu, riwayat Penyebab Intake Nutrisi tidak adekuat Masalah Gangguan Nutrisi (kurang dari kebutuhan) Gangguan perkembangan. Stimulasi adekuat yang kurang

Kurang informasi tentang Kurangnya pengetahuan pengetahuan tentang tentang perawaatan anak kesehatan anak. dirumah.

MRS karena diare. Suhu 36,5 derajat C, Infeksi :Urobilin : +, Eritrocit : + spesifik 1-2, Leuko : + 3,5, Ephitel : + 2-3, Kristal : -, Silinder -. Badan lemah, konjunctiva pucat, Hb : 7,6 gr/%. Titer widal : S. Typhi O : 1/400 S. Typhi H : 1/400

kuman

non Potensial terjadi kekambuhan dari infeksi typhoid.

III. Diagnose Keperawatan A. Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan) s.d kurangnya intake nutrisi sebagai akibat dari kurangnya pengetahuan tentang gizi. B. Gangguan perkembangan s.e kurangnya stimulasi C. Potensial terjadi infeksi typhoid berulang s.d penurunan daya tahan. D. Kurangnya pengetahuan tentang perawatan anak dirumah s.d kurangnya informasi

IV. Rencana Perawatan


DX Tujuan Setelah dirawat selama 3 hari tidak terjadi infeksi typhoid dengan kriteria: Suhu tubuh stabil 36,5-37 -Nyeri abdomen -Nafsu makan baik -Widal < 1/200 -Hepar tidak teraba -Tidak diare - Tidak konstipasi - Lab leuko N Rencana Tindakan -Observasi tanda vital seperti S, Nadi dan tensi @ 8 jam. Rasional - Adanya perubahan ndi terutama suhu yang bersifat febris remiten sebagai pertanda adanya infeksi S. Typhosa. Keluhan perut berupa diare dan atau konstipasi merupakan pertanda perubahan peristaltik usus sebagai akiba adanya kuman patogen d GI. Tract. Diet TKTP tetapi rendah serat sangt diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam upaya mencegah infeksi. Makanan yang rendah serat sangat bermanfaat untuk mencegah iritasi dari lumen usus serta efektivitas penyerapan di vili usus.

Potensia l terjadi infeksi typhoid berulang s.d penurun an daya tahan.

- Lakukan observasi terhadap keluhan gastrointestinal secara teratur seperti pola bab, makan, keluhan pd abdomen.

- Kolaborasi dg ahli gizi untuk pemberian diet typhoid.

- Kolaborasi pemberian terapi: Amoxicilin 3 X 300 mg

Cloxacilin 3 X 150 mg Kotrimoksasol 2 X 30 mg

Vit B/C 3 X 1 Vit A 5000 IU /Po

Ganggua n Nutrisi s.d kurangn nya intake

Setelah dirawat selama 3 hari keluarga mengerti : Keadaan nutrisi anak, cara untuk meningkatkan status nutrisi - BB anak naik 1 kg.

-Kaji faktor yang sering menyebabkan penurunan nafsu makan anak. -Kaji tentang kesukaan anak makanan

Broadspektrum antibiotika untuk semua jenis kuman non spesifik Idem Sebagai drug of choice pada infeksi tractus urinarius yang juga eefektif untuk kuman Salmonella. Untuk suplemen yang membantu dalam metabolisme serta mempertahankan dinding sel dari kerusakan. - Untuk mengidentifikasi yang menyebabkan kurangnya intake nutrisi anak. - Untuk dapat membuat modifikasi menu sesuai dengan kesukaan anak. - Dengan mengetahui status gizi anak maka keluarga akan lebih berminat merawat anak. Agar keluarga dapat mengidentifikasi faktor yang berpengaruh selanjutnya mampu melakukan modifikasi. - Agar orang tua waspada jika terjadi penyimpangan dan mampu memperbaiki status gizi anak. - Dengan mengetahui cara meningkatkan status gizi keluarga lebih koperatif dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai dengan kemampuannya. Penimbangan untuk mengetahui efektivitas perbaikan gizi yang dilakukan . - Modisco sebagai formula untuk melatih penyerapan lemak pada usus anak serta mengandung gizi untuk perbaikan gizi anak. - Dengan mengetahui status perkembangan anak maka, diharapkan sadar akan keterbelakangan perkembangan anak dengan

-Informasikan tentang status gizi anak.

-Informasikan faktor yang mempengaruhi status gizi anak

-Informasikan pengaruh gizi terhadap perkembangan anak

-Informasikan tentang cara untuk meningkatkan status gizi anak.

- Timbang BB anak setiap 2 hari. - Berikan Modisco 6 X 100 cc

Ganggua n perkem bangan

Setelah dirawat selama 2 hari keluarga dapat mengidentifikasi keterlambatan

-Berikan gambaran tentang status perkembangan anak.

s.d kurangn ya stimulas i

anak, serta mengetahui cara melakukan stimulasi pada anak.

demikian timbul keinginan untuk berpartisipasi dalam perawatan selanjutnya. -Berikan penjelasan faktor yang menyebabkan lambatnya perkembangan anak. - Berikan informasi tentang cara mestimulasi perkembangan anak. Agar keluarga mengidentifikasi mengeliminsinya. dapat dan

- Dengan mengetahui cara menstimulasi akan dapat membantu perkembangan anak secara aktif. - Dengan mengetahui cara meningkatkan gizi anak dirumah diharapkan masalah gizi anak dalam jangka panjang akan teratasi. - Dengan pengetahuan tentang stimulasi tumbuh kembang diharapkan keluarga dapat memberikan rangsangan untuk perkembangan anak berikutnya. - Riwayat MRS 2 kali dengan kasus yang hampir sama sebagai bukti bahwa keluarga belum mampu melakukan pencegahan terhadap penyakit-penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih. Jadi dengan penyuluhan yang dilakukan diharapkan keluarga mampu memperbaiki prilaku.

Kurangn ya pengeta huan tentang perawat n anak dirumah

Setelah dirawat selama 2 X 30 menit keluarga memahami cara merawat anak di rumah, Keluarga tidak lagi memberikan makan sembarangan pada anak.

-Berikan informasi tentang cara meningkatkan gizi anak di rumah.

- Berikan informasi tentang cara menstimulasi perkembangan anak di rumah sesuai dengan umur perkembangan anak.

- Anjurkan agar keluarga memperhatikan kebersihan makanan dan lingkungan anak.

V. Tindakan Keperawatan
Dx Tanggal/Jam Kamis, 3 Mei 2001 07.00 08.00 Tindakan -Observasi keadaan umum. Evaluasi Anak cengeng, kebersihan cukup, panas (-), mual (-), sesak (-), batuk (+), pilek (+), bab (+), lembek 1 kali Bak (+) warna kuning jernih., Makan baik. Nyeri perut (-)., suhu 36.5 o C, N : 100 X/mnt, RR : 20 x/mnt Pemberian diet TKTP lunak dan modisco I 6 X 100 cc.

Potensial terjadi infeksi typhoid berulang s.d penurunan daya tahan.

08.00-08.25 12.00 12.25 17.00- 17.30

- Kolaborasi dg ahli gizi untuk pemberian diet typhoid.

Pk.08.30. Pk 12.30 Pk. 17.15

Pemberian terapi: Amoxicilin 3 X 300 mg Cloxacilin 3 X 150 mg Kotrimoksasol 2 X 30 mg Vit B/C 3 X 1 Vit A 5000 IU /Po Observasi keadaan umum

Obat diminum habis Reaksi (-)

20.00 Anak cengeng, kebersihan cukup, panas (-), mual (-), sesak (-), batuk (+), pilek (+), Bak (+) warna kuning jernih., Makan baik. Nyeri perut (-)., suhu 37,5 o C, N : 112 X/mnt, RR : 24x/mnt Jumat, 4 Mei 2001 07.00 08.00 -Observasi keadaan umum. Anak cengeng, kebersihan cukup, panas (-), mual (-), sesak (-), batuk (+), pilek (+), bab (+), lembek 1 kali Bak (+) warna kuning jernih., Makan baik. Nyeri perut (-)., suhu 36.8 o C, N : 100 X/mnt, RR : 20 x/mnt Pemberian diet TKTP lunak dan modisco I 6 X 100 cc. Obat diminum habis Reaksi (-)

08.00-08.25 12.00 12.25 17.00- 17.30 Pk.08.30. Pk 12.30 Pk. 17.15

- Kolaborasi dg ahli gizi untuk pemberian diet typhoid.

Pemberian terapi: Amoxicilin 3 X 300 mg Cloxacilin 3 X 150 mg Kotrimoksasol 2 X 30 mg Vit B/C 3 X 1 Vit A 5000 IU /Po Observasi keadaan umum

20.00

Anak cengeng, kebersihan cukup, panas (-), mual (-), sesak (-), batuk (-), pilek (+), Bak (+) warna kuning jernih., Makan baik. Nyeri perut (-)., suhu 36,5 o C, N : 112 X/mnt, RR : 24x/mnt Anak cengeng, kebersihan cukup, panas (-), mual (-), sesak (-), batuk (+), pilek (+), bab (+), lembek 1 kali Bak (+)

Kamis, 5 Mei 2001 07.00 08.00

-Observasi keadaan umum.

warna kuning jernih., Makan baik. Nyeri perut (-)., suhu 36.5 o C, N : 100 X/mnt, RR : 20 x/mnt 08.00-08.25 12.00 12.25 17.00- 17.30 - Kolaborasi dg ahli gizi untuk pemberian diet typhoid. Pemberian diet TKTP lunak dan modisco I 6 X 100 cc.

Pk.08.30. Pk 12.30 Pk. 17.15

Pemberian terapi: Amoxicilin 3 X 300 mg Cloxacilin 3 X 150 mg Kotrimoksasol 2 X 30 mg Vit B/C 3 X 1 Vit A 5000 IU /Po Observasi keadaan umum

Obat diminum habis Reaksi (-)

20.00 Anak cengeng, kebersihan cukup, panas (-), mual (-), sesak (-), batuk (+), pilek (+), Bak (+) warna kuning jernih., Makan baik. Nyeri perut (-)., suhu 37,5 o C, N 100 X/mnt, RR : 24x/mnt Tidak ada, nafsu makan baik.

Kamis, 3 Mei 2001 Gangguan Nutrisi s.d 09.00 kurangnnya intake 09.15

-Mengkaji faktor yang sering menyebabkan penurunan nafsu makan anak. -Mengkaji tentang kesukaan anak -Menginformasikan status gizi anak. makanan

- Anak suaka makan mie

09.30

tentang

Anak termasuk kelompok gizi buruk, yang jika pulang harus teratur memeriksakan keadaannya., ibu mengerti Ibu mengatakan paham dan mau memperhatikan - Ibu memahami

09.45

-Informasikan faktor yang mempengaruhi status gizi anak -Informasikan pengaruh gizi terhadap perkembangan anak

09.45

09.45 -Informasikan tentang cara untuk meningkatkan status gizi anak. 10.00 -Menimbang BB . 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00 - Memberikan Modisco 6 X 100 BB : 9,5 kg - Modisko diminum - Ibu memahami

cc Jumat, 10.00 4-5-2001-Menimbang BB . - Memberikan Modisco 6 X 100 cc

BB : 9,5 kg - Modisko diminum -

08.00, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00 Sabtu, 5-5-200110.00 08.00, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00 Kamis 3-5-2001 Gangguan perkembang Pk. 11.00 an s.d kurangnya stimulasi

-Menimbang BB . - Memberikan Modisco 6 X 100 cc

BB : 10kg - Modisko diminum -

-Memberikan gambaran tentang status perkembangan anak. -Memberikan faktor yang lambatnya anak. penjelasan menyebabkan perkembangan

Ibu paham

Ibu hanya tertawa karena merasa bersalah selama ini.

- Berikan informasi tentang cara mestimulasi perkembangan anak.

Ibu mengerti dan mau mencoba .

Kurangnya pengetahuan tentang perawatn anak dirumah

Kamis, 3 Mei 2001Pk. 15.00-15.30

-Memberikan informasi tentang cara meningkatkan gizi anak di rumah. -Memberikan informasi tentang cara menstimulasi perkembangan anak di rumah sesuai dengan umur perkembangan anak. - Anjurkan agar keluarga memperhatikan kebersihan makanan dan lingkungan anak.

Ibu mengerti dan akan berusaha

Ibu paham dan jika lupa akan rajin mengontrolkan anaknya ke RS.

Ibu brjanji tidak akan mebelikan makanan yang dijual di jalanan.

VI. Catatan Perkembangan Diagnose Hari/tanggal/jam


Potensial terjadi infeksi typhoid berulang s.d penurunan daya tahan Selasa, 8 Mei 2001

Perkembangan
S = Nyeri perut (-), Bab (+) 1 X sehari lembek, Bak (+) kuning jernih, makan baik, sesak (-), batuk (-), pusing (-) O = S=36,5 o C, N : 88

Gangguan Nutrisi kurangnnya intake

s.d

Selasa, 8 Mei 2001

Gangguan perkembangan s.d kurangnya stimulasi

8 Mei 2001

Kurangnya pengetahuan tentang perawatn anak dirumah

8 Mei 2001

X/mnt, ascites (-), anak tampak tenang, RR : 24 X/mnt, Widal O 1/180, H : 1/180, Gaal cultur (-) A = infeksi tidak terjadi P = boleh pulang S : Ibu akan memperhatikan makan anak, Ibu tahu jika selama ini anak terlalu banyak diberikan makanan ringan dan air putih, Ibu akan mengikuti program peningkatan gizi di RSUD Dr, soetomo hingga BB = baik. O : BB : 10,25 kg, turgor baik, konjunctiva merah muda, odema (-). A : Masalah teratasi sebagian P : Rawat jalan S : Ibu akan memberikan latihan dengan membelikan macam-macam nama binatang, agar bisa latihan dirumah. Ibu akan memantau perkembangan anak. Jika ternyata ada kelainan ibu akan membawa ke klinik tumbuh kembang. O : Anak suka lihat-lihat gambar pada majalah anak yang dipinjamkan oleh temannya. Anak sudah bisa mengenai 10 nama- nama binatang. A : Masalah teratasi sebagian P : Rawat jalan S : Ibu akan memperhatikan nasehat yang telah diberikan. Ibu berjanji akan meperhatikan makan dan kebersihan anaknya di rumah, Ibu kapok anaknya MRS lagi. O : A : Klien sudah bersedia P : Rawat jalan.

DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L.D (1997), Nursing Diagnois; Application to Clinical Practice, 7th. Edition, Lippincott, Philadelpia, New York.

Kozier Barbara et.al (1995), Fundamental Of Nursing ; Concept, Process and Practice , 5 th Edition, Addison Wesley Nursing, Cuming Publishing, New York. Whaley and Wong (1997), Pediatric Nursing; Clinical Manual, Mosby Year Book, Philadelpia. Whaley and Wong (1996), Nursing Care of Infants and Children, 5 th Edition, Mosby Year Book, Philadelpia.