Anda di halaman 1dari 40

Pengobatan Hipertensi Dengan Terapi Propanolol

Penyusun
Desy Wardaningsih Paramudita Dwi S. Lilis Handayani Endah Fitriyastuti (201010410311016) (201010410311055) (201010410311036) (201010410311024)

Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2012
2

Kata Pengantar
Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Buku saku yang berjudul Pengobatan Hipertensi Dengan Terapi Propanolol Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian buku saku ini Saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan untuk penyempurnaan dan perbaikan dimasa mendatang.

Malang , Mei 2012


Penyusun
3

Daftar Isi
Cover Penyusun Kata Pengantar Daftar Isi BAB I HIPERTENSI 1.1 Pengertian Hipertensi 1.2 Pengaturan Tekanan Darah 1.3Batasan Tekanan Darah 1.4 Faktor Faktor Penyebab Hipertensi 1.5 Gejala Hipertensi 1.6 Klasifikasi Hipertensi BAB II Pengobatan Penyakit Hipertensi 2.1 Tujuan dan Strategi Pengobatan Hipertensi 2.2 Penggolongan Obat Hipertensi

6 6 8 10 11 11 13 14

BAB III Terapi Hipertensi dengan Propanolol Penghambat Adrenoseptor Beta ( bloker ) 3.1 Propanolol 3.2 Deskripsi Propanolol 3.3.Farmakologi 3.4 Indikasi 3.5 Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian 3.6 Efek Samping 3.7 Interaksi Obat 3.8 Kategori Kehamilan menurut FDA 3.9 Apa yang harus dihindari pada saat mengkonsumsi propanolol 3.10 Bagaimana cara minum propanolol 3.11 Bagaimana jika lupa minum obat

16 16 17 23 27 28 32 36 36 38 39

BAB I HIPERTENSI
1.1 Pengertian Hipertensi Hipertensi adalah suatu kelainan atau gejala pada mekanisme peredaran darah (jantung/pembuluh darah) yang ditandai peningkatan tekanan darah 1.2 Pengaturan Tekanan Darah Tekanan darah ditentukan oleh 2 faktor yaitu: 1. Curah Jantung Adalah hasil kali denyut jantung dan isi sekuncup jantung. Besarnya isi sekuncup ditentukan oleh kekuatan kontraksi otaot jantuung dan volume darah yang kembali ke jantung 2. Resistensi Perifer Adalah gabungan tekanan otot polos arteri dan viskositas darah. Resistensi disebabkan oleh berkurangnya elastisitas dinding pembuluh darah akibat adanya arteriosclerosis yang terjadi karena meningkatnya usia atau karena pengendapan.

Selain itu ada 2 macam tekanan darah, yaitu: 1. Tekanan darah sistolik Adalah tekanan darah yang terjadi pada saat jantung berkontraksii. Tekanan ini selalu lebih besar daripada tekanan diastolik 2. Tekanan darah diastolik Adalah tekanan darah yang terjadi pada saaat jantung berelaksasi(mengembang) Tekanan darah dinyatakan dengan satuan mm Hg, misdalnya 150 / 80 mm Hg, artinya tekanan darah sistolik 150 dan tekanan darah diastolik 80 mm Hg

1.3 BATASAN TEKANAN DARAH KATEGORI Optimal SISTOLIK mm Hg < 120 DIASTOLIK mm Hg < 80

Normal
Krisis Hipertensi Stadium 1 Stadium 2 Stadium 3 HT Sistolik terisolasi

< 130
130 - 139 120 130 140 - 159 160 - 179 180 140 /

< 85
85 - 89 70 - 80 90 99 100 109 110 < 90

Tabel 1 : Klasifikasi Tekanan darah untuk usia 18 tahun atau lebih berdasarkan JNC VI, 1997
8

Tekanan darah tubuh diatur oleh Sistem Renin Angiotensin Aldosteron ( RAAS). Hormon renin dihasilkan oleh ginjal. Bila aliran darah dalam glomeruli berkurang, ginjal akan melepaskan renin. Dalam plasma renin bergabung dengan protein membentuk Angiotensisn I yang oleh enzim ACE ( Angiotensin Converting Enzim) dirubah menjadi Angiotensin II , yang aktif dan bersifat vasokontriksi dan menstimulir hormon aldosteron yang mempunyai efek retensi air dan garam, sehingga volume darah bertambah mengakibatkan tekanan darah meningkat. Disamping RAAS , tekanan darah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : 1. Volume denyut jantung : Makin besar volume denyut jantung, tekanan darah makain tinggi 2. Elastisitas dinding arteri : makin kurang elastis, tekanan darah makin tinggi 3. Neurohormon ( adrenalin dan noradrenalin) : lepasnya neiurohormon dirangsang oleh emiosi , gelisahan, stress, takut , marah, lelah atau rokok. Neurohormon bersifat vasokontriksi perifer sehingga tekanan darah naik.

1.4 Faktor Faktor Penyebab Hipertensi Hipertensi mengakibatkan resiko besar seperti kerusakan jantung ( infark jantung), pembuluh darah ( bila pembuluh darah di otak pecah dapat menyebabkan infark otak sehingga badan menjadi lumpuh separuh), kerusakan ginjal, selaput mata dan komplikasi lain. Faktor lain yang menyebabkan hipertensi : a. Garam, ion Na + bersifat retensi air sehingga memperbesar volume darah , juga memperkuat noradrenalin, dengan demikian memperkuat vasokontriksi. b. Asam glizirizat ( yang terkandung dalam succus) , dapat mempertinggi tekanan darah pada orang tertentu c. Hormon estrogen dalam pil KB bersifat menahan air f=dan garam, demikian juga hormon androgen d. Stress( ketegangan emosional) akibat pelepasan hormon adrenalin yang bersifat vasokontriksi e. Kehamilan
10

1.5 Gejala Hipertensi Gejala khas tidak ada, penderita kdang kadang hanya merasa yeri kepala pada pagi hari sebelum banun tidur, tetapi setelah bangun rasa nyeri akan hilang. 1.6 Klasifikasi Hipertensi Hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan TD dan etiologinya. Berdasarkan tingginya TD seseorang dikatakan hipertensi bila TD- nya > 140/90 mm Hg. Untuk pembagian yang lebih rinci, The joint National Commitee on prevention , detection, evaluation and treatment of high blood presure (JNC), membuat klasifikasi yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada JNC VI ( 1997) hipertensi dibagi menjadi tingkat 1, 2, dan 3 ditambah satu kelompok hipertensi sistolik terisolasi, seperti tabel 1 diatas.

11

Berdasarkan etiologi, hipertensi dibagi menjadi dua yaitu: Hipertensi essensial atau hipertensi Preimer, disebut juga hipertensi isiopatik yaitu hipertensi yang tidak jelas penyebannya. Hipertensi ini merupakan 90 % dari kasus hipertensi. Faktor yang mempengaruhinya antara lain usia, jenis kelamin, merokok, kolesterol, BB dan aktivitas renin plasma. Hipertensi Sekunder, prevalensi hipertensi ini hanya 6 -8 % dari seluruh penderita hipertensi . Disebabkan oleh penyakit, obat dll. Yang disebabkan oleh penyakit ginjal disebut hipertensi renal, sedangkan yang disebabkan penyakit endokrin disebut hipertensi endokrin, Sedangkan oabt obat yang dapat menyebabkan hipertensi misalnya hormon kontrasepsi, hormon kortikosteroid, antidepresan dll.

12

BAB II Pengobatan Penyakit Hipertensi


2.1 Tujuan dan Strategi Pengobatan Hipertensi Obat obat antihipertensi bekerja dengan berbagai mekanisme yang berbeda, namun akan berakhir pada penurunan curah jantung, atau resistensi perifer atau keduanya. Prinsip pengobatan hipertensi adalah menurunkan tekanan darah, bila mungkin sampai pada tekanan normal atau pada tekanan yang tidak mengganggu fungsi ginjal, otak dan jantung. Ada dua cara pengobatan hipertensi, yaitu farmakologi dan terapi non farmakologi. Terapi non farmakologi adalah terapi tanpa menggunakan obat obatan , misalnya dengan menurunkan berat badan, diet garam dan sebagainya. Terapi farmakologi , ialah cara bertahap ( stepped care = SC) ada empat tahap, yaitu : a. Tahap pertama, dengan satu obat diuretika tiazida atau beta bloker dengan dosis kecil kemudian dosis dinaikkan b. Tahap kedua, dengan dua obat : diuretika dan alfa atau beta bloker c. Tahap ketiga, dengan tiga obat : diuretika tiazida dan beta bloker dan vasodilator ( biasanya hidralazin) atau pengahambat ACE d. Tahap keempat, dengan empat obat : diuretika tiazida, beta bloker, vasodilator dan guanetidin atau pengahambat ACE
13

2.2 Penggolongan Obat Hipertensi Tekanan darah ditentukan oleh volume menit jantung dan daya tahan dinding arteriol, yang dapat dirumuskan sebagai berikut:

TD = VM X DTP
Ket: TD = tekanan darah VM = volume per menit jantung DTP = dayan tahan perifer Dari rumus diatas tekanan darah dapat diturunkan dengan mengurangi VM atau DTP . Obat obat hipertensi bekerja atas dasar prinsip tersebut.

14

Penurunan VM dilakukan dengan blokade reseptor beta jantung dan dengan mengecilkan volume darah oleh diuretika. Penurunan DTP diatur oleh faktor yang bekerja melalui susunan saraf sentral maupun perifer . Sedangkan zat zat vasodilatasi bekerja langsung terhadap perifer diluar sistem adrenergik. Menurut zat khasiat farmakologinya antihipertensi dibagi atas: 1. Zat zat penekan SSP , reserpin 2. Zat zat penekan sistem adrenergik perifer, propanolol 3. Zat zat diuresis , lebih praktis bila diberikan dalam bentuk long acting atau dosid tunggal , Klortalidon 4. Zat zat vasodilator, hidralazin 5. Zat zat antagonis kalsium, nifedipin 6. Zat zat ACE bloker dan Angiotensin II antagonis , Losartan K dan captopril

15

BAB III Terapi Hipertensi dengan Propanolol Penghambat Adrenoseptor Beta ( bloker )
3.1 Propanolol Propranolol adalah beta-blocker. Beta-blocker mempengaruhi jantung dan sirkulasi (darah mengalir melalui arteri dan vena). Propranolol digunakan untuk mengobati tremor, angina (nyeri dada), hipertensi (tekanan darah tinggi), gangguan irama jantung, dan jantung atau sirkulasi kondisi. Obat ini juga digunakan untuk mengobati atau mencegah serangan jantung, dan untuk mengurangi keparahan dan frekuensi sakit kepala migrain.Propranolol juga dapat digunakan untuk tujuan yang tidak tercantum dalam panduan pengobatan. 3.2 Deskripsi Propanolol Nama & Struktur Kimia : -1-Isopropylamino-3-(1-naphthyloxy)propan-2ol hydrochloride. C16H21NO2.HCl Sifat Fisikokimia : Serbuk berwarna putih atau hampir putih Golongan/Kelas Terapi : Obat Kardiovaskuler

16

Nama Generik Nama dagang

: propranolol (pro PRAN oh lol) : Inderal, Inderal LA, InnoPran XL

3.3.Farmakologi Propanolol merupakan penghambat adrenoseptor-beta non selektif. Secara spesifik mengadakan kompetisi pada reseptor adrenergik, beta sehingga menyebabkan penurunan efek kronotropik, inotropik, dan respon vasodilator terhadap rangsangan adrenergik beta. Mekanisme efek antihipertensi propanolol tidak diketahui dengan pasti. Diantara faktor-faktor yang bberpengaruh terhadap efek antihipertensi ini adalah 1. Penurunan curah jantung 2. Penghambatan pelepasan renin dari ginjal 3. Penurunan tonus simpatik dari pusat vasomotor di otak.

17

Meskipun resistensi perifer total mula-mula dapat meningkat, dia akan menyesuaikan terhadap keadaan sebelum pengobatan. Efeknya terhadap volume plasma tampaknya kecil dan variabel. Propranolol terbukti sedikit menigkatkan kadar kalium serum, jika digunakan untuk mengobati pasien hipertensi. Pada angina pektoris propanolol umumnya menurunkan kebutuhan oksigen jantung dengan menghambat peningkatan denyut jantung, tekanan darah sistolik dan kecepatan serta kekuatan kontraksi miokard yang diakibatkan oleh katekolamin. Propanolol dapat meningkatkan kebutuhan oksigen dengan memperpanjang ukuran serabut ventrikel, tekanan akhir diastolik dan periode ejeksi sistolik. Hasil akhir penghambatan aaadrenergik beta umumnya bersifat menguntungkan dan terlihat selama latihan fisik dengan menghambat pinggulnya nyeri dan meningkatkan kapasitas kerja. Propanolol menunjukkan efek antiaritmia

18

Dalam dosis yang lebih besar dari yang diperlukan untuk menghambat reseptor beta, propanolol juga menunjukkan efek quinidin like atau anestetik like yang mempengaruhi potensial aksi jantung. Kemaknaan efeknya terhadap membran dalam pengobatan aritmia belum pasti. Mekanisme efek antimigrain propanolol belum mapan. Mekanisme spesifik efek anti tremor propanolol beleum mapan, tetapi mungkin berhubungan dengan reseptor beta2. Mungkin juga terjadi akibat efek sentral. Penelitian klinik menunjukkan bahwa propanolol bermanfaat pada tremor fisiologi yang berlebihan dan tremor esensial. FARMAKODINAMIK Mekanisme Antihipertensi, Berbagai mekanisme penurunan tekanan darah akibat pemberian bloker dapat dikaitkan dengan hambatan reseptor 1, antara lain : 1 . Penurunan frekuensi denyut jantung dan kontraktilitas miokard sehingga menurunkan curah jantung

19

2. Hambatan sekresi renin di sel sel jukstaglomeruler ginjal dengan akibat penurunan produksi angiotensin II 3. Efek sentral yang mempengaruhi aktivitas saraf simpatis, perubahan pada sensitivitas baroreseptor, perubahan pada aktivitas neuron adrenergik perifer dan peningkatan biosintesis protasiklin. Penurunan TD oleh bloker yang diberikan per oral berlangsung lambat. Efek ini mulai terlihat dalam 24 jam sampai 1 minggu setelah terapi dimulai dan tidak diperoleh penurunan TD lebih lanjut setelah 2 minggu bils dosisnya tetap. Obat ini tidak menimbulkan hipotensi ortostatik dan tidak menimbulkan retensi air dan garam. Penggunaan, bloker digunakan sebagai obat tahap pertama pada hipertensi ringan sampai sedang terutama pada pasien dengan penyakit jantung koroner ( khususnya sesudah infark miokard akut).

20

Metabolisme lemak. Propanolol menghambat aktivitas enzim lipase dalam sel lemak, sehingga menghambat penglepasan asam lemak bebas dalam sirkulasi, yang ditimbulkan oleh peningkatan aktivitas simpatis sewaktu kegiatan fisik atau stress emosional. Akibatnya , peningkatan asam lemak dalam darah, yang dibutuhkan sebagai sumber energi oleh otot rangka yang sedang aktif bekerja, berkurang. bloker yang nonselektif sedikit meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar kolesterol HDL dalam plasma. Kadar kolesterol LDL dan kolesterol total biasanya tidak berubah. bloker yang kardio selektif dan mempunyai ISA lebih jarang dalam menimbulkan gangguan metabolisme lemak tersebut, agonis menurunkan kadar K+ plasma dengan meningkatkan ambilan ion tersebut, terutama kedalam otot rangka( melalui reseptor 2)

21

Hormon, bloker menghambat sekresi renin dari jukstaglomerulus ginjal oleh obat adrenergik atau aktivitas sistem adrenergik dan sebagaian sekresi yang ditimbulkan oleh diet rendah garam.Penurunan aktivitas renin plasma ( plasma renin activity = PRA) tidak mutlak diperlukan untuk efek antihipertensi bloker. Pada penderita hipertensi dengan PRA yang tinggio memegang peran penting dalam meningkatkan tekanan darah, pada penderita demikian propanolol dosis rendah dapat menurunkan tekanan darah, terutama dengan mensupresi renin. Pada penderita hipertensi dengan PRA rendah , propanolol juga dapat menurunkan tekanan darah, tetapi di perlukan dosis yang jauh lebih tinggi. Pada penderita demikian renin kurang berperan dalam meningkatkan tekanan darah , sehingga efek antihipertensi propanolol ini tidak berdasarkan supresi renin

22

Propanolol menghambat efek sentral dopamin yang menghambat sekresi hormon pertumbuhan sehingga terjadi peningkatan hormon pertunbuhan dalam plasma. Efek ini lemah pada orang nornal, tetapi dapat memperkuat peningkatan kadar plasma hormon pertumbujan yang ditimbulkan oleh hipoglikemia akibat insulin. 3.4 Indikasi 1. Hipertensi Propanolol diindikasikan untuk tata-laksana hipertensi dan dapat digunakan secara tunggal atau dalam kombinasi dengan obat antihipertensi lain terutama dengan diuretik tiazid. Propanolol tidak diindikasikan untuk mengobati kedaruratan hipertensi. 2. Angina pektoris akibat Aterosklerosis koroner. Propanolol diindikasikan untuk pengobtan jangka panjang pada pasien dengan angina pektoris.

23

.
3. Aritmia Jantung - Aritmia Supraventrikular Takikardia atrium paroksismal, terutama pada aritmia yang diakibatkan katekolamin atau digitalis, atau disertai dengan syndroma WPW. Takikardia sinus persisten. Takikardia dan aritmia akibat tirotoksikosis. Ekstrasistol atrium persisten. Flutter, dan fibrilasi atrium yang tidak dapat dikontrol dengan digitalis atau jika digitalis dikontra indikasikan. - Takikardia ventrikular Takikardia ventrikular: Propanolol merupakanobat pilihan pertama jika disebabkan katekolamin atau digitalis. Dalam hal ini propanolol harus diberikan secara intra venal dalam dosis kecil dan secara sangat lambat. Pemberian propanolol perlu disertai dengan pemantauan elektrokardiografi secara terus-menerus karena jantung yang gagal memerlukan rangsangan simpatik untuk mempertahankan tonus miokard. Ekstrasistol ventrikel prematur persistent .
24

- Tarkiaritmia pada intoksikasi digitalis - Takiaritmia resisten akibat efek katekolamin berlebih selama anestesia 3. Infark miokard Propranolol diindikasikan untuk mengurangi mortalitas kardiovaskular pada pasien yang berhasil hidup dari fase akut infark miokard dan stabil secara klinik. 4. Migrain Propranolol diindikasikan untuk profilaksis migrain. Kasiat propranolol dalampengobatan serangan migrain belum mapan,karena itu propranolol tidak diindikasikan untuk keadaan tersebut. 5. Tremor esensial Propranolol diindikasikan untuk pengobatan tremor esensial yang bersifat familial atau herediter. Propranolol mengurangi amplitude tremor ,tetapi tidak mengurangi frekuensinya. Propranolol tidak diindikasikan untuk mengobati tremor pada parkinson.
25

6. Stenosis subaorta hipertrofik Propranolol beguna dalam penngobatan stenosis subaortahipertrofik, terutama untuk mengobati ketegangan atau keadaan strees lain yang menyebabkan angina, palpitasi dan sinkop. Propranolol juga memperbaiki kemampuan melakukan latihan fisik. Efek ini tampaknya disebabkan menurunnya gradient tekanan yang meningkat, yang disebabkan perangsangan reseptor beta. Perbaikan klinik dapat bersifat sementara. 7. Phaeokromositoma Jika sudah diobati dengan obat penghambat adrenergik alfa, propranolol dapat ditambahkan untuk mengontrol takikardia yang penting sebelum pembedahan. Pemberian propanolol sebelum obat penghambat adrenoseptor alfa berbahaya, karena dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah berat ; degan hanya menghambat efek dilatasi perifer terhadap epinefrin membuat efek konstriktor(alfa) tidak terlindungi.

26

Pada keadaan dimana terjadi pendarahan atau syok, kombinasi penghambat alfa dan betatidak menguntungkan karena mencegah peningkatan denyut jantung dan fase kontriksi perifer yang dibutuhkan untuk mempertahankan tekanan darah. Pada phaeokromositoma yang tidak dapat dioprasi atau tealh mengadakan metastase , dapat berguna sebagai obat tambahan untuk mengobati gejala yang disebabkan perrangsangan reseptor beta yang berlebih. 3.5 Kontra Indikasi 1. Hipersensitif terhadap beta bloker , lebih besar daripada tingkat pertama blok di jantung. CHF sekunder untuk takikaritmia atau hipertensi yang dapat di obati dengan beta bloker. Selain itu Propanolol juga dikontraindikasikan pada : 2. Syok kardiogenik 3. Bradikardia sinus dan blok jantung yang melebihi derajat 1 4. Asma bronkial 5. Gagal jantung kongestif, kucuali kegagalan ini disebabkan oleh takiaritmiayang dapat diobati dengan propranolol

27

3.6 Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian Akathisia: Dosis Oral Dewasa 30-120 mg/hari dalam 2-3 kali dosis terbagi. Angina: Dosis Oral Dewasa 80-320 mg/hari dalam 2-4 kali dosis terbagi,sediaan aksi panjang 80 mg sekali sehari, maksimal 320 mg sehari. Essensial tremor: Dosis Oral Dewasa : 20-40 mg 2x sehari, dosis pemeliharaan 120-320 mg/hari. Hipertensi Dosis Oral Anak 0,5-1 mg/hari dibagi dalam 6-12 jam, dinaikan tiap 5-7 hari maksimal 16 mg/kg/hari. Dosis Oral Dewasa 40 mg 2x sehari, dinaikkan dosisnya tiap 3-7 hari biasanya dosis 320 mg dibagi dalam 2-3 dosis/hari makimal 640 mg, biasanya rentang dosis 40-160 mg/hari dibagi dalam 2 dosis. Sediaan aksi panjang : 80 mg/hari. Pemeliharaan : 120-160 mg/hari, maksimal 64 mg. Hipertropi C sub aortis stenosit: oral dewasa 20-40 mg 3-4x sehari.
28

Migrain profilaksis oral Anak : 2-4 mg/kg/hari atau <=35 kg : 10-20 mg 3x sehari; > 35 kg : 20-40 mg 3x sehari. Dewasa : 80 mg/kg dibagi tiap 6-8 jam, dinaikkan menjadi 20-40 mg/dosis setiap 3-4 minggu, maksimal 160-240 mg/hari dibagi dalam 68 jam. Jika respon memuaskan tidak mencapai dalam 6 minggu terapi,obat dihentikan perlahan dalam beberapa minggu. Sediaan aksi panjang : 80 mg setiap hari sekali sehari, dosis efektif 160-240 mg tiap hari. Infak miokard profilaksis : oral dewasa 180-240 mg/hari dibagi dalam 34 dosis. Pheochromocytoma oral dewasa 30-60 mg/hari.

29

Tachyarhytmia : Dosis Oral Anak 0,5-1 mg/kg/hari dosis dibagi tiap 6-8 jam dosis titrasi tiap 3-7 hari, dosis 2-6 mg/kg/hari dosis tertinggi mungkin dibutuhkan, tidak dapat melebihi 16 mg/kg/hari atau 60 mg/hari. Dosis Oral Dewasa 10-30 mg/dosis tiap 6-8 jam, dosis dinaikan tiap 3-7 hari, biasanya range dosis 10-320 mg diberikan dalam 2 dosis. Dosis I.V. (intravena) Anak 0,01-0,1 mg/kg/dosis redah IV P lebih 10 menit, dosis maksimal 1 mg untuk infants,3 mg untuk anak. Dosis Dewasa I.V. 1 mg/dosis, diulang tiap 5 menit sampai total 5 mg, jika dosis titrasi tidak menghasilkan respon.

30

Tetralogy: Dosis Oral Anak Awal 1 mg/kg/hari tiap 6 jam, jika tidak dosis dapat dinaikan sampai 1 minggu dengan dosis 1 mg/kg/hari,maksimal 5 mg/kg/hari. Jika pasien sukar disembuhkan dinaikkan pelan-pelan mencapai maksimal 10-15 mg/kg/hari. Dosis I.V. 0,01-0,2 mg/kg maksimal 1 mg. Thyrotoxicosis: Dosis Oral Anak 2mg/kg/hari, dibagi tiap 6-8 jam. Dosis Oral Dewasa 10-40 mg /dosis tiap 6 jam. Dosis I.V. Dewasa 1-3 mg dosis.

31

3.7 Efek Samping Sembelit Diare Pusing Mengantuk Kelelahan Sakit kepala ringan Bengkak atau kemerahan di tempat suntikan Mual ,muntah atau sakit perut( kram) Insomnia

32

3.7 Interaksi Obat - Dengan Obat Lain : Efek sitokrom P450 : CYP1A2 (Mayor), 2C19 (Minor), 2D6 (Mayor), 344(Minor),inhibitor CYP1A2 2D6. Menaikkan efek/toksik: CYP1A2 inhibitor dapat menaikkan efek dari propranolol.Contoh inhibitor:amiodaron,ketokenazol, fluroxamine, norfloksasin, ofloksasin dan rofekoksib. CYP2D6 inhibitor dapat menaikkan efek dari propranolol. Contoh inhibitor: klorpromazin, delavirdin, fluoksetin, mikonazol,kuinidin,kuinin,rifonavir,pergoide.Propranolol menurunkan denyut jantung dan bersifat adisi dengan obat lain yaitu konduktor AV rendah (digoksin, verapamil, diltiazem).

33

Reserpin menaikkan efek dari propranolol. Penggunaan bersama propranolol dapat menaikkan efek alfa bloker (prazosin,terazosin),stimulan alfa adrenergik (epinefrin, penilefrin) dan efek vaksokontriksi dari alkaloid ergot. Propranolol dapat menutupi takikardia dan hipoglikemi karena insulin dan oral hipoglikemi. Pasien yang mendapatkan terapi bersamaan, risiko krisis hipertensi meningkatkan ketika salah satu dari klonidin atau beta bloker dihentikan. Beta bloker dapat menaikkan tingkat aksi etanol,disopiramide,relaksan otot non depolarisasi dan teofilin walaupun efeknya masih sulit untuk diprediksi. Propranolol dapat menaikkan bioavalibilitas dari serotonin agonis reseptor 5-HT1D, propranolol dapat menurunkan metabolisme dari lidokain. Beta bloker dapat menaikkan efek dari kontrasepsi oral, flekainida, haloperidol (efek hipotensi),simetidin,hidralazin, fenotiazin, hormon tiroid (ketika pasien hipotiroid masuk dalam keadaan euthyroid).
34

Beta bloker dapat menaikkan efek toksik dari flekainid, haloperidol (efek hipotensi) hidralazin, fenotiazin, asetaminofen, antikoagulan (warfarin) dan benzodiazepin. Menurunkan efek: induktor CYP1A2 dapat menurunkan efek dari propranolol. Contoh induktor : aminoglutethimide, karbamazepin, fenobarbital dan rifampisin. Garam Aluminium, kalsium, kolestiramin, kolestipol, anti inflamasi non steroid, penisilin (ampisilin), salisilat dan sulfinpirazon menurunkan efek dari bloker dan juga menurunkan bioavalibilitas dan level plasma. bloker dapat menurunkan efek dari sulfonilurea. Asam askorbat menurunkan konsentrasi plasma maksimum propranolol dan AUC dan menaikkan T max, hasil penurunan signifikan terjadi pada kecepatan denyut jantung. kemungkinan karena ada penurunan absorbsi dan first past metabolisme (n:5). Nefazodone menurunkan kadar plasma maksimal dan AUC dari propranolol dan menaikkan waktu mencapai steady state. Monitoring respon klinik sangat dianjurkan bloker tidak selektif.
35

3.8 Kategori Kehamilan menurut FDA Propanolol menurut kategori kehamilan FDA termasuk dalam kategori C. Ini berarti bahwa tidak diketahui apakah propanolol berbahaya bagi bayi yang belum lahir. Disulfiram hanya direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan jika menurut dokter manfaat yang mungkin lebih besar daripada resiko yang mungkin akan terjadi 3.9 Apa yang harus dihindari pada saat mengkonsumsi propanolol Propanolol harus dihindari jika pasien memiliki asma, detak jantung yang lambat, atau kondisi jantung yang serius seperti "sindrom sinus " atau "blok AV" (kecuali jika pasien memiliki alat pacu jantung). Hindari minum alkohol. Ini dapat meningkatkan tingkat darah propanolol.

36

Untuk memastikan propanolol di gunakan beritahu dokter jika memiliki salah satu kondisi lain seperti: gangguan otot; bronkitis, emfisema, atau gangguan pernapasan lainnya; diabetes (propanolol dapat membuat lebih sulit bagi Anda untuk mengetahui bahwa anda memiliki gula darah rendah); rendah tekanan darah; kongestif gagal jantung; depresi; hati atau penyakit ginjal; gangguan tiroid; pheochromocytoma, atau masalah dengan sirkulasi (seperti sindrom Raynaud). Hindari bangun terlalau cepat dari posisi atau berbaring , atau mungkin merasa pusing. Bangunlah secara perlahan untuk mencegah jatuh.
37

3.10 Bagaimana cara minum propanolol 1. Propanolol diminum sesuai dengan dosis yang diberikan dokter Anda. Jangan mengambil dalam jumlah besar atau lebih kecil atau lebih lama dari yang direkomendasikan. Ikuti petunjuk pada label resep obat 2. Propranolol dapat diminum dengan atau tanpa makanan. 3. Minum obat pada waktu yang sama setiap hari. 4. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau membuka kapsul extended-release. 5. Untuk memastikan mendapatkan dosis yang benar, mengukur cairan dengan sendok ukur ditandai atau cangkir obat, bukan dengan sendok meja biasa. Jika tidak memiliki perangkat-pengukuran dosis, tanyakan kepada apoteker . 6. Jangan melewatkan dosis atau menghentikan penggunaan propranolol tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dengan dokter .

38

3.11 Bagaimana jika lupa minum obat 1. Untuk reguler (short acting) . Segera minum dan mbil dosis propanolol setelah ingat. Lewati dosis yang terlupa jika dosis berikutnya kurang dari 4 jam. 2. Untuk ER propanolool, segera minum dosis besikutnya jika kurang dari 8 jam. Jangan minum obat tambahan untuk membantu dosis yang terlupa.

39

DAFTAR PUSTAKA
1. Drug Information Online [Online]. Sumber :http://www.drugs.com/ (HONcode standard). 2. Tatro,David S. ,2003, A to Z Drugs Facts,Facts and Comparisons, Books@Ovid. 3. Goodman & gilman.2008.Dasar Farmakologi Terapi ed.10, vol. 1 4. UI press.1995.Farmakologi dan Terapi UI ed. 4.

40