Anda di halaman 1dari 8

Surat Kuasa

Surat Kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lain. Pelimpahan wewenang dapat mewakili pihak yang memberi wewenang.

Penggolongan surat kuasa


Surat Kuasa Formal Surat Kuasa Non-Formal

Macam-macam

Surat kuasa pengambilan dokumen kependudukan Surat kuasa pengambilan gaji/pembayaran Surat kuasa mencairkan uang Surat kuasa penjualan Surat kuasa pengambilan keputusan usaha Surat kuasa pengambilan keputusan politik

Ciri-ciri
1. Surat berisi pemberian kuasa kepada seseorang untuk mengurus sesuatu kepentingan 2. Bahasa yang digunakan singkat, lugas, efektif, dan tidak terbelit-belit

Bagian surat kuasa


Kepala surat Nomor surat Pemberi kuasa Identitas pemberi kuasa Penerima kuasa Identitas penerima kuasa Hal yang dikuasakan Waktu pemberian kuasa Tanda tangan penerima dam pemberi kuasa

SURAT KUASA Pemberian kuasa secara tertulis ini yang disebut sebagai surat kuasa. Surat kuasa digunakan dalam lapangan hukum perdata, hukum pidana, maupun hukum administratif. Pemberian surat kuasa dapat dilakukan secara khusus atau secara umum, Secara khusus berarti kuasa yang diberikan hanya mengenai satu kepentingan tertentu atau lebih, sedangkan secara umum meliputi segala kepentingan si pemberi kuasa. Dalam menjalankan kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan dalam surat kuasa, ada kalanya penerima kuasa berhalangan karena sesuatu sebab yang mendesak. Dalam surat kuasa dikenal juga adanya hak substitusi, yakni hak untuk mengalihkan sebagian maupun seluruhnya kuasa yang diberikan kepada si penerima kuasa kepada pihak ketiga. Surat kuasa substitusi dapat diterbitkan apabila dalam surat kuasa semula diberikan klausula tentang hal itu. Pengalihan hak dari penerima kuasa semula pada pihak ketiga dapat dilakukan untuk seluruhnya atau sebagian saja, bergantung pada bunyi klausula pada surat kuasa tersebut. Jika isi klausula memberikan sebagian saja, maka harus ditegaskan dalam surat kuasa semula. Demikian juga apabila kewenangan itu dapat dilimpahkan seluruhnya, maka harus disebutkan pula dalam surat kuasa. Apabila telah terdapat pengalihan kuasa substitusi seluruhnya, maka si pemberi kuasa substitusi tidak dapat menggunakan kembali kuasanya, kecuali pengalihan kuasa tersebut hanya sebagian. surat kuasa pada pokoknya terdiri dari : a. identitas pemberi kuasa; b. identitas penerima kuasa; c. hal yang dikuasakan, disebutkan secara khusus dan rinci, tidak boleh mempunyai arti ganda; d. waktu pemberian kuasa; e. tanda tangan pemberi dan penerima kuasa. Dan untuk penggunaan surat kuasa dalam praktek hukum pidana, perlu juga dicantumkan tempat dan tanggal dibuatnya surat kuasa guna menghindari kerancuan waktu sejak kapan penasihat hukum dapat melakukan pembelaan atau pendampingannya.

SURAT TUGAS a. Pengertian Surat Tugas adalah Naskah Dinas yang berisi pemberitahuan penugasan dari pihak atasan kepada bawahan untuk melakukan tugas atasan tersebut. b. Susunan Surat Tugas terdiri dari : a. Kepala Surat Tugas; b. Tulisan Surat Tugas; c. Nomor dan Tahun. Ad.a. Kepala surat terdiri dari : 1). Tulisan Surat Tugas ; 2). Nomor dan tahun. Ad.b. Isi Surat Tugas memuat dasar dan pertimbangan penugasan, nama, pangkat/golongan, NIP, jabatan yang diberi tugas dan jenis tugas yang harus dilaksanakan dan waktu pelaksanaan tugas. Ad.c. Bagian akhir Surat Tugas terdiri dari : 1) Nama tempat; 2) Tanggal, bulan dan tahun; 3) Nama jabatan; 4) Tandatangan pejabat yang memberi tugas; 5) Nama jelas pejabat; 6) Pangkat dan NIP bagi PNS; 7) Stempel jabatan/instansi; 8) Tembusan. 1. Penandatanganan a. Surat Tugas yang ditandatangani oleh Walikota dibuat diatas kertas formulir ukuran folio, dengan menggunakan Kop Naskah Dinas walikota dengan lambang Negara berwarna hitam; b. Surat tugas yang ditandatangani oleh Pimpinan Perangkat Daerah atas nama Walikota atau atas wewenang jabatannya dibuat diatas formulir ukuran folio, dengan menggunakan Kop Naskah Dinas Perangkat Daerah yang bersangkutan; c. Surat tugas yang ditandatangani oleh Pimpinan Perangkat Daerah atas wewenang jabatannya dibuat diatas formulir ukuran folio, dengan menggunakan Kop Naskah Dinas organisasi yang bersangkutan.

2. Bentuk /Model Naskah Dinas Surat Tugas sebagaimana tertera pada halaman berikut.

SURAT TUGAS NOMOR ./...../2007 Dasar : Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm MENUGASKAN :

Kepada

1.

Nama Pangkat/gol NIP Jabatan Nama Pangkat/gol NIP Jabatan

: : : : : : : :

2.

Untuk

1.

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 3. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Dikeluarkan di ............................ pada tanggal

WALIKOTA DUMAI,

H. ZULKIFLI A.S.

Tembusan : 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmmmm

SURAT TUGAS NOMOR ./...../2007 Dasar : Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm MENUGASKAN : Kepada : 1. Nama Pangkat/gol NIP Jabatan 2. Nama Pangkat/gol NIP Jabatan Untuk : : : : : : : : :

1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 3. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 3. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Dikeluarkan di pada tanggal a.n. WALIKOTA DUMAI Kepala, Drs. DJAMALUS Pembina Utama Muda NIP. 19530805 198303 1 007

Tembusan : 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmm

SURAT TUGAS NOMOR ./...../2009

Dasar

Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

MENUGASKAN : Kepada : 1. Nama Pangkat/gol NIP Jabatan 2. Nama Pangkat/gol NIP Jabatan : : : : : : : :

Untuk

1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm 3. Mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm Dikeluarkan di Dumai pada tanggal CAMAT,

Drs. MUHAMMAD ABDUH, M.Si Penata NIP. 19720121 199201 1 001 Tembusan : 1. Mmmmmmmmmmmmmmmmmm 2. Mmmmmmmmmmmmmmmmmm