Anda di halaman 1dari 13

Modul 7

EKONOMI MANAJERIAL

Materi Pembahasan

Teori dan Estimasi Biaya

Oleh :

Syafril Yurisno,SE.,MM.

Program Kelas Karyawan Fakultas Ekonomi

2009 BIAYA DAN ESTIMASI BIAYA

Konsep Biaya Biaya relevan adalah setiap biaya yang secara aktual akan mempengaruhi sebuah situasi keputusan tertentu dan karena itu harus dipertimbangkan dalam proses keputusan. Biaya Kesempatan Nilai sebuah sumber daya dalam penggunaan alternatif terbaik. Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan dimana terdapat pembayaran kas. Biaya implicit adalah biaya non kas yang diukur dalam konsep biaya kesempatan. Biaya incremental adalah biaya yang bervariasi di antara alternatif-alternatif dalam sebuah keputusan dan karena itu relevan terhadap keputusan tersebut. Biaya hangus adalah biaya yang tidak dipengaruhi oleh sebuah keputusan tertentu dan karena itu tidak relevan dengan keputusan tersebut. Fungsi biaya jangka pendek adalah fungsi biaya operasi yang dibatasi oleh investasi sebelumnya dan komitmen beberapa periode lainnya. Fungsi biaya jangka panjang adalah fungsi biaya perencanaan yang tidak dibatasi oleh keputusan sebelumnya. Jangka pendek adalah periode selama mana beberapa masukan dari sebuah perusahaan adalah tetap. Jangka panjang adalah periode dengan panjang yang cukup sehingga sebuah perusahaan dapat mengubah semua faktor produksi tanpa batasan. Biaya tetap adalah biaya yang tidak bervariasi dalam kaitannya dengan keluaran. Biaya variabel adalah biaya yang bervariasi dengan perubahan dalam keluaran. Skala ekonomi adalah keuntungan produksi atau pemasaran yang mengarah pada penurunan dalam biaya rata-rata jangka panjang. Elastisitas biaya adalah ukuran yang menunjukkan persentase perubahan dalam biaya total yang diasosiasikan dengan perubahan 1 persen dalam keluaran. Kapasitas adalah tingkat keluaran dimana biaya rata-rata jangka pendek diminimumkan.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

Skala efisien minimum adalah tingkat keluaran dimana biaya rata-rata jangka panjang diminimumkan pertama kali. Biaya dapat digolongkan dua jenis yaitu : Biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah pembayaran tunai untuk sumber daya yang dibeli di pasar sumber daya : upah, sewa, bunga asuransi, pajak dan sejenisnya. Biaya implicit merupakan opportunity cost dari penggunaan sumber daya milik perusahaan sendiri, penggunaan dana perusahaan, atau waktu dari pemilik perusahaan. Seperti biaya eksplisit, biaya implicit juga merupakan opportunity cost, tetapi tidak sama dengan biaya eksplisit, biaya implicit tidak memerlukan pembayaran tunai dan tidak ada masukan dalam laporan akuntansi perusahaan. Contoh : Wanda seorang insinyur penerbangan menerima upah $ 40.000 pertahun karena bekerja di Skyhigh Aircraft. Wanda memutuskan untuk tidak bekerja pada perusahaan itu lagi, dia mendirikan satu perusahaan yang memproduksi roda pesawat, untuk membeli peralatan dan mesin, Wanda menarik tabungannya $ 20.000 dari Bank, yang mendapatkan bunga sebesar $ 1.000 per tahun. Dia mempekerjakan seorang Asisten dan mulai memproduksi roda digarasinya. Tempat tersebut biasanya disewakan seharga $ 100 per bulan. LAPORAN AKUNTANSI PERUSAHAAN MILI WANDA Penerimaan Total Dikurangi biaya eksplisit : Gaji Asisten - 21.000 $. 54.000 Bahan dan peralatan -20.000 Sama dengan laba akuntansi Dikurangi Biaya implisit : Gaji Wanda yang hilang Bunga tabungan yang hilang Sewa Garasi yang hilang Sama dengan laba ekonomi - 40.000 - 1.000 - 1.200 $ 11.800 $ 95.000

Dari laporan akuntansi perusahaan milik Wanda dapat dilihat bahwa laba kuntansi sama dengan penerimaan total dikurangi biaya eksplisit. Ini merupakan laba yang digunakan oleh akuntan untuk menentukan pendapatan kena pajak dari perusahaan. Laba akuntansi mengabaikan opportunity cost dari sumber daya milik Wanda sendiri yang digunakan perusahaan. Pertama : Adalah opportunity cost dari waktunya Wanda telah meninggalkan pekerjaan dengan gaji $ 40.000 per tahun. Kedua : Adalah bunga yang dikorbankan karena harus mendanai usaha $ 1000, dan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

Ketiga

: Dengan menggunakan garansinya untuk tempat usaha, Wanda kehilangan pendapatan sewa sebesar $ 1200 pertahun.

Jadi, gaji yang hilang, bunga, dan pendapatan sewa adalah biaya implicit. Meskipun Wanda tidak melakukan pembayaran eksplisit untuk sumber daya tersebut, dia tidak lagi menerima pendapatan dari alternatif terbaik dari sumber dayanya. Laba ekonomi sama dengan penerimaan total perusahaan dikurangi biaya eksplisit dan implicit. Laba ekonomi memperhitungkan opportunity cost dari semua sumber daya yang digunakan dalam produksi. Dari laporan akuntansi dapat dilihat, laba akuntansi sebesar $ 54.000 dikurangi biaya implicit total $ 42.000,- per tahun ? Biaya eksplisit akan naik sebesar $ 40.000,- dan biaya implicit turun sebesar $ 40.000,- dan laba akuntansi akan turun sebesar $ 40.000. laba ekonomi tidak akan berubah, karena telah menggambarkan baik biaya implicit maupun eksplisit. Laba normal adalah laba akuntansi yang dibutuhkan untuk mendorong pemilik perusahaan menggunakan sumber daya milik mereka dalam perusahaan. Perusahaan Wanda akan mendapatkan laba normal bila laba akuntansi sama dengan penjumlahan gaji yang hilang dari pekerjaan sebelumnya ($ 40.000) Bunga yang hilang ($ 1000) dan sewa yang hilang ($ 1200). Jadi jika laba akuntansi adalah $ 42.000 per tahun, yaitu sama dengan opportunity cost sumber daya milik Wanda yang digunakan dalam perusahaan, maka perusahaan itu mendapatkan laba normal. Kelebihan laba akuntansi diatas laba normal adalah laba ekonomi. Laba akuntansi $ 54.000 yang diperoleh terdiri dari (1). Laba normal sebesar $ 42.000 yang sama dengan opportunity cost dari sumber daya milik Wanda yang diberikan kepada perusahaan, dan (2) Laba ekonomi $ 11.800, yang merupakan kelebihan kemampuan sumber daya yang ada dalam menghasilkan laba diatas opportunity costnya. Selama laba ekonomi adalah positif, Wanda akan lebih diuntungkan bila menjalankan perusahaannya sendiri dari pada bekerja untuk Skyhigh Aircraft. Jika penerimaan total hanya $ 50.000, maka laba akuntansi $ 9000, sebaiknya Wanda bekerja pada Skyhigh Aircraft. Contoh : 1. Fungsi biaya total (TC) suatu proses produksi diketahui : TC = Q3 12Q2 = 40Q + 12 a. Tentukan fungsi biaya marginal (MC) nya ? MC =

dTC = 3Q 2 - 24Q + 40 dQ

Jadi MC = 3Q2 24Q + 40 b. Fungsi biaya rata-rata (AC) AC = c.

TC 12 = Q 2 12Q - 40 + Q Q dMC =0 dQ

Besarnya TC pada MC minimum :

MC minimum apabila = MC = 3Q2 24Q + 40

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

dMC = 6Q - 24 = 0 = = > = 24 = = > = 4 6Q Q dQ


MC minimum pada saat Q = 4 Besarnya TC pada saat MC minimum : TC = Q3 12Q2 + 40Q2 + 12 dan MC minimum pada Q = 4 Maka TC = (4)3 12 (4)2 + 40(4) + 12 = 64 192 + 160 + 12 = 44 d. Keputusan meneruskan atau menutup usaha : Apabila P > AVC maka produsen masih dapat meneruskan usahanya. Apabila P < AVC maka produsen lebih baik menutup usahanya. TVC = Q3 12Q2 + 40Q AVC =

TVC Q 3 - 12Q 2 + 40Q = = Q 2 - 12Q + 40 Q Q dAVC =0 dQ

AVC minimum apabila

Jika AVC = Q2 12Q + 40 Maka :

dAVC = 2Q - 12 = 0 dQ
2Q = 12 Q = 6 AVC = Q2 12Q + 40 = (6)2 12 )6) + 40 = 36 72 + 40 = 76 72 = 4

Dalam jangka pendek perusahaan tersebut masih dapat terus berproduksi. Sebab harga output (P) > Biaya Variabel Rata-rata (AVC). 2. Sebuah pabrik sepatu beroperasi dengan ongkos tetap total (TFC) = 40, sedangkan ongkos variabel total (TVC) seperti TVC = Q2 4Q. a. Tentukan fungsi biaya total TC = = Jadi = TFC + TVC 40 + Q2 4Q TC = Q2 4Q + 40

b. Jika harga Rp 10/paang sepatu, ditentukan berapa jumlah sepatu yang harus diproduksi agar mendatangkan keuntungan maksimum. Laba () = TR TC TR TC = P.Q jika P = 10 maka TR = 100 = Q2 4Q + 40 = TR TC = 10Q (Q2 4 + 40) = 10Q Q2 + 4Q 40

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

= 14Q Q2 120 Keuntungan maksimum ( Maks) tercapai apabila :

d = 0 = 14Q Q2 40, maka dQ d = 14 - 2Q = 0 = = > = 14 2Q dQ


Q =7 Keuntungan maksimum tercapai pada saat jumlah produksi = 7 pasang. c. Berapa rupiah keuntungan maksimum yang diperoleh : = 14Q = Q2 40 = 14(7) (7)2 40 = 98 49 40 = 9 maks = 9 (rupiah) d. Titik pulang pokok (break event point) terjadi pada : TR = TC 10Q = Q2 4Q + 40 Q2 14Q + 40 = 0 Rumus ABC : Q1.2 =

- b b 2 4.a.c 2a (-14) (-14) 2 4.(1)(40) 2(1) 14 196 - 160 14 36 = 2 2


Titik BEP pada saat produksi 4 dan 10 pasang

= Q1.2 =

14 6 14 - 6 8 ; untuk Q1 = = =4 2 2 2
untuk Q2 =

14 + 6 20 = = 10 2 2

Contoh : TC = 160Q 202 + 1,2Q3 a. Hitung LRAC dan LMC lukiskan grafiknya LRTC = 160Q 20Q2 + 1,2Q3 LRAC =

LRTC = 160 20Q + 1,2Q2 Q LRTC = 0, seperti 2Q

LRAC minimum diperoleh pada saat

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

LRTC = -20 + 2,4Q = 0 Q


2,4Q = 20 Q = 8,33 LMC =

LRTC = = 160 40Q + 3,5Q2 2Q LRTC = 0, seperti : 2Q

LMC minimum diperoleh pada saat

LRTC = -40 + 7,2Q = 0 2Q


7,2Q = 40 Q = 5,55 LRAC minimum juga dapat diperoleh pada saat LRAC = LMC seperti : 160 20Q + 1,2Q2 = 160 40Q + 3,5Q2 20Q 2,4Q2 = 0 2,4Q = 20 Q = 20/214 = 8,33 Deskripsikan sifat ekonomi skala fungsi ini. Tentukan rintangan output dimana ekonomi skala berlaku. Disekonomi skala ? Tunjukkan grafiknya. LMC, LRAC
LMC

LRAC

76,66 48,889

5,55

8,33

LRAC minimum diperoleh pada saat Q = 8,33. Dengan demikian besarnya biaya minimum dapat diketahui seperti : LRAC = 160 20 (8,33) + 1,2 (8,33)2 = 160 166,6 + 83,26 = 243,26 166,6 LRAC min = 76,66 LMC minimum diperoleh pada saat Q = 5,55. Dengan demikian besarnya biaya minimum diperoleh seperti : LMC = 160 40Q + 3,6Q2 = 160 40 (5,55) + 3,6 (5,55)2

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

= 160 222 + 110,889 = 270,889 - 222 LRAC min = 48,889 Dari gambar grafik di atas dapat ditunjukkan kurva biaya rata-rata jangka panjang menurun sampai tingkat terendah pada saat output sebesar 8,33 unit. Tambahan unit output yang lebih besar dari tingkat output tersebut akan menaikkan biaya rata-rata untuk memproduksinya, seperti yang ditunjukkan oleh kurva biaya rata-rata jangka panjang yang cenderung terus menaik. Tambahan biaya yang disebabkan adanya tambahan hasil produksi (output) dapat ditunjukkan oleh kurva LRMC (Long Run Marginal Cost) pada gambar grafik di atas. Perusahaan mempunyai tambahan biaya yang cenderung menurun sampai output mencapai sebesar 5,55 unit dan mencapai titik terendah. Pada titik tersebut dengan biaya marginal jangka panjang sebesar Rp. 7648,884. kemudian tambahan biaya akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya output. Kemudian kurva biaya marginal jangka panjang akan memotong pada saat kurva biaya ratarata jangka panjang mencapai titik terendah pada tingkat output sebesar 8,33 unit dimana biaya marginal jangka panjang sama dengan biaya rata-rata jangka panjang sebesar Rp. 76,66. Dari gambar di atas dapat ditunjukkan bahwa perusahaan mempunyai skala ekonomis sampai tingkat output mencapai sebesar 8,33 unit. Dan skala disekonomis bagi perusaah apabila bekerja untuk menghasilkan output lebih besar dari 8,33 unit. Dengan kata lain skala ekonomis ditunjukkan dengan kurva biaya rata-rata jangka panjang (LRAC) yang cenderung menurun sampai titik terendahnya. Dan skala disekonomis perusahaan ditunjukkan dengan kurva biaya rata-rata jangka panjang yang cenderung menaik (LRAC menaik) atau setelah output yang dihasilkan mencapai biaya rata-rata yang terendah. ESTIMASI BIAYA JANGKA PENDEK FUNGSI BIAYA JANGKA PENDEK LINIER
n

C = a + bQ +
i =1

ciXi Biaya variabel total selama periode observasi Jumlah keluaran yang diproduksi selama periode itu. Menyatakan semua variabel independent lain yang pengaruhnya terhadap biaya ingin diperhitungkan oleh analis.

Disini C Q Xi

= = =

a, b dan c = adalah koefisien model sebagaimana ditetapkan oleh teknik regresi kuadrat terkecil. Ditetapkan oleh teknik regresi kuadrat terkecil variabel independent lainnya yang perlu diperhitungkan mencakup hal-hal seperti : tingkat upah, biaya bahan bakar dan bahan mentah, cuaca, mutu masukan, dan perubahan rancangan produk. Memasukkan semua itu dalam model memampukan analis yang bersangkutan untuk menghasilkan estimasi yang lebih baik untuk hubungan antara biaya dan keluaran.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

Koefisien titik potong a dalam model ini umumnya tidak relevan. Angka itu tidak dapat diinterpretasikan sebagai biaya tetap perusahaan, sebab biaya tetap tidak dimasukkan dalam data. Sekalipun jika biaya total, dan bukan biaya variabel total, yang dipergunakan sebagai variabel dependent, koefisien titik potong a kemungkinan tetap tidak mencerminkan biaya tetap perusahaan. Koefisien ini semata-mata merupakan titik potong antara kurva biaya yang diestimasi dengan sumbu vertical. Titik potong ini terjadi dititik dimana keluaran adalah nol dan biayanya biasanya berada jauh diluar kisaran titik observasi data biaya/keluaran yang ada.

Biaya Variabel Total (Q2) per periode waktu

Fungsi biaya variabel total yang sesungguhnya yang tidak diamati.

Fungsi biaya variabel linier yang diestimasi = TVC = a + bQ TVC B= Q a


Kisaran Observasi Data biaya/keluaran Keluaran (Q) Per Periode waktu

= MC

Q1

Q2

Karena jangka pendek adalah periode dimana hukum hasil lebih yang menurun berlaku, kita dapat memperkirakan bahwa distorsi ini akan berlaku ditingkat keluaran yang sangat tinggi. Yaitu, hubungan linier yang diestimasi hanya akan berlaku sebagai sebuah aproksimasi (yang absah untuk kisaran keluaran tertentu) dari sebuah hubungan yang sesungguhnya bersifat kurva linier. Estimasi pada kisan Q1 dan Q2 akan mengarah paa hubungan biaya/keluaran yang sesungguhnya. Koefisien b adalah koefisien penting dalam model linier jenis ini. Pada gambar di bawah ini b mendekati baik biaya marginal maupun biaya variabel rata-rata dalam kisaran keluaran yang relevan. Biaya per unit (Rp)
AVC =

a +b Q

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

B Q1 TVC = a + bQ FUNGSI BIAYA KUADRATIK DAN KUBIK Q2

AVC = b = MC Keluaran per periode waktu

Gambar : Biaya variabel rata-rata dan biaya marginal untuk fungsi biaya linier

Kita ingin melihat hubungan kurva biaya variabel rata-rata dan kurva biaya marginal yang bervariasi dengan fungsi biaya kuadratik dan kubik. Karena biaya yang tidak bervariasi bersama dengan keluaran (biaya tetap) umumnya tidak dimasukkan dalam estimasi emperis dari kurva biaya jangka pendek. Estimasi biaya tetap harus ditambahkan untuk menentukan fungsi biaya total jangka pendek perusahaan tersebut. Biaya per unit (Rp)
MC = b + 2cQ

AVC =

a = b + cQ Q

b Gambar :

Keluaran per periode waktu (Q) Kurva biaya variabel rata-rata dan marginal untuk fungsi biaya variabel total kuadratik : TVC = a + bQ + cQ2.

Fungsi biaya total kuadratik mengasumsikan fungsi biaya marginal linier dan fungsi biaya variabel rata-rata berbentuk U. Biaya per unit (Rp)
MC = b 2cQ + 3dQ2

AVC =

a + b - cQ + dQ 2 Q

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

Gambar :Kurva biaya variabel rata-rata dan biaya marginal untuk fungsi biaya variabel kubik : TVC = a + bQ cQ2 + dQ3 Fungsi biaya total yang bersifat kubik mengasumsikan bahwa biaya marginal dan biaya variabel rata-rata berbentuk U. RINGKASAN SPESIFIKASI MODEL REGRESI KUBIK UNTUK ESTIMASI FUNGSI BIAYA JANGKA PENDEK NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ESTIMASI BIAYA JANGKA PENDEK Biaya Total (TC) Biaya Tetap Total (TFC) Biaya Variabel Total (TVC) Biaya Total Rata-rata (ATC) Biaya Tetap Rata-rata (AFC) Biaya Variabel Rata-rata (AVC) Biaya Marginal Jk. Pendek (SMC) Elastisitas Biaya Total (EC) Titik Biaya Variabel Rata-rata Minimum (AVCmin) Pembatasan atau Persyaratan Parameter SPESIFIKASI MODEL REGRESI TC = a + bQ + cQ2 + dQ3 TFC = a TVC = bQ + cQ2 + dQ3 ATC = a Q + b + cQ + dQ2 AFC = a Q AVC = b + cQ + dQ2 SMC = b + 2cQ + 3dQ2 EC = SMC ATC Qmin = c 2d a > 0, b > 0, c < 0, d > 0 dan C2 < 3bd

Keluaran per periode waktu (Q)

Contoh : (Juta Rp) (ribu unit) No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Bulan TC 193 240 244 226 257 297 518 260 274 350 654 Q 1 3 4 2 5 8 11 6 7 9 12 Q2 1 9 16 4 25 64 121 36 49 81 144 Q3 1 27 64 16 125 512 1331 216 343 729 1728

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

12

Desember

420

10

100

1000

Ringkasan Hasil Perhitungan Komputer untuk data-data tabel di atas. Dependent Variabel : TC Observations : 12 F(DF = 3,8) = 8093,1570 Prob = 0,0000 R-Square = 0,9997 Variabel Q Q Q
2 3

Regression Coefisien 61,7996 -12,5580 0,9128 143,4646

Standard Error 3,0638 0,5356 0,0272

T (DF = 10) 20,1710 -23,4020 33,5480

PROB : 0,0000 0,0000 0,0000

Intercept (Constant)

Dari hasil perhitungan komputer kita dapat membentuk persamaan empiris biaya kubik, sebagai berikut : TC = a + bQ + cQ2 + dQ3 TC = 143,4646 + 61,7996Q 12,5580Q2 + 0,9128Q3 Beberapa hal yang harus diperiksa :

Tanda koefisien regresi harus sesuai dengan teori biaya, berupa

pembatasan dalam fungsi biaya kubik : yaitu : a > 0, b>0, c<0, d>0 dan C2 < 3 bd. Dari hasil regresi diperoleh : a = 143,4646 (a > 0) b= 61,7996 (b > 0), C = -12,5580 (c < 0), d = 0,9128 (d > 0) dan (-12,5580)2 < 3(61,7996) (0,9128) = 157,7034 < 169,2320 (c2 < 3bd)

Semua koefisien regresi harus signifikan secara statistik, dalam tabel

tampak bahwa semua koefisien regresi adalah signifikan secara statistik dengan tingkat kesalahan = a, 0000 (Prob = 0,0000).

Nilai koefisien determinasi (R-Square) harus cukup tinggi, menunjukkan

bahwa biaya total (TC) memang benar dipengaruhi oleh kuantitas produksi (Q). R-Square = 0,9997, artinya 99,97 % dari kuantitas output (Q) dalam proses produksi selama 1 tahun tersebut. Dari persamaan biaya Kubik : TC = 143,4646 + 61,7996Q 12,5580Q2 + 0,9128Q3 Dapat diperoleh informasi : 1. Biaya tetap total (TFC) = 143,4646 2. Biaya variabel total (TVC) = 61,79996Q 12,5580Q2 + 0,9128Q3

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL

= 61,7996 (10) 12,5580 (10)2 _ 0,9128(10)3 = 274,996 juta TC = TFC + TVC = 143,4646 + 274,9960 = 418,4606 Bila dibandingkan dengan biaya total sesungguhnya dalam tabel yaitu biaya produksi total pada bulan Desember 1996 sebesar 10.000 (Q=10) sebesar 420 (dalam juta rupiah), maka berarti penyimpangan terjadi sebesar {(420 418,4606) / 420} x 100% = 0,37%. Dalam kasus ini, koefisien non-determinasi dari persamaan empirik biaya kubik adalah : 1 R-Square = 1 0,9997 = 0,0003 = 0,03%
3.

Biaya variabel rata-rata (AVC) = 61,7996 12,5580 (10) + 99128(10)2 = 27,4996

4. Biaya Marginal Jangka Pendek (SMC) SMC =

TC TVC = = b + 2cQ + 3dQ2 = 61,7996 2(12,5580)Q + Q Q

3(0,9128)Q2 = 61,7996 25,1160Q + 2,7384Q2. = 61,7996 25,160(10) + 2,7384(10)2 = 84,4796 atau 84.480 per unit. Berarti setiap penambahan output sebesar 1 unit setelah tingkat produksi 10.000 unit akan menambah biaya sebesar Rp. 84.480 per unit. 5. Elastisitas biaya total dari output (EC)

TC TC (TC/FC = = EC = %TC %Q = Q/Q) Q Q SMC ATC = SMC (AFC + AVC)

EC = SMC ATC = 84.480 41.846 = 2,02


6.

Biaya variabel rata-rata (AVC) mencapai minimum pada : AVC = SMC diukur

berdasarkan = b + cQ + dQ2 = b + 2cQ + 3dQ2 atau cQ + 2dQ2 = 0 pada saat Q = -c/2d Q = -c/2d = - (-12,5580)/2(0,9128) = 12,5580/ 8256 = 6,879 (ribu unit) atau 6.879 unit.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Syafril Yurisno, SE, MM EKONOMI MANAJERIAL