.

.

1990) Perbedaan diagnosa medis (DM) dan diagnosa keperawatan (DK) DM • Disease • Tidak berubah selama penyakitnya menetap • Ditangani dokter (dalam ruang lingkupnya) • Individual pasien DK • Human responses • Berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan reaksi / respon • Ditangani perawat (dalam ruang lingkupnya) • Individuals / groups Tipe dan komponen diagnosa keperawatan • Aktual .. klg. norma. Identifikasi data senjang 3. dan standar digunakan dan dibandingkan dengan pola di atas 5. Teori. atau masy yg diperoleh mll proses pengumpulan data & analisis yg cermat & sistematis. 1982) • Keputusan klinis mengenai ind. model.Apa Itu Diagnosa Keperawatan??? Diagnosa keperawatan atau nursing diagnosis • Istilah ini diperkenalkan oleh V. aktual atau potensial yg dpt dirwt oleh prwt yg krn p’dDKannya. masa sakit. yg. Diagnosa keperawatan memberikan dasar-2 pemilihan intervensi utk mencapai hasil yg menjadi tg-gugat prwt. m’berikan dasar pembuatan ketentuan-2 utk terapi yg pasti dimana prwt b’tg jawab (Shoemaker. (Definisi dari NANDA. 1988) • Adalah keputusan klinis mengenai seseorang. masa menderita. Data dihubungkan dengan pola-pola 4. m’hilangkan atau m’cegah perubahan (Carpenito. perkembangannya atau pada masa-masa gawat.. suatu evalusi dari respon klien terhadap pengalaman kemanusiaan selama siklus kehidupan. klg. tindakan dan evaluasi Untuk sampai pada Diagnosa Keperawatan (DK). atau masy. sbg akibat dr masalah-2 kes. kerangka./ proses kehidupan yg aktual atau potensial. pengalamannya dpt melaksanakan & telah m’punyai hak (Gordon.. Fry pada tahun 1953 • Merupakan basis untuk rencana.. 1984) • Suatu pernyataan yg menguraikan respon manusiawi (keadaan kes atau pola interaksi yg bergantian antara aktual & potensial) dr ind atau klpk dimana prwt dpt scr legal mengidentifikasi dimana prwt dpt meminta suatu intervensi yg pasti utk memelihara keadaan kes. diperlukan proses … 1. atau stres lainnya (Bircher. utk mengurangi. Data dikelompokkan 2. Tentukan hubungan etiological Berikut ini berbagai definisi DK • Suatu fungsi keperawatan yang mandiri. konsep. Identifikasi masalah kesehatan dan strengths/kekuatan 6. 1975) • Masalah-2 kes.

kekurangan. Hindari menulis DK sebagai diagnosa medis. harus merupakan keadaan yang tepat seperti: perubahan. Hindari menulis DK dengan terminologi medis. dalam setting pelayanan rawat inap –di rumah sakit misalnya.d. Pemeriksaan diagostik (mis. ateisme Tambahan dari Carpenito (2000).d. …) 2.hampir tidak pernah digunakan) • Sindrom (catatan: berdasarkan pengalaman saya. …) 4.d.b.d. Contoh: potensial terjadinya Pneumonia –> Gangguan pertukaran gas b. Diagnosa medis (mis. atau Dying b.d. Isyarat/respon nonverbal (mis. dapat melakukan perawatan kolostomi sendiri) . Contoh: mastectomy b.a. Contoh: Tekanan jiwa b.• Risiko • Kemungkinan (catatan: berdasarkan pengalaman saya.hampir tidak pernah digunakan) DK aktual • Menyajikan keadaan yang secara klinis telah divalidasi melalui batasan karakteristik mayor yang dapat diidentifikasi • Bila mungkin.d. mastectomy 2. Hindari menulis DK secara “legal incriminating”. disorientasi 6. atau Penggunaan syringe pump b. …) Pernyataan DK tidak dapat ditulis sbg: 1. • Pernyataan DK diawali dengan “risiko terhadap …” (dahulu “potensial terhadap …”) • Rumusan: P dan E Petunjuk menyusun DK 1. dilakukannya prosedur diagnostik –> Nyeri b.d.hampir tidak pernah digunakan) • Sehat (catatan: berdasarkan pengalaman saya. konstipasi b. DM b. Contoh: Nyeri dan takut b.d. Contoh: Risiko tinggi injury (cidera) b. imobilisasi 3.d. tidak terpasangnya pengaman tempat tidur (side rail / hek) –> Risiko tinggi terjadinya injury b. kanker –> Risiko tinggi terhadap perubahan konsep diri b. dibanding yang lain pada situasi yang sama atau hampir sama. Penurunan oksigenasi jaringan cerebral b.d. menangis) 2. Dilakukannya schedell foto b. dyspnea) 3. Patologi medis (mis.d. Hindari menulis DK berdasarkan “value judgements”. … –> Perubahan pola eliminasi. Contoh: Membantu klien b.d. tidak efektif. …) 3. dalam setting pelayanan rawat inap –di rumah sakit misalnya. Hindari menuliskan 2 masalah sekaligus dalam DK yang sama. DK bukanlah istilah baru untuk: 1. … 5. …) 5.d. Haemodialisa b. …. kerusakan. Tindakan atau peralatan (mis. atau komunitas sangat rentan untuk mengalami masalah.d. Hindari penggunaan tindakan keperawatan sebagai DK. imobilisasi 4.d. Situasi (mis.d. Kesimpulan (mis. Kehamilan b. Tujuan (mis. b. dalam setting pelayanan rawat inap –di rumah sakit misalnya. atau disfungsional • Rumusannya terdiri atas : P (problem). ….d. E (etiologi) dan S (simptom) DK risiko dan risiko tinggi • Keputusan klinis bahwa individu. keluarga. … dan Takut b.d.

d. tubuh b. … • Menyusui terputus b.d.d. HDR kronis. … • Kerusakan komunikasi verbal b.d. … • Keputus-asaan b. … • Perubahan proses keluarga b. … • Gangguan konsep diri (terdiri atas: ggn citra tubuh.d. … • Guidelines untuk redaksional DK-DK yang dapat kita gunakan … • (Risiko terhadap) kerusakan integritas jaringan (integumen.d.d.d. ganti baju ….d.d.d. Hindari pernyataan yang perlu pembuktian secara sah/legal: 7. … • (Risiko terhadap) hipotermia b.d. … • Diare b.d. … • Takut (atau ketakutan) bd.d.d. toileting) b.d. … • Ansietas b. … • Kerusakan mobilitas fisik b. … • Koping individu tak-efektif b. … • Inkontinensia usus b.d. Koping keluarga tidak efektif b. kurang kontrol sfingter sekunder thdp cidera MS pada T11 atau arkus refleks sakrum pada S2-S4 • Menyusui tak-efektif b.d. … • Tidak efektifnya termoregulasi b. … • Kelebihan volume cairan b. Ketakutan b. … • Koping keluarga tak efektif b. ggn harga diri.d.d. … • Disfungsi respons penyapihan ventilasi b.d. berpakaian/berdandan. … • Risiko terhadap cidera (dapat dibedakan atas aspirasi. atau membran mukosa) b. mandi/higiene. … • Nyeri (dapat dibedakan atas nyeri akut dan nyeri kronis) b. … • (Risiko terhadap) hipertermia b.d. penghentian pernafasan.d. keracunan.d. … • Risiko terhadap infeksi b.d. … • Berduka (ada juga berduka. … • Kurang perawatan diri (spesifik: makan. sering dipukuli suami 8. dan HDR situasional) b.d. … • Konstipasi b.d.d.d. … • Kerusakan komunikasi b. … • Kekurangan (atau defisit) volume cairan b.d … atau cemas b.d. … • Perubahan nutrisi: kurang dari keb. antisipasi dan berduka disfungsional) b. atau mengukur tanda-tanda vital …) 6. … • Perubahan pertumbuhan dan perkembangan b.d. perlunya berjalan pada setiap shift) 5. pelecehan yang terus menerus oleh mertua terhadap menantu.d. dan trauma) b. kornea. … • Risiko terhadap perubahan suhu tubuh b. Kebutuhan perawatan (mis.4. … . … • Perubahan nutrisi: lebih dari keb.d. ggn identitas pribadi. Kebutuhan klien (mis. Guidelines untuk redaksional DK-DK yang dapat kita gunakan • Intoleran aktivitas b. tubuh b.

gastrointestinal) b.d.d. … • Perubahan proses pikir b.d.d.d. … • Isolasi sosial b. … • Distres spiritual b. … • Perubahan sensori-perseptual b.d.d. … • Perubahan pola eliminasi urine b.d. … • Inkontinensia urine b. … • (Risiko terhadap) perubahan pola seksualitas b.d. bunuh diri) b. … • Retensi urine b.d.d. … • Kerusakan memori b.d.d. … • Kerusakan pertukaran gas b. … • Pola nafas tak-efektif b. … • Risiko terhadap (penyiksaan diri. … • Perubahan perfusi jaringan perifer b.• Bersihan jalan nafas tak-efektif b.d.d. kardiopulmonal.d. … atau disfungsi seksual b. … • Kerusakan interaksi sosial b. … • Perubahan perfusi jaringan (spesifik: ginjal.d. serebral.d. … • Ggn pola tidur b.d. … Penilaian terhadap DK menurut instrumen evaluasi dari Depkes (Instrumen Evaluasi Penerapan Standar Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit tahun 2001): • DK (hendaknya) berdasarkan masalah yang telah dirumuskan • DK (hendaknya) mencerminkan PE atau PES • Merumuskan (hendaknya mencerminkan) DK aktual atau potensial . perusakan diri. … • Ketidakmampuan untuk melanjutkan ventilasi spontan b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful