Anda di halaman 1dari 15
MODUL 22 AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH AKUNTANSI UNTUK MURABAHAH II Dosen S A F I R A,

MODUL 22 AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH

AKUNTANSI UNTUK MURABAHAH II

Dosen

S A F I R A, SE. Ak. M.Si

2012
2012

PROGRAM KELAS KARYAWAN FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS MERCU BUANA

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

1

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

AKUNTANSI UNTUK MURABAHAH

  • 1. Perhitungan Margin Murabahah

Dalam perhitungan menentukan keuntungan/margin murabahah ada beberapa cara, yakni sebagai berikut : (Wiyono, 2005)

a. Rumus Harga jual (cara pertama) b. Rumus Harga jual (cara kedua) c. Rumus Harga jual
a.
Rumus Harga jual (cara pertama)
b.
Rumus Harga jual (cara kedua)
c.
Rumus Harga jual (cara ketiga)

Bank menentukan keutungan dari jumlah dana yang dipinjam oleh nasabah untuk membeli barang ke bank tersebut sebesar yang disepakati ke dua belah pihak.

Harga Jual = harga pokok aktiva murabahah/jumlah pembiayaan + (markup/laba x n tahun)

Atas dasar dana yang dipinjam oleh nasabah bank syriah menerapkan keutungan transaksi misalnya 20%, kemudian jika dibayar satu atau dua tahun maka untuk mensatbilkan daya beli uang tersebut bank syariah dapat menambahkan sejumlah dua kali inflsai yang akan datang. Misal diperkirakan inflasi 5% pertahun maka faktor

stabilizer daya beli untuk 2 tahun sama dengan 2 x 5% = 10%. Jadi, selama 2 tahun nasabah mengangsur pokok pinjaman ditambah dengan keutungan dan inflasi.

Harga Jual = harga pokok aktiva murabahah/jumlah pembiayaan + (inflasi x n) tahun + markup/laba sekali

Dalam penentuan harga jual bank, bnk dapat menerapkan metode penetapan harga jual berdasarkan cost plus markup. Dengan metode

cost plus, harga jual dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

2

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

Harga Jual = harga pokok aktiva murabahah/jumlah pembiayaan + cost recovary + markup/laba

sekali Cost recovery adalah bagian dari estimasi biaya operasi bank syariah yang dibebankan kepada harga pokok aktiva murabahah/ pembiayaan.

Rumus perhitungan cost recovery

Cost recovery = (harga pokok aktiva murabahah atau

pembiayaan/estimasi total pembiayaan) x estimasi biaya operasi 1 tahun

Markup/laba ditentukan sekian persen dari harga pokok aktiva murabahah/pembiayaan, misalnya 10%. Untuk menghitung margin murabahah maka kita dapat menghitung dengan rumus :

Margin murabahah = (cost recovery + markup)/harga pokok aktiva murabahah (pembiayaan)

  • 2. Teknis Perhitungan Transaksi Murabahah

Contoh kasus transaksi jual beli murabahah :

Pada tanggal 5 januari 20XA, PT. Haniya melakukan negosiasi dengan Bank Murni Syariah untuk memperoleh fasilitas Murabahah dengan pesanan untuk pembelian kendaraan sebuah mobil dengan rencana sebagai berikut :

Harga Barang Uang muka Pembiayaan oleh bank Margin Harga jual

: Rp. 100.000.000

Jangka waktu Biaya administrasi : 24 bulan Perhitungan angsuran per bulan
Jangka waktu
Biaya administrasi
: 24 bulan
Perhitungan angsuran per bulan

: Rp.

10.000.000 (10% dari harga barang)

: Rp.

90.000.000

: Rp.

18.000.000 (20% dari pembiayaan oleh bank)

: Rp. 118.000.000 (harga barang + margin)

: 1% dari pembiayaan oleh bank

Angsuran per bulan bersifat tetap dan merata sepanjang masa pelunasan. Perhitungan angsuran dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

3

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

Angsuran per bulan = Total Piutang – Uang Muka Jumlah bulan pelunasan

Dengan data transaksi PT. Haniya tersebut diatas maka dapat dihitung besar angsuran per bulan

=

(Rp.118.000.000 – Rp.10.000.000)/24 bulan = Rp.108.000.000/24 bulan = Rp.4.500.000 per bulan

Perhitungan pendapatan margin yang diakui pada saat jatuh tempo atau pembayaran angsuran

Setiap tanggal jatuh tempo, bank syariah akan mengakui adanya pendapatan

margin. Besarnya pendapatan

margin

yang

diakui

bergantung

pada

alternatif

pendekatan yang digunakan. Bila bank menggunakan pendekatan proporsional, maka besarnya margin setiap bulan adalah sama, sedang bila

menggunakan pendekatan tabel anuitas, maka margin pada bulan pertama

akan

lebih

besar dibandingkan

dengan

bulan

kedua

dan

seterusnya.

Berdasarkan PS AK

1 0 2

,

p e n d e k a t a n

ya n g

d i s a r a n k a n

a d a l a h

p e n d e k a t a n proporsional, yaitu proporsional terhadap jumlah piutang

yang berhasil

ditagih

dengan

mengalihkan

persentase

keuntungan

terhadap jumlah piutang yang berhasil ditagih (PSAK 102 paragraf 24). Adapun

persentase keuntungan dihitung dari (1) perbandingan antara total margin dan total piutang di luar uang muka atau (2) perbandingan antara total margin dengan biaya perolehan murabahah.

1. biaya perolehan Persentase Keuntungan = nasabah Rp. 18.000.000 = % Rp. 90.000.000
1.
biaya perolehan
Persentase Keuntungan
=
nasabah
Rp. 18.000.000
=
%
Rp. 90.000.000

Perhitungan persentase keuntungan dari perbandingan margin dengan

Dalam PSAK 102 paragraf 24 disebutkan bahwa persentase keuntungan dihitung dengan perbandingan antara margin dan biaya perolehan asset murabahah. Aplikasi perhitungan pendekatan ini adalah sebagai berikut

Total

Biaya Perolehan asset Margin murabahah diluar uang muka

x 100

x 100

%

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

4

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

Margin per bulan

=

20 %

= 20 % x Biaya perolehan perbulan

Penggunaan persentase keuntungan dari perbandingan margin dengan biaya perolehan asset murabahah tidaklah praktis untuk diterapkan terutama dalam melakukan perhitungan margin yang diakui oleh bank pada saat adanya angsuran oleh nasabah. Untuk itu perhitungan persentase keuntungan sebaiknya diambil dari perbandingan margin dengan total piutang diluar uang muka yang telah dibayar nasabah (Rizal Yaya, dkk, 2009)

  • 2. Perhitungan persentase keuntungan dari perbandingan margin dengan

total piutang Perhitungan persentase keuntungan dari perbandingan margin dengan total piutang adalah sebagai berikut, ditunjukkan oleh rumus berikut :

Persentase Keuntungan =

Total Margin

Total Piutang Bersih

x 100 %

Rp. 18.000.000

x 100 % Rp. 108.000.000

=

= 16,666666 %

Penggunaan pendekatan ini akan sangat membantu dalam hal perhitungan margin perbulan yang dihitung proporsional terhadap jumlah
Penggunaan pendekatan ini akan sangat membantu dalam hal perhitungan
margin perbulan yang dihitung proporsional terhadap jumlah yang dibayar.
Margin per bulan
=
persentase keuntungan x angsuran perbulan
= 16,666666 % x Rp. 4.500.000
= Rp. 750.000
Pokok per bulan
= angsuran per bulan – margin per bulan
= Rp. 4.500.000 – Rp. 750.000
= Rp. 3.750.000
Akuntansi Syariah
‘12
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
5
Safira SE,Ak,M.Si
Universitas Mercu Buana

Dengan demikian, untuk setiap pembayaran angsuran sebesar Rp. 4.500.000 per bulan, terkandung didalamnya margin sebesar Rp. 750.000 dan pokok sebesar Rp. 3.750.000. Berdasarkan perhitungan angsuran, pokok dan margin per bulan di atas, bank selanjutnya menyiapkan skedul pembayaran murabahah untuk PT Haniya

3.

seperti terlihat pada tabel dibawah ini :

Tabel Jadwal Pembayaran Murabahah PT Haniya No Tanggal jatuh Angsuran per Pokok Margin Tempo Bulan (
Tabel Jadwal Pembayaran Murabahah PT Haniya
No
Tanggal jatuh
Angsuran per
Pokok
Margin
Tempo
Bulan ( Rp )
( Rp )
( Rp )
1
10 Feb 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
2
10 Mar 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
3
10 Apr 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
4
10 Mei 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
5
10 Jun 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
6
10 Jul 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
7
10 Agst 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
8
10 Sept 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
9
10 Okt 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
10
10 Nop 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
11
10 Des 20XA
4,500,000
3,750,000
750,000
12
10 Jan 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
13
10 Feb 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
14
10 Mar 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
15
10 Apr 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
16
10 Mei 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
17
10 Jun 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
18
10 Jul 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
19
10 Agt 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
20
10 Sep 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
21
10 Okt 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
22
10 Nop 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
23
10 Des 20XB
4,500,000
3,750,000
750,000
24
10 Jan 20XC
4,500,000
3,750,000
750,000
Total
108,000,000
90,000,000
18,000,000
Perlakuan Akuntansi (PSAK 102)
Akuntansi Untuk Penjual
1.
Pada saat perolehan, aset murabahah diakui sebagai persediaan sebesar biaya
perolehan.
Akuntansi Syariah
‘12
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
6
Safira SE,Ak,M.Si
Universitas Mercu Buana

Dr. Aset Murabahah Cr. Kas/Aset Nonkas

xxx

xxx

2. Untuk murabahah pesanan mengikat, pengukuran aset murabahah setelah perolehan adalah dinilai sebesar biaya perolehan dan jika terjadi penurunan nilai aset karena usang, rusak atau kondisi lainnya sebelum diserahkan ke nasabah, penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi nilai aset. Jika terjadi penurunan nilai untuk murabahah pesanan mengikat, maka jurnal :

Dr. Beban Cr. Aset Murabahah

xxx

xxx

Untuk murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak mengikat maka aset dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi, dan dipilih mana yang lebih rendah. Apabila nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendah dari biaya perolehan, maka selisihnya diakui sebagai kerugian.

Jika terjadi penurunan nilai untuk murabahah pesanan tidak mengikat, maka jurnal :

Dr. Kerugian Cr. Aset Murabahah xxx xxx 3. Apabila terdapat diskon pada saat pembelian aset murabahah,
Dr. Kerugian
Cr. Aset Murabahah
xxx
xxx
3.
Apabila
terdapat
diskon
pada
saat
pembelian
aset
murabahah,
maka
perlakuannya adalah sebagai berikut :
(a) Akan menjadi pengurang biaya perolehan aset murabahah, jika terjadi
sebelum akad murabahah, jurnal :
Dr. Aset Murabahah
Cr. Kas
xxx
xxx
(b) Menjadi kewajiban kepada pembeli, jika terjadi setelah akad murabahah dan
sesuai akad yang disepakati menjadi hak pembeli, jurnal :
Dr. Kas
xxx
Cr. Hutang
xxx
Akuntansi Syariah
‘12
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
7
Safira SE,Ak,M.Si
Universitas Mercu Buana

(c)

Menjadi

tambahan

keuntungan

murabahah,

jika

terjadi

setelah

akad

murabahah dan sesuai akad yang disepakati menjadi hak penjual, jurnal :

Dr. Kas Cr. Keuntungan Murabahah

xxx

xxx

(d)

Pendapatan operasional lain, jika terjadi setelah akad murabahah dan tidak diperjanjikan dalam akad, jurnal :

Dr. Kas Cr. Pendapatan operasional lain

xxx

xxx

  • 4. Kewajiban penjual kepada pembeli atas penge,balian potongan tersebut akan tereleminasi pada saat :
    (a)

Dilakukan pembayaran kepada pembeli, sehingga jurnal :

Dr. Utang

Cr. Kas

xxx

xxx

Atau

(b)

Akan dipindahkan sebagai dana kebajikan jika pembeli sudah tidak dapat dijangkau oleh penjual, sehingga jurnal :

Dr. Utang xxx Cr. Kas xxx Dan Dr. Dana kebajikan kas Cr. Dana kebajikan potongan pembelian
Dr. Utang
xxx
Cr. Kas
xxx
Dan
Dr. Dana kebajikan kas
Cr. Dana kebajikan potongan pembelian
xxx
xxx
5.
Keuntungan murabahah diakui :
(a) pada saat terjadinya akad murabahah jika penjualan dilakukan secara tunai
atau secara tangguh sepanjang masa angsuran murabahah tidak melebihi
satu periode laporan keuangan maka keuntungan langsung diakui. Pada
periode tersebut. Jurnal :
Dr. Kas
Dr. Piutang Murabahah
xxx
xxx
Akuntansi Syariah
‘12
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
8
Safira SE,Ak,M.Si
Universitas Mercu Buana

Cr. Aset Murabahah

xxx

Cr. Keuntungan

xxx

(b) Namun apabila lebih dari satu periode maka perlakuannya adalah sebagai berikut :

(1) keuntungan diakui saat penyerahan asset murabahah dengan syarat apabila risiko penagihannya keci, maka dicatat dengan cara yang sama pada butir a. (2) keutungan diakui secara proporsional dengan besaran kas yang berhasil ditagih dari piutang murabahah, maka jurnal :

Pada saat penjualan kredit dilakukan :

Dr. Piutang murabahah

xxx

Cr. Aset murabahah

xxx

Cr. Keuntungan tangguhan Pada saat penerimaan angsuran :

xxx

Dr. Kas

xxx

Cr. Piutang Murabahah

xxx

Dr. Keuntungan tangguhan Cr. Keuntungan

xxx

xxx

(3)

keuntungan diakui saat seluruh piutang murabahah berhasil ditagih, dicatat dengan cara yang sama pada poin (2), hanya saja jurnal pengakuan keuntungan dibuat saat seluruh piutang telah selesai ditagih

dengan kerugian piutang. Dr. Beban piutang tak tertagih Cr. Penyisihan piutang tak tertagih
dengan
kerugian piutang.
Dr. Beban piutang tak tertagih
Cr. Penyisihan piutang tak tertagih

6. Pada saat akad murabahah piutang diakui sebesar biaya perolehan ditambah dengan keuntungan yang disepakati. Pada akhir periode laporan keuangan, piutang murabahah dinilai sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi sama

akuntansi konvensional, yaitu saldo piutang dikurang penyisihan

xxx

xxx

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

9

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

  • 7. Potongan pelunasan piutang murabahah yang diberikan kepada pembeli yang melunasi tepat waktu atau lebih cepat dari waktu yang disepakati diakui sebagai pengurang keuntungan murabahah (a) Jika potongan diberikan pada saat pelunasan, maka dianggap sebagai pengurang keutungan.

 

Dr. Kas

xxx

xxx

 

Dr. Keutungan ditangguhkan

Cr. Piutang Murabahah

xxx

Cr. Keuntungan (Porsi pengakuan keuntungan-potongan)

xxx

(b)

Jika

potongan

diberikan

setelah pelunasan yaitu penjual menerima

pelunasan piutang dari pembeli dan kemudian membayarkan potongan pelunasannya kepada pembeli.

Dr. Kas

xxx

Dr. Keutungan ditangguhkan

xxx

Cr. Piutang Murabahah

xxx

Cr. Keuntungan

xxx

(Sesuai porsi pengakuan keuntungan) Pada saat pengembalian kepada pembeli

Dr. Keutungan murabahah Cr. Kas

xxx

xxx

Dr. Kas Dr. Keutungan ditangguhkan Dr. Beban Cr. Piutang Murabahah Cr. Keuntungan
Dr. Kas
Dr. Keutungan ditangguhkan
Dr. Beban
Cr. Piutang Murabahah
Cr. Keuntungan

Jika potongan diberikan karena adanya penurunan kemampuan pembayaran pembeli diakui sebagai beban.

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

10

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

8.

Denda dikenakan jika pembeli lalai dalam melakukan kewajibannya sesuai

dengan akad, dan denda uang diterima diakui sebagai bagian dana kebajikan

Dr. Kas

Cr. Dana kebajikan-denda

xxx

xxx

  • 9. Pengakuan dan pengukuran uang muka adalah sebagai berikut : (a) uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima; (b) pada saat barang jadi dibeli oleh pembeli maka uang diakui sebagai pembayaran piutang (merupakan bagian pokok) (c) jika barang batal dibeli oleh pembeli maka uang muka dikembalikan kepada pembeli setelah diperhitungkan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual Jurnal yang terkait dengan penerimaan uang muka:
    a.
    b.

Penerimaan uang muka dari pembeli Dr. Kas xxx Cr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah

xxx

Apabila murabahah jadi dilaksanakan

Dr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah Cr. Piutang Murabahah

xxx

xxx

Sehingga untuk penentuan margin keutungan didasarkan atas nilai piutang (harga jual kepada pembeli setelah dikurangi uang muka)

c. Dr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah Cr. Pendapatan Operasional Cr. Kas d.
c.
Dr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah
Cr. Pendapatan Operasional
Cr. Kas
d.

Pesanan dibatalkan, jika uang muka yang dibayarkan oleh calon pembeli lebih besar daripada biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual dalam rangka memenuhi permintaan calon pembeli maka selisihnya dikembalikan pada calon pembeli.

xxx

xxx

xxx

Pesanan dibatalkan jika uang muka yang dibayarkan oleh calon pembeli lebih kecil daripada biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual dalam rangka

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

11

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

memenuhi permintaan calon pembeli, maka penjual dapat meminta pembeli untuk membayarkan kekurangannya dan pembeli membayarkan kekurangannya.

Dr. Kas/ Piutang

xxx

Dr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah

xxx

Cr. Pendapatan Operasional

xxx

e. Jika perusahaan menanggung kekurangannya atau uang muka sama dengan beban yang dikeluarkan.

Dr. Utang Lain-Uang Muka Murabahah Cr. Pendapatan Operasional

xxx

xxx

  • 10. Penyajian Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan kerugian piutang. Margin murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) piutang murabahah.

  • 11. Pengungkapan Penjual mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada :

(a) harga perolehan asset murabahah; (b) janji pemesanan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai kewajiban atau bukan;
(a) harga perolehan asset murabahah;
(b) janji pemesanan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai kewajiban
atau bukan; dan
(c) pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No.101 tentang Penyajian
Laporan Keuangan Syariah.
Akuntansi Untuk Pembeli
1.
Aset
yang
diperoleh
melalui
transaksi
murabahah
diakui
sebesar
biaya
perolehan murabahah tunai.
Dr. Aset
Dr. Beban Murabahah Tangguhan
Cr. Utang Murabahah
xxx
xxx
xxx
Akuntansi Syariah
‘12
Pusat Pengembangan Bahan Ajar
12
Safira SE,Ak,M.Si
Universitas Mercu Buana

Jika ada uang muka :

Dr. Uang muka Cr. Kas

xxx

xxx

Dr. Aset

xxx

Dr. Beban Murabahah Tangguhan

xxx

Cr. Uang Muka

xxx

Cr. Utang Murabahah

xxx

  • 2. Selisih antara harga beli yang disepakati dengan biaya perolehan tunai diakui sebagai

beban

murabahah

tangguhan.

Beban

murabahah tangguhan

diamortisasi secara proporsional dengan porsi utang murabahah. Jurnal :

Dr. Utang Murabahah

xxx

Cr. Kas

xxx

Dr. Beban

xxx

Cr. Beban Murabahah Tangguhan

xxx

3.

Diskon pembelian yang diterima setelah akad murabahah, potongan pelunasan

dan

potongan

tangguhan.

Dr. Kas

utang

murabahah

sebagai

pengurang beban murabahah

xxx

Cr. Beban Murabahah Tangguhan

xxx

Dr. Utang Murabahah Cr. Kas Dr. Beban Cr. Beban Murabahah Tangguhan 4. Dr. Kerugian Cr.Kas/Utang
Dr. Utang Murabahah
Cr. Kas
Dr. Beban
Cr. Beban Murabahah Tangguhan
4.
Dr. Kerugian
Cr.Kas/Utang

Jurnal untuk potongan pelunasan dan potongan uang murabahah

xxx

xxx

xxx

xxx

Denda yang dikenakan akibat kelalaian dalam melakukan kewajiban sesuai dengan akad diakui sebagai kerugian

xxx

xxx

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

13

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

  • 5. Potongan uang muka akibat pembeli akhir batal membeli barang diakui sebagai kerugian. Jurnal :

Dr. Uang Muka

xxx

Cr. Kas

xxx

Dr. Kas

xxx

Dr. Kerugian

xxx

Cr, Uang Muka

xxx

  • 6. Penyajian Beban murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (control account) utang murabahah.

  • 7. Pengungkapan Pembeli mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas pada : (a) nilai tunai asset yang diperoleh dari transaksi murabahah; (b) jangka waktu murabahah tangguh (c) pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK No.101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah

Referensi : 
Referensi :

Antonio, Muhammad Syafi’i , 2001, Bank Syariah dari Teori ke Praktik, Gema Insani, Jakarta.

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

14

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana

Harahap, Sofyan Syafri, dkk, 2006, Akuntansi Perbankan Syariah, LPFE – Usakti, Jakarta.

 

Muhammad,

Rifqi,

2008,

Akuntansi

Keuangan

Syariah

:

Konsep

dan

Implementasi PSAK Syariah , P3EI Press, Yogyakarta.

 

Nurahayati, Sri dan Wasilah, 2008, Akuntansi Empat, Jakarta

Syariah di Indonesia, Salemba

PSAK 102, Akuntansi Murabahah, IAI.

 

Wiyono, Slamet, 2005, Cara Mudah Memahami Akuntansi Perbankan Syariah Berdasar PSAK dan PAPSI , Grasindo, Jakarta.

Yaya, Rizal, dkk, 2009, Akuntansi Perbankan Syariah : Teori dan Praktik Kontemporer, Salemba Empat, Jakarta.

 Harahap, Sofyan Syafri, dkk, 2006, Akuntansi Perbankan Syariah , LPFE – Usakti, Jakarta.  Muhammad,

‘12

Akuntansi Syariah

 
 

15

Safira SE,Ak,M.Si

Pusat Pengembangan Bahan Ajar

Universitas Mercu Buana