Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Proses bicara adalah suatu proses dimana kata yang diucapkan dipilih untuk diproduksi, kemudian fonetisnya di formulasikan dan akhirnya

diartikulasikan oleh sistem motorik pada aparatus vokal (Levelt, WJ, 1999). Proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh, yaitu : sistem pernapasan, pusat khusus pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak, struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung (Weinberg, B; Westerhouse J, 1971). Proses bicara diawali oleh sifat energi dalam aliran dari udara. Pada bicara yang normal, aparatus pernapasan selama ekshalasi menyediakan aliran berkesinambungan dari udara dengan volume yang cukup dan tekanan (di bawah kontrol volunteer adekuat) untuk fonasi. Aliran dari udara dimodifikasi dalam fungsinya dari paru-paru oleh fasial dan struktur oral dan memberikan peningkatan terhadap simbol suara yang dikenal sebagai bicara (Victor M, Ropper AH, 2001). Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak. Karena kemampuan berbahasa sensitif terhadap keterlambatan atau kerusakan pada sistem lainnya, sebab melibatkan kemapuan kognitif, sensori motor, psikologis, emosi, dan lingkungan di sekitar anak. Seorang anak tidak akan mampu berbicara tanpa dukungan dari lingkungannya. Mereka harus mendengar pembicaran yang berkaitan dengan kehidupannya sehari-hari maupun

pengetahuan tentang dunia. Mereka harus belajar mengekspresikan dirinya, membagi pengalamannya dengan orang lain dan mengemukakan kinginannya (Jenson BK, 2004). Pada umumnya bila seorang anak pada umur 2 tahun belum dapat mengucapkan kata-kata harus dicari penyebabnya. Anak disebut slow talker bila perkembangan lainnya normal, kecuali terlambat dalam bicara dan pada anamnesis didapatkan di dalam keluarga juga terdapat anggota keluarga lain yang terlambat bicaranya. Seorang anak rata-rata mulai mengeluarkan kata-kata tunggal

antara umur 10-12 bulan, mulai mengucapkan kalimat pendek pada umur 18 bulan dan kalimat sempurna kira-kira pada umur 30 bulan (Jenson BK, 2004). Ketika anak tumbuh dan berkembang terjadi peningkatan baik dalam hal kuantitas maupun kualitas. Produk bahasanya secara bertahap kemampuan anak meningkat bermula dari mengekpresikan mimik wajah dengan cara

berkomunikasi. Alat komunikasi berbicara pada anak menggunakan gerakan dan tanda isyarat untuk menunjukkan keinginannya secara bertahap dan berkembang menjadi suatu komunikasi melalui ajaran yang tepat dan jelas. Perkembangan fonologi berkenaan dengan adanya pertumbuhan dan produksi sistem bunyi dalam bahasa bagian terkecil dari sistem bunyi tersebut dikenal dengan nama fonem yang dihasilkan sejak bayi lahir hingga 1 tahun. Sedangkan morfologi berkenaan dengan pertumbuhan dan produksi arti bahasa (Anonim, 2010).