Anda di halaman 1dari 8

XIII.

DESIGN FOR MANUFACTURING

PENDAHULUAN

Pokok bahasan pada materi Design for Manufacturing (DFM) meliputi definisi dan tahapan Design for Manufacturing serta hal-hal yang terkait dengan aspek pengembangan produk.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mempelajari materi ini mahasiswa dapat memahami peranan Design for Manufacturing (DFM) serta tahap-tahap DFM.

TUJUAN INSTUKSIONAL KHUSUS

1. Mahasiswa dapat menjelaskan peran DFM dalam pengembangan produk. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan tahap-tahap DFM beserta contohnya.

1. 2. 3. 4.

SKENARIO PEMBELAJARAN

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan skenario sebagai berikut: 1. Penjelasan tentang concept map (tunjukkan di peta konsep dimana posisi materi yang akan di bahas), pokok bahasan , dan kompetensi yang akan dicapai (TIU dan TIK). 2. Ringkasan materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, simulasi di kelas, dan tanya jawab.

Perancangan Produk

XIII-1

3. Class review dengan tanya jawab 4. Penutup

RINGKASAN MATERI

13.1

Definisi Design for Manufacturing Biaya manufaktur/biaya produksi (manufacturing cost) adalah faktor

kunci dari keberhasilan produk secara ekonomi. Keberhasilan secara ekonomis tergantung pada profit margin yang diperoleh pada tiap penjualan produk dan berapa banyak produk yang terjual. Karena hal tersebut, aspek yang berkaitan dengan biaya produksi dapat mempengaruhi konsep produk dan metode produksinya. Penerapan DFM yang efektif akan mendukung biaya produksi yang murah tanpa mengorbankan kualitas produk.

13.2

Tahapan Design for Manufacturing

Ada lima tahapan dalam proses Design for Manufacturing, yaitu: 1. Memperkirakan biaya manufaktur 2. Mengurangi biaya komponen (cost of components) 3. Mengurangi biaya perakitan (cost of assembly) 4. Mengurangi biaya pendukung produksi (cost of supporting production) 5. Mempertimbangkan akibat dari keputusan-keputusan DFM terhadap faktor-faktor lain.

Perancangan Produk

XIII-2

Gambar 13.1. Tahapan Design for Manufacturing

13.3 Mengestimasi Biaya-biaya Manufaktur Biaya manufaktur adalah penjumlahan dari semua pengeluaran untuk semua input dari sistem dan untuk biaya yang timbul dari waste.

Perancangan Produk

XIII-3

Ada beragam cara untuk mengklasifikasikan biaya, salah satunya adalah seperti yang digambarkan sebagai berikut:

Gambar 13.2. Contoh Klasifikasi Biaya

Dengan skema ini, biaya manufaktur dikategorikan sebagai berikut: 1. Component costs: Biaya yang dikeluarkan untuk membeli komponen dari produk. Komponen dapat berupa komponen standar maupun komponen custom. 2. Assembly costs: Biaya yang dikeluarkan untuk merakit produk. 3. Overhead costs: Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. 13.4 Mengurangi biaya Komponen

Ada beberapa strategi untuk meminimasi biaya komponen, diantaranya dengan melakukan desain ulang komponen untuk mengurangi tahapan proses, melakukan analisis skala ekonomi, menggunakan komponen dan proses yang standar. 13.5 Mengurangi Biaya Perakitan

Beberapa pendekatan untuk mengurangi biaya perakitan adalah dengan mengintegrasikan part, memaksimalkan kemudahan perakitan (maximize ease of assembly), serta mempertimbangkan customer assembly.

Perancangan Produk

XIII-4

Gambar 13.3. Waktu handling dan insertion dari komponen umum

13.6

Mengurangi Biaya Pendukung Produksi

Salah satu aspek yang penting dari DFM adalah mengantisipasi kemungkinan kesalahan produksi. Strategi ini disebut dengan error proofing. Salah satu jenis kesalahan adalah yang disebabkan karena part-part yang sedikt berbeda: sedikit berbeda ukuran, mirror image, ataupun part yang memiliki sedikit perbedaan pada komposisi material. Pendekatan untuk menghindari kesalahan produksi adalah dengan menghilangkan perbedaan atau dengan memberi identitas kepada part-part tersebut.

13.7

Mempertimbangkan akibat dari keputusan-keputusan DFM terhadap

faktor-faktor lain Meminimasi biaya produksi bukan satu-satunya tujuan dari proses pengembangan produk. Faktor lain yang penting untuk dipertimbangkan adalah pengaruh DFM terhadap waktu dan biaya pengembangan produk, serta kualitas produk.

Perancangan Produk

XIII-5

Gambar 13.4. Contoh biaya yang diperlukan untuk memproduksi komponen dengan mesin CNC

Perancangan Produk

XIII-6

Gambar 13.5. Contoh biaya yang diperlukan untuk memproduksi komponen dengan injection molding

EVALUASI

LATIHAN SOAL 1. Jelaskan mengapa aspek biaya produksi perlu dipertimbangkan dalam pengembangan produk! Analisis dan beri contoh! 2. Apakah pertimbangan (biaya) produksi dapat memengaruhi desain produk? Analisis dan jelaskan! 3. Bawalah sebuah produk dengan model lama dan baru, bongkar dan analisis komponen-komponen penyusunnya! Perkirakan biaya komponen dan biaya perakitannya, bandingkan! Apa kesimpulan anda, analisis dan jelaskan!

Perancangan Produk

XIII-7

REFERENSI

1. Ulrich, Karl.T, & Steven Eppinger, Product Design and Development, International Edition, McGraw-Hill, 2008.

Perancangan Produk

XIII-8