Anda di halaman 1dari 4

XIV.

INDUSTRIAL DESIGN

PENDAHULUAN

Pokok bahasan pada materi Industrial design meliputi definisi dan cakupan industrial design, serta perananannya dalam pengembangan produk.

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Setelah mempelajari materi ini mahasiswa dapat memahami peranan industrial design dalam pengembangan produk.

TUJUAN INSTUKSIONAL KHUSUS

1. Mahasiswa dapat memahami definisi industrial design. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan dan memberi contoh ilustrasi peranan industrial design dalam pengembangan produk. 3. Mahasiswa dapat menerapkan konsep industrial design dalam produk yang dirancangnya.

1. 2. 3. 4.

SKENARIO PEMBELAJARAN

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan skenario sebagai berikut: 1. Penjelasan tentang concept map (tunjukkan di peta konsep dimana posisi materi yang akan di bahas), pokok bahasan , dan kompetensi yang akan dicapai (TIU dan TIK).

Perancangan Produk

XIV-1

2. Ringkasan materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. 3. Class review dengan tanya jawab 4. Penutup

RINGKASAN MATERI

14.1

Definisi Industrial design Menurut Industrial Designers Society of America (IDSA) industrial design

adalah aktifitas profesional untuk menciptakan dan mengembangkan konsep dan spesifikasi yang akan mengoptimalkan fungsi, value, dan penampilan produk dan sistem untuk keuntungan pengguna dan pembuat produk [1]. Pada praktiknya, industrial designer memfokuskan perhatiannya pada bentuk (form) dan interaksi pengguna (user interaction) produk. Dreyfuss [2] memaparkan bahwa ada lima tujuan utama yang dapat didukung oleh industrial designer ketika

mengembangkan produk baru: 1. Utility: interaksi produk dengan manusia harus aman, mudah digunakan, dan intuitif. Setiap fitur harus memiliki bentuk yang dapat mengomunikasikan fungsinya. 2. Appearance: Bentuk, proporsi, dan warna digunakan agar secara keseluruhan produk menjadi menyenangkan. 3. Ease of maintenance: Produk harus didesain agar dapat

mengomunikasikan bagaimana cara perawata dan perbaikannya. 4. Low cost: Bentuk dan fitur memiliki pengaruh yang besar terhadap peralatan produksi, hal ini harus dipertimbangkan. 5. Communication: Desain produk harus mengomunikasikan filosofi desain dan misi perusahaan melalui kualitas visual produk.

Perancangan Produk

XIV-2

14.2

Mengevaluasi aspek Industrial design dalam Pengembangan Produk Untuk mengevaluasi seberapa penting ID untuk produk tertentu, ada

beberapa hal yang perlu dianalisis. 1. Pengeluaran (Expenditure) untuk Industrial design Proporsi investasi pada ID dibandingkan dengan pengeluaran keseluruhan untuk mengembangkan produk dipengaruhi oleh karakter produk. 2. Seberapa Penting Industrial design terhadap sebuah Produk Dalam menganalisis seberapa pentingnya ID untuk produk yang dikembangkan, dapat dilihat dari dua aspek: ergonomic needs (ergonomi) dan aesthetic needs (estetika). a. Aspek ergonomi: seberapa penting kemudahan penggunaan? Seberapa penting kemudahan perawatan? Berapa banyak interaksi pengguna yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi-fungsi produk? Apa saja issue keamanan (safety)? b. Aspek estetika: apakah dibutuhkan diferensiasi produk secara visual? Seberapa penting kebanggaan akan kepemilikan dan image?

14.3

Tahapan Proses Industrial design

Proses ID dapat dijabarkan dalam tahap-tahap berikut: 1. Identifikasi Kebutuhan Konsumen: karena industrial designer memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisis aspek interaksi pengguna, maka keterlibatan ID dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen merupakan hal yang penting. 2. Konseptualisasi: ID dapat terlibat dalam mengonsep produk. 3. Preliminary Refinement: pada tahap ini desainer akan membuat model yang akan dianalisis oleh industrial designer, engineer, personel pemasaran dan konsumen potensial dengan menyentuh, merasakan, dan memodifikasi model.

Perancangan Produk

XIV-3

4. Further Refinement dan Pemilihan Konsep Final Setelah analisis lebih lanjut, maka dipilih konsep akhir produk. Sebelum memilih konsep produk biasanya dibuat hard model, yaitu model yang berupa replika dari produk asli hanya saja belum berfungsi secara teknis. 5. Control drawing or Model Industrial designer menyelesaikan tahapan pengembangannya dengan membuat control drawing atau control model. Control drawing/model mendokumentasikan fungsi, fitur, ukuran-ukuran, warna, surface finishes. Biasanya dokumen ini diberikan kepada engineer untuk mendesain part secar detail. 6. Koordinasi dengan Engineering, Manufacturing, dan Vendor Eksternal Untuk menghasilkan rancangan produk yang komprehensif, maka diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan produk.

EVALUASI

LATIHAN SOAL 1. Apakah yang dimaksud dengan industrial design? Jelaskan dan berikan contoh! 2. Berikan contoh produk yang sangat membutuhkan aspek industrial design dalam pengembangannya! Analisis dan jelaskan! 3. Terapkan industrial design dalam proyek perancangan produk anda!

REFERENSI

1. Industrial Designers Society of America (IDSA), www.idsa.org 2. Ulrich, Karl.T, & Steven Eppinger, Product Design and Development, International Edition, McGraw-Hill, 2008.

Perancangan Produk

XIV-4