Anda di halaman 1dari 8

Laporan Biokimia

REAKSI UJI LIPID

Nama : Ansori Muchtar NIM : 10510071 Kelompok : 02 Tanggal Praktikum : 31 Oktober 2012 Tanggal Laporan : 07 November 2011 Asisten: Febrian

Laboratorium Biokimia Program Studi Kimia Fakultas Matematika Dan IPA Institut Teknologi Bandung 2012

REAKSI UJI LIPID

I.

Tujuan Menentukan lipid dan kolesterol melalui uji kualitatif.

II.

Teori Dasar Lipid adalah nama suatu golongan senyawa organik yang meliputi sejumlah senyawa yang terdapat di alamyang semuanya dapat larut dalam pelarut-pelarut organik tetapi sukar larut atautidak larut dalam air. Pelarut organik yang dimaksud adalah pelarut organik nonpolar, seperti benzen, pentana, dietil eter, dan karbon tetraklorida. Dengan pelarut-pelarut tersebut lipid dapat diekstraksi dari sel dan jaringan tumbuhan ataupun hewan. Lipid di kelompokkan menjadidua kelompok, yaitu kelompok lipid sederhana (simple lipids) dan kelompok lipid kompleks (complex lipid). Lipid sederhana mencakup senyawa-senyawa yang tidakmudah

terhidrolisis oleh larutan asam atau basa dalam air dan terdiri darisubkelompok-kelompok: steroid, prostaglandin dan terpena. Lipid kompleks meliputisubkelompok-kelompok yang mudah

terhidrolisis menjadi zat-zat penyusun yanglebih sederhana, yaitu lilin (waxes) dan gliserida. Komponen-komponen campuran lipid dapat difraksionasi lebih lanjut dengan menggunakan perbedaan kelarutannya didalam berbagai pelarut organik. Sebagai contoh; fosfolipid dapatdipisahkan dari sterol dan lemak netral atas dasar ketidaklarutannya di dalam aseton. Suatu reaksi yang sangat berguna untuk fraksionasi lipid, adalah reaksi penyabunan. Alkali menghidrolisa lipid kompleks dan menghasilkan sabun dari komponen-komponen yang mengandung asam-asam lemak yang dapat diesterkan.

III.

Data Pengamatan

No 1

Uji Uji Akrolein

Pengamatan Gajih : padatan berwarna putih dan berbau gajih Gliserol : cairan berwarna bening dan berbau Minyak + KOH cairan berwarna kuning tidak larut + air dan dipanaskan warna kuning agak putih

Uji Penyabunan

Uji Busa untuk Setelah ditambah air dan dikocok terbentuk busa di bagian atas sabun Sebelum ditambahkan HCl pekat kertas kongo merah berwarna merah +HCl pekat kertas kongo menjadi berwarna biru Kloroform + kolesterol bening +H2SO4 terbentuk 3 lapisan. Bagian bawah berwarna kuning, tengah merah kecoklatan, atas bening. Terbentuk cincin berwarna merah kecoklatan Uji Liberman- Kolesterol + kloroform bening Burchard + H2SO4 + CH3COOH anhidrat terbentuk 2 lapisan bagian bawah berwarna bening, dan bagian atas berwarna hijau Kloroform + Br kuning Kloroform + minyak olive + Br kuning (70 tetes)

Uji pengendapan

Uji Salkowski

Uji

Ketidakjenuhan Kloroform + Gajih + Br warna kuning (26 tetes)

Uji Peroksida

Minyak olive : terbentuk 2 fasa warna lebih kuning dan jernih Minyak tengik : terbentuk 2 fasa warna kuning dan agak keruh

Uji Akreolin

Uji Penyabunan

Uji busa untuk sabun

Uji pengendapan untuk sabun

Uji salkowski

Uji liebermann Burchad

Uji ketidakjenuhan IV. Pembahasan

Uji peroksida

Pada percobaan ini dilakukan uji kualitatif terhadap senyawa lipid dan kolesterol dengan beberapa uji berikut: 1. Uji Akrolein Apabila gliserol dicampur dengan KHSO4 dan dipanaskan hatihati, akan timbul bau yang tajam khas seperti bau lemak yang terbakar yang disebabkan oleh terbentuknya akrilaldehida atau akrolein. Oleh karena timbulnya bau yang tajam itu, akrolein mudah diketahui dan reaksi ini telah dijadikanreaksi untuk menentukan adanya gliserol atau senyawa yang mengandung gliserol seperti lemak dan minyak.

Bila lemak dan minyak dicampur dengan KHSO4 dan dipanaskan hati-hati juga akan terjadi akrolein. Glierol digunakan dalam industri kosmetika sebagai bahan dalam pembuatan preparat yang dihasilkan. Disamping itu gliserol berguna bagi kita untuk sintesis lemak didalam tubuh

2. Uji Penyabunan Reaksi ini dikenal dengan reaksi penyabunan (saponifikasi). Reaksi ini bertujuan untuk pengambilan asam-asam lemak dari minyak, sehingga dihasilkan campuran sabun dan gliserol yang mudah larut dalamair dan alkohol. Pada pengambilan asam lemak ini, minyak dihidrolisis dengan larutan alkali yaitu KOH (Kalium hidrosida). Proses hidrolisis yang menggunakan basa disebut proses penyabunan. Jumlah mol basa yang digunakan dalam proses penyabunan ini tergantung pada jumlah mol asam lemak. Untuk lemak dengan berat tertentu, jumlah mol asam lemak tergantung pada panjang rantai karbon pada asam lemak tersebut. Apabila rantai karbon itupendek, maka jumlah mol asam lemak besar, sebaliknya apabila rantai karbon itu panjang, jumlah mol asam lemak kecil. Jumlah miligram KOH yang diperlukan untuk menyabunkan 1 gram lemak disebut bilangan penyabunan. Jadi besar atau kecilnya bilangan penyabunan ini tergantungp ada panjang atau pendeknya rantai karbon asam lemak atau dapat dikatakan jugabahwa besarnya bilangan penyabunan tergantung pada berat molekul lemaktersebut. Makin kecil berat molekul lemak,makain besar bilangan penyabunannya.

3. Uji busa untuk sabun Pada percobaain ini busa yang terbentuk hanya tahan beberapa menit. Hal ini menunjukkan alkohol tidak menguap seluruhnya sehingga alkohol tersebut dapat menyebabkan busa cepat pecah dan tidak tahan lama. 4. Uji Pengendapan untuk sabun Pada uji ini dilakukan hidrolisis lemak menjadi asam lemak oleh asam kuat HCl. Asam lemak hasil hidrolisis tidak larut dalam air karena mempunyai rantai karbon yang panjang yang merupakan hidrofob. RCOO-K + HCl RCOOH (asam) + KCl

5. Uji Salkowski untuk kolesterol Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama ditambahkan asam sulfat. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau .

6. Uji Liebermann Burchad Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. Prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke dalam campuran. Mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol, maka molekul air berpindah dari gugus C3 kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi membentuk 3,5kolestadiena. Produk ini dikonversi menjadi polimer yang

mengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau. Warna hijau ini menandakan hasil yang positif (WikiAnswers 2008). Reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-ungu dan akhirnya menjadi hijau tua. 7. Uji ketidakjenuhan Uji ketidakjenuhan yang digunakan untuk membedakan lemak jenuh dan lemak tak jenuh yang memilki ikatan rangkap dengan menggunakan pereaksi Br2. Reaksi ini merupakan reaksi adisi Br terhadap lemak. Lemak yang mempunyai ikatan rangkap akan lebih membutuhkan banyak Br2 dari pada lemak yang jenuh untuk mengadisi ikatan rangkapnya. 8. Uji peroksida Minyak atau lemak yang mengandung asam-asam lemak tidak jenuh dapat teroksidasi menghasilkan suatu senyawa peroksida. Apabila minyak mengalami oksidasi maka senyawa peroksida yang dihasilkan akan meningkat. Senyawa peroksida lipid ini terbantuk karena adanya radikal bebas diudara.

V.

Kesimpulan Hasil Dari analisa kualitatif Lipid dan Kolesterol No. 1. Uji Akreolin Larutan / Zat uji Lemak Ket. -

Gliserol

++

2. 3. 4. 5. 6. 7.

Penyabunan Busa Pengendapan Salkowski LiebermannBurchard Ketidakjenuhan

Minyak Sabun dari minyak Sabun dari minyak Kolesterol Kolestrol Kloroform Minyak olive

++ + + ++ ++ ++ ++

Lemak/gajih 8. Peroksida Minyak olive Minyak biasa Minyak jelantah

+ + + ++

VI.

Daftar Pustaka
Clark,John M. 1964. Experimental Biochemistry. WH Freeman and Company. San Franciso Eaton,David C.1980.The World of Organic Chemistry.Mc-Graw-Hill Book Company. New york. http://www.scribd.com/doc/77499402/uji-biokimia Diakses tanggal 7 november 2012 pukul 03.00

Anda mungkin juga menyukai