P. 1
Laporan Pendahuluan Cedera Kepala Ringan

Laporan Pendahuluan Cedera Kepala Ringan

|Views: 898|Likes:
Dipublikasikan oleh Ernha MiniMouse

More info:

Published by: Ernha MiniMouse on Dec 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN CEDERA KEPALA RINGAN

A.DEFINISI Cedera kepala suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstitial dalam substansi otak, tanpa diikuti terputusnya kontinuitas jaringan otak (Brunner and Suddart, 2001: 169). Cedera kepala ringan kehilangan kesadaran sesaat setelah traumatik, pasien bangun, orientasi baik, tidak ada defisit neurologis (Satya Negara, 1998: 122). B.ETIOLOGI Penyebab cedera kepala adalah karena adanya trauma rudapaksa yang dibedakan menjadi 2 faktor, yaitu: 1.Trauma primer: Terjadi karena benturan langsung atau tidak langsung (akselerasi dan deselerasi). 2.Trauma sekunder: Terjadi akibat dari trauma saraf (melalui akson) yang meluas, hipertensi intrakranial, hipoksia, hiperkapnea, atau hipotensi sistemik. C.KLASIFIKASI 1.Berdasarkan mekanisme a.Tertutup b.Penetrans 2.Berdasarkan beratnya a.Ringan 1)GCS 13-15 2)Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia (kurang dari 30 menit) 3)Tidak ada fraktur tengkorak 4)Tidak ada kontusio serebral dan hematoma b.Sedang 1)GCS 9-12 2)Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 30 menit < 24 jam 3)Dapat mengalami fraktur tengkorak c.Berat 1)GCS 3-8 2)Kehilangan kesadaran dan atau amnesia lebih dari 24 jam 3)Meliputi kontusio serebral, laserasi atau hematoma intrakranial D.TANDA DAN GEJALA 1.Mengantuk 2.Mual atau muntah 3.Kejang-kejang atau sawan 4.Mengalirnya darah atau cairan dari hidung/telinga 5.Nyeri kepala 6.Kelemahan atau kehilangan rasa dari tungkai atau lengan 7.Bingung/kelakuan asing 8.Gerakan yang tidak biasa dari bola mata (satu pupil [bagian hitam dari mata] lebih lebar dari sisi lainnya) dan penglihatan ganda atau gangguan penglihatan lain 9.Denyut nadi yang sangat lambat atau sangat cepat. E.PATOFISIOLOGI Trauma pada kepala menyebabkan tengkorak beserta isinya bergetar, kerusakan yang terjadi tergantung pada besarnya getaran makin besar getaran makin besar kesusahan yang timbul, getaran dari benturan akan diteruskan menuju galia aponeurotika sehingga banyak energi yang diserap oleh perlindungan otak. Hal itu menyebabkan pembuluh darah robek sehingga akan menyebabkan hematoma epidural, subdural maupun intrakranial, perdarahan tersebut juga akan mempengaruhi pada sirkulasi darah ke otak menurun. Sehingga suplai oksigen berkurang dan terjadi hipoksia jaringan akan menyebabkan edema cerebral. Akibat dari hematoma di atas akan menyebabkan distorsi pada otak, karena isi otak terdorong ke arah yang berlawanan yang berakibat pada kenaikan T.I.K. (Tekanan Intra Kranial) merangsang kelenjar pituitari dan steroid adrenal sehingga sekresi asam lambung meningkat, akibatnya timbul rasa mual dan muntah dan anoreksia sehingga masukan nutrisi kurang (Satya Negara, 1998: 122). F.DATA PENUNJANG 1.Riwayat: jenis dan saat kecelakaan, kehilangan kesadaran, amnesia, nyeri kepala. 2.Pemeriksaan umum untuk

Sakit kepala b. 3. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 4.KOMPLIKASI 1.M. H. 1993. Dasar-dasar Keperawatan Kardiotorasik. . Ilmu Penyakit Dalam.Pusing c. 3.Gelisah e. Jakarta: EGC. Rencana Asuhan Keperawatan.Kehilangan memori d.menegakkan cedera sistemik.Radiologi servikal dan lain-lain atas indikasi.Radiologi tengkorak.Defisit neurologik dan psikologik.Muntah proyektil i. 6.Bingung e. 9.Kehilangan visual g. c.Perubahan status mental d. Doenges Marilyn E. Daftar Penyusun. Jakarta: EGC. Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.Tanda rangsangan meningeal 4.Infeksi sistemik. Edisi 8 Volume 2.Kehilangan sensasi h.Kadar alkohol darah serta urine untuk skrining toksik.Keluhan utama : cedera kepala dengan penurunan kesadaran. Jakarta: FKUI.GCS menurun j.Perubahan motorik (hemiplegi) f.Osifikasi heterotrofik.CT scan abnormal.Bingung/disorientasi b. 2001.Penurunan kesadaran c.Kejang g.Fraktura tengkorak. Syaefullah.Edema serebral dan herniasi. 1999. 5.Pemeriksaan fisik a. G. 7.Kebocoran CSS. 1999. H. ottorhea atau rhinorrhea.Infeksi bedah neuro.Kelelahan f. 8. Noer.Komplikasi lain: a. b.Pengkajian 2. 2.Riwayat kesehatan a.Pemeriksaan neurologis.ASUHAN KEPERAWATAN 1. 3.Dilatasi pupil DAFTAR PUSTAKA Brunner and Suddarth.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->