Anda di halaman 1dari 14

Alur pelayaran, perairan yang dari segi kedalaman, lebar dan hambatan

HIMPUNAN ISTILAH TRANSPORTASI pelayaran lainnya dianggap aman dan selamat untuk dilayari
Angkutan, pemindahan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat lain
Aksesibilitas, tingkat pencapaian kemudahan yang dapat dinyatakan dengan dengan menggunakan sarana tertentu.
jarak, waktu atau biaya angkutan. Angkutan Antar Kota, angkutan dari satu kota ke kota lain dengan
Alat Berat, barang yang karena sifatnya tidak dapat dipecah-pecah sehingga menggunakan mobil bus umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur.
memungkinkan angkutannya melebihi muatan sumbu terberat (MST) Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), angkutan antar kota yang
dan/atau dimensinya melebihi ukuran maksimum kendaraan yang melayani dari suatu kota ke kota lain yang melewati lebih dari satu propinsi.
ditetapkan.
Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), angkutan antar kota yang
Alat Pembatas Kecepatan, kelengkapan tambahan pada jalan yang melayani dari satu kota ke kota lain dalam satu propinsi.
berfungsi untuk membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi
kecepatan kendaraannya. Angkutan Barang, angkutan yang digunakan khusus untuk mengangkut
barang.
Alat Pembatas Tinggi dan Lebar Kendaraan, kelengkapan tambahan pada
jalan yang berfungsi untuk membatasi tinggi dan lebar kendaraan beserta Angkutan Kereta Api, pemindahan orang dan/atau barang dari suatu tempat
muatannya memasuki suatu ruas jalan tertentu. ketempat lain dengan menggunakan kereta api yang seluruh jaringannya
terletak dalam satu wilayah kota dan/atau lebih wilayah kota dan kabupaten
Alat Pemberi Isyarat Lalulintas (APILL), perangkat peralatan teknis yang yang berdekatan dan merupakan satu kesatuan ekonomi dan sosial.
menggunakan isyarat lampu untuk mengatur lalulintas orang dan/atau
kendaraan di persimpangan atau pada ruas jalan. Angkutan Khusus, angkutan barang atau orang yang digunakan untuk
kepentingan golongan/organisasi atau barang tertentu.
Alat Penimbangan, seperangkat alat untuk menimbang kendaraan bermotor
yang dapat dipasang secara tetap atau alat yang dapat dipindah-pindahkan Angkutan Kota, angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam wilayah
yang digunakan untuk mengetahui berat kendaraan beserta muatannya. kota dengan menggunakan bus umum atau mobil penumpang umum yang
terikat dalam trayek tetap dan teratur.
Alat Uji Asap, alat untuk mengukur ketebalan warna asap untuk mengetahui
prosentase kadar karbon pada gas buang (asap) yang dikeluarkan oleh Angkutan Laut, setiap kegiatan angkutan dengan menggunakan kapal untuk
kendaraan bermotor bermesin diesel; smoke tester. mengangkut penumpang, barang dan/atau hewan dalam satu perjalanan
atau lebih dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain, yang diselenggarakan oleh
Alat Uji Cahaya, alat untuk mengukur kuat cahaya, dan penyimpangan arah perusahaan angkutan laut
sinar lampu kendaraan bermotor; head light tester.
Angkutan Lingkungan, angkutan dengan menggunakan mobil penumpang
Alat Uji Rem, pengukur kekuatan rem, yaitu alat untuk mengukur dan umum yang dioperasikan dalam wilayah operasi terbatas pada kawasan
mengetahui unjuk kerja (performansi) dan kekuatan rem kendaraan tertentu.
bermotor; brake tester.
Angkutan Lintas Batas Negara, angkutan dari satu kota ke kota lain yang
Alat Uji Sikap Roda, alat untuk mengukur, mengecek dan memeriksa sikap melewati lintas batas negara dengan menggunakan mobil bus umum yang
roda depan kendaraan; slide slip tester. terikat dalam trayek tetap dan teratur.
Alat Uji Suara, alat uji ukur untuk mengetahui tingkat kebisingan yang
ditimbulkan oleh kendaraan bermotor; noise tester.
Angkutan Pariwisata, angkutan dengan menggunakan mobil bus umum terusan untuk mengangkut penumpang, barang dan/atau hewan yang
yang dilengkapi dengan tanda-tanda khusus untuk mengangkut wisatawan diselenggarakan oleh perusahaan angkutan sungai dan danau.
ke dan dari daerah tujuan wisata.
Angkutan Taksi, angkutan yang merupakan pelayanan dari pintu ke pintu
Angkutan Penumpang, angkutan umum yang digunakan untuk menangkut dalam wilayah operasi terbatas.
penumpang.
Angkutan Udara, setiap kegiatan dengan menggunakan pesawat udara
Angkutan Penyeberangan, angkutan yang dilakukan untuk melayani lintas untuk mengangkut penumpang, kargo, dan pos untuk satu perjalanan atau
penyeberangan yang berfungsi sebagai jembatan bergerak yang lebih dari satu bandar udara ke bandar udara yang lain atau beberapa
menghubungkan jaringan jalan atau jaringan jalur kereta api yang terputus bandar udara
karena adanya perairan, untuk mengangkut penumpang dan kendaraan
Angkutan Umum, angkutan yang digunakan untuk mengangkut orang atau
beserta muatannya.
barang yang disediakan untuk umum.
Angkutan Perairan, kegiatan memindahkan penumpang, barang dan/atau
Armada, asset berupa kendaraan mobil bus/MPU yang merupakan tanggung
hewan dengan menggunakan kapal.
jawab perusahaan, baik yang dalam keadaan siap guna dalam konservasi.
Angkutan Perbatasan, angkutan kota dan/atau angkutan perdesaan yang
Awak Kendaraan, pengemudi dan pembantu pengemudi.
memasuki wilayah kecamatan yang berbatasan langsung pada Kabupaten
atau Kota lainnya baik yang melalui satu propinsi maupun lebih dari satu Awak kapal, orang yang bekerja atau dipekerjakan di atas kapal oleh pemilik
propinsi. atau operator kapal untuk melakukan tugas di atas kapal sesuai dengan
jabatannya yang tercantum dalam buku sijil
Angkutan Perdesaan, angkutan dari suatu tempat ke tempat lain dalam satu
wilayah kabupatendengan menggunakan bus umum atau mobil penumpang Awak kereta api, mereka yang ditugaskan di dalam kereta api oleh
umum yang terikat dalam trayek tetap dan teratur. pengangkut selama perjalanan kereta api.
Angkutan Perintis, pelayanan angkutan yang ditujukan untuk membuka Badan Jalan, bagian jalan yang meliputi seluruh jalur lalu lintas, median, dan
daerah yang terpencil/terisolir ataupun belum berkembang dan dalam bahu jalan.
pelayanannya tidak terikat dengan load factor 70% untuk membuka trayek
Bahan Bakar Gas, gas alam yang sebagian besar dari metana (CH4) dan
baru.
digunakan sebagai bahan bakar.
Angkutan Perkotaan, angkutan dari suatu kawasan ke kawasan lain yang
Bahan Berbahaya, setiap bahan atau benda yang karena sifat dan ciri khas
terletak dalam 2 (dua) atau lebih wilayah Kota dan Kabupaten yang
serta keadaannya, merupakan bahaya terhadap keselamatan dan ketertiban
berdekatan dan merupakan satu kesatuan ekonomi dan sosial dengan
umum serta terhadap jiwa atau kesehatan manusia dan makhluk hidup
menggunakan mobil bus umum dan/atau mobil penumpang umum yang
lainnya;
terikat dalam trayek tetap dan teratur yang mempunyai sifat perjalanan
ulang alik (komuter). Bahu Jalan, bagian daerah manfaat jalan yang berdampingan dengan jalur
lalu lintas untuk menampung kendaraan yang berhenti, keperluan darurat,
Angkutan Sewa, angkutan dengan menggunakan kendaraan sewa yang
dan untuk pendukung samping bagi lapis pondasi bawah, pondasi atas, dan
melayani angkutan dari pintu ke pintu, dengan atau tanpa pengemudi dalam
permukaan.
wilayah operasi yang tidak terbatas.
Bandar Udara, lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan
Angkutan Sungai Dan Danau, kegiatan angkutan dengan menggunakan
lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat
kapal yang dilakukan di sungai, danau, waduk, rawa, anjir, kanal dan
kargo dan/atau pos, serta dilengkapi dengan fasilitas keamanan dan Bus Patas (cepat terbatas), kendaraan penumpang umumdenganmuatan
keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda terbatas sesuai dengan tempat duduk dan dengan kecepatan serta trayek
transportasi tertentu.
Barang, barang yang diangkut oleh sarana angkutan kecuali benda-benda Cermin tikungan, kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi sebagai
pos, barang-barang kelengkapan dan bagasi. alat untuk menambah jarak pandang pengemudi kendaraan bermotor.
Barang Khusus, barang yang karena sifat dan bentuknya harus dimuat Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan, wilayah perairan di
dengan cara khusus. sekeliling daerah lingkungan kerja perairan pelabuhan umum yang
dipergunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran.
Barang Terlarang, barang-barang yang menurut undang-undang tidak boleh
diperjual-belikan secara bebas. Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara, wilayah daratan dan/atau
perairan yang dipergunakan secara langsung untuk kegiatan Bandar udara;
Barang Umum, bahan atau benda selain dari bahan berbahaya, barang
khusus, peti kemas dan alat berat. Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan, wilayah perairan dan daratan pada
pelabuhan umum yang dipergunakan secara langsung untuk kegiatan
Batas Kecepatan, kecepatan kendaraanyang diizinkan pada lajur jalan di
kepelabuhanan.
ruas tertentu.
Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan Penyeberangan, wilayah perairan
Bengkel Umum Kendaraan Bermotor, suatu perusahaan yang
dan daratan pada pelabuhan penyeberangan yang dipergunakan secara
menyelenggarakan pekerjaan pembetulan, perbaikan, perawatan kendaraan
langsung untuk kegiatan pelabuhan penyeberangan;
bermotor untuk umum dengan pembayaran.
Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan Penyeberangan, wilayah
Berhenti, keadaan tidak bergerak suatu kendaraan untuk sementara dan
perairan di sekeliling Daerah Lingkungan Kerja Perairan Pelabuhan
pengemudi tidak meninggalkan kendaraannya.
Penyeberangan yang dipergunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran;
Biaya Tambahan, biaya yang dipungut berdasarkan peraturan yang berlaku
Daerah Lingkungan Kerja Terminal, daerah yang diperuntukkan untuk
sebagai tambahan berdasar dari biaya resmi yang ditentukan; toeslag,
fasilitas utama dan fasilitas penunjang terminal.
tuslah.
Daerah Manfaat Jalan, suatu area yang dimanfaatkan untuk konstruksi jalan
BPKB, buku pemilikan kendaraan bermotor, yaitu buku bukti pemilikan bagi
terdiri dari badan jalan, saluran tepi jalan dan ambang pengamannya.
pemegang/pemilik buku tersebut.
Daerah Manfaat Jalan rel (Damaja Rel), jalan rel beserta bidang tanah
Bongkar Muat, kegiatan pemindahan muatan, dari atau ke sarana angkutan
atau bidang lain di kiri dan kanannya yang dipergunakan untuk konstruksi jalan
barang.
rel.
Buku Uji, tanda lulus uji berkala berbentuk buku yang berisi data dan
Daerah Milik Jalan, sejalur tanah tertentu diluar daerah manfaat jalan
legitimasi hasil pengujian setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan,
dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasan keamanan penggunaan
kereta tempelan atau kendaraan khusus.
jalan antara lain untuk keperluan pelebaran derah manfaat jalan di kemudian
Bus (mobil bus), setiap kendaraan bermotor yang diperlengkapi dengan lebih hari, right of way.
dari 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudinya,
Daerah Milik Jalan Rel (Damija Rel), daerah yang diperuntukkan bagi
baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.
daerah manfaat jalan kereta api dan pelebaran jalan rel maupun penambahan
jalur dikemudian hari serta kebutuhan ruang untuk pengamanan kontruksi Fasilitas parkir di luar badan jalan, fasilitas parkir kendaraan di luar tepi
jalan rel. jalan umum yang dibuat khusus atau penunjang kegiatan yang dapat berupa
tempat parkir dan/atau gedung parkir, off street parking
Daerah Pengawasan Jalan rel (Dawasja Rel), ruang sepanjang jalan rel
Formulir 3-L, formulir yang dipakai oleh petugas Polisi Lalu Lintas
di luar Damija rel yang dibatasi oleh lebar dan tinggi tertentu dan
(POLANTAS) untuk mencatat data kecelakaan;
diperuntukkan bagi pengamanan dan kelancaran operasional kereta api.
Frekuensi, jumlah perjalanan kendaraan dalam satuan waktu tertentu yang
Daerah Pengujian, wilayah pelayanan uji kendaraan bermotor wajib uji
dapat diidentifikasikan sebagai frekuensi tinggi atau rendah.
secara berkala yang disediakan untuk kendaraan bermotor yang berdomisili
dalam kawasan wilayah kerja yang bersangkutan. Frekuensi Pelayanan, banyaknya kendaraan penumpang umum per satuan
waktu. Besarannya dapat dinyatakan dalam kendaraan/jam atau
Daun Rambu, plat aluminium atau bahan logam lainnya tempat
kendaraan/hari.
ditempelkan/dilekatkannya rambu.
Gudang atau Lapangan Penumpukan Barang, bangunan dan/atau
Daya Angkut Maksimum, jumlah berat yang diperbolehkan untuk
pelataran di dalam terminal barang yang disediakan untk menempatkan
kendaraan bermotor atau kereta gandengan dikurangi dengan berat
barang yang bersifat sementara
kendaraan itu.
Guard Rail, lihat Pagar Pengaman Jalan
Delineator (Patok Tikungan), suatu unit konstruksi yang diberi tanda yang
dapat memantulkan cahaya (reflektif) dan berfungsi sebagai pengarah dan Halte, tempat perhentian kendaraan penumpang umum untuk menurunkan
sebagai peringatan bagi pengemudi pada waktu malam hari, bahwa disisi kiri dan/atau menaikkan penumpang yang bersifat segera yang dilengkapi
atau kanan delineator tersebut adalah daerah berbahaya. dengan bangunan
Durasi Parkir, lamanya suatu kendaraan parkir pada suatu lokasi parkir. Hambatan, waktu perjalanan yang tertunda karena suatu hambatan,
besarnya dihitung dari perbedaan antara waktu perjalanan dengan waktu
Emisi Gas Buang, gas atau asap yang dikeluarkan dari pipa gas buang
tempuh dalam arus bebas.
(knalpot) kendaraan bermotor.
Helm, bagian dari perlengkapan kendaraan bermotor berbentuk topi
Emplasemen, kumpulan jalan rel di area stasiun dengan batas-batas tertentu
pelindung kepala yang berfungsi melindungi kepala pemakainya apabila
dan dilengkapi dengan alat pengaman.
terjadi benturan.
Faktor Muat, perbandingan antara kapasitas terjual dengan kapasitas
Isyarat Lampu Lalu Lintas, isyarat lampu lalu lintas satu warna terdiri dari
tersedia untuk satu perjalanan yang biasa dinyatakan dalam persen; load
satu lampu menyala berkedip atau dua lampu yang menyala bergantian
factor.
untuk memberikan peringatan bahaya kepada pemakai jalan, warning light
Fase, suatu kondisi dari APILL dalam satu waktu siklus yang memberikan hak
Izin Insidentil, izin yang dapat diberikan kepada perusahaan angkutan yang
jalan pada satu atau lebih gerakan lalu lintas tertentu;
telah memiliki izin trayek untuk menggunakan kendaraan bermotor
Fasilitas parkir, lokasi yang ditentukan sebagai tempat pemberhentian cadangannya menyimpang dari izin trayek yang dimiliki.
kendaraan yang tidak bersifat sementara untuk melakukan kegiatan pada
Izin Operasi, izin yang diberikan kepada perusahaan angkutan untuk
suatu kurun waktu.
melakukan kegiatan angkutan tidak dalam trayek.
Fasilitas parkir di badan jalan, fasilitas parkir yang menggunakan tepi
jalan, on street parking
Izin Trayek, izin untuk melakukan kegiatan angkutan dalam trayek tetap dan Jalan kelas I, jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk
teratur. muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang
tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan
Izin Usaha Angkutan, izin untuk melakukan usaha angkutan umum.
lebih besar dari 10 ton;
Jalan, suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun, meliputi
Jalan kelas II, jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk
segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya
muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter, ukuran panjang
yang diperuntukkan bagi lalulintas.
tidak melebihi 18.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat yang diizinkan
Jalan Arteri, jalan yang melayani angkutan utama dengan cirri-ciri perjalanan 10 ton;
jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi
Jalan kelas IIIA, jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan
secara efisien.
bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500
Jalan Arteri Primer, jalan yang menghubungkan kota jenjang ke satu yang milimeter, ukuran panjang tidakmelebihi 18.000 milimeter, dan muatan
terletak berdampingan atau menghubungkan kota jenjang ke satu dengan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton;
kota jenjang ke dua.
Jalan kelas III B, jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor
Jalan Arteri Sekunder, jalan yang menghubungkan kawasan primer dengan termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.500 milimeter,
kawasan sekunder ke satu atau menghubungkan kawasan sekunder ke satu ukuran panjang tidak melebihi 12.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat
dengan kawasan sekunder ke satu atau kawasan sekunder ke satu dengan yang diizinkan 8 ton;
kawasan sekunder ke dua.
Jalan kelas III C, jalan lokal yang dapat dilalui kendaraan bermotor
Jalan bebas hambatan (freeway),jalan umum untuk lalu lintas menerus termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter,
yang memberikan pelayanan menerus/tidak terputus dengan pengendalian ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, dan muatan sumbu terberat
jalan masuk secara penuh, dan tanpa adanya persimpangan sebidang, serta yang diizinkan 8 ton.
dilengkapi dengan pagar ruang milik jalan, paling sedikit 2 (dua) lajur setiap
Jalan khusus Bus, jalan yang khusus direncanakan dan digunakan bagi lalu
arah dan dilengkapi dengan median;
lintas bus, Busway.
Jalan Kolektor, jalan yang melayani angkutan pengumpulan/pembagian
Jalan Lokal, jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri ciri
dengan cirri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang dan
perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk
jumlah jalan masuk dibatasi.
tidak dibatasi.
Jalan Kolektor Primer, jalan yang menghubungkan kota jenjang ke dua atau
Jalan Nasional, merupakan jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem
menghubungkan kota jenjang kedua dengan kota jenjang ketiga
jaringan jalan primer yang menghubungkan antaribukota provinsi, dan jalan
Jalan Kolektor Sekunder, jalan yang menghubungkan kawasan sekunder strategis nasional, serta jalan tol.
kedua dengan kawasan sekunder kedua atau menghubungkan kawasan
Jalan Tol, jalan umum yang kepada pemakainya dikenakan kewajiban
sekunder kedua dengan kawasan sekunder ketiga.
membayar tol
Jalan kecil (street), jalan umum untuk melayani lalu lintas setempat, paling
Jalan umum, jalan yang diperuntukkan bagi lalulintas umum.
sedikit 2 (dua) lajur untuk 2 (dua) arah dengan lebar paling sedikit 5,5 (lima
setengah) meter.
Jalan raya (highway), jalan umum untuk lalu lintas menerus dengan Jumlah Berat Kombinasi Yang Diperbolehkan (JBKB), berat maksimum
pengendalian jalan masuk secara terbatas dan dilengkapi dengan median, rangkaian kendaraan bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan
paling sedikit 2 (dua) lajur setiap arah; menurut rancangannya.
Jalan Rel, satu kesatuan konstruksi yang terbuat dari baja, beton atau Jumlah Berat Kombinasi Yang Diizinkan (JBKI), berat maksimum
konstruksi lain yang terletak di permukaan, di bawah dan di atas tanah atau rangkaian kendaraan bermotor berikut muatannya yang diizinkan
bergantung beserta perangkatnya yang mengarahkan jalannya kereta api. berdasarkan kelas jalan yang dilalui.
Jalan sedang (road), jalan umum dengan lalu lintas jarak sedang dengan Kapal, kendaraan air dengan bentuk dan jenis apapun, yang digerakkan
pengendalian jalan masuk tidak dibatasi, paling sedikit 2 (dua)lajur untuk 2 dengan tenaga mekanik, tenaga angin atau ditunda, termasuk kendaraan
(dua) arah dengan lebar paling sedikit 7 (tujuh) meter; yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta
alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah.
Jalur, bagian jalan yang dipergunakan untuk lalulintas kendaraan.
Kapasitas Jalan, kemampuan ruas jalan untuk menampung volume lalu lintas
Jarak Pandang, suatu jarak yang diperlukan oleh seorang pengemudi pada
ideal per satuan waktu, dinyatakan dalam kendaraan/jam atau satuan mobil
saat mengemudi sedemikian sehingga jika pengemudi melihat suatu
penumpang (smp)/jam
halangan yang membahayakan, pengemudi dapat melakukan sesuatu untuk
menghindari bahaya tersebut secara aman; sight distance. Kapasitas Kendaraan, daya muat penumpang pada setiap kendaraan
angkutan umum baik yang duduk maupun berdiri.
Jaringan Lintas, kumpulan dari lintas-lintas yang menjadi satu kesatuan
jaringan pelayanan angkutan barang. Kapasitas Lalulintas, volume lalulintas dikaitkan dengan jenis, ukuran, daya
angkut dan kecepatan kendaraan.
Jaringan Pelayanan Angkutan Kereta Api, jaringan jalur kereta api yang
dilayani angkutan kereta api. Kapasitas Persimpangan (dengan traffic light), jumlah maksimum
kendaraan yang dapat melalui persimpangan.
Jaringan Transportasi Jalan, serangkaian simpul dan atau ruang kegiatan
yang dihubungkan oleh ruang lalulintas sehingga membentuk satu kesatuan Karoseri, rumah-rumah yang dirancang untuk tempat orang yang
sistim jaringan untuk keperluan penyelenggaraan lalulintas dan angkutan dipasangkan pada landasan kendaraan bermotor.
jalan.
Kartu Pengawasan, turunan dari keputusan izin trayek yang harus selalu
Jaringan Trayek, kumpulan dari trayek-trayek menjadi satu kesatuan dibawaoleh setiap kendaraan tersebut didalam operasinya.
jaringan pelayanan angkutan orang.
Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), wilayah daratan
Jembatan Timbang, alat pengawasan dan pengamanan jalan yang berupa dan/atau perairan dan ruang udara di sekitar Bandar udara yang
alat penimbangan yang dipasang secara tetap yang dapat menimbang dipergunakan untuk kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin
kendaraan bermotor sehingga dapat diketahui berat kendaraan beserta keselamatan penerbangan;
muatannya.
Kebandarudaraan, meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan
Jumlah Berat Yang Diperbolehkan (JBB), berat maksimum kendaraan penyelenggaraan Bandar udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan
bermotor berikut muatannya yang diperbolehkan menurut rancangannya. fungsi Bandar udara untuk menunjang kelancaran, keamanan dan ketertiban
arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan/atau pos,
Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI), berat maksimum kendaraan bermotor
keselamatan penerbangan, tempat perpindahan intra dan/atau antar moda
berikut muatannya yang diizinkan berdasarkan kelas jalan yang dilalui.
serta mendorong perekonomian nasional dan daerah;
Kecepatan, kemampuan untuk menempuh jarak tertentu dalam satuan waktu Kendaraan Umum, setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk
atau nilai perubahan jarak dibagi dengan waktu, dinyatakan dalam dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran.
kilometer/jam.
Kepelabuhanan, segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan
Kecepatan Arus Bebas, kecepatan kendaraan survai dalam arus bebas yang penyelenggaraan pelabuhan dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan
dihitung dari panjang seksi jalan yang disurvai dibagi waktu tempuh dalam fungsi pelabuhan untuk menunjang kelancaran, keamanan dan ketertiban
kondisi bebas. arus lalulintas kapal, penumpang dan/atau barang, keselamatan dan
keamanan berlayar, tempat perpindahan intra dan/atau antar moda serta
Kecepatan Perjalanan, kecepatan rata-rata kendaraan antara dua titik
mendorong perekonomian nasional dan daerah
tertentu di jalan, yang dapat ditentukan dari jarak perjalanan dibagi dengan
total waktu perjalanan termasuk tundaan; Journey Speed. Kereta api, sarana kereta api dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri
maupun dirangkaikan dengan sarana kereta api lainnya, yang akan ataupun
Kecepatan Sesaat, kecepatan kendaraan sasaat pada waktu kendaraan
sedang bergerak di jalan rel yang terkait dengan perjalanan kereta api
tersebut melintasi suatu titik tetap tertentu di jalan; spot speed.
Kereta Gandengan, suatu alat yang digunakan untuk mengangkut barang
Kelaikan Udara, terpenuhinya persyaratan minimum kondisi pesawat udara
yang seluruh bebannya ditumpu oleh alat itu sendiri dan dirancang untuk
dan/atau komponen-komponennya untuk menjamin keselamatan
ditarik oleh kendaraan bermotor.
penerbangan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan
Kereta Tempelan, suatu alat yang dipergunakan untuk mengangkut barang
Kelaiklautan kapal, keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan
yang dirancang untuk ditarik dan sebagian bebannya ditumpu oleh
kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, pemuatan,
kendaraan bermotor penariknya.
kesehatan dan kesejahteraan awak kapal, serta penumpang dan status
hukum kapal untuk berlayar di perairan tertentu. Keselamatan lalu lintas, keadaan terhindarnya pengguna jalan dan
masyarakat dari kecelakaan lalu lintas.
Kelas Jalan, klasifikasi jalan berdasarkan muatan sumbu terberat (MST) dan
karakteristik lalulintas. Keselamatan Pelayaran, suatu keadaan terpenuhinya persyaratan
keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan dan
Kendaraan, suatu alat yang dapat bergerak di jalan, terdiri dari kendaraan
kepelabuhanan
bermotor atau kendaraan tidak bermotor.
Keselamatan penerbangan, keadaan yang terwujud dari penyelenggaraan
Kendaraan Bermotor, setiap kendaraan yang digerakkan oleh peralatan
penerbangan yang lancar sesuai dengan prosedur operasi dan persyaratan
teknik yang ada pada kendaraan itu dan biasanya digunakanuntuk
kelaikan teknis terhadap sarana dan prasarana penerbangan beserta
pengangkutan orang atau barang di jalan selain dari pada kendaraan yang
penunjangnyaKetertiban lalu lintas, keadaan perilaku pengguna jalan untuk
berjalan di atas rel.
mematuhi peraturan berlalu lintas.
Kendaraan Tidak Bermotor, setiap kendaraan yang bukan digerakkan oleh
Laik Jalan, persyaratan minimum kondisi suatu kendaraan yang harus
peralatan teknik yang ada pada kendaraan itu termasuk kendaraan yang
dipenuhi agar terjaminnya keselamatan dan mencegah terjadinya
digerakkan tenaga penghela hewan dan dipergunakan untuk mengangkut
pencemaran udara dan kebisingan lingkungan pada waktu dioperasikan di
orang atau barang.
jalan.
Kendaraan Khusus, kendaraan bermotor selain dari pada kendaraan
Lalulintas, pergerakan kendaraan, orang dan hewan di jalan.
bermotor untuk penumpang dan barang, yang penggunaannya untuk
keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.
Lalulintas Harian Rata-rata (LHR), volume lalulintas pada suatu jalan Lampu Utama Jauh (lampu dim), lampu berwarna putih atau kuning muda
selama periode tertentu yang dianggap mewakili lalulintas dalam setahun yang dipasang pada bagian depan kendaraan yang dapat menerangi jalan
dibagi oleh jumlah daripada periode tersebut; Average Daily Traffic (ADT). pada malam hari dengan cuaca cerah sekurang-kurangnya 60 meter.
Lalulintas Harian Rata-rata Bulanan, volume lalulintas total selama Lajur, bagian jalur yang memanjang dengan atau tanpa marka jalan yang
sebulan tertentu, dibagi dengan jumlah hari dalam bulan tersebut; Monthly memiliki lebar cukup untuk satu kendaraan bermotor yang sedang berjalan
Average Daily Traffic (MADT). selain sepeda motor.
Lalulintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT), volume lalulintas total pada Load factor, perbandingan antara kapasitas terjual dengan kapasitas tersedia
suatu jalan selama setahun dibagi dengan 365; Annualy Average Daily untuk satu perjalanan yang biasa dinyatakan dalam persen; Faktor Muat
Traffic (AADT).
Manajemen Lalulintas, upaya-upaya dibidang lalu lintas yang meliputi
Lampu Isyarat Peringatan Bahaya, lampu penunjuk arah yang menyala kegiatan perencanaan, pengaturan, pengawasan, dan pengendalian arus
secara bersamaan dengan sinar kelap-kelip yang mengisyaratkan pergerakan lalulintas dengan melakukan optimalisasi penggunaan prasarana yang ada.
kendaraan sedang dalam bahaya dan harus hati-hati.
Manajemen dan rekayasa lalu lintas, kegiatan yang dilakukan untuk
Lampu Mundur, lampu yang berwarna putih atau kuning muda yang tidak mengoptimalkan penggunaan seluruh jaringan jalan, guna peningkatan
menyilaukan yang dipasang di bagian belakang kendaraan dan dapat keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
menyala bersamaan dengan porsneling dipadang pada gigi roda mundur,
Marka Jalan, suatu tanda yang berada dipermukaan jalan yang meliputi
sebagai isyarat kendaraan dalam keadaan akan atau sedang bergerak
peralatan atau tanda yang membentuk garis membujur, garis melintang,
mundur.
garis serong serta lambang lainnya yang berfungsi untuk mengarahkan
Lampu Penunjuk Arah, lampu berwarna kuning tua yang dipasang lalulintas dan membatasi daerah kepentingan lalulintas.
disamping kanan dan kiri bagian muka dan belakang kendaraan yang dapat
Marka Membujur, tanda yang sejajar dengan sumbu jalan.
menyala kelap-kelip untuk mengisyaratkan kendaraan akan merubah arah
pergerakan. Marka Melintang, tanda yang tegak lurus terhadap sumbu jalan.
Lampu posisi, 2 (dua) buah lampu berwarna putih atau kuning muda yang Marka Serong, tanda yang membentuk garis utuh yang tidak termasuk dalam
dipasang di bagian depan dan belakang kendaraan untuk mengisyaratkan pengertian marka membujur dan melintang utnuk menyatakan suatu daerah
posisi/lebar kendaraan. permukaan jalan yang bukan merupakan jalur lalulintas kendaraan.
Lampu Rem, lampu berwarna merah yang ada pada bagian belakang Marka Lambang, tanda yang mengandung arti tertentu untuk menyatakan
kendaraan dipasang di kiri dan kanan dan dapat menyala bersamaan dengan peringatan, perintah dan larangan utnuk melengkapi atau menegaskan
diinjaknya pedal rem utnuk mengisyaratkan keadaan akan berhenti atau maksud yang telah disampaikan oleh rambu atau tanda lalulintas lainnya.
memperlambat laju kendaraan.
Marka Garis Membujur yang Putus-putus, marka yang berfungsi untuk
Lampu Utama Dekat (lampu kota), lampu berwarna putih atau kuning pemisah lajur jalan yang boleh dilintasi kendaraan apabila akan melewati
muda yang dipasang pada bagian depan kendaraan yang dapat menerangi kendaraan lain yang berada di depannya.
jalan pada malam hari dengan cuaca cerah sekurang-kurangnya 40 meter ke
Marka Garis Membujur yang Utuh, marka yang berfungsi untuk pemisah
depan kendaraan.
lajur jalan yang tidak boleh dilintasi oleh kendaraan jenis apapun.
Median, pembatas jalur yang ditinggikan.
Mobil Barang, kendaraan bermotor selain mobil bus, mobil penumpang dan pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda
kendaraan bermotor roda dua. transportasi
Mobil Bus, setiap kendaraan bermotor yang diperlengkapi lebih dari 8 Pelabuhan Khusus, pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna
(delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudinya baik menunjang kegiatan tertentu
dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.
Pelabuhan laut, pelabuhan umum yang menurut kegiatannya melayani
Mobilitas, pergerakan dalam berlalu lintas yang biasanya dikaitkan dengan kegiatan angkutan laut;
kecepatan dan hambatan.
Pelabuhan Penyeberangan, pelabuhan yang menurut kegiatannya melayani
Mobil penumpang, setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi sebanyak- kegiatan angkutan penyeberangan;
banyaknya 8 (delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk
Pelabuhan sungai dan danau, pelabuhan yang menurut kegiatannya
pengemudi, baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan bagasi.
melayani kegiatan angkutan sungai dan danau;
Muatan Sumbu, jumlah tekanan roda-roda dari satu sumbu terhadap jalan.
Pelabuhan Umum, pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan
Muatan Sumbu Terberat (MST), jumlah tekanan roda-roda yang terberat pelayanan masyarakat umum
dari satu sumbu terhadap jalan.
Pelayaran, segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan di perairan,
Nakhoda kapal, salah seorang dari awak kapal yang menjadi pimpinan pelabuhan, serta keamanan dan keselamatannya.
umum di atas kapal dan mempunyai wewenang dan tanggung jawab
Pelayaran rakyat, kegiatan angkutan laut yang ditujukan untuk mengangkut
tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
barang dan/atau hewan dengan menggunakan kapal layar, kapal layar motor
Navigasi Penerbangan, setiap kegiatan pemanduan terhadap pesawat udara tradisional dan kapal motor dengan ukuran tertentu.
selama beroperasi yang dilengkapi dengan fasilitas navigasi penerbangan
Pelican Crossing, penyeberangan yang dilengkapi dengan lampu lalulintas.
OD Survey (Origin Destination Survey), survai asal tujuan perjalanan
Pemakai Jalan, semua bentuk moda angkutan baik yang berupa kendaraan
Pagar Pengaman Jalan, kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi bermotor maupun tidak bermotor serta para pejalan kaki yang sedang
sebagai pencegah pertama bagi kendaraan bermotor yang tidak dapat menggunakan jalan; user.
dikendalikan lagi agar tidak keluar dari jalur lalulintas; Guard Rail.
Pembinaan Jalan, kegiatan penanganan jaringan jalan yang meliputi
Papan Tambahan, papan yang dipasang di bawah daun rambu yang penentuan sasaran dan perwujudan sasaran.
memberikan penjelasan lebih lanjut dari suatu rambu.
Pemeriksaan, serangkaian tindakan yang dilakukan oleh pemeriksa terhadap
Parkir, keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat pengemudi dan kendaraan bermotor mengenai pemenuhan persyaratan
sementara. teknis dan laik jalan serta pemenuhan kelengkapan persyaratan administratif
Pelabuhan, tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya Penerbangan, segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan wilayah
dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan udara, pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, keamanan dan
kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, keselamatan penerbangan, serta kegiatan dan fasilitas penunjang lain yang
berlabuh, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang terkait
dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang
Pengelola Pelabuhan Khusus, Pemerintah, Pemerintah Propinsi, Perkeretaapian, adalah satu kesatuan sistem yang terdiri dari prasarana
Pemerintah Kabupaten/Kota atau Badan Hukum Indonesia yang memiliki izin kereta api, sarana kereta api, sumber daya manusia, norma, kriteria,
untuk mengelola pelabuhan khusus persyaratan dan prosedur, untuk penyelenggaraan transportasi kereta api
Pengemudi, orang yang mengemudi kendaraan bermotor atau orang yang Perlengkapan Kendaraan, kelengkapan dari kendaraan yang harus
secara langsung mengawasi calon pengemudi yang sedang belajar ditempatkan pada kendaraan bermotor yang berupa ban cadangan, segitiga
mengemudikan kendaraan bermotor. pengaman dan lain-lain.
Pengguna Jasa, setiap orang dan/atau badan hukum yang menggunakan Perlintasan sebidang, perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan
jasa angkutan, untuk angkutan orang maupun barang jalan.
Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor, pengujian yang dilakukan secara Persimpangan, pertemuan atau percabangan jalan, baik yang sebidang
berkala terhadap setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta maupun yang tidak sebidang.
tempelan dan kendaraan khusus
Persimpangan Tidak Sebidang, apabila suatu lajur lalulintas atau jalan
Pengujian Kendaraan Bermotor, serangkaian kegiatan menguji atau dinaikkan ke atas jalan yang lain melalui penggunaan jembatan atau
memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta terowongan.
tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap
Persyaratan Teknis, persyaratan tentang susunan, peralatan, perlengkapan,
persyaratan teknis dan laik jalan.
ukuran, bentuk, karoseri, pemuatan, rancangan teknis kendaraan sesuai
Pengujian Type Kendaraan Bermotor, pengujian kendaraan bermotor dengan peruntukannya, emisi gas buang, penggunaan, penggandengan, dan
yang dilakukan terhadap type kendaraan bermotor, kereta gandengan, penempelan kendaraan bermotor.
kereta tempelan dan kendaraan khusus, sebelum dibuat atau dirakit atau
Perusahaan Angkutan Umum, perusahaan yang menyediakan jasa
diimpor secara massal.
angkutan orang dan/atau barang dengan kendaraan umum di jalan
Penyelidikan, serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan
Pesawat Terbang, pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap
menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pdana guna
tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri
menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan.
Pesawat Udara, setiap alat yang dapat terbang di atmosfer karena daya
Penyidik, pejabat Polri dan pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang
angkat dari reaksi udara kecuali reaksi udara terhadap permukaan bumi
diberikan wewenang khusu oleh undang-undang untuk menyidik.
Peti Kemas, peti kemas sesuai dengan International Standard Organization
Penyidikan, serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang
(ISO) yang dapat dioperasikan di Indonesia.
diatur dalam undang-undang untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang
dengan bukti itu membuat tentang tindak pidana yang terjadi dan guna Pita Penggaduh, kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk
menemukan tersangka. membuat pengemudi kendaraan bermotor lebih meningkatkan
kewaspadaan.
Perizinan Angkutan Umum, perizinan yang berkaitan dengan pendirian
usaha angkutan umum dan perizinan yang berkaitan dengan peraturan dan Polisi Tidur, kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk
pengendalian angkutan umum yang beroperasi dalam jaringan trayek dan membuat pengemudi kendaraan bermotor mengurangi kecepatan
tidak dalam jaringan trayek. kendaraannya; Road hump, Speed hump; Speed bump.
Perjalanan, pergerakan seseorang dari satu tempat ke tempat lain.
Portal, kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi untuk membatasi Rencana Induk Bandar Udara (Master Plan Bandara), pedoman
tinggi dan lebar kendaraan beserta muatannya memasuki suatu ruas jalan pembangunan dan pengembangan Bandar udara yang mencakup seluruh
tertentu. kebutuhan dan penggunaan tanah serta ruang udara untuk kegiatan
penerbangan dan kegiatan penunjang penerbangan dengan
Prasarana angkutan, prasarana angkutan untuk keperluan menaikkan dan
mempertimbangkan aspek-aspek teknis, pertahanan keamanan, sosial
menurunkan orang dan/atau barang serta mengatur kedatangan dan
budaya serta aspek-aspek terkait lainnya;
pemberangkatan sarana angkutan umum yang merupakan simpul jaringan
transportasi yang dapat berupa terminal, stasiun, pelabuhan, atau bandar Rem, suatu peralatan mekanis yang dipasang pada kendaraan bermotor dan
udara; berfungsi untuk mengendalikan laju kendaraan bermotor tersebut.
Prasarana Kereta Api, jalur kereta api dan stasiun kereta api, termasuk Rem Parkir, suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan laju kendaraan
fasilitas operasi kereta api, agar sarana kereta api dapat dioperasikan bermotor, yang dilangkapi dengan alat pengunci mekanis dan biasanya
dipergunakan pada saat memarkir kendaraan, hand rem.
Pulau Lalulintas, bagian jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan, dapat
berupa marka jalan atau bagian jalan yang ditinggikan. Rem Utama, suatu alat yang dipasang pada suatu kendaraan bermotor yang
berfungsi untuk mengendalikan kecepatan dan menghentikan kendaraan
Rambu lalulintas, bagian dari perlengkapan jalan, berupa lambang, huruf,
bermotor, rangkaian kendaraan bermotor, baik dalam keadaan tanpa
angka, kalimat dan atau perpaduan diantaranya sebagai peringatan,
muatan maupun dengan muatan sesuai dengan jumlah berat yang
larangan, perintah atau petunjuk bagi pemakai jalan.
diperbolehkan.
Rambu Larangan, rambu yang digunakan untuk menyatakan perbuatan yang
Road Side Interview Survey, salah satu survai asal tujuan perjalanan
dilarang dilakukan oleh pemakai jalan.
Roda pada satu sumbu, roda tunggal atau ganda atau beberapa roda yang
Rambu Peringatan, rambu yang digunakan untuk menyatakan peringatan
dipasang simetris atau pada dasarnya simetris terhadap bidang membujur
bahaya atau tempat berbahaya pada jalan di depan pemakai jalan.
tengah kendaraan, walaupun roda-roda tersebut tidak dipasang pada satu
Rambu Perintah, rambu yang digunakan untuk menyatakan perintah yang sumbu yang sama.
wajib dilakukan oleh pemakai jalan.
Ruang lalu lintas, prasarana dan sarana yang diperuntukkan bagi gerak
Rambu Petunjuk, rambu yang digunakan untuk menyatakan pentunjuk kendaraan, orang, dan hewan dapat berupa jalan, jembatan atau lintas
mengenai jurusan, jalan, situasi, kota tempat, pengaturan, fasilitas dan lain- penyeberangan yang berfungsi sebagai jembatan
lain bagi pemakai jalan.
Ruang Manfaat Jalan, suatu ruang yang dimanfaatkan untuk konstruksi
Rambu Sementara, rambu yang digunakan secara tidak permanen, pada jalan dan terdiri atas badan jalan, saluran tepi jalan, serta ambang
keadaan darurat atau pada kegiatan-kegiatan tertentu. pengamannya. Badan jalan meliputi jalur lalu lintas, dengan atau tanpa jalur
pemisah dan bahu jalan, termasuk jalur pejalan kaki. Ambang pengaman
Refleksi Retro (pada rambu atau marka), sistem pemantulan cahaya
jalan terletak di bagian paling luar, dari ruang manfaat jalan, dan
sinar yang datang, dipantulkan kembali sejajar ke arah sinar datang,
dimaksudkan untuk mengamankan bangunan jalan.
terutama pada malam hari atau cuaca gelap.
Ruang Milik Jalan, sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang
Rekayasa Lalulintas, perencanaan, pengadaan, pemasangan dan
masih menjadi bagiandari ruang milik jalan yang dibatasi oleh tanda batas
pemeliharaan rambu-rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat lalulintas,
ruang milik jalan yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasan
serta alat pengendali dan pengaman pemakai jalan, traffic engineering.
keamananpenggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang Sepeda Motor, kendaraan bermotor roda dua atau tiga tanpa rumah-rumah,
manfaat jalan pada masa yang akan datang. Right of Way. baik dengan atau tanpa kereta samping.
Ruang Pengawasan Jalan, ruang tertentu di luar ruang milik jalan yang ada Segitiga Pengaman, pelat segitiga sama sisi yang dipergunakan pada waktu
di bawah mengawasan penyelenggara jalan. agar tidak mengganggu kendaraan berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan, untuk
pandangan pengemudi, konstruksi bangunan jalan apabila ruang milik jalan memberi peringatan pada kendaraan yang datang dari arah depan atau dari
tidak cukup luas, dan tidak mengganggu fungsi jalan. Terganggunya fungsi arah belakang.
jalan disebabkan oleh pemanfaatan ruang pengawasan jalan yang tidak
Sertifikat Uji Tipe, sertifikat yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal sebagai
sesuai dengan peruntukannya.
bukti bahwa tipe kendaraan bermotor ataulandasan kendaraan bermotor
Rumah-rumah Kendaraan, bagian dari kendaraan bermotor jenis mobil yang bersangkutan telah lulus ujitipe.
penumpang atau mobil bis atau mobil barang, yang berada pada landasan
Siap Guna (SG), sejumlah mobil bus/MPU yang disiapkan untuk pelayanan
berbentuk ruang muatan, baik untuk orang maupun barang.
angkutan penumpang umum, termasuk bus/MPU yang sedang dalam
Sabuk Keselamatan, perangkat peralatan yang merupakan bagian dan perawatan dibengkel.
terpasang pada kendaraan bermotor, yang berfungsi untuk mencegah
Siap Guna Operasi (SGO), sejumlah mobil bus/MPU yang secara teknis telah
benturan terutama bagian kepala dan dada dengan bagian kendaraan
diperiksa dan dinyatakan laik jalan oleh petugas teknis tetapi kelengkapan
sebagai akibat perubahan gerak kendaraan secara tiba-tiba, safety belt.
administratif belum sempurna.
Sarana angkutan, alat angkutan moda transportasi darat, laut dan udara
Siap Operasi (SO), mobil bus/MPU yang beroperasi langsung untuk
yang dapat berupa kendaraan bermotor, kereta api, kapal, atau pesawat
memproduksi jasa angkutan.
udara.
Simpul, dapat berupa terminal transportasi jalan, terminal angkutan sungai
Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, sarana yang dibangun atau terbentuk
dan danau, stasiun kereta api, pelabuhan penyeberangan, pelabuhan laut,
secara alami yang berada di luar kapal yang berfungsi membantu navigator
atau bandar udara
dalam menentukan posisi dan/atau haluan kapal serta memberitahukan
bahaya dan/atau rintangan pelayaran untuk kepentingan keselamatan Sistem Informasi Kecelakaan Lalu Lintas, kumpulan komponen yang
berlayar. berupa manusia, prosedur dan data yang saling berinteraksi untuk
menghasilkan informasi tentang kecelakaan lalu lintas;
Sarana Kereta Api, segala sesuatu yang dapat bergerak di atas jalan rel.
Stasiun, tempat kereta api berangkat atau berhenti untuk melayani naik dan
Satuan Ruang Parkir (SRP), ukuran luas efektif untuk meletakkan
turun penumpang dan/atau bongkar muat barang dan/atau untuk keperluan
kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor), termasuk
operasi kereta api.
ruang bebas dan lebar buka pintu. Untuk hal-hal tertentu bila tanpa
penjelasan, SRP adalah SRP untuk mobil penumpang. Survai dinamis, survai yang dilaksanakan di dalam kendaraan dengan
metode pencatatan jumlah penumpang yang naik dan turun kendaraan yang
Satuan Kerja Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bemotor
menempuh suatu trayek, dimana penyigi mencatat jumlah penumpang yang
(Satker UPPKB), unit kerja di bawah Dinas Perhubungan yang
naik dan turun dan atau waktu perjalanan pada tiap segmen.
melaksanakan tugas pengawasan terhadap berat kendaraan beserta
muatannya dengan menggunakan alat penimbangan yang dipasang secara Survai statis, survai yang dilakukan dari luar kendaraan dengan
tetap pada setiap lokasi tertentu. mengamati/menghitung/mencatat informasi dari setiap kendaraan
penumpang umum yang melintas di ruas jalan pada setiap arah lalu lintas, Terminal Barang, prasarana transportasi jalam untuk keprluan membongkar
serta di pintu masuk dan pintu keluar terminal. dan memuat barang serta perpindahan intra dan/atau antar moda
transportasi.
Syahbandar, pejabat pemerintah yang berwenang melakukan pengawasan
terhadap dipenuhinya peraturan-peraturan untuk menjaga keselamatan dan Tingkat pelayanan, kemampuan ruas jalan dan/atau persimpangan untuk
keamanan pelayaran, ketertiban dan lalu lintas kapal di pelabuhan menampung lalu lintas pada keadaan tertentu.
Taksi adalah kendaraan umum dengan jenis mobil penumpang yang diberi Transportasi jalan, adalah satu kesatuan tatanan yang terdiri dari jaringan
tanda khusus dan dilengkapi dengan argometer transportasi jalan, kendaraan beserta pengemudinya, peraturan-peraturan,
prosedur dan metoda sedemikian rupa yang membentuk suatu totalitas yang
Tatanan kepelabuhanan nasional, suatu sistem kepelabuhanan nasional
utuh
yang memuat tentang hirarki peran dan fungsi, klasifikasi, jenis,
penyelenggaraan, kegiatan, keterpaduan intra dan antar moda serta Trayek adalah lintasan kendaraan umum untuk pelayanan jasa angkutan
keterpaduan dengan sektor lainnya orang dengan mobil bus, yang mempunyai asal dan tujuan perjalanan tetap,
lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal.
Teluk bus, bagian perkerasan jalan tertentu yang diperlebar dan
diperuntukkan sebagai tempat perhentian kendaraan penumpang umum; Trayek Angkutan Sungai dan Danau, lintasan untuk pelayanan jasa
bus bay. angkutan umum sungai dan danau yang mempunyai asal dan tujuan
perjalanan tetap, lintasan tetap dan jadwal tetap maupun tidak berjadwal;
Tempat Bongkar Muat, pelataran di dalam terminal barang yang disediakan
bagi mobil barang untuk membongkar dan/atau memuat barang. Trayek kota, trayek yang seluruhnya berada dalam satu wilayah kota atau
trayek dalam Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Tempat Istirahat Kendaraan, pelataran di dalam terminal yang disediakan
bagi mobil bus dan mobil barang untuk beristirahat sementara dan Trayek Perkotaan, trayek yang seluruhnya berada dalam suatu wilayah
membersihkan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. perkotaan.
Tempat Pemberhentian (Halte) adalah tempat pemberhentian kendaraan Trayek Tetap dan Teratur adalah pelayanan angkutan yang dilakukan
umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan penumpang. dalam jaringan trayek secara tetap dan teratur, dengan jadwal tetap maupun
tidak berjadwal.
Tempat perhentian bus, tempat untuk menurunkan dan/atau menaikkan
penumpang; bus stop. Trayek Tidak Tetap Dan Tidak Teratur atau Tramper, pelayanan
angkutan yang dilakukan secara tidak tetap dan tidak teratur.
Tempat Tunggu Kendaraan Umum, pelataran di dalam terminal
penumpang yang disediakan bagi kendaraan umum untuk menunggu dan Trotoar, bagian dari Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA) yang khusus disediakan
siap menuju jalur pemberangkatan. bagi pejalan kaki.
Tempat Tunggu Penumpang, bangunan berupa ruang tunggu di dalam Tundaan di persimpangan, waktu tambahan yang diperlukan untuk
terminal penumpang yang disediakan bagi penumpang yang akan melakukan melewati persimpangan tersebut dibandingkan dengan situasi bila tidak
perjalanan terdapat persimpangan.
Terminal, prasarana transportasi jalan untuk keperluan menaikkan dan uji berkala adalah pengujian kendaraan bermotor yang dilakukan secara
menurunkan penumpang atau memuat dan membongkar barang serta berkala terhadap setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta
mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum, yang tempelan dan kendaraan khusus yang dioperasikan di jalan.
merupakan salah satu wujud simpul jaringan transportasi jalan
Uji tipe emisi, pengujian emisi terhadap kendaraan bermotor tipe baru Usaha Penyewaan Peralatan Angkutan Laut/Alat Apung, kegiatan
usaha untuk menyediakan dan menyewakan peralatan penunjang angkutan
Uji tipe kebisingan, pengujian tingkat kebisingan terhadap kendaraan
laut dan/atau alat-alat apung untuk pelayanan kapal;
bermotor tipe baru
Usaha Tally, kegiatan usaha jasa menghitung, mengukur, menimbang dan
Uji Tipe Kendaraan Bermotor, pengujian yang dilakukan terhadap fisik
membuat catatan mengenai muatan-muatan untuk kepentingan pemilik
kendaraan bermotor atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa
muatan dan pengangkut.
kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan sebelum
kendaraan bermotor tersebut dibuat dan/atau dirakit dan/atau diimpor Volume lalu lintas, jumlah kendaraan yang melewati suatu titik tertentu
secara massal serta kendaraan bermotor yang dimodifikasi. pada ruas jalan per satuan waktu, dinyatakan dalam kendaraan/jam atau
satuan mobil penumpang (smp)/jam.
Unit Pelaksana Teknis/Satuan Kerja Pelabuhan, unit organisasi
Pemerintah, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota Waktu Pelayanan, waktu yang dibutuhkan angkutan penumpang umum
untuk melayani rute tertentu dalam satu hari yang dihitung berdasarkan
Usaha Angkutan Di Perairan Pelabuhan, kegiatan usaha untuk
waktu awal dan waktu akhir dari pelayanan kendaraan penumpang umum
memindahkan penumpang, barang dan/atau hewan dari dermaga ke kapal
tersebut.
atau sebaliknya dan dari kapal ke kapal, di perairan pelabuhan.
Waktu Perjalanan, waktu yang dibutuhkan oleh kendaraan untuk melewati
Usaha Angkutan Penyeberangan, usaha di bidang angkutan yang
ruas jalan yang diamati, termasuk waktu berhenti untuk menaikkan dan
diselenggarakan untuk umum pada lintas penyeberangan dengan memungut
menurunkan penumpang dan perlambatan karena hambatan.
bayaran dengan menggunakan kapal yang memiliki spesifikasi yang sesuai
dengan kondisi teknis dan operasional prasarana, sarana dan perairan Waktu Siklus, serangkaian tahap-tahap dimana semua pergerakan lalu lintas
dilakukan, atau merupakan penjumlahan waktu dari keseluruhan tahapan;
Usaha Bongkar Muat Barang, kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang
cycle time.
bongkar muat barang dan/atau hewan dari dan ke kapal.
Wilayah udara, ruang udara di atas wilayah daratan dan perairan Republik
Usaha Depo Peti Kemas, kegiatan usaha yang meliputi penyimpanan,
Indonesia
penumpukan, membersihkan dan memperbaiki peti kemas serta kegiatan
lain yang berkaitan dengan pengurusan peti kemas. Wilayah pengoperasian, wilayah atau daerah untuk pelayanan angkutan
perkotaan yang dilaksanakan dalam jaringan trayek.
Usaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut, kegiatan usaha mengurus dokumen
dan melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan penerimaan dan Wilayah pelayanan angkutan perkotaan, wilayah yang didalamnya
penyerahan muatan yang diangkut melalui laut. bekerja satu sistem pelayanan angkutan penumpang umum karena adanya
kebutuhan pergerakan penduduk dalam wilayah perkotaan.
Usaha Jasa Pengurusan Transportasi (Freight Forwarding), kegiatan
usaha yang ditujukan untuk semua kegiatan yang diperlukan bagi
terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang dan/atau hewan melalui
angkutan darat, laut dan/atau udara.
Usaha Penunjang Angkutan Laut, kegiatan usaha yang bersifat menunjang
kelancaran proses kegiatan angkutan laut.