.

.

1984) • Suatu pernyataan yg menguraikan respon manusiawi (keadaan kes atau pola interaksi yg bergantian antara aktual & potensial) dr ind atau klpk dimana prwt dpt scr legal mengidentifikasi dimana prwt dpt meminta suatu intervensi yg pasti utk memelihara keadaan kes. 1975) • Masalah-2 kes. atau stres lainnya (Bircher. Identifikasi data senjang 3.. konsep. norma. model. atau masy. pengalamannya dpt melaksanakan & telah m’punyai hak (Gordon.Apa Itu Diagnosa Keperawatan??? Diagnosa keperawatan atau nursing diagnosis • Istilah ini diperkenalkan oleh V.. Tentukan hubungan etiological Berikut ini berbagai definisi DK • Suatu fungsi keperawatan yang mandiri. dan standar digunakan dan dibandingkan dengan pola di atas 5. diperlukan proses … 1. perkembangannya atau pada masa-masa gawat. Data dikelompokkan 2. atau masy yg diperoleh mll proses pengumpulan data & analisis yg cermat & sistematis. masa sakit. tindakan dan evaluasi Untuk sampai pada Diagnosa Keperawatan (DK). kerangka. masa menderita. utk mengurangi.. suatu evalusi dari respon klien terhadap pengalaman kemanusiaan selama siklus kehidupan. sbg akibat dr masalah-2 kes. 1988) • Adalah keputusan klinis mengenai seseorang. Identifikasi masalah kesehatan dan strengths/kekuatan 6./ proses kehidupan yg aktual atau potensial. m’berikan dasar pembuatan ketentuan-2 utk terapi yg pasti dimana prwt b’tg jawab (Shoemaker.. m’hilangkan atau m’cegah perubahan (Carpenito.1990) Perbedaan diagnosa medis (DM) dan diagnosa keperawatan (DK) DM • Disease • Tidak berubah selama penyakitnya menetap • Ditangani dokter (dalam ruang lingkupnya) • Individual pasien DK • Human responses • Berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan reaksi / respon • Ditangani perawat (dalam ruang lingkupnya) • Individuals / groups Tipe dan komponen diagnosa keperawatan • Aktual . Fry pada tahun 1953 • Merupakan basis untuk rencana. aktual atau potensial yg dpt dirwt oleh prwt yg krn p’dDKannya. Diagnosa keperawatan memberikan dasar-2 pemilihan intervensi utk mencapai hasil yg menjadi tg-gugat prwt. (Definisi dari NANDA. yg. klg. Data dihubungkan dengan pola-pola 4. Teori. 1982) • Keputusan klinis mengenai ind. klg.

dalam setting pelayanan rawat inap –di rumah sakit misalnya.d.d. DM b. atau komunitas sangat rentan untuk mengalami masalah.hampir tidak pernah digunakan) DK aktual • Menyajikan keadaan yang secara klinis telah divalidasi melalui batasan karakteristik mayor yang dapat diidentifikasi • Bila mungkin.hampir tidak pernah digunakan) • Sehat (catatan: berdasarkan pengalaman saya. dalam setting pelayanan rawat inap –di rumah sakit misalnya. dibanding yang lain pada situasi yang sama atau hampir sama. …) 2. kanker –> Risiko tinggi terhadap perubahan konsep diri b.d. Hindari menulis DK berdasarkan “value judgements”.d. Situasi (mis. Contoh: Membantu klien b.d.d. atau Penggunaan syringe pump b. Patologi medis (mis. harus merupakan keadaan yang tepat seperti: perubahan. b.hampir tidak pernah digunakan) • Sindrom (catatan: berdasarkan pengalaman saya. Hindari menulis DK sebagai diagnosa medis.d. Kehamilan b. mastectomy 2. Dilakukannya schedell foto b. …) Pernyataan DK tidak dapat ditulis sbg: 1. konstipasi b. keluarga. dapat melakukan perawatan kolostomi sendiri) . kekurangan. Hindari menuliskan 2 masalah sekaligus dalam DK yang sama.d.d.d.d. ateisme Tambahan dari Carpenito (2000). atau Dying b. …. Contoh: Nyeri dan takut b. dyspnea) 3. atau disfungsional • Rumusannya terdiri atas : P (problem). Tindakan atau peralatan (mis.a.d. Contoh: Tekanan jiwa b.d. Diagnosa medis (mis. dilakukannya prosedur diagnostik –> Nyeri b. Contoh: potensial terjadinya Pneumonia –> Gangguan pertukaran gas b. disorientasi 6. Haemodialisa b. …) 5. …) 3. DK bukanlah istilah baru untuk: 1.d.b. dalam setting pelayanan rawat inap –di rumah sakit misalnya. Isyarat/respon nonverbal (mis. tidak efektif. E (etiologi) dan S (simptom) DK risiko dan risiko tinggi • Keputusan klinis bahwa individu. … 5. tidak terpasangnya pengaman tempat tidur (side rail / hek) –> Risiko tinggi terjadinya injury b.• Risiko • Kemungkinan (catatan: berdasarkan pengalaman saya. • Pernyataan DK diawali dengan “risiko terhadap …” (dahulu “potensial terhadap …”) • Rumusan: P dan E Petunjuk menyusun DK 1.d. … –> Perubahan pola eliminasi. Tujuan (mis.d. …) 4. imobilisasi 4. ….d. Contoh: Risiko tinggi injury (cidera) b. Hindari penggunaan tindakan keperawatan sebagai DK. Pemeriksaan diagostik (mis. Kesimpulan (mis. … dan Takut b. Contoh: mastectomy b. imobilisasi 3.d. menangis) 2. Penurunan oksigenasi jaringan cerebral b. kerusakan. Hindari menulis DK secara “legal incriminating”. Hindari menulis DK dengan terminologi medis.

d. dan trauma) b. … • Perubahan nutrisi: lebih dari keb.d.d. … • (Risiko terhadap) hipotermia b. … • Konstipasi b. … • (Risiko terhadap) hipertermia b.d.d. … • Menyusui terputus b. … • Disfungsi respons penyapihan ventilasi b. … • Risiko terhadap infeksi b.d.d. Guidelines untuk redaksional DK-DK yang dapat kita gunakan • Intoleran aktivitas b.d.d. toileting) b.d. … • Risiko terhadap perubahan suhu tubuh b.d. ganti baju …. … • Perubahan nutrisi: kurang dari keb.d. penghentian pernafasan. … • Perubahan proses keluarga b.d. … • Nyeri (dapat dibedakan atas nyeri akut dan nyeri kronis) b.d. Kebutuhan perawatan (mis. … • Kurang perawatan diri (spesifik: makan. … • Kerusakan komunikasi verbal b.4. … . dan HDR situasional) b. atau mengukur tanda-tanda vital …) 6.d … atau cemas b. sering dipukuli suami 8. … • Kerusakan mobilitas fisik b.d. … • Berduka (ada juga berduka. … • Tidak efektifnya termoregulasi b. … • Kerusakan komunikasi b. … • Guidelines untuk redaksional DK-DK yang dapat kita gunakan … • (Risiko terhadap) kerusakan integritas jaringan (integumen.d. Kebutuhan klien (mis. Hindari pernyataan yang perlu pembuktian secara sah/legal: 7.d. … • Inkontinensia usus b.d. pelecehan yang terus menerus oleh mertua terhadap menantu. … • Kelebihan volume cairan b.d.d.d.d.d. … • Takut (atau ketakutan) bd. tubuh b.d.d. … • Koping individu tak-efektif b.d. antisipasi dan berduka disfungsional) b. Ketakutan b. ggn harga diri. Koping keluarga tidak efektif b. … • Diare b. … • Keputus-asaan b. HDR kronis. … • Risiko terhadap cidera (dapat dibedakan atas aspirasi. mandi/higiene.d.d. … • Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b.d. ggn identitas pribadi. keracunan. … • Koping keluarga tak efektif b. kornea.d. … • Ansietas b. … • Kekurangan (atau defisit) volume cairan b. atau membran mukosa) b. … • Gangguan konsep diri (terdiri atas: ggn citra tubuh. perlunya berjalan pada setiap shift) 5. berpakaian/berdandan.d. tubuh b.d.d. kurang kontrol sfingter sekunder thdp cidera MS pada T11 atau arkus refleks sakrum pada S2-S4 • Menyusui tak-efektif b.

… • Kerusakan interaksi sosial b. gastrointestinal) b.d.d.d.d.d.d.d.d. perusakan diri. … • Perubahan perfusi jaringan perifer b.d.• Bersihan jalan nafas tak-efektif b.d.d. … • Ketidakmampuan untuk melanjutkan ventilasi spontan b. serebral.d.d. … atau disfungsi seksual b. … • Ggn pola tidur b. … • Perubahan proses pikir b. … • Perubahan sensori-perseptual b. … • Kerusakan pertukaran gas b.d. … • Risiko terhadap (penyiksaan diri.d. … Penilaian terhadap DK menurut instrumen evaluasi dari Depkes (Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit tahun 2001): • DK (hendaknya) berdasarkan masalah yang telah dirumuskan • DK (hendaknya) mencerminkan PE atau PES • Merumuskan (hendaknya mencerminkan) DK aktual atau potensial . … • Distres spiritual b. … • Perubahan pola eliminasi urine b. … • Pola nafas tak-efektif b. … • Kerusakan memori b. bunuh diri) b. … • Perubahan perfusi jaringan (spesifik: ginjal.d. … • Retensi urine b. … • (Risiko terhadap) perubahan pola seksualitas b. … • Isolasi sosial b.d.d. … • Inkontinensia urine b. kardiopulmonal.d.