PENGARUH LAMA FERMENTASI PAKAN KOMPLIT DAN SILASE TEBON JAGUNG TERHADAP PERUBAHAN pH DAN KANDUNGAN NUTRIEN

SKRIPSI

Oleh: Miftahul Rif’an NIM. 0410520035

JURUSAN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2009

PENGARUH LAMA FERMENTASI PAKAN KOMPLIT DAN SILASE TEBON JAGUNG TERHADAP PERUBAHAN pH DAN KANDUNGAN NUTRIEN

Oleh: Miftahul Rif’an NIM. 0410520035

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

JURUSAN NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2009

RIWAYAT HIDUP

Penulis dengan nama lengkap Miftahul Rif’an dilahirkan di Jombang pada tanggal 2 September 1986 sebagai anak kelima dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Ma’ruf dan Ibu Istiqomah. Lulus Madrasah Ibtidaiyah AL-AS-AD Diwek Jombang pada tahun 1998, lulus dari SLTP Negeri 5 Jombang pada tahun 2001 dan pada tahun 2004 lulus dari SMU Negeri 3 Jombang. Pada tahun 2004 juga, penulis diterima sebagai Mahasiswa Strata Satu (S-1) Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Aktifitas kemahasiswaan yang dilakukan penulis selama kuliah antara lain : kegiatan kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) periode 20052007 sebagai Sie Hubungan Masyarakat (HUMAS) dan koordinator bagian minat dan bakat. Diklat yang pernah dikuti diantaranya “workshop peningkatan ilmu dan kewirausahaan mahasiswa melalui pelatihan formulasi dan pabrikasi pakan ternak menggunakan bahan baku lokal”. Asisten pembimbing praktikum mata kuliah Non Ruminansia Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang tahun 20072008. Pada saat kuliah penulis mendapat beasiswa PPA periode tahun 2006-2007. Publikasi ilmiah penulis antara lain adalah : 1) Manajemen Pemberian Pakan Sapi Potong Periode Penggemukan di Peternakan Milik Bapak H. Ja’faril Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang (Laporan PKL/tahun 2008). 2) pengaruh lama fermentasi pakan komplit dan silase tebon jagung terhadap perubahan pH dan kandungan nutrien (Skripsi/tahun 2009).

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala Rahmat, Taufiq dan Hidayah-Nya serta doa dari kedua orangtua sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar. Penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Ir. Soebarinoto selaku dosen pembimbing utama dan Bapak Ir. Hanief Eko Sulistyo, MP selaku dosen pembimbing pendamping yang telah memberikan bimbingan dan saran hingga skripsi ini selesai. 2. Ibu Ir. Siti Nurul Kamaliyah, MP selaku dosen penguji diluar Pembimbing atas masukan dan saran selama ujian Sarjana. 3. Bapak Ir. Hermanto, MP atas segala bantuan yang telah diberikan selama penelitian dan selaku dosen Penasehat akademik atas segala bimbingan serta pengarahan selama menempuh studi di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. 4. Bapak Ngatuwin, Bapak Sugiono, Bapak Machfud yang telah membantu dalam proses administrasi dan analisa sampel selama penelitian. 5. Bapak Ma’ruf, Ibu Istiqomah serta Saudara-saudaraku yang tidak pernah berhenti memberikan doa, dukungan dan semangat hingga skripsi ini selesai. 6. Temen-temen Iwan, Dani, Ibnu, Ibut, makasih atas kerjasamanya, tementemen NMT’04 (Mir-1, Fais, Muharo, Wisnu dkk), warga sumber sekar terimakasih atas segala bantuan dan persahabatannya. 7. Semua pihak yang telah membantu penulis hingga terselesainya skripsi ini. Demi perbaikan laporan ini penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pihak-pihak membutuhkan. yang

Malang,

Penulis

ABSTRACT THE EFFECT OF FERMENTATION PERIOD COMPLETE FEED AND CORN SILAGE ON pH CHANGE AND NUTRIENT CONTENT Two treatments of complete feed KT (concentrate + corn) and KS (concentrate + corn silage) with three fermentation periods; 31, 41, 51 days for KT and 10, 20, 30 days for KS were used to know the effect of fermentation period complete feed and corn silage on pH change and nutrient content. The result of this research showed that, there was no effect of fermentation (P>0,05) on pH value and nutrient content. KT was decreased significantly higher than KS (P<0,05) on DM and OM content. The lowest decrease of CP content was KS (4,09%), this value had significant different (P<0,01) with KT (4,54%). The decreasing of CP content was caused by activity of proteolytics bacteria during fermentation period. It’s suggested that complete feed fermentation using concentrate and corn forage should be done directly whithout ensiling corn silage.

Key words : Complete feed, pH, nutrient content.

5% dan mineral 2.10%) dan kandungan PK perlakuan KT (3. kopra 20%. KT (konsentrat + tebon jagung). Ratan kandungan BK perlakuan KT (32.55%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa. yakni pada KT dan KS. KS (33. premix 30%. .5%. Metode penelitian adalah percobaan dan analisis data menggunakan rancangan tersarang dengan 2 perlakuan pakan komplit. Sedangkan lama fermentasi tidak memberikan pengaruh terhadap penurunan kandungan nutrien pakan komplit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pakan komplit dan silase tebon jagung terhadap kualitas pakan komplit. Perbedaan penurunan kandungan nutrien hanya ditunjukkan perlakuan pakan komplit yang berbeda.RINGKASAN PENGARUH LAMA FERMENTASI PAKAN KOMPLIT DAN SILASE TEBON JAGUNG TERHADAP PERUBAHAN PH DAN KANDUNGAN NUTRIEN Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sumber Sekar Dau. Malang dari Agustus sampai Oktober 2008.71%). KS (28.38. garam 2. lama fermentasi 10 hari (KS L10). Disarankan pada pembuatan fermentasi pakan komplit agar menggunakan bahan campuran dari tebon jagung dan konsentrat.18-4. Apabila terjadi perbedaan antara perlakuan pakan komplit maka dilanjutkan dengan uji BNT dan perbedaan pada lama fermentasi terhadap pakan komplit diuji dengan BNJ.29%).33%). BO dan PK). kandungan BO perlakuan KT (27. lama fermentasi 41 hari (KT L41) dan lama fermentasi 51 hari (KT L51). KS (3. lama fermentasi 20 hari (KS L20) dan lama fermentasi 30 hari (KS L30). 3 perlakuan lama fermentasi dan 3 ulangan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah tebon jagung umur 6070 hari dan konsentrat dengan kandungan Protein Kasar (PK) 15% yang terdiri dari pollard 20%.51%). lama fermentasi tidak memberikan pengaruh terhadap perubahan pH dan kandungan nutrien (BK. lama fermentasi 31 hari (KT L31). Variabel yang diamati adalah pH dan kandungan nutrien pakan komplit. empok jagung 25%. Nilai pH dari fermentasi pakan komplit berkisar antara 4. KS (konsentrat + silase tebon jagung). Analisis kandungan nutrisi pakan dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.

.... IV.................................................. 1.... Pakan Komplit.................. 3................................... 4................ TINJAUAN PUSTAKA 2. 2........DAFTAR ISI RIWAYAT HIDUP................................. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................................... ............... Tujuan Penelitian…………………………………………………....................... 4...................... Kualitas fisik pakan komplit .1............................ Lama Fermentasi ......................3.....5..................................2................ vii I........ Kandungan nutrien pakan komplit .......... Variabel Pengamatan .......3......... PENDAHULUAN 1.............. MATERI DAN METODE PENELITIAN 3.....2.............................. vi DAFTAR LAMPIRAN ....... 1..........................4............................1................................ Silase Jagung ......4................... Nutrien awal bahan baku ...........2................... 3.......................................... ........................... Latar Belakang……………………………………………………....................................... Analisis Statistik ..1..........................4..... 3.......................... i KATA PENGANTAR ......................... ..2...............5........................2.........................1............ Bahan .................3.......... 4....4. Penurunan nutrien pakan komplit .............. V................ Konsentrat................................................................................. 1.... 13 III............................................... Rumusan Masalah…………………………………………………......... II............................. 3....... 3....... 1............................................................................................ v DAFTAR TABEL .. pH pakan komplit ................... iv DAFTAR ISI ..................................................................................... Alat . 2................. HASIL DAN PEMBAHASAN 4......5......................................................................................... ABSTRACT..........................................................................6....................1....... 2................3.......... .... Fermentasi ................................... Hipotesis…………………………………………………………............... Manfaat…………………………………………………............................................ 4...................................................5.......................2.................................................... ii iii RINGKASAN ........... Batasan Istilah ..... KESIMPULAN DAN SARAN 1 2 3 3 3 4 6 7 8 15 15 15 16 17 17 17 18 19 20 21 23 ................ 2............................. Metode Penelitian... Materi Penelian 3. 3.2..........................................................................................................

.......................... Kesimpulan ...................................................... 27 LAMPIRAN .......... 26 DAFTAR PUSTAKA ..........................................5.............................................................. Saran ............................... 26 5............................1...........................................................2..................................... 30 .................

.... Rataan pH pakan komplit......... Hasil pengamatan fisik masing-masing perlakuan .............. Rekomendasi kandungan nutrien pakan komplit ................... 20 6.. 18 4......... Kandungan nutrien bahan baku dari pakan komplit dan perhitungan nutrien awal pakan komplit.. Proses Katabolisme yang terjadi selama fermentasi ............ 2.... 22 7.......................................................................................... 19 5.... Rataan penurunan kandungan nutrien pakan komplit ................................... Rataan kandungan nutrien pakan komplit ....................... 3....... 23 .................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 5 8 1.......

....... Halaman 30 31 32 33 35 36 37 38 39 40 ...... Perhitungan nutrien awal pakan komplit................ Analisis statistik kandungan bahan kering (%).......................... 9..................................................... 10..... 3........ 2............ Data hasil analisa kandungan nutrien selama penelitian.......... Analisis statistik penurunan kandungan bahan organik ................... Analisis statistik kandungan protein kasar (%).................. Analisis statistik kandungan bahan organik (%).... 6...DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.... Analisis statistik penurunan kandungan protein kasar . 5......... 7........ 4............................... Analisis statistik penurunan kandungan bahan kering .......... 8................ Data hasil analisis pH selama penelitian..................... Analisis statistik pH ...............

Implikasi dari kondisi asupan gizi ternak yang kurang. Kondisi ini berdampak langsung pada sistem metabolisme dan termoregulasi pada tubuh ternak. dapat mengontrol keseimbangan antara hijauan dan konsentrat. Salah satu cara untuk mengawetkan pakan komplit tersebut adalah dengan fermentasi. Pakan komplit (complete feed) merupakan campuran bahan pakan termasuk sumber serat kasar dengan proporsi yang seimbang yang diolah dan dicampur menjadi campuran yang seragam dengan kandungan nutrien yang sesuai dengan kebutuhan ternak. . Dalam upaya untuk menjaga keterediaan pakan komplit. mengurangi sisa pakan. maka dapat dilakukan dengan mengawetkan pakan komplit. mengurangi seleksi oleh ternak (Reddy. sehingga secara kuantitas asupan zat makanan (nutrien) yang masuk dalam tubuh juga kurang. menyebabkan pertambahan bobot badan harian (average daily gain/ADG) yang masih sangat jauh dari hasil yang diharapkan baik di tingkat peternakan rakyat maupun industri.BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Problematika umum usaha peternakan di negara-negara tropis seperti Indonesia adalah faktor suhu lingkungan yang cukup tinggi. Lingkungan yang relatif panas menyebabkan sebagian ternak akan kehilangan nafsu makan. Keuntungan dalam penggunaan pakan komplit antara lain: memberikan nutrisi yang seimbang bagi ternak. Asupan nutrien berperan penting untuk mencukupi kebutuhan pokok (maintenance).1. meningkatkan nilai guna limbah pertanian. perkembangan tubuh dan untuk kebutuhan bereproduksi. 1988).

Dengan adanya aktifitas mikroorganisme ini maka bahan yang diawetkan akan mengalami perubahan antara lain tingkat keasaman (pH) dan kandungan nutrien. Lama waktu yang diperlukan untuk mencapai fase stabil dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya substrat/bahan yang akan difermentasi. 1. Salah satu bahan penyusun pakan komplit yang banyak mengandung karbohidrat terlarut adalah tebon jagung. Hal ini disebabkan karena sebelum tercapai fase stabil maka mikroorganisme yang ada dalam bahan akan terus aktif mendegradasi nutrien bahan. jenis mikroorganisme yang berkembang dan kondisi lingkungan (suhu. Perumusan Masalah Lama proses fermentasi untuk mencapai fase stabil akan sangat mempengaruhi kualitas dari bahan yang difermentasi.Perubahan yang terjadi selama proses fermentasi sebagian besar dipengaruhi oleh aktifitas mikroorganisme. Agar fermentasi dapat berjalan dengan baik maka harus disediakan substrat yang banyak mengandung karbohidrat terlarut (WSC). Hal ini disebabkan karena mikroorganisme tidak akan aktif mendegradasi kandungan nutrien bahan pada kondisi pH yang rendah (asam).oksigen dan kadar air). . Kualitas dari pakan komplit yang difermentasi akan sangat tergantung pada lama proses fermentasi hingga mencapai fase stabil. Semakin cepat fermentasi masuk pada fase stabil (pH 4) maka kerusakan akibat mikroorganisme akan menjadi lebih kecil. Berdasarkan penjelasan di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pakan komplit dan silase tebon jagung terhadap perubahan pH dan kandungan nutrien.2. Semakin cepat terjadinya penurunan pH.

Sehingga akan mempercepat proses penurunan pH menjadi asam dan tercapai fase stabil.4. Dengan adanya kandungan karbohidrat terlarut ini maka perkembangan mikroorganisme penghasil asam laktat diharapkan dapat berkembang dengan baik. 1.3. .5. 1.maka kerusakan nutrien dalam bahan yang antara lain disebabkan oleh Enterobacter dan Clostridia akan semakin kecil. Tebon jagung merupakan salah satu bahan yang banyak mengandung karbohidrat terlarut. Manfaat Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu informasi tentang pengawetan pakan komplit dengan fermentasi. 1. Hipotesis Hipotesis dari penelitian ini adalah lama fermentasi akan mempengaruhi kualitas pakan komplit meliputi pH dan kandungan nutrien. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pakan komplit dan silase tebon jagung terhadap perubahan pH dan kandungan nutrien. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pakan komplit dan silase tebon jagung terhadap perubahan pH dan kandungan nutrien.

karena dengan mengkonsumsi pakan lengkap keasaman dalam rumen tidak mengalami fluktuasi sehingga dapat mencegah terjadinya acidosis. Keuntungan dari penggunaan pakan lengkap antara lain: memberikan nutrisi yang seimbang bagi ternak. mengurangi sisa pakan. b) hijauan dengan palatabilitas rendah setelah dicampur dengan konsentrat dapat mendorong meningkatnya konsumsi. Pakan Komplit Pakan lengkap atau pakan komplit adalah campuran bahan pakan termasuk hijauan sumber serat kasar dengan proporsi yang seimbang yang diolah dan dicampur menjadi campuran yang seragam dengan kandungan nutrien yang sesuai dengan kebutuhan ternak. d) mudah dalam pencampuran antara hijauan dan konsentrat. menghindari terjadinya penolakan dalam porsi tertentu terhadap bahan pakan yang tidak disukai dan mengurangi biaya pakan. dapat meningkatkan nilai guna limbah pertanian sebagai sumber serat. e) memudahkan ternak menjadi kenyang dan f) mengurangi debu pada pakan. bahwa dengan sistem pakan lengkap dapat diupayakan pencapaian kondisi yang stabil dalam rumen dan secara umum memberikan kesehatan yang baik bagi ternak. dapat mengontrol keseimbangan hijauan dan konsentrat. 1988).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. c) untuk membatasi konsumsi konsentrat. Penggunaan pakan lengkap juga dapat meningkatkan konsumsi. Sedangkan menurut Yani (2001) keuntungan pembuatan pakan komplit diantaranya: a) meningkatkan efisiensi dalam pemberian pakan. . Menurut Orskov (1998). meningkatklan konsumsi bahan pakanyang kurang palatabel serta dapat mencegah seleksi oleh ternak (Reddy.

kisaran kandugan zat makanan pakan lengkap adalah.5 9-10.45 0.5 0.7 0.9%. Dapat merubah rasio hijauan dan konsentrat sesuai kebutuhan. 2. Pakan harus mengandung hijauan yang cukup untuk memenuhi serat kasar yang dibutuhkan ternak.2-16%. maka kandungan nutrien yang terdapat pada pakan komplit harus dapat mencukupi kebutuhan ternak. 4. Rekomendasi kandungan nutrien pakan komplit.Penggunaan pakan lengkap harus memperhatikan beberapa prinsip diantaranya adalah : (Owen. . ME (MJ/kg DM) Kandungan nutrien SK PK Ca 18-25 15-25 18-25 10-20 10. 1979.7 P 0.3 0. Agar pakan komplit dapat diiberikan sebagai pakan tunggal tanpa adanya bahan tambahan lain. bahan organik 74-95. Bahan-bahan yang diproses dan dicampur menjadi satu untuk diberikan secara bebas selama 24 jam sesuai kebutuhan.3 (% DM) (%DM) (% DM) (%DM) 8.3 0. Diberikan sebagai pakan tunggal.5 13 16 0. Jenis ternak Sapi Periode Laktasi (1-4 minggu setelah beranak) Penggemukan (BB 200300 kg) PBB 1 kg Kambing Laktasi minggu ke-6 Penggemukan (BB 25-35 kg) Sumber: Owen.5 11-13 Dalam penyusunan pakan komplit yang penting diperhatikan adalah kandungan nutrien dari pakan komplit itu sendiri. 3. Reddy (1988) menyatakan bahwa. oleh karena itu penggunaan pakan yang berkualitas serta pemeliharaan yang tepat akan memberikan kesempatan bagi ternak untuk mengembangkan kemampuan genetik semaksimalnya.5 11.5 11-12. protein kasar 9.5-10.3 0. 1979) 1. sehingga ternak akan makan tanpa adanya batasan. Tabel 1.

serat kasar 12. Efisiensi sistem pengawetan tidak hanya didasarkan atas nilai nutrisi bahan tetapi juga ditentukan oleh hilangnya nutrisi yang terjadi antara pemanenan sampai dengan pakan diberikan. 2) suhu. sedangkan asam amino hanya dapat dipecah oleh beberapa jenis bakteri tertentu (Fardiaz. Senyawa yang dapat dipecah dalam proses fermentasi terutama karbohidrat. Bakteri penghasil asam laktat tidak akan memerlukan oksigen untuk pertumbuhannya sehingga . hal ini berhubungan dengan pengaturan ketersediaan Aw (ketersediaan air untuk kebutuhan mikroorganisme). 1990). Fermentasi Fermentasi merupakan proses pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaerob.5-6. kondisi suhu akan sangat menetukan jenis bakteri yang akan tumbuh. Fermentasi akan menyebabkan beberapa proses yang menguntungkan diantaranya: mengawetkan. 1992). Faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi diantaranya. 1) konsentrasi garam. merusak. Untuk bakteri penghasil asam laktat maka suhu yang optimal adalah sekitar 30°C. Satiawihardja (1992) mendefinisikan fermentasi dengan suatu proses dimana komponenkomponen kimiawi yang dihasilkan sebagai akibat dari proses pertumbuhan maupun metabolisme oleh mikroba.2-29%. ketersediaan oksigen harus diatur sesuai dengan sifat dari mikroorganisme yang akan digunakan. meningkatkan daya cerna.2. lemak kasar 1. 2. menambah flavour. yaitu tanpa memerlukan oksigen. menghilangkan bau yang tidak diinginkan. menghasilkan warna yang diinginkan dan menghilangkan zat anti nutrisi dan racun yang biasa ada pada bahan mentah (Suliantri dan Rahayu. 3) oksigen.8%.

Temperatur yang optimum pada fermentasi hijauan yakni antara 26. diantaranya adalah perubahan BK dan BO. hal ini disebabkan karena selama fermentasi . Menurut Wallace dan Chesson (1995).3. 1981). 1983). disamping itu juga dapat menurunkan kecernaan protein dan serat. 2. Perubahan yang terjadi disebabkan karena adanya pemanfaatan glukosa yang merupakan fraksi dari bahan organik dan bahan kering oleh mikroorganisme menjadi asam laktat. clostridia proteolitik akan menfermentasi asam amino menjadi bermacam-macam produk termasuk amonia. Sedangkan kandungan serat kasar (SK) akan mengalami peningkatan. Kandungan protein kasar (PK) selama fermentasi akan mengalami penurunan. Kehilangan BK dan BO akan lebih besar terjadi apabila aktifitas fermentasi didominasi oleh bakteri heterofermentatif (Mc Donald. ketersediaan dari karbohidrat dan perubahan warna menjadi kecolatan (Anonimus. amina dan asam organik yang mudah menguap.737. Apabila temperatur pada saat inkubasi lebih tinggi dan terjadi dalam waktu yang cukup lama. Lama Fermentasi Selama proses fermentasi akan terjadi perubahan kandungan nutrien dalam bahan.ketersediaan oksigen harus benar-benar diperhatikan (Sumanti. Mikroorganisme yang menyebabkan penurunan kandungan PK adalah jenis bakteri proteolitik. etanol dan CO2. Sedangkan menurut Wallace dan Chesson (1995) produksi panas yang berlebihan pada saat fermentasi (diatas 42-44°C) dapat menyebabkan terjadinya proses maillard atau browning reaction. Penyebab terjadinya penurunan ini adalah karena adanya aktifitas mikroorganisme dan larut dalam air (Muijs. maka akan terjadi penurunan kecernaan protein. 2008). 1996).8°C.

1995. Sedangkan pada asam amino akan dirubah menjadi asam lemak. jagung juga menjadi alternatif sumber pangan. Proses katabolisme nutrien yang terjadi selama fermentasi Proses Glikolisis1) Reaksi C6H12O6 + 2ADP 2CH3CHOHCOOH + 2ATP C6H12O6 + 2C6H12O6 + H2O + 2ADP CH3CHOHCOOH + CH3COOH + 2C6H14O6 + CO2 + 2ATP CH3NH2COOH + 2CH2NH2COOH + H2O + ADP 3CH3COOH + 3NH3 + CO2 + ATP Triacyglycerol + H2O Glycerol + VFA Phosphatidyl choline + H2O Glycerylphosporylcholine + VFA Bakteri/Enzim BAL Homofermentatif BAL Heterofermentatif Proteolisis1) Lipolisis2) Clostridia Lipase Phospolipase Sumber: 1)Mc Donald. 2 )Campbell. Selain sebagai sumber karbohidrat. Fermentasi glukosa dan laktat oleh clostridia akan diubah menjadi asam butirat. Selain sebagai sumber pangan. 1981. dekarboksilasi dan oksidasi atau reduksi. 2. Tabel 2.3. Pada fermentasi asam amino dan amina ada tiga tipe fermentasi yang biasa terjadi yakni. asam asetat. jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya) khususnya untuk ternak ruminansia . amonia dan carbon dioksida. Silase Jagung Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting.mikroorganisme banyak mendegradasi karbohidrat dan protein sehingga pada akhir silase proporsi serat kasar akan menjadi lebih tinggi karena tidak mengalami degradasi. selain gandum dan padi. air dan carbon dioksida. deaminasi. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok.

1) High Moisture Silage (HMS). Disamping itu juga bertujuan untuk menjaga asupan nutrien oleh ternak. . Silase dapat menekan proses aktivitas bakteri pembusuk yang akan menurunkan mutu hijauan sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama (Anonimus. 2007c). Proses fermentasi dalam pembuatan silase dibantu oleh mikroorganisme dalam kondisi anaerob/hampa udara (air tight) yang mengubah karbohidrat atau gula tanaman (plant sugars) menjadi asam laktat oleh Lactobacillus Sp.(Anonimus. Pembuatan silase bertujuan mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau atau ketika penggembalaan ternak tidak mungkin dilakukan. Pemberian jagung sebagai pakan hijauan dapat diberikan langsung pada ternak. 2008b). 2007b). Agar pembuatan silase dapat berhasil. Proses silase disebut ensilase. umumnya lebih dari 50%. pakan hijauan atau limbah pertanian dengan kandungan air tinggi. atau disimpan terlebih dahulu apabila ketersediaannya melimpah. maka bahan yang akan digunakan harus mempunyai beberapa karakter. sedangkan tempat yang digunakan disebut silo (Wallace dan Chesson. Silase dapat dibuat dari bermacam-macam hasil panen dengan tujuan utama yakni untuk mengawetkan pakan ternak. Silase adalah pakan yang dihasilkan dari fermentasi tanaman hasil panen. Silase dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan kadar airnya yakni. 1981). meskipun hanya 3040% dari kebutuhan ternak (Anonimus. mempunyai kandungan penyanggah (buffering) rendah dan mempunyai kandugan bahan kering (BK) diatas 20% (McDonald. 1995). Karakter bahan yang ideal untuk dijadikan silase adalah mempunyai cukup kandungan substrat mudah difermentasi yakni Water Soluble Carbohydrates (WSC).

2005). 2005). Silase merupakan salah satu cara untuk mengawetkan hijauan jagung. L. 2002). lactis. pada jenis rumputrumputan dan leguminosa mempunyai kandungan gula kurang dari 3% (as fed). Bila yang dibuat silase hanya jerami atau kulit jagung. bucheneri. L. Mikroba yang ditambahkan biasanya adalah bakteri penghasil asam laktat seperti Lactobacillus plantarum. Silase dapat dibuat dari seluruh bagian tanaman jagung termasuk buah atau kulit jagung (Pasaribu. maka karbohidrat terlarut yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakteri sudah mencukupi. Tangendjaja dan Wina 1995). Untuk menghasilkan silase dari hijauan yang berkualitas maka perlu adanya aditif. umumnya adalah molases yang mengandung sekitar 50% sukrosa yang merupakan sumber karbohidrat terlarut (Anonimus. Apabila seluruh tanaman jagung termasuk buahnya dibuat menjadi silase. juga dapat ditambahkan starter (bakteri atau campurannya) untuk mempercepat proses pematangan. dan Enterococcus faecium yang berperan menurunkan pH silase (Nusio. L. 2005). Beberapa prinsip utama yang harus diperhatikan dalam pembuatan silase (Anonimus. . yaitu silase yang memiliki kadar air rendah (45-55%) dan kadar BK 45-55% (Rukmana. perlu ditambahkan molases sebagai sumber karbohidrat terlarut. 2) Low Moisture Silage (LMS).yaitu silase yang memiliki kadar air tinggi (60-70%) dan kadar BK rendah (3040%). casei. Dalam pembuatan silase. Menghentikan pernafasan dan penguapan sel-sel tanaman. Untuk itu perlu adanya penambahan aditif. Pediocococcus acidilactici. adalah: 1.

selama ensilase terjadi tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Mengubah karbohidrat menjadi asam laktat melalui proses fermentasi kedap udara. Asam asetat mulai dihasilkan. tidak terdapat jamur. Disukai ternak 5. menghasilkan kualitas yang baik. Ditambah dengan pernyataan Chuch (1991) bahwa. H2O dan panas. Tidak berbau busuk (bau khas silase) 4. Disamping itu proses proteolisis juga terjadi pada tahap ini. 3. . 2. (1972) menyatakan bahwa. pH kurang dari 4. asam asetat. asam karbonat dan asam laktat. Tidak berjamur 6. Berwarna kehijau-hijauan 3.2. Pada tahap ini karbohidrat sederhana diubah menjadi CO2. Mempunyai tekstur segar 2. Menahan aktivitas enzim dan bakteri pembusuk.1% atau kurang dan N bebas 11% dari total N. silase yang baik adalah tidak bau apek. Tidak menggumpal Menurut Humphreys (1991) menyatakan bahwa kualitas silase ditentukan oleh komposisi kimia bahan baku yang diensilase dan umur pemanenan. Bakteri dan jamur aktif pula memecah karbohidrat sederhana menjadi alkohol. Menurut Folley et al.2. tidak berwarna coklat atau hitam. Sel tanaman masih melakukan respirasi setelah hijauan dimasukkan dalam silo. yakni: 1. asam butirat 0. Pembuatan silase pada temperatur 27-35oC. Hal tersebut dapat diketahui secara organoleptik.

glukosa diubah menjadi CO2. Terkadang juga terjadi perombakan karbohidrat menjadi CO2. Tahap 2 fermentasi anaerob dimana glukosa diubah menjadi asam laktat. Apabila asam laktat yang terbentuk pada tahapan sebelumnya cukup. . maka penguraian karbohidrat lebih lanjut tidak akan berlangsung dan kualitas silase dapat dipertahankan. Hal tersebut terjadi pada tahapan ensilase (Mc Donald. Akan tetapi apabila asam laktat yang terbentuk tidak cukup. Fermentasi karbohidrat sederhana menjadi asam laktat. Kehilangan BK dan BO akan lebih besar terjadi apabila aktifitas fermentasi didominasi oleh bakteri heterofermentatif. Sehingga ada sebagian fraksi glukosa yang merupakan fraksi BK yang hilang dan kehilangan BK terbesar karena adanya oksidasi selama proses silase.2 sebagai akibat produksi asam laktat yang mencapai 1-1. Selama proses ensilase berlangsung maka terjadi penurunan kandungan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO). Tahap 1 dimana respirasi masih terus berlangsung. etanol dan CO2. H2O dan panas. sebagai berikut: 1. 5. maka akan terjadi perombakan asam laktat yang telah terbentuk pada proses sebelumnya menjadi asam butirat. 2. Peristiwa ini disertai dengan perombakan asam amino menjadi Volatile Fatty Acid (VFA) dan amonia dalam jumlah yang besar.3. 1981).5 % berat segar silase. sehingga kualitas silase tidak dapat dipertahankan. Terjadi penurunan pH sampai dibawah 4. 4.

Pemberian konsentrat sebaiknya terdiri dari bermacam-macam campuran bahan yang saling melengkapi dan dapat meningkatkan efisiensi pakan. 1976). . Pemberian konsentrat dapat dicampur sekaligus dengan hijauan sebagai pakan lengkap (Orskov. Hartadi. mengandung serat kasar rendah. misalnya aktivitas kerja mekanik.2. kandungan protein yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan hijauan atau rumput. sintesa enzim-enzim esensial dan hormon yang penting untuk proses-proses kehidupan. menyatakan bahwa pakan konsentrat yang digunakan sebaiknya merupakan bahan yamg berkualitas dan mempunyai palatabilitas tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai suplemen bagi hijauan dan ternak dapat mencapai produksi maksimal. Energi yang diperoleh untuk kepentingan-kepentingan tersebut diperoleh dari katabolisme zatzat cadangan yang ada dalam tubuh. Selain itu konsentrat juga mengadung bahan pakan yang mudah dicerna. Blakely dan Bade (1985). 1998). lemak dan protein. 1998). Reksohadiprodjo dan Tillman (1997). kerja kimia. Hewan yang dalam keadaan kekurangan makanan tetap memerlukan energi untuk melaksanakan fungsi normal dari tubuh. otot-otot. Konsentrat Konsentrat merupakan bahan pakan penguat yang berguna sebagai pakan pelengkap bagi ternak ruminansia karena tidak semua zat makanan dipenuhi oleh hijauan (Chuzaemi dan Hartutik. misalnya glikogen.4. konsentrat merupakan bahan pakan yang digunakan bersama bahan pakan lainnya untuk meningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan pakan. Konsentrat merupakan pakan ternak yang berkualitas tinggi dengan kadar (SK) serat kasar rendah (<20%) dan (TDN) Total Digestible Nutrien lebih dari 60% (Church. dan lain sebagainya.

selain memberikan pengaruh positif juga meberikan pengaruh negatif terhadap berubahnya daya simpan dari pakan komplit itu sendiri.Apabila ternak diberi makanan yang mengandung protein dan energi yang berlebih dari kebutuhan hidup pokoknya. sedangkan ternak dewasa akan menyimpannya dalam bentuk lemak (Tillman dkk. Kondisi yang asam pada silase akan berubah dengan adanya penambahan konsentrat yang cenderung netral dan mempunyai kandungan nitrogen relatif tinggi. Untuk ternak muda akan menyimpan energi dalam bentuk protein. Penambahan konsentrat pada silase sebagai pakan komplit akan dapat menutupi kekurangan atau ketidak seimbangan nutrien yang ada pada silase. Adanya kandungan nitrogen yang cukup tinggi pada fermentasi pakan komplit akan memberikan kesempatan pada bakteri proteolitik untuk berkembang dan merusak nutrien dari pakan komplit tersebut. maka hewan tersebut akan menggunakan kelebihan zat makanan tersebut untuk pertumbuhan dan produksi. 1989). Disamping itu pemberian konsentrat pada silase. .. Penambahan harus disesuaikan dengan kebutuhan dari ternak agar tidak terjadi adanya defisiensi nutrien maupun kelebihan yang akan menyebabkan pemberian pakan komplit menjadi tidak ekonomis.

d. Bahan penyusun konsentrat: pollard 20%.1. alat titrasi.2. Kecamatan Dau. mineral 2. destilator. c. premix 30%. labu kjeldhal.5%. Pelaksanaan penelitian mulai dari 17 Agustus sampai 8 Oktober 2008. indicator mix.. 3. H2SO4 pekat. garam 2. oven dan tanur.2. pH meter.1. empok jagung 25%.1 N. c. Bahan Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah: a. . elenmeyer. plastik. Materi Penelitian 3.2. NaOH 0. 3. Bahan untuk pembuatan silase: tebon jagung umur 60-70 hari. vacuum. Bahan untuk analisis PK: Katalisator. timbangan. Kabupaten Malang dan analisis bahan pakan yang akan dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. larutan buffer pH 7. b. Peralatan pembuatan silase: chopper. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di laboratorium lapang Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya di Desa Sumber Sekar.1N. tali. b. aquadest. Alat Perlatan yang digunakan pada penelitian ini antara lain: a.5%.BAB III MATERI DAN METODE PENELITIAN 3. Peralatan untuk analisis BK. kopra 20%.2. beaker glass. Bod dan PK: timbangan analitik. destruktor. elenmeyer. Bahan untuk pengukuran pH: Aquadest. H2SO4 0. NaOH 40%. Peralatan untuk pengukuran pH: freezer.

Konsentrat + tebon jagung lama fermentasi 31 hari . .3. Kandungan nutrien awal dari pakan komplit diperoleh dari perhitungan berdasarkan hasil analisis laboratorium dan besar persentase atau imbangan dari masing-masing bahan yang digunakan sebagai penyusun pakan lengkap.Diangin-anginkan selama 1 hari.Tebon jagung setelah dipotong dilayukan selama 1 hari. 3 lama penyimpanan dan 3 ulangan pada tiap perlakuan.Konsentrat + tebon jagung lama fermentasi 51 hari .Konsentrat + silase tebon jagung lama fermentasi 10 hari . .Tebon jagung dicacah (chopper) dengan panjang lebih kurang 3 – 5 cm.Konsentrat + tebon jagung lama fermentasi 41 hari .Konsentrat + silase tebon jagung lama fermentasi 30 hari KT(L31) KT(L41) KT(L51) KS(L10) KS(L20) KS(L30) Adapun cara pembuatan silase tebon jagung adalah sebagai berikut: . Proses selanjutnya yakni mencampur silase tebon jagung dengan konsentrat (KS L10-KS L30) sehingga menjadi pakan komplit dengan imbangan silase 50% dan konsentrat 50% berdasarkan kandungan bahan kering. . Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan 2 perlakuan.Untuk perlakuan (KT L31-KT L51) tebon jagung yang sudah dicacah dan diangin-anginkan langsung dicampur dengan konsentrat dan divacuum. . .3.Konsentrat + silase tebon jagung lama fermentasi 20 hari . . Adapun perlakuan yang dicobakan adalah: .Dimasukkan dalam silo atau kantong plastik dalam kondisi anaerob.Disimpan selama 21 hari.

Fermentasi : merupakan suatu proses dimana komponen-komponen kimiawi yang dihasilkan sebagai akibat dari proses pertumbuhan maupun metabolisme oleh mikroba (Satiawihardja. 2. .6. 3. Kandungan nutrien meliputi bahan kering (BK).5. Tebon jagung : merupakan jagung muda umur 60-70 hari termasuk batang. Analisis Statistik Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan ditabulasi dengan program Excel untuk selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan Rancangan Acak Lengkap Tersarang. 3. bahan organik (BO) dan protein kasar (PK) sebelum dan sesudah fermentasi. Pakan komplit : merupakan campuran bahan pakan termasuk hijauan sumber serat kasar dengan proporsi yang seimbang yang diolah dan dicampur menjadi campuran yang seragam dengan kandungan nutrien yang sesuai dengan kebutuhan ternak (Reddy. 1992). Variabel Pengamatan Variabel yang diamati pada penelitian ini sebagai berikut: 1. daun. bunga dan buah. Apabila terjadi perbedaan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil dan Beda Nyata Jauh (Sastrosupadi. 3.3. 2000). Batasan Istilah 1.4.1988). Derajat keasaman (pH). 2.

22 85. Table 3.03% (Tabel 3) di peroleh setelah tebon jagung mengalami pelayuan sebelum dibuat silase.37 BO (%) 90.33 86. hasil perhitungan.56 PK (%) 9.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. TDN 65%. Penurunan kandungan nutrien yang terjadi pada silase tebon jagung disebabkan karena adanya pemanfaatan substrat yang terdapat dalam bahan oleh mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang selama proses silase berlangsung. Kandungan protein kasar dari silase tebon jagung sebesar 7. KT = Konsentrat + Tebon jagung.65 7.60 12.46 55.03 21.93 15. Hasil analisis kandungan BK tebon jagung sebesar 24.63 11.1. Sedangkan untuk kandungan BK silase tebon jagung (21. milk stage) memunyai kandungan nutrien BK 26%. Kandungan nutrien bahan baku dari pakan komplit dan perhitungan nutrien awal pakan komplit. silase tanaman jagung termasuk buah muda (corn silage. Bahan baku Tebon jagung1) Silase tebon jagung1) Konsentrat1) KT2) KS2) Keterangan : 1) 2) BK (%) 24.85%) lebih rendah atau mengalami penurunan karena sudah melalui proses silase.85 88. PK 8% dan SK 26%. KS = Konsentrat + Silase tebon jagung.76 hasil analisis Laboratorium.89 88.93% (Tabel 3) sesuai dengan laporan Preston (2006) yang menyebutkan bahwa.76 87. Nutrien awal bahan baku Hasil analisis kandungan nutrien dari bahan baku penyusun pakan komplit dan perhitungan nutrien awal pakan komplit disajikan pada Tabel 3.90 56. Apabila pertumbuhan bakteri didominasi oleh BAL maka proses silase akan .

berbau asam. tekstur seperti aslinya dan pH 4. bau dan ada/tidaknya jamur selama fermentasi disajikan pada Tabel 4. tidak berlendir. Apabila dibandingkan antar perlakuan maka kondisi fisik dari masingmasing pakan komplit relatif sama. Tabel 4.2. kecuali pada perlakuan dengan lama fermentasi yang paling panjang menunjukkan perbedaan pada bau yang relatif .berjalan dengan baik. 1995).2 atau kurang. karena asam laktat yang diproduksi oleh BAL akan menurunkan pH silase. tidak berjamur. tekstur. Adanya perubahan warna pada fermentasi ensilase dapat disebabkan karena adanya proses maillard atau browning reaction sebagai akibat produksi panas yang berlebihan (Wallace dan Chesson. Kualitas fisik pakan komplit Hasil pengamatan secara fisik terhadap masing-masing perlakuan pakan komplit meliputi warna. Hasil pengamatan fisik masing-masing perlakuan Perlakuan KT (L31) KT (L41) KT (L51) KS (L10) KS (L20) KS (L30) Warna Hijau kekuningan Hijau kekuningan Hijau kekuningan Hijau kekuningan Hijau kekuningan Hijau kekuningan Tekstur Lunak Lunak Lunak Lunak Lunak Lunak Bau Asam Asam Asam tajam Asam Asam Asam tajam Jamur Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tabel 4 menunjukkan bahwa pada prinsipnya fermentasi pakan komplit yang dilakukan dalam penelitian ini terjadi secara anaerob sehingga kondisi hijauan yang dihasilkan menjadi berwarna hijau kekuningan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mc Donald (1981) bahwa fermentasi anaerob merupakan proses ensilase yang akan menyebabkan hijauan tidak berwarna coklat atau hitam. bau asam dan tidak berjamur. tekstur lunak. 4.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan menyebabkan keasaman menjadi meningkat sebagai akibat dari dominasi bakteri asam laktat. Tabel 5.lebih tajam.24a 4. akan tetapi apabila banyak maka bakteri Clostridium akan berkembang dan menghambat penurunan pH.3. Apabila dalam bahan banyak mengandung WSC maka mikroorganisme yang mengandung protein dominan adalah BAL.31a 4. Selain karbohidrat terlarut. Rataan pH fermentasi pakan komplit disajikan pada Tabel 5. Rataan pH pakan komplit Perlakuan KT (L31) KT (L41) KT (L51) KS (L10) KS (L20) KS (L30) Keterangan : a pH 4. sehingga hal ini akan mendukung aktifitas dari BAL untuk menghasilkan asamasam organik yang berguna untuk menurunkan pH dalam silo. kandungan protein pada pakan komplit ini juga tidak terlalu tinggi (1112%) sehingga kesempatan bakteri Clostridium untuk mendominasi juga menjadi . pH pakan komplit Hasil pengukuran pH dari fermentasi pakan komplit pada penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan dari tiap perlakuan akan tetapi terlihat bahwa pH masing-masing perlakuan makin rendah seiring dengan makin lamanya fermentasi.22a 4. 4.23a 4.05).18a Superskip yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata (P>0.38a 4. Penurunan pH selama fermentasi disebabkan karena kandungan karbohidrat terlarut pada pakan komplit tersedia dalam jumlah yang cukup.

BO dan PK apabila dibandingkan dengan kontrol.5 masih tergolong silase yang baik.lebih kecil. Kandungan nutrien pakan komplit Hasil analisis kandungan nutrien pakan komplit menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan lama fermentasi memberikan pengaruh (P<0. Hal ini dapat disebabkan karena adanya indikasi bertambahnya air yang diproduksi selama proses fermentasi sebagai akibat dari perombakan kandungan nutrien pada pakan komplit baik karena respirasi maupun aktifitas mikroorganisme. Mengacu pada Takano (1972) yang dikutip dari Kusumawardana (2007) menyatakan bahwa silase dengan pH 4 – 4. Mc Donald (1981) dan Folley et al. Hal ini menunjukkan telah terjadi proses fermentasi anaerob yang melibatkan aktifitas BAL yang merombak karbohidrat menjadi asam laktat sehingga kondisi pH pakan komplit turun menjadi lebih asam dibanding dengan kondisi awal. (1972) menyatakan bahwa air yang dihasilkan pada saat fermentasi dihasilkan sebagai akibat dari . Hal ini didukung dengan pernyataan Mc Donald (1981) yang dikutip oleh Kusumawardana (2007). Apabila bahan baku mengandung protein tinggi maka akan menghambat penurunan pH selama ensilase berlangsung. Kandungan bahan kering menunjukkan perbedaan terhadap kontrol masing-masing perlakuan.01) terhadap perubahan kandungan BK. 4.38. untuk menghasilkan silase yang berkualitas maka kandungan proteinnya sebesar 10% dari bahan kering.4. Adapun rataan hasil analisis kandungan nutrien pakan komplit disajikan pada Tabel 6. Hasil fermentasi seluruh perlakuan menunjukkan rataan pH yang cukup rendah berkisar antara 4.18 – 4.

Rataan kandungan nutrien pakan komplit Perlakuan KT (L0) KT (L31) KT (L41) KT (L51) KS (L0) KS (L10) KS (L20) KS (L30) BK 56.08b 28.78a 31. Hal ini menunjukkan bahwa lama fermentasi dan perlakuan pakan komplit dengan bahan penyusun yang berbeda .42a 31. Disamping itu adanya proses oksidasi pada awal fermentasi juga akan mempengaruhi kandungan dari bahan organik.48 a 3. Perbedaan kandungan bahan organik masing-masing perlakuan dengan kontrol terjadi karena adanya perombakan karbohidrat terlarut yang merupakan fraksi dari bahan organik oleh mikroorganisme selama fermentasi untuk menghasilkan asam-asam organik yang berguna dalam menurunkan kondisi pH pakan komplit. protein akan dirombak oleh mikroba khususnya mikroba proteolitik menjadi asam amino dan NH3 selama proses fermentasi sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan protein.09 b 3.96a Kandungan nutrien (%) BO*) 49.62a 33.63 a 47.71 b 29.80 b 3.60a 55. Sedangkan antar masing-masing perlakuan tidak menunjukkan perbedaan.55 a 26.50a 31.74 a 3.37b 34.72 a 3.01).90 a 3. Tabel 6.43 a 7.01 a 28.73 a PK*) 8. a-b Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0.72a 27. Penurunan bahan kering juga dipengaruhi oleh perubahan protein dan bahan organik karena keduanya masih termasuk dalam fraksi bahan kering. Penurunan kandungan protein kasar terjadi pada perlakuan KT dan KS. Masing-masing perlakuan menunjukkan perbedaan hanya terhadap kontrol. H2O dan panas.respirasi yang masih berjalan terus.17a 26. Menurut Yani (2001).50 a Keterangan : *) dalam as fed.46b 33. karena pada tahap ini karbohidat sederhana akan diubah menjadi CO2.

4.70 21.042 19.75 18.96 20. Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa lama fermentasi tidak berpengaruh terhadap penurunan kandungan nutrien. a-b Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0. hal ini disebabkan karena adanya proses respirasi pada awal inkubasi dan perombakan yang dilakukan oleh mikroorganisme untuk tumbuh dan perkembangannya.05).544B 3. Penurunan kandungan nutrien pakan komplit Konsekuensi yang harus diterima dalam proses fermentasi adalah menurunnya kandungan nutrien pakan.01).168b 21. Hal ini dapat disebabkan karena pada perlakuan KT proses respirasi lebih banyak terjadi selama awal inkubasi.66 4. Rataan penurunan kandungan nutrien pakan komplit.86 22.42 20. Sedangkan pada perlakuan KS.612a PK 4. Perlakuan KT (L31) KT (L41) KT (L51) Rata-rata KS (L10) KS (L20) KS (L30) Rata-rata Penurunan kandungan nutrien (%) BK BO 22.91 24.35 4.5.093A Keterangan : A-B Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0.61 4.95 19. Besarnya penurunan yang terjadi sebagai akibat dari adanya proses fermentasi akan berpengaruh terhadap kualitas dari pakan komplit. Akan tetapi pengaruh perlakuan antara pakan komplit KT dan KS menunjukkan adanya perbedaan. Tabel 7.(tebon jagung dan silase tebon jagung) tidak berpengaruh terhadap perubahan kandungan nutrien pakan komplit.16 23.36 24.69 21.579b 20.30 4. Semakin besar penurunan yang terjadi maka kualitas dari pakan komplit akan semakin rendah.90 4.08 4. karena bahan awal .46 24. Adapun hasil perhitungan penurunan kandungan nutrien pada fermentasi pakan komplit disajikan pada Tabel 7.98 a 22.

Sedangkan pada perlakuan KS karena bahan penyusun pakan komplit sudah mengalami proses terlebih dahulu (silase).yang akan difermentasi sudah berupa silase. Pada perlakuan pakan komplit KS. Perbedaan yang ditunjukkan antar perlakuan pakan komplit dapat disebabkan karena ketersediaan bahan organik awal yang berbeda. ini mengindikasikan bahwa pada perlakuan tersebut aktifitas Clostridium dalam memecah protein masih tinggi. asam asetic dan CO2 oleh BAL. 1995). H2O dan panas.01). Sehingga pada hasil akhir akan mengalami penurunan yang lebih rendah. protein diubah menjadi asam amino dan amonia oleh bakteri proteolitik dan lemak akan diubah menjadi VFA oleh bakteri lipolitik (Wallace dan Chesson. Menurut Takano (1972) dikutip dari Kusumawardana (2007) penurunan bahan organik yang tinggi dikarenakan adanya perombakan zat-zat makanan. sehingga sudah memiliki kondisi asam yang akan menghambat . sehingga glukosa yang merupakan fraksi bahan kering akan diubah menjadi CO2. maka proses respirasi sudah tidak berjalan. karena bahan penyusun sudah terlebih dahulu mengalami proses (silase) maka ketersediaan bahan organik awal akan menjadi lebih rendah. Sedangkan penurunan pada tahap anaerob yakni karena glukosa akan diubah menjadi asam laktat. Pada tahap aerob penurunan bahan kering terjadi karena respirasi masih terus berlanjut. salah satunya yaitu pemanfaatan bahan organik berupa karbohidrat terlarut dari bahan baku untuk aktifitas BAL dalam menghasilkan asam-asam organik yang berguna untuk menurunkan pH selama ensilase. Penurunan kandungan protein kasar lebih besar terjadi pada perlakuan KT (P<0. Hal ini sesuai dengan pendapat Mc Donald (1981) yang menyatakan bahwa penurunan bahan kering dapat terjadi pada tahap aerob dan anaerob. etanol.

Sesuai dengan pendapat Wallace dan Chesson (1995) bahwa. bahwa pakan komplit dengan kandungan protein kasar lebih kurang 12% siap diberikan pada ternak tanpa dicampur bahan lain. Rataan kandungan protein kasar hasil akhir fermentasi pakan komplit dari masing-masing perlakuan yang bernilai lebih kurang 11% masih dianggap cukup baik. Clostridia proteolitik akan menfermentasi asam amino yang merupakan penyusun protein menjadi amonia. amina dan asam organik yang mudah menguap. Hal ini sesuai dengan pendapat Suryadi (2006).pertumbuhan bakteri proteolitik. .

. 5.1.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. pengawetan pakan komplit dengan metode fermentasi dapat menggunakan bahan penyusun berupa konsentrat dan tebon jagung tanpa harus disilase terlebih dahulu. Kesimpulan Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : 1. Lama fermentasi tidak berpengaruh terhadap perubahan pH dan kandungan nutrien pakan komplit 2. Saran Untuk lebih mengefisienkan waktu dan tenaga maka.2. Fermentasi pakan komplit dengan campuran antara konsentrat dan tebon jagung (KT) mengalami penurunan kandungan nutrien yang lebih tinggi dibanding dengan pakan komplit yang terbuat dari konsentrat dan silase tebon jagung (KS).

Fardiaz. Diakses tanggal 25 April 2008. G. Jr. Yogyakarta. Nutrisi Ruminansia.DAFTAR PUSTAKA Anonimus. Blakely.htm.pdf . http://fardiaz jajo66.net. D. __________. __________. http://www. B. Problems and Profits.com/2007 /08/page/4/. __________. Practice. Diterjemahkan oleh Srigandono. Diakses tanggal 8 September 2008.wordpress. Teknologi Fermentasi. 1998.ac. 2007a. Jagung. Teknik Fermentasi Hijauan Makanan Ternak. Diakses tanggal 25 April 2008. Febringer.alabele/kom/hiajauan+pakan.A.C. Anjuran Paket Teknologi Peternakan. __________.html. F. 2005.N and Tucker.C. and Olentine. Campbell M. M. Saunders College Publishing. C. 2008a. Biochemistry 2nd edition. Direktorat Jenderal Peternakan. The Ensminger Publishiing Company. http://ohioline. Silage Addtives. 2002. 2008b. D.. Florida. Dickinson.com/2008/03/6fermentasi. 2007b.K. Tingkatkan Kualitas Pakan Ternak Dengan Silase Komplit. Teknologi Pemanfaatan Limbah Untuk Pakan: Fermentasi. Ensminger. 1992.edu/lines/silage +additives/facts. Chuzaemi. H.wikipedia. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. http://derisimon. 1995. Dairy Cattle: Principles.H. __________. Diakses tanggal 17 September 2008. Metropolitan Printing Co.org/wiki/Jagung. 1972.. Diakses tanggal 25 April 2008.L.unisla.osu. 2007c.S dan Hartutik. Jakarta.files. Digestive Physiology and Nutrition of Ruminant 1st edition.iptek. 1991.wordpress. Teknologi Tepat Guna. Portland Oregan. R. Folley. Clovis. 1978. http://www. . Malang. Orlando. Feeds and Nutrition Complete. UGM Press. Diakses tanggal 18 April 2008. Direktorat Bina Produksi Peternakan. The Science Of Animal Husbandry 4th Edition. 1985. J and Bade.id/ind/warintek/ ?mnu=6&ttg=4&doc=4b4. Philadelphia. E. http://id. Bath.id/content/view/33/9/. Diakses tanggal 8 September 2008.. __________. http://www. Church D.

2006. S. 1983. Kusumawardana. A. Skripsi Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak FAPET UB. S. Yogyakarta. Nusio.. Diakses tanggal 17 September 2008. S. Tabel Komposisi Pakan Untuk Indonesia. L. Feed Composition Tables. Chalcombe Publication. A. P. New York. Malang Humpreys. PP 170-175 Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Peternakan. Skripsi Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak FAPET UB.. 2005. Kanisius. Tropical Pastures Utilisation..R. Brisbane. Chichester. Reddy. D. T.) Puslitbangnak. In: Silage Production And Utilization. Preston. Sastrosupadi. Cambridge Press. John Wiley and Sons. Henderson. Hidayati. Complete Diets For Cattle and Sheep1st edition. Supar. Suffolk. Silage Production From Tropical Forages. Wageningen. H. 1998. E. 2007. Chalcombe Publication. http://beef-mag. 1979. Silase Kulit Jagung Manis (Zea Mays Var Saccharata) Sebagai Pakan Domba.. Ensilsing Elephant Grass At The BLPP-Batu Farm. 1997. A. MS. Dr. The Biochemistry of Silage. and Heron.P. M. B.. L. Allen D.G.L. Darmono. Wina.R. A. R. Pengaruh Tingkat Penggunaan Hijauan Rami (Boehmeria nivea) Dalam Konsentrat Sebagai Penyusun Pakan Lengkap Terhadap Produksi Gas Secara Invitro. Malang McDonald. The Biochemistry of Silage. 2000. Toronto. McDonald. Yogyakarta.R. Tillman. Orskov. 1995.B. Butarbutar. Gajah Mada University Press.O (Eds. Soedomo Reksohadiprodjo.J. Ltd. Owen. International Development Research Center Indian Council Of Agriculture Research. P. Complete Rations Based Of Fibrous Agriculture Residues For Ruminants..com/mag/beeffeed composition/. The Feeding Of Ruminants:Principle and Practice 2nd edtion. R. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Pasaribu. 1988. 1981. Bogor. and E. Canterbury. New Delhi. 1991. Ir.E. . W. Muijs. J. Tangendjaja. Wageningen Academic Publication. London. Batu. Sinurat.. Cambridge. Farming Press ltd. 1991. Regional Dairy Training Centre Technical Cooperation Project. J. 2005.Hartadi. 2nd ed. Pengaruh Penambahan Aditif Umbi Ketela Pohon Pada Silase Pakan Lengkap Terhadap pH dan Perubahan Kandungan Nutrien Pakan.

pdf. S. Rahayu.html . A. C. http://satiawihardja jajo66. UGM Press.P. Teknologi Pemanfaatan Limbah Untuk Pakan: Fermentasi.com/2008/03/6fermentasi.. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Bogor. MS.. Pengaruh Rasio Penggunaan Kulit Jagung Dan Jerami Jagung Sebagai Sumber Serat Dalam Pakan Komplit Terhadap Produksi Gas Dan Kecarnaan Residu Secara Invitro. S. Lebdosoekojo.blogspot. Nutrition Division Rowett Research Institute Bucksburn. A. Malang Tillman.files. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Wallace. Reksohadiprodjo. 2006. Diakses tanggal 8 September 2008. Teknologi Hijauan Pakan. Suryadi. Skripsi Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak FAPET UB. D. http://software-komputer. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fermentasi. Yani.wordpress.com/2007/08/faktor-faktor-yangmempengaruhi. Tekonologi Fermentasi Biji-bijian dan Umbiumbian. Jambi . . 2001. 1992. 1996... Sumanti.A. dan S. 1995. Ir.Satiawihardja. Biotechnology in Animal Fedds and Animal Feeding. Hartadi. 1990. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi IPB. and Chesson. Purwokusumo. 1989. Yogyakarta. Suliantri dan W. J. Aberdeen. Diakses tanggal 8 September 2008.

01 11.27 34.57 77.08 83.57 10.53 11.60 80.91 31.63 33.94 76.78 33.03 33. Data hasil analisis kandungan nutrien selama penelitian.85 32.81 33.60 35.73 9.87 80.89 10.49 10.96 Kandungan nutrien (%) BO 79.21 10.99 9.01 78.75 77. Perlakuan KT L31 Rata-rata KT L41 Rata-rata KT L51 Rata-rata KS L10 Rata-rata KS L20 Rata-rata KS L30 Rata-rata BK 37.87 33.26 77.86 31.05 29.12 10.12 33.01 34.70 76.50 76.03 30.94 34.91 33.95 10.42 78.34 10.78 82.98 .60 10.85 10.19 9.LAMPIRAN Lampiran 1.25 10.42 30.15 10.36 85.01 10.58 75.56 85.41 83.85 31.21 11.62 32.48 11.57 10.16 10.66 9.27 78.95 31.10 84.94 80.50 31.88 31.11 81.48 77.41 80.07 11.33 85.71 PK 10.67 29.

18 .17 4.27 4.12 4. Perlakuan KT L31 Rata-rata KT L41 Rata-rata KT L51 Rata-rata KS L10 Rata-rata KS L20 Rata-rata KS L30 Rata-rata pH 4.31 4.23 4.25 4.14 4.24 4.22 4.41 4.31 4.31 4.14 4.29 4.23 4.27 4.24 4.23 4.38 4.15 4. Data hasil analisis pH selama penelitian.28 4.Lampiran 2.43 4.42 4.

Konsentrat + silase tebon jagung (KS) = (PK konsentrat x 50%) + (PK silase tebon jagung x 50%) = (15.89 x 0. Kandungan BO.60 x 0.01 = 56.80 + 3.89 PK (%) 9.65 x 0. 1.60 Penyusunan pakan komplit dengan perbandingan 50 : 50 berdasarkan bahan kering (BK).76 87.56% 3.89 x 0.95 + 43. Konsentrat + tebon jagung (KT) = (BK konsentrat x 50%) + (BK tebon jagung x 50%) = (88.90 x 0.90 BO (%) 90.61 = 86.5) + (21. a.80 + 4.90 x 0.76% . Perhitungan nutrien awal pakan komplit Kandungan nutrien bahan baku Bahan baku Tebon jagung Silase tebon jagung Konsentrat BK (%) 24.93 15.5) + (7.22 85.38 = 88.5) = 42.5) + (24.63% b.5) + (9. Konsentrat + silase tebon jagung (KS) = (BO konsentrat x 50%) + (BO silase tebon jagung x 50%) = (85.5) + (87.76 x 0.37% 2. Kandungan PK a.92 = 55.5) = 44.60 x 0.83 = 12.Lampiran 3.65 7.03 21.5) = 42.46% b.93 x 0.45 + 12.5) = 7.45 + 10.5) = 7.5) = 44.96 = 11.03 x 0.33% b.85 88. Konsentrat + tebon jagung (KT) = (BO konsentrat x 50%) + (BO tebon jagung x 50%) = (85.5) + (90. Kandungan BK. a. Konsentrat + silase tebon jagung (KS) = (BK konsentrat x 50%) + (BK silase tebon jagung x 50%) = (88.95 + 45.85 x 0.22 x 0. Konsentrat + tebon jagung (KT) = (PK konsentrat x 50%) + (PK tebon jagung x 50%) = (15.

15 25.43 2 + .24 25.047 + 0.14 12.166)2 j =1  = JKP = − i =1  k =1 − = 0.025 = 0.Lampiran 4. Analisis statistik pH Pakan Lama komplit Fermentasi L31 KT L41 L51 L10 KS L20 L30 Jumlah Faktor Koreksi (FK) 1 4.31 4.025 r b×r 3 3× 3 b 2 2 ( ) Jumlah Kuadrat (F – P) JK ( F − P) = JK ( F − KT ) + JK ( F − KS ) = 0.12 4..92 12.66  a b r   ∑ ∑ ∑ Yijk  2    i =1 j −1 k =1  = (76.503 FK = a×b×r 2 × 3× 3 Jumlah Kuadrat Total (JKT) 2 JKT = ∑ ∑ i =1 j −1 a b ∑ Yijk k =1 r 2 − FK = 4.70 12.496 + .27 4.503 = 0..23 4..14 2 + . + 12.712 + .27 4.29 4..82 Ulangan 2 4.17 4..503 = 0..66) = 326.47 3 4..25 4.496)2 j =1  = JKP = − i =1  k =1 − = 0.006 JKP = i =1  k =1 b×r 3× 3 a 2 ( ) Jumlah Kuadrat (F – KT) a  r   r   ∑ Yjk  ∑  k =1  ∑  ∑ Yik  13..41 4.28 4.31 4.66 12.38 Jumlah 13. + 4.43 4.047 r b×r 3 3× 3 b 2 2 ( ) Jumlah Kuadrat (F – KS) a  r   r   ∑ Yjk  ∑  k =1  ∑  ∑ Yik  12.158 ( ) Jumlah Kuadrat Pakan komplit (JKP)  r  ∑  ∑ Yik  2 2  − FK = 38..14 25.532 (38.71 12.23 4.42 4.14 4.53 76.66 2 (38.072 . + 38. + 12.166 − 326.15 2 − 326.

158 FHitung < FTabel KT 0. .Lampiran 4.006 0.072 = 0.33 5.05) F hitung 0.41 berarti perlakuan lama fermentasi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH pakan komplit.006 4 0.158 − 0.08 TABEL ANALISIS RAGAM SK P F-P Galat Total Keterangan: db JK 1 0. (lanjutan) Jumlah Kuadrat Galat (JKG) JKG = JKT − JKP − JK ( F − P ) = 0.007 (0.905 2.26 F(0.01) 9.018 0.072 12 0.75 3.686 F(0.006 − 0.080 17 0.05) 4.

614 42.623** 2.04 Ulangan 2 56.91 34.91 55.Galat = r 2.572 4.37 35.605 a 31.86 55.464 b 31.665 23 2468.46 32.943 3 BNJ 1 % = 6.03 311.49 8.51 95.01) 1 1.05) F(0.74 4.420 a 34.87 926.524 1320.85 31.01 32.781 1.53 6 2424.39 100.46 37.37 34.88 309.Lampiran 5.95 305.868 1103.504 a 56.15 FK JKT JKP JK(F-KT) JK(F-KS) JK(F-P) JKG TABEL ANALISIS RAGAM SK P F-P Galat Total Keterangan: db JK KT F hitung F(0.46 30. .81 166.102 151.781 FHitung > FTabel (0.63 29.665 = 0.81 33.86 100.619 a 55.27 30. SE = KT .614 404.643 1 56.943 = 5.12 103.2 16 42.956 a 33.33 94.746 2424.94 33. Analisis statistik kandungan bahan kering (%) Pakan komplit Lama Fermentasi L0 L31 KT L41 L51 L0 L10 KS L20 L30 Jumlah 35740.006 2468.03 31.67 29.85 33.731 Pakan komplit KT-L51 KT-L41 KT-L31 KT-L0 KS-L30 KS-L20 KS-L10 KS-L0 rata-rata notasi 31.87 31.524 1.05 55.18 3 56.01) berarti perlakuan lama fermentasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kandunga bahan kering pakan komplit.524 0.373 b Kesimpulan : Kandungan bahan kering kontrol pakan komplit mempunyai nilai paling tinggi.37 33.12 33.778 a 33.643 2.94 Jumlah 169.26 95.08 X 0.

.801 1.083 b 26.01 27.71 28.057 0.458 Pakan komplit KT-L51 KT-L41 KT-L31 KT-L0 KS-L30 KS-L20 KS-L10 KS-L0 rata-rata notasi 26.743 0.2 Galat 16 25.32 28.753 874.905 263. Analisis statistik kandungan bahan organik (%) Pakan komplit Lama Fermentasi L0 L31 KT L41 L51 L0 L10 KS L20 L30 Jumlah 26052.01) berarti perlakuan lama fermentasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kandunga bahan organik pakan komplit.87 25.87 143.613 Total 23 1954.57 Ulangan 2 49.131 1928.08 26.51 79.74 4.705 b Kesimpulan : Kandungan bahan organik kontrol pakan komplit mempunyai nilai paling tinggi.420 261.96 3 49.74 FK JKT JKP JK(F-KT) JK(F-KS) JK(F-P) JKG TABEL ANALISIS RAGAM SK db JK KT F hitung F(0.547 a 29.71 29.63 26.456 27.855 265.318 25.39 29. SE = 0.53 F-P 6 1928.33 47.818 26.006 a 47.781 1954.885 25.727 a 28.Lampiran 6.057 1054.15 81.92 47.05) F(0.30 27.625 a 27.733 BNJ1% = 4.21 Jumlah 147.035 4.12 87.885 321.08 28.64 80.18 790.057 0.481 199.49 8.381 28.02 85.801 1 49.63 47.01) P 1 0.71 29.294 27.528 25.08 31.25 86.358** 2.743 Keterangan: FHitung > FTabel (0.169 a 28.718 a 49.

077 0.35 7.50 112.80 3.49 8.904 a 7.632 a 3.693 3.800 b Kesimpulan : Kandungan protein kasar kontrol pakan komplit mempunyai nilai paling tinggi.71 10.56 3. SE = 0.05) F(0.69 3.430 a 3.552 0.89 10.003 0.094 b 3.08 Jumlah 24.615 38.80 4.2 Galat 16 0.40 11.733 BNJ1% = 4. Analisis statistik kandungan protein kasar (%) Pakan komplit Lama Fermentasi L0 L31 KT L41 L51 L0 L10 KS L20 L30 Jumlah 529.01) berarti perlakuan lama fermentasi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kandungan protein kasar pakan komplit.44 10.22 10.633 0.53 F-P 6 85.508 3.74 FK JKT JKP JK(F-KT) JK(F-KS) JK(F-P) JKG TABEL ANALISIS RAGAM SK db JK KT F hitung F(0.463 85.458 Pakan komplit KT-L51 KT-L41 KT-L31 KT-L0 KS-L30 KS-L20 KS-L10 KS-L0 rata-rata notasi 3. .741 a 8.479 a 3.508 38.01) P 1 0.574 37.09 3.35 3 8.37 3.26 3.180 410.501 a 3.552 1 8.035 Total 23 85.62 3.092 4.74 4.Lampiran 7.28 11.01 3.09 4.639 85.863** 2.68 7.077 14.29 23.27 7.633 Keterangan: FHitung > FTabel (0.003 0.16 3.31 Ulangan 2 8.003 46.93 3.80 3.09 3.421 37.77 3.693 3.

65 23.61 24.286 20.889 = 1.34 136.05) berarti perlakuan pakan komplit memberikan pengaruh yang nyata terhadap penurunan bahan kering.41 12 42.86 70. Pakan Lama komplit Fermentasi L31 KT L41 L51 L10 KS L20 L30 Jumlah FK JKT JKP JK(F-KT) JK(F-KS) JK(F-P) JKG 9609.61 22.216 3.179 X 0.25 415.51 23.643 TABEL ANALISIS RAGAM SK P F-P Galat Total Keterangan: db JK KT F hitung F(0. 1 19.05) F(0.10 25.47 21.354 20.42 20.89 SE = 2 × KT .36 23.619 10.55 20.Lampiran 8.61 21.728* 4.168 b Kesimpulan : Pakan komplit KS mengalami penurunan bahan kering paling kecil.25 21.109 80.554 17 80.79 26.41 Jumlah 68.936 pakan rata notasi komplit KS 22.06 74.49 138.75 9.17 3 23. .44 21.554 = 0.58 62.289 4.670 17.01) 1 20.286 FHitung > FTabel (0.Galat = b×r 2 × 3.44 24.26 5.88 74.31 Ulangan 2 25.643 3.042 a KT 24.42 141.33 4 17.83 26.889 3× 3 BNT 5 % = 2.289 42.322 1.354 6. Analisis statistik penurunan kandungan bahan kering (%).26 65.354 5.

10 57.40 20.796 25.080 8.28 125.801 2.38 18.05) berarti perlakuan pakan komplit memberikan pengaruh yang nyata terhadap penurunan bahan oganik.009 17.85 121.801 TABEL ANALISIS RAGAM SK P F-P Galat Total Keterangan: db JK KT F hitung F(0.74 67.38 56.17 19.949 1. = 0.21 23.47 62.32 18.18 21.612 a KT 21.061 59.77 23.72 SE BNT 5% pakan rata notasi komplit KS 19.150 17 59.01) 1 17. .26 5.411 8.506 1 17.691 = 1.45 22.94 Jumlah 61.75 9.05) F(0.07 21.09 65.33 4 15.796 3.579 b Kesimpulan : Pakan komplit KS mengalami penurunan bahan organik paling kecil.411 17.58 Ulangan 2 22.41 19.89 21.716 15. Analisis statistik penurunan kandungan bahan organik (%).75 18.009 FHitung > FTabel (0.70 20. Pakan Lama komplit Fermentasi L31 KT L41 L51 L10 KS L20 L30 Jumlah FK JKT JKP JK(F-KT) JK(F-KS) JK(F-P) JKG 7635.837 3.20 3 20.93 370.63 22.Lampiran 9.80 123.411 7.45 18.41 12 25.098* 4.

093 a KT 4.544 b Kesimpulan : Pakan komplit KS mengalami penurunan protein kasar paling kecil.42 3.75 9.627 0.968 3.511** 4.103 1.87 4.11 4.33 4 0.90 77.23 26.01) 1 0.69 12.052 17 1. .84 13.01) berarti perlakuan pakan komplit memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap penurunan protein kasar.954 0.108 = 0. Pakan Lama komplit Fermentasi L31 KT L41 L51 L10 KS L20 L30 Jumlah FK JKT JKP JK(F-KT) JK(F-KS) JK(F-P) JKG 335.40 4.29 25.05) F(0.47 4.24 Jumlah 13.83 3.411 0.93 4.915 0.79 4.244 0.38 26.83 4.25 12.329 1 3.26 Ulangan 2 4.26 5.41 12 0.06 13.638 1.99 11.73 4.954 FHitung > FTabel (0.915 17.627 TABEL ANALISIS RAGAM SK P F-P Galat Total Keterangan: db JK KT F hitung F(0.73 SE BNT 1% pakan rata notasi komplit KS 4.915 0.85 4.23 3 4.29 4.74 4. Analisis statistik penurunan kandungan protein kasar (%).03 3.411 0. = 0.167 0.Lampiran 10.54 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful