Anda di halaman 1dari 7

PEMERIKSAAN FISIK MAMAE

A. ANAMNESA 1. Keluhan di payudara atau ketiak dan riwayat penyakitnya a. Benjolan : -lokasi -sejak kapan -sebesar apa - nyeri atau tidak b. Kecepatan tumbuh :- makin bertambah besar atau tidak - berapa lama bertambah besar c. Puting payudara : - warna - discharge - bau - gatal atau tidak - retraksi atau tidakbila ada sejak kapan d. Kulit : - luka - venectasi - perubahan warna - bersisik - dimpling - Peau dorange e. Benjolan di lain tempat : - ketiak - leher f. Bengkak pada lengan : - makin bertambah besar atau tidak - berapa lama bertambah besar 2. Keluhan di tempat lain berhubungan dengan metastase a. tulang (vertebra/femur) : nyeri, baal, lumpuh b. rasas penu di ulu hati c. batuk d. sesak nafas e. sakit kepala hebat

f. penurunan kesadaran 3. Faktor-faktor resiko a. Usia b. Status kehamilan : ] punya anak tidak GxPxAx Usia melahirkan anak pertama menyusui atau tidak berapa lama menyusui produksi ASI lancar atau tidak dan berapa banyak menarche pada usia berapa keteraturan siklus menstruasi menopause pada usia berapa - keteraturan pemakaian f. lain g. h. i. Riwayat penyakit yag peernah diderita : mastitis, tumor payudara, Riwayat pengobatan Riwayat radiasi dinding dada trauma payudara, atau tumor di tempat lain. Riwayat keluarga : keganasan payudara atau keganasan di tempat

c. Riwayat menyusui :

d. Riwayat menstruasi :

e. Riwayat pemakaian obat hormonal : - lama pemakaian

B. PEMERIKSAAN FISIK Cara pemeriksaan klinis payudara p emeriksaan klinis meliputi pemeriksaan status generalis dan status penampilan, status lokalis serto status organ lain. p emeriksaan status lokalis dengan cara inspeksi dan palpasi. p enderita harus melepas baju dan bra-nya dari pinggang keatas agar pemeriksaan menjadi lebih teliti. p emeriksaan payudara seharusnya dikerjakan pada posisi duduk dan berbaring.

1. Status generalis : cantumkan performance status 2. Status lokalis : a. masa tumor : I : lokasi, bentuk, dan jumlah P : - suhu, - permukaan, - ukuran, - jumlah, - bentuk, - batas, - konsistensi, - fixed/mobile, - nyeri atau tidak b. perubahan kulit : - kemerahan - ulserasi - dimpling - oedema - nodul satelit - peau d orange c. nipple : tertarik, erosi, krusta, discharge d. status KGB : -KBG axilla : -KGB infra clavicula -KGB supra clavicula Periksa : - jumlah - ukuran - konsistensi - terfiksir satu sama lain atau jaringan sekitar 3. Pemeriksaan pada daerah yang dicurigai metastasis : paru, tulang, hepar dan otak

C. CARA PEMERIKSAAN FISIK : I. I nspeksi dilakukan dalam posisi : 1. Duduk tegak dengan tangan disisi tubuh, yang dinilai :

a. ukuran dan kesimetrisan mamae b. deformitas c. perubahan kulit d. nipple 2. Tangan diangkat tegak lurus ke atas dan turun ke bawah, yang dinilai : a. fiksasi kulit atau papila mamae b. axilla diamati untuk melihat adakah pembengkakkan limphonodi atau infeksi superficialis 3.Posisi penderita duduk kemudian penderita diminta untuk abduksi dan adduksi tangannya, yang dinilai : apakah masa tumor melekat pada dinding dada atau tidak bila masa tumor ikut bergerak saat abduksi maka tumor tidak melekat pada dinding dada 4. Manuver kontraksi m. Pectoralis ; a. penderita posisi duduk, penderita diminta mengayunkan kedua lengannya ke depan dan belakang pada posisi kedua lengan dipinggang, yang dinilai : mamae yang menderita kanker tampak lebih menonjol daripada mamae yang normal, daerah kulit yang dimpling atau terfixir akan terlihat lebih jelas. b. penderita posisi duduk, diminta mengangkat kedua tangan membentuk huruf U (seperti sedang berpegangan di bus) dengan tangan penderita diberi beban bila pada saat m.pectoralis berkontraksi tampak masa tumor tetap tak bergerak berarti masa tumor telah melekat ke m.pectoralis mayor.

II. Palpasi, dilakukan dalam posisi : Tujuannyo adalah merasakan tekstur jaringan payudara secara k e se l u ru h a n d a n m e n c a r i d a e r a h ya n g n o d u l a ri t a s n ya meningkat

1. Duduk, untuk meraba pembesaran KGB axillla dan supraclavicula a. Axilla : m.pectoralis harus benar-benar relaksasi dengan menyokong lengan yang bersangkutan dengan satu tangan pemeriksa dan tangan yang berlawanan meraba limphonodi axilla dengan ujung jari II-IV b. Supraclavicula : dilakukan dari depan dan dari belakang penderita dengan ujung jari II-IV. 2. Tidur dengan posisi kedua tangan abduksi maksimal dimana bagian tangan 3. diletakkkan dibawah kepala dan bagian punggung penderita diganjal bantal Manuver kontraksi m. Pectoralis ; a. penderita posisi duduk, penderita diminta abduksi dan adduksi tangannya, masa tumor dipegang oleh pemeriksa, bila masa tumor tidak ikut bergerak pada saat m.pectoralis berkontraksi dan relaksasi maka masa tumor sudah melekat di dinding dada, tetapi bila masa tumor mobile saat m.pectoralis relaksasi dan saat m.pectoralis berkontraksi masa tumor tak ikut bergeraktumor sudah melekat ke m.pectoralis b. penderita posisi duduk, diminta mengangkat lengan bawah membentuk huruf U (seperti sedang berpegangan di bus) dengan tangan penderita diberi beban, masa tumor dipegang pemeriksa bila pada saat m.pectoralis berkontraksi tampak masa tumor tetap tak bergerak dan saat relaksasi masa tumor dapat digerakkan berarti masa tumor telah melekat ke m.pectoralis mayor.

Anda mungkin juga menyukai