P. 1
Petunjuk Teknis Pembuatan Bio Sand Filter dengan Menggunakan Cetakan FRP

Petunjuk Teknis Pembuatan Bio Sand Filter dengan Menggunakan Cetakan FRP

|Views: 135|Likes:
Dipublikasikan oleh Oswar Mungkasa
merupakan salah satu juknis yang disiapkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proyek WES (penyediaan air minum, sanitasi dan peningkatan higinitas di Indonesia Timur) hasil kerjasama Unicef dan pemerintah indonesia. Juknis ini dikeluarkan pada tahun 2009
merupakan salah satu juknis yang disiapkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proyek WES (penyediaan air minum, sanitasi dan peningkatan higinitas di Indonesia Timur) hasil kerjasama Unicef dan pemerintah indonesia. Juknis ini dikeluarkan pada tahun 2009

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Dec 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2013

pdf

text

original

Draft Petunjuk Teknis Pembuatan Bio Sand Filter (BSF) Dengan Menggunakan Cetakan FRP

April 2009

Petunjuk Teknis Pembuatan Bio Sand Filter (BSF)
Pendahuluan BSF adalah saringan untuk menyaring air baku menjadi air minum. Yang dimaksud dengan air baku disini adalah air yang relatif jernih seperti air sumur, air hujan, air dari hulu sungai dll. Prinsip kerja dari saringan ini adalah melewatkan/menyaring air melalui 2 lapisan yaitu: Lapisan mikroorganisma atau disebut biolayer atau schmutzdecke. Lapisan ini akan tumbuh diatas permukaan pasir dalam waktu 10 -20 hari. Air yang melalui lapisan ini akan diproses secara biologis; mikroorganisma pathogen akan dikonsumsi oleh mikroorganisma yang tumbuh dalam lapisan ini. Lapisan pasir halus. Lapisan ini mempunyai pori pori yang kecil dan berfungsi sebagai saringan. Pada prinsipnya BSF sama dengan Saringan Pasir Lambat (SPL) tetapi tidak digunakan secara terus menerus; ada waktu jeda beberapa jam untuk memberikan kesempatan kepada biolayer untuk mengkonsumsi mikroorganisma pathogen. Waktu jeda dianjurkan 6 – 12 jam (minimum 1 jam dan maksimum 48 jam) BSF dapat menyaring air dengan baik setelah biolayer terbentuk. Sebelum lapisan ini terbentuk, air yang keluar dari BSF belum boleh diminum langsung. Gambar 1 adalah gambar schema Bio Sand Filter; Gambar 2 adalah gambar Bio Sand Filter dan Penampung Air yang dicetak dengan cetakan FRP

Gbr. 1 Schema Bio Sand Filter

Gbr.2 Bio Sand Filter dan Penampung Air

SPESIFIKASI TEKNIS BSF Kapasitas : 40 liter per hari Kekeruhan Air Baku : < 50 NTU (masukan air baku kedalam botol aqua 1½ liter, letakan botol tersebut diatas kertas koran, jika melalui lubang botol kita masih bisa membaca judul dari sebuah artikel/huruf dgn ukuran besar, berarti kekeruhan air < 50 NTU) Konstruksi : Beton dicetak dengan cetakan Fibreglass Campuran Beton : 1 Pc : 2 Ps : 2 Kr (dia. ½” – ¼”) Media Penyaring : Pasir halus, keras dan bersih (diayak dengan kawat nyamuk)  Effective Size: 0.15 – 0.4 mm  Uniformity Coef : 1.5 – 2.5 Tebal Media Pasir : 40 – 50 cm Permukaan pasir 5 cm lebih rendah dari outlet sehingga akan selalu ada air setinggi 5 cm diatas permukaan pasir Media Penyangga : Krikil halus  Ø < ¼” , tebal 5 cm  Ø ¼” – ½”, tebal 5 cm Under drain : Slang plastic 1 Plat diffuser : Beton tipis dgn 100 lubang Ø / 8”

CARA MEMBUAT Bio Sand Filter
Peralatan yang diperlukan untuk membuat BSF adalah:  1 buah cangkul  1 buah skop  1 buah gunting kawat  1 buah gergaji kayu  1 buah gergaji besi  1 buah sendok semen  1 buah palu besi  1 buah palu karet (untuk pemadatan beton)  1 buah saringan kawat kasa diameter ¼”  1 buah saringan kawat kasa diameter ½”  1 buah saringan kawat kasa nyamuk  2 buah ember 5 liter  1 kuas 2”  2 buah kunci pas/ring ukuran 14 mm  1 set cetakan FRP

Material yang diperlukan untuk membuat 1 buah BSF adalah:  1/2 sak semen (5 ember @ 5 liter)  50 liter (10 ember) pasir beton yang telah diayak  20 liter (4 ember) krikil ukuran < ½” < ¼ “  25 liter (5 ember) Krikil ukuran < ¼ “  1 buah kran air (plastic)  1 buah Valve Socket Ø ½”  1 buah Faucet Socket Ø ½”  ½ m2 kawat kasa ayam untuk tulangan tutup & plat diffuser  50 liter (10 ember) pasir sebagai media penyaring (ES 0.15 – 0.4 mm, UC 1.5 – 2.5)  5 liter (1 ember) krikil ukuran < ¼” sebagai media penyangga  5 liter (1 ember) krikil ukuran > ¼” – <½” sebagai media penyangga  Minyak kelapa/goring (1 botol kecil)

Membuat Bio Sand Filter
Persiapan Membuat 3 macam ayakan untuk:  Mengayak pasir (kawat nyamuk)  Mengayak krikil dengan ukuran ½”  Mengayak krikil dengan ukuran ¼” Rangka ayakan dibuat dari kayu/papan dengan ukuran 45 cm x 60 cm x 10 cm. Kawat kasa saringan harus dijepit dengan menggunakan reng agar lebih kuat. Untuk ayakan pasir, digunakan kawat nyamuk dan kawat kasa dengan ukuran ½“ untuk penguat (double kawat, kawat kasa dengan ukuran ½” berfungsi untuk menyangga kawat nyamuk supaya lebih kuat)

Merakit cetakan BSF bagian dalam Rakit ketiga bagian cetakan dengan menggunakan mur dan baut seperti pada gambar Oleskan minyak kelapa/goreng pada seluruh permukaan cetekan

Gabungkan cetakan dengan mur dan baut

Merakit cetakan BSF bagian luar Rakit kedua bagian cetakan dengan menggunakan mur dan baut seperti pada gambar Oleskan minyak kelapa/goreng pada seluruh permukaan cetekan

Menggabubungkan cetakan dalam dengan cetakan dasar Gabungkan cetakan seperti pada gambar

Menggabungkan cetakan dalam dengan cetakan luar Gabungkan cetakan seperti pada gambar Pasang mur dan baut untuk menggabungkan cetakan luar dengan cetakan dasar

Memasang slang plastic dengan diameter 6 mm (catatan: jika dinding slang plastic tipis, slang perlu diisi dengan kabel atau tali plastik supaya agak kaku dan tidak terlipat pada saat di cor. Kabel atau tali plastic akan ditarik keluar setelah pengecoran) Masukan slang plastic diantara cetakan dalam dan cetakan luar. Ujung slang yang satu dikeluarkan melalui hidung/outlet cetakan luar Masukan ujung slang yang satu lagi kedalam lubang kecil yang berada pada cetakan dalam (masukan tidak terlalu dalam kira kira 1 cm). Atur posisi slang supaya terletak ditengah tengah beton dan potong slang secukupnya (dipotong pada ujung yang keluar pada hidung cetakan luar)

Merakit cetakan tutup Rakit cetakan seperti pada gambar Oleskan minyak kelapa/goreng pada seluruh permukaan cetakan

Menyiapkan krikil untuk campuran beton Ayak krikil dengan ayakan berukuran ½” Krikil yang tidak lolos (lebih besar dari ½”) tidak digunakan atau digunakan setelah ditumbuk/dipecah sehingga ukurannya menjadi lebih kecil Krikil yang lolos akan diayak lagi dengan ayakan berdiameter ¼” Krikil yang tidak lolos ayakan (ukuran ¼” - ½”) sebanyak 3 ½ ember dan yang lolos ayakan (ukuran < ¼”) sebanyak 3 ½ ember akan digunakan.

Menyiapkan Campuran beton.  Takar 3 ½ ember semen, 7 ember pasir beton yang telah diayak, 3 ½ ember krikil ukuran ¼” – ½” dan 3 ½ ember krikil ukuran < ¼”  Campurkan semen dan pasir lalu aduk hingga merata, kemudian campurkan krikil dan aduk lagi hingga semua merata  Setelah campuran merata, tambahkan air dan aduk. Campuan tidak boleh terlalu encer Catatan: Jumlah campuran beton ini cukup untuk membuat bio sand filter dan wadah pena,pung air.

Pengecoran beton Tuangkan campuran beton kedalam cetakan hingga lubang hidung/outlet pada cetakan luar sambil dipadatkan Setelah lubang outlet padat tutup lubang outlet dengan penutup Lanjutkan pengecoran sambil dipadatkan hingga penuh dan ratakan permukaannya. Biarkan beton mengeras selama 1 hari

Membuka Cetakan FRP bagian dalam Balikan cetakan dan buka cetakan dasar Lepaskan semua baut pada cetakan bagian dalam Lepaskan cetakan dalam mulai dari cetakan tengah, kemudian kedua sisinya dengan menarik keatas

Membuka cetakan FRP bagian luar Buka cetakan tutup hidung/outlet pada cetakan luar Lepaskan semua baut pada cetakan luar Lepaskan cetakan kearah samping

Membuat Tutup BSF Siapkan campuran semen, pasir dan krikil ukuran < ¼” dengan perbandingan 1 PC : 1 Ps : 1 Kr Tuangkan campuran pada cetakan hingga separuh cetakan Pasang kawat kasa ayam sebagai tulangan Tuangkan campuran hingga penuh dan ratakan Setelah agak kering, buat lubang dengan menggunakan paku untuk handle Biarkan beton mengeras hingga 1 hari

Membuka cetakan tutup Buka semua baut pada cetakan Lepaskan cetakan dan biarkan beton mengeras selama 1 minggu dalam keadaan basah (disiram air)

Membuat Plat diffuser Siapkan campuran semen, pasir dan krikil ukuran < ¼” dengan campuran 1 PC : 1 Ps : 1 Kr Tuangkan campuran pada cetakan hingga separuh cetakan Pasang kawat kasa ayam sebagai tulangan Tuangkan campuran hingga penuh dan ratakan Biarkan beton agak mengeras selama 30 – 60 menit Buat lubang untuk handle dan 100 lubang diffuser dengan menggunakan paku Tutup cetakan dengan papan/kayu, tekan dan balikan cetakan Buka cetakan perlahan lahan Biarkan beton mengeras selama 1 minggu dalam keadaan basah (disiram air)

Membuat Wadah Penampung Air. Cara membuat Wadah Penampung Air sama seperti membuat BSF hanya perlu memasang valve socket dan faucet socket untuk outlet dan penguras

Merakit cetakan Wadah Penampung Air bagian dalam Rakit ketiga bagian cetakan dengan menggunakan mur dan baut seperti pada gambar Oleskan minyak kelapa/goreng pada seluruh permukaan cetakan

Pasang mur dan baut untuk mengikat bagian cetakan

Merakit cetakan Wadah Penampung Air bagian luar Rakit kedua bagian cetakan dengan menggunakan mur dan baut seperti pada gambar Pasang valve socket dan faucet socket untuk outlet dan penguras. Jika faucet socket terlalu panjang, potong dengan gergaji besi Oleskan minyak kelapa/goreng pada seluruh permukaan cetekan

Menggabubungkan cetakan dalam dengan cetakan dasar Gabungkan cetakan seperti pada gambar

Menggabungkan cetakan dalam dengan cetakan luar Gabungkan cetakan seperti pada gambar Pasang mur dan baut untuk menggabungkan cetakan luar dengan cetakan dasar

Merakit cetakan tutup Rakit cetakan tutup seperti pada gambar Oleskan minyak kelapa/goreng pada seluruh permukaan cetakan

Pekerjaan pengecoran dan membuka cetakan sama dengan cara membuat Bio Sand Filter. Hal yang harus diperhatikan adalah pada waktu mencetak tutup wadah penampung air. Potongan pipa PVC/potongan faucet socket harus ditempatkan pada cetakan tutup pada saat pengecoran untuk membuat lubang masuknya air dari BSF. Potongan pipa ini harus dibuka pada saat beton masih belum mengeras/setengah kering

Menyiapkan Pasir Saringan Ayak pasir dengan menggunakan ayakan kawat kasa nyamuk Pasir yang lolos ayakan sebanyak 50 liter (10 ember) yang akan digunakan Cuci pasir beberapa kali Menyiapkan Krikil Penyangga Ayak krikil dengan ayakan ukuran ½” Krikil yang tertinggal pada ayakan tidak akan digunakan atau diayak lagi setelah ditumbuk/dipecahkan agar ukurannya lebig kecil Krikil yang lolos diayak lagi dengan ayakan ukuran ¼” Krikil yang tertahan pada ayakan ¼” sebanyak 5 liter (1 ember) akan digunakan sebagai media penyangga pertama Krikil yang lolos ayakan ¼” sebanyak 5 liter (1 ember) akan digunakan sebagai media penyangga kedua Cuci masing masing ukuran krikil secara terpisah hingga bersih

Memasukan Pasir dan Krikil Masukan 1 ember krikil dengan ukuran ¼” – ½” (tebal 5 cm) Masukan 1 ember krikil dengan ukuran < ¼” (tebal 5 cm) Masukan 10 ember pasir yang telah diayak (tebal 40 – 50 cm) Pasang plat diffuser

Mengukur Kecepatan aliran Tuangkan air kedalam BSF Tampung air yang keluar dengan menggunakan botol Aqua 1 liter dan catat waktu hingga botol penuh. Kecepatan aliran maksimum adalah 0.8 liter per menit Jika kecepatan aliran terlalu kecil, saringan akan cepat tersumbat Aduk saringan dan keluarkan air keruh beberapa kali Ulangi pengukuran. Jika aliran air masih terlalu kecil, keluarkan pasir dan lakukan pencucian pasir (butir butir pasir yang terlalu halus akan terbuang) Jika kecepatan aliran terlalu besar, saringan tidak akan berfungsi baik. Pasir harus diganti dengan yang lebih halus (pasir jangan dicuci terlalu bersih)

Desinfeksi Siapkan larutan desinfektan yaitu ½ sendok teh Bayclin (larutan pemutih untuk mencuci pakaian) dicampurkan pada 2 liter air. Sambung slang plastic outlet dengan kira kira 1 m slang plastic sejenis. Pasang corong pada ujung slang dan tuangkan larutan desinfektan. Tunggu hingga 2 menit. Setelah 2 menit lepaskan slang dan biarkan air keluar dari slang outlet dan buang air tersebut. Isi air pada BSF, tetapi air yang telah disaring harus dibuang hingga biolayer terbentuk (2-3 minggu). Setelah biolayer terbentuk, air yang keluar dari slang outlet bisa langsung digunakan sebagai air minum tanpa direbus.

Pemakaian Sehari hari: Tuangkan 1 ember (20 liter) air baku melalui plat diffuser perlahan lahan dua kali sehari. Jika memungkinkan gunakan air baku dari sumber yang sama Tutup BSF dengan tutupnya Biarkan air menetes keluar dari slang outlet ke Wadah Penampung Air Gunakan air melalui kran pada Wadah Penampung Air.

Pemeliharaan. Pembersihan Cuci Wadah Penampung air minimum seminggu sekali dengan menggunakan sabun. Bersihkan slang outlet dan kran air setiap hari. Karena kran air letaknya dekat dengan permukaan tanah, maka sebaiknya kran air ini dilindungi dengan kantong plastic untuk mengindari terkontaminasi karena debu Pencucian BSF Jika BSF sudah tersumbat pencucian harus dilakukan dengan cara sebagai berikut: Buka tutup BSF Tuangkan 1 ember (5 liter) air Buka plat diffuser Aduk air dalam BSF dengan menggunakan tangan hingga air menjadi keruh Keluarkan air keruh dengan menggunakan gayung. Air harus dibuang karena air ini adalah air kotor. Setelah semua air keruh dikuluarkan, pasang plat diffuser dan tuangkan 1 ember (20liter) air kedalam BSF Ukur kecepatan pengaliran seperti yang dilakukan sebelumnya Jika kecepatan pengaliran masih kecil, ulangi pencucian dengan urutan seperti diatas.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->