Anda di halaman 1dari 18

BAB I DASAR TEORI

Kelelahan otot merupakan suatu keadaan dimana otot tidak dapat mempertahankan gaya atau kontraksi yang diberikan. Untuk berkontraksi otot memerlukan tenaga (energi). Energi itu berasal dari energi yang tersimpan di dalam sel-sel otot. Otot dalam keadaan bekerja juga menghasilkan zat-zat sisa yang disebut asam susu atau asam laktat. Asam laktat ini akan dibawa oleh darah untuk dibuang di luar tubuh. Akan tetapi, asam laktat tersebut juga dapat

tertimbun dalam otot, sehingga menimbulkan rasa kelelahan atau pegal-pegal. Keadaan ini sering terjadi saat kita melakukan kerja yang berat. Untuk menguraikan asam laktat dibutuhkan oksigen yang cukup banyak. Penyebab lain dari kelelahan otot terletak dalam serabut otot itu sendiri. Kelelahan dikarenakan kegagalan pasokan darah untuk memasok elemen metabolisme yang esensial. Kurangnya oksigen dan akumulasi metabolit asam mungkin terlibat di sini. Kemungkinan lain adalah keterlibatan respons volunter terhadap kelelahan otot pusat-pusat yang lebih tinggi yang akan menyebabkan kelelahan, keduanya dapat mengganggu fungsi yang efisien. Selain itu, terdapat pula komponen psilkologik dalam kelelahan yang sebagian besar tergantung pada motivasi. Menurut Claman, H.P., dkk., (1979) dan Komi, P.V., dkk., (1979) banyak bukti-bukti yang mendukung dan menentang bahwa, kelelahan otot local disebabkan oleh kegagalan neuromuscular junction. Bentuk kelelahan ini nampaknya umum terjadi pada kesatuan motor otot putih (Claman, H.P., dkk., 1979, dan Komi, P.V, dkk, 1979), dan boleh dianggap sebagian terbesar kelelahan dari serabut serabut otot putih jika dibandingkan dengan serabut-serabut otot merah. Kegagalan dari neuromuscular junction untuk memancarkan rangsanganrangsangan persyarafan ke serabut-serabut otot adalah factor terbesar yang menyebabkan penurunan pengiriman bahan-bahan kimia, asetilkolin dari akhiran syaraf.

Beberapa faktor yang terlibat didalam kelelahan itu adalah mekanisme kontraktil itu sendiri. Beberapa diantaranya adalah :

Penumpukan asam laktat

Terjadinya kelelahan otot yang disebabkan oleh penumpukan asam laktat telah lama dicurigai. Bagaimanapun juga, baru belakangan ini orang menentukan hubungan antara penumpukan asam laktat pada intramuscular dengan menurunnya puncak tegangan (ukuran dari kelelahan). Apabila rasio asam laktat pada otot merah dan otot putih meningkat, puncak tegangan otot menurun. Jadi bias diartikan bahwa besarnya kelelahan pada serabut-serabut otot putih berhubungan dengan besarnya kemampuan mereka untuk membentuk asam laktat. Pendapat bahwa penumpukan asam laktat menyertai didalam proses kelelahan selanjutnya diperkuat oleh fakta dimana dua mekanisme secara fisiologi yang karenanya asam laktat menghalang-halangi fungsi otot. Kedua mekanisme tersebut tergantung kepada efek asam laktat pada pH intra selular atau konsentrasi ion hydrogen (H) (Strauss, R.H. 1979). Dengan meningkatnya asam laktat, konsentrasi H meningkat, dan pH menurun. Di pihak lain, peningkatan konsentrasi ion H menghalangi proses rangkaian eksitasi, oleh menurunnya sejumlah Ca yang dikeluarkan dari reticulum sarkoplasma dan gangguan kapasitas mengikat troponin. Di lain pihak peningkatan konsentrasi ion H juga menghambat kegiatan fosfofruktokinase, enzim kunci yang terlibat di dalam anaerobic glikolisis. Demikian lambatnya hambatan glikolisis, mengurangi penyediaan ATP untuk energy.

Pengosongan penyimpanan ATP dan PC

Karena ATP merupakan sumber energi secara langsung untuk kontraksi otot, dan PC dipergunakan untuk Resintesa ATP secepatnya, pengosongan Fosfagen

intraseluler mengakibatkan kelelahan. Bagaimana penyelidikan terhadap manusia telah disimppulkan, bahwa kelelahan tidak berasal dari rendahnya fosfagen didalam otot (FOX, E.L.1989). Suatu kesimpulan yang sama telah diperoleh dari hasil penelitian terhadap otot katak yang dipotong pada otrot sartoriusnya. Sebagai contoh, telah diingatkan bahwa selama kegiatan kontraksi, konsentrasi ATP didaerah miofibril mungkin lebih berkurang daripada dalam otot keseluruhan. Oleh karena itu, ATP menjadi terbatas didalam mekanisme kontraktil, walaupun hanya terjadi penurunan yang moderat dari jumlah total ATP didalam otot. Kemungkinan yang lain adalah bahwa hasil energi didalam pemecahan ATP lebih sedikit dari jumlah ATP yamg tersedia didalam batas-batas untuk kontreaksi otot. (Holloszy, J.O.,1984 dan DeVries, H.A., 1986). Alasan dari penurunan ini mungkin dihubungkan dengan peningkatan konsentrasi ion H dalam jumlah kecil sampai besar didalam intraseluler, dan merupakan penyebab utama dari penumpukan asam laktat ( Stegemann, 1981).

Pengosongan Simpanan Glikogen Otot

Seperti halnya dengan asam laktat dan kelelahan , hubungan sebab akibat antara pengosongan glikogen ototdan kelelahan otot tidak dapat ditentukan dengan tegas ( Astrand, P.O., 1986). Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kelelahan selama periode latihan yang lama (FOX, E.L.1989) adalah sbb: >>Rendahnya tingkatan/level glukosa darah, menyebabkan pengosongan cadangan glikogen hati. >>Kelelahan otot lokal disebabkan karena pengosongan cadangan glikogen otot. >>Kekeringan (dehidrasi) dan kurangnya elektrolit, menyebabkan temperatur tubuh meningkat. >>Rasa jenuh.

Otot tidak pernah bekerja sendiri. Bahkan gerakan paling sederhana sekalipun memerlukan kerja banyak otot. Mengambil pensil memerlukan gerakan jari dan ibu jari, pergelangan tangan, dan siku, bahkan mungkin bahu dan batang tubuh ketika badan membungkuk ke depan. Setiap otot harus berkontraksi dan setiap otot antagonis harus rileks untuk memungkinkan gerakan yang halus tanpa sentakan. Kerja harmonis otot-otot ini disebut koordinasi otot. Setiap kerja baru yang melibatkan koordinasi memerlukan waktu dan latihan sampai kombinasi baru gerakan otot tersebut dikuasai dan setelah itu, gerakan tersebut bisa dilakukan tanpa kerja mental dan konsentrasi yang besar. Saraf sensori memberi rasa otot, meskipun bukan sensasi yang sangat akut, tetapi cukup untuk menginformasikan adanya kontraksi dan relaksasi pada otot. Sensasi ini tidak kentara sampai dilakukan usaha sadar untuk merelaksasi atau mengkontraksi otot, yakni pada saat derajat kontraksi sebelumnya menjadi jelas. Kenormalan otot berada dalam kondisi kontraksi parsial yang dikenal sebagai tonus otot. Tonus otot inilah yang mempertahankan posisi dalam waktu lama tanpa menimbulkan kelelahan. Hal ini dimungkinkan oleh suatu mekanisme. Pada mekanisme ini berbagai kelompok serabut otot melakukan kontraksi dan relaksasi secara bergantian, sehingga setiap otot mempunyai kesempatan untuk beristirahat dan bekerja. Otot yang mempunyai derajat tonisitas paling tinggi pada manusia adalah otot leher dan punggung.

BAB II HASIL dan JAWABAN

2.1 Hasil Percobaan 2.1.1 Percobaan Kerja dan Istirahat pada Kelelahan Jari Tangan Orang Parameter Kelelahan (detik) Ke-1 Tangan Kiri Tangan Kanan Ke-2 Tangan Kiri Tangan Kanan 56 57 135 181 Jumlah Kontraksi 18 19 56 67 Kekuatan Kontraksi Awal (mm) 47 50 48 50

1. Mengapa kelelahan terjadi ? Karena terjadi penumpukan asam laktat pada otot yang dikarenakan kekurangan oksigen pada saat pemecahan asam piruvat. Penumpukan asam laktat ini, akan mengiritasi saraf yang melayani otot tersebut yang mengakibatkan nyeri pada otot. Gangguan sirkulasi pada darah mengakibatkan metabolisme glukosa dalam otot terganggu sehingga terjadi kelelahan otot.

(1) Adakah perbedaan antara tangan kiri dan kanan ?

Ya

Tidak

Mengapa hal ini terjadi ? Karena tangan kanan sering kita gunakan dalam beraktivitas, sedangkan tangan kiri jarang kita gunakan dalam beraktivitas sehingga otot tangan

kanan lebih kuat kontraksinya daripada tangan kiri kita. Karena semakin sering otot tersebut dilatih atau melakukan aktivitas, maka akan semakin terbiasa dan tidak mudah lelah.

(2) Adakah perbedaan antara orang coba pertama dan kedua ?

Ya

Tidak

Mengapa hal ini terjadi ? Karena perbedaan jenis kelamin. Pada orang ke-2, jumlah kontraksinya lebih banyak karena jenis kelaminnya laki-laki yang memiliki kekuatan yang lebih daripada orang ke-1 (perempuan).

2.1.2 Pengaruh Perubahan Peredaran Darah dan Pemijatan pada Kelelahan Orang Parameter Kelelahan (detik) Ke-1 Tangan Kiri Tangan Kanan Ke-2 Tangan Kiri Tangan Kanan 29 73 146 137 Jumlah Kontraksi 19 24 53 50 Kekuatan Kontraksi Awal (mm) 40 42 54 48

(1) Pada percobaan yang manakah kelelahan timbul lebih cepat ? Kiri Kanan

(2) Adakah perbedaan antara orang coba pertama dan kedua ?

Ya

Tidak

Orang Ke-1

Orang Ke-2

Mengapa :

2.1.3 Pengaruh Suhu Dingin dan Panas pada Kelelahan Orang Parameter Kelelahan (detik) Ke-1 Ke-2 Tangan Kanan Tangan Kanan 139 181 Jumlah Kontraksi 82 67 Kekuatan Kontraksi Awal (mm) 46 50

Sebelum Dicelup Es Kelelahan Orang Parameter (detik) Jumlah

Sesudah Dicelup Es Kekuatan

Kekuatan Kelelahan Jumlah (detik)

Kontraksi Kontraksi Awal (mm)

Kontraksi Kontraksi Awal (mm)

Ke-1 Tangan Kiri Ke-2 Tangan Kiri

136 172

21 56

43 48

92 152

18 46

38 42

2.1.4 Pengaruh Kelelahan pada Beberapa Posisi Tangan Orang Tangan Gerakan Frekuensi Gerakan Samping ke belakang Kiri Samping ke depan Samping ke atas Ke-1 Samping ke bawah Samping ke belakang Kanan Samping ke depan Samping ke atas Samping ke bawah Samping ke belakang Kiri Samping ke depan Samping ke atas Samping ke bawah Ke-2 Kanan Samping ke belakang Samping ke depan Samping ke atas Samping ke bawah 40 23 31 29 27 21 35 32 Waktu (detik) 82 46 62 68 54 42 70 64

2.1.5 Pengaruh Kerja dan Kekuatan pada Kelelahan Telapak dan Jari Tangan Orang Parameter Kelelahan (detik) Jumlah Kontraksi Ke-1 Tangan Kiri Tangan Kanan Ke-2 Tangan Kiri Tangan Kanan 43 21 67 33 22 10 51 25

2.1.6 Pengaruh Kelelahan pada Kecepatan dan Keterampilan Halus Jumlah Manik Orang Sebelum (pasang) Ke-1 108 Sesudah (pasang) 108 45 Frekuensi Gerakan Waktu Kelelahan (detik) 99 Capek, pegal pada leher Ke-2 106 104 42 82 Lelah, nyeri pada lengan bawah Yang Dirasan

2.1.7 Pengaruh Kelelahan pada Ketelitian Kerja Jumlah Manik Orang Sebelum (pasang) Ke-1 24 Sesudah (pasang) 22 59 Frekuensi Gerakan Waktu Kelelahan (detik) 117 Capek, pegal pada leher Ke-2 30 25 62 83 Capek, pegalpegal, lemas Yang Dirasan

2.1.8 Pemulihan Kelelahan Otot pada Beberapa Posisi Tubuh 2.1.8.1 Kepala dan Leher Gerakan Anterior fleksi Lateral fleksi Rotasi Ekstensi Waktu (detik) 100 57 117 63

2.1.8.2 Bahu Gerakan Mengangkat bahu dengan tangan Waktu (detik) 43

terjuntai ke bawah Mengangkat dengan lengan atas 38

sebidang dengan bahu

2.1.8.3 Punggung Gerakan Badan dan Kepala ke depan (35 ) Badan dan Kepala ke depan dengan mengangkat lengan sebidang dengan bahu 22
o

Waktu (detik) 41

2.2 Pertanyaan dan Jawaban 1. Bagaimana pengaruh kelelahan pada ketelitian ? Jelaskan mekanismenya.

Kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu kegiatan. Jika kita lelah, maka ketelitian kita berkurang karena dapat membuat kita tidak fokus dan kontraksi otot menurun. Sehingga, akibat dari tidak fokusnya dalam mengerjakan suatu hal, maka dapat terjadi ketidaktelitian.

2. Bagaimana pengaruh kelelahan pada kecepatan dan ketrampilan kerja? Jelaskan mekanismenya.

10

Disaat tubuh kita lelah, maka kita akan malas dalam melakukan suatu pekerjaan karena arti dari kelelahan itu sendiri adalah suatu kondisi menurunnya efisiensi, performa kerja, dan berkurangnya kekuatan atau ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan dilakukan. yang harus

3. Bagaimana pengaruh Istirahat pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.

Kelelahan kerja dapat dikurangi dengan penyediaan sarana istirahat. Pemberian waktu istirahat tersebut dimaksudkan untuk : Mencegah terjadinya kelelahan yang berakibat kepada penurunan kemampuan fisik dan mental serta kehilangan efisiensi kerja. Memberi kesempatan tubuh untuk melakukan pemulihan atau penyegaran.

4. Bagaimana pengaruh infra red kelelahan? Jelaskan mekanismenya.

Sinar inframerah yang dapat menembus cukup dalam kebawah lapisan kulit telah terbukti secaraefektif dapat memulihkan rasa sakit dan pegal akibat ketegangan otot ataupun persendian.Kehangatan sinar inframerah yang memberi rasa nyaman menembus kedalam kulit

sehinggamemperlancar aliran darah sekaligus menghangatkan otot. Pada saat otot menghangat,makaotomatis akan menjadi kedur dan rileks. Selain itu dengan meningkatnya sirkulasi darah yangmembawa oksigen maka penyembuhan otot pun berlangsung dengan lebih cepat. Lampu infrared150 Watt Philips dengan extra focus memberikan cakupan wilayah efektif seluas 20x30cm untuk dapat menjangkau keseluruhan wilayah seperti pundak, paha, betis, dll

11

5. Bagaimana pengaruh pemijatan pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya. Pengaruh pemijatan pada kelelahan, yaitu : Mengurangi tingkat kelelahan otot. Menguraikan asam laktat dan memperlancar aliran darah. Merelaksasi otot. Meredakan ketegangan otot. Mencegah terjadinya cedera. Mempercepat kesembuhan akibat dari overuse otot. Memberikan rasa nyaman pada tubuh dan pikiran.

Pengaruh-pengaruh pemijatan pada kelelahan di atas, dapat terjadi karena proses pengeluaran sisa-sisa pembakaran (asam laktat) ke dalam aliran darah dipercepat. 6. Bagaimana pengaruh dingin pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.

Dapat membatasi atau mengurangi keluarnya stikoline, yakni materi kimiawi yang dikeluarkan oleh gerak saraf . Ini akan

menyebabkan hilangnya nyeri otot-otot hingga dapat menimbulkan relaksasi. Menurunnya nyeri yang akut, dan menghilangkan nyeri yang menua. Pengaruh fisiologis kompres dingin ini lebih lama dibandingkan dengan pengaruh kompres hangat. Meringankan nyeri karena terapi ini dapat mengalihkan syaraf perasa nyeri ke dalam otot. Bekerja guna mengerutkan pembuluh darah pada saat terapi dilakukan, dan membatasi jumlah darah yang mengalir dari pembuluh darah yang merusak. Dengan demikian akan

berpengaruh besar dalam mengurangi pembengkakan, hingga kemudian akan membantu percepatan penyembuhan.

12

7. Bagaimana pengaruh panas pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.

Panas dapat membuat otot rileks dan menghilangkan nyeri. Sehingga kelelahan dapat berkurang. 8. Apakah posisi tubuh berpengaruh terhadap kecepatan timbulnya lelah? Mengapa jelaskan dan uraikan apa yang dapat dilakukan agar dokter gigi dapat mengurangi keletihan kerja.

Posisi tubuh dapat menimbulkan kelelahan, apalagi jika suatu posisi yang monoton dalam jangka waktu yang lama. Suatu posisi tubuh yang monoton, akan cepat mengakibatkan kelelahan karena, pada posisi tubuh yang monoton peredaran aliran darah dapat terganggu sehingga tubuh mudah lelah. Sedangkan jika posisi tubuh kita tidak monoton, maka sirkulasi darah akan berjalan dengan normal dan kelelahan itu akan tidak cepat muncul.

13

BAB III PEMBAHASAN

3.1.1 Percobaan Kerja dan Istirahat pada Kelelahan Jari Tangan Pada percobaan diketahui bahwa antara tangan kiri dengan tangan kanan, lebih kuat tangan kanan karena dari percobaan diketahui bahwa kekuatan kontraksi awal pada tangan kanan lebih tinggi daripada tangan kiri. Tangan kanan juga tidak mudah lelah (dilihat dari jumlah kontraksi, tangan kanan jumlah kontraksinya lebih banyak daripada tangan kiri. Sedangkan jika dilihat dari kelelahannya, tangan kanan lelah pada detik pada angka yang lebih tinggi daripada tangan kiri). Jika dilihat dari jenis kelaminnya, kekuatan awal tangan pada laki-laki hampir sama pada tangan kanan perempuan dan selisih satu pada tangan kiri perempuan. Tetapi, jika dilihat dari jumlah kontraksi dan kelelahan pada detik ke-, kekuatan tangan pada laki-laki jauh lebih tidak mudah lelah dari pada perempuan dalam hal kecepatan lelahnya. 3.1.2 Pengaruh Perubahan Peredaran Darah dan Pemijatan pada Kelelahan Hasil dari percobaan tentang pengaruh perubahan peredaran darah, diketahui bahwa kekuatan pada jari tangan kanan pada orang ke-1 (perempuan) lebih kuat dibandingkan jari tangan pada tangan kiri. Sedangkan pada orang ke-2 (laki-laki) lebih kuat jari tangan kiri dibandingkan jari pada tangan kanannya. 3.1.3 Pengaruh Suhu Dingin dan Panas pada Kelelahan Dari hasil percobaan, diketahui kekuatan jari tangan kanan memang lebih besar daripada tangan kiri, dan kekuatan jari pada tangan laki-laki lebih

14

besar daripada kekuatan tangan pada perempuan. Kekuatan otot pada jari tangan kiri yang telah dicelupkan kedalam es, menjadi jauh lebih lemah dibandingan dengan kekuatan pada tangan kiri yang belum dicelupkan kedalam es. Semua itu, berlaku pada jenis kelamin apapun. Otot jari tangan melemah karena suhu dingin yang disebabkan oleh es tersebut. 3.1.4 Pengaruh Kelelahan pada Beberapa Posisi Tangan Pada percobaan diketahui, pada saat posisi gerakan samping ke belakang, samping ke depan, dan samping ke bawah frekuensi pada tangan kanan lebih kecil dan waktunya juga lebih sedikit. Sedangan pada saat gerakan tangan dari samping ke atas, frekuensi tangan kanan lebih besar daripada frekuensi tangan kiri. Begitu juga dengan waktunya, jauh lebih besar tangan kanan daripada tangan kiri. 3.1.5 Pengaruh Kerja dan Kekuatan pada Kelelahan Telapak dan Jari Tangan Kelelahan terjadi lebih cepat pada tangan kanan daripada tangan kiri. Itu semua terjadi pada laki-laki dan juga perempuan. Tangan kanan lebih cepat lelah daripada tangan kiri karena gerakan siku dengan pergelangan tangan sambil membawa dumbell 0,5 kg dilakukan dengan tangan kanan.

3.1.6 Pengaruh Kelelahan pada Kecepatan dan Keterampilan Halus Diketahui pada percobaan di atas, waktu menguntai manik pada orang ke-1 memang tidak ada perubahan baik sebelum mengangkat dumbell 0,5 kg dan sesudah mengangkat dumbell 0,5 kg. Tetapi, itu semua tidak terjadi pada orang ke-2, waktu menguntai manik saat sudah mengangkat dumbell 0,5 kg, lebih sedikit (cepat lelah) daripada saat sebelum mengangkat dumbell 0,5 kg. Frekuensi gerakan dan waktu kelelahan lebih tinggi orang ke-1 daripada orang ke-2. Pada orang ke-1, hal yang dirasakan yaitu capek dan pegalpada

15

lengan bawah. Sedangkan pada orang ke-2, yang dirasakan yaitu : lelah dan nyeri pada lengan bawah. 3.1.7 Pengaruh Kelelahan pada Ketelitian Kerja Kelelahan dapat mempengaruhi ketelitian seseorang, dilihat dari percobaan ini, jumlah manik yang diperoleh pada saat belum mengangkat dumbell 0,5 kg, lebih banyak pasangan manik yang diperoleh. Setelah mengangkat dumbell 0,5 kg, manik yang diperoleh lebih sedikit. Hal yang dirasakan pada orang ke-1 yaitu capek dan pegal pada leher dan pada orang ke-2 yaitu capek, pegal, dan lemas-lemas. 3.1.8 Pemulihan Kelelahan Otot pada Beberapa Posisi Tubuh Pada gerakan leher dan kepala, waktu yang dibutuhkan lebih panjang daripada gerakan pada bahu dan juga punggung. Itu semua karena otot yang mempunyai derajat tonisitas paling tinggi pada manusia adalah otot leher dan punggung. Tonus otot inilah yang mempertahankan posisi dalam waktu lama tanpa menimbulkan kelelahan.

16

BAB IV KESIMPULAN

Pada percobaan yang telah dilakukan di dalam kelompok kami disimpulkan bahwa kinerja otot tangan kanan lebih kuat daripada otot tangan kiri, ini dikarenakan tangan kanan sering digunakan daripada tangan kiri sehingga menjadikannya dapat lebih lama lagi dalam berkontraksi daripada otot pada tangan kiri yang tak terlalu terlatih dalam mekakukan berbagai gerakan. Dan setelah kelelahan otot terjadi, dapat mengakibatkan daya konsentrasi menjadi berkurang sehingga dapat mempengaruhi ketelitian yang semakin menurun.

17

DAFTAR PUSTAKA

1. Clamann, H. P., and Broecker, K.T.: Relationship between force and fatigability og red and pole skeletal muscle in man. Am. J. Phys. Med.58 (2): 70-85, 1979 2. Fox, L. Edward., richard, W. Bowers, and Merle, L. Foss.: the Physiological Basis of Physical Eduction and athletics (edisi ke-4). Dubuque, lowa: Wm. C. Brown Publishers, 1989 3. Thomson,hamish.2007.OKLUSI Edisi 2.Jakarta : Buku Kedokteran EGC

4. Jurnal Analisa Efek Terapi Panas Terhadap Kelelahan Otot oleh Endang Dian Setioningsih Ir. Joko Purwanto, M.Eng, P.h.D dan DR. Tri Arief Sardjono, ST, MT

5. Watson,roger.2002.ANATOMI & FISIOLOGI untuk perawat Edisi 10.Jakata : Buku Kedokteran EGC

18