Anda di halaman 1dari 18

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

MEMBANGUN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM SEGAR DI DATARAN RENDAH DAN ANEKA RAGAM PRODUK OLAHANNYA

BIDANG KEGIATAN : PKM-K

Diusulkan oleh :

Archi Kuncahyo Utomo Pramudya Ardyka Chandra Bernadus Nanang D. N.

I1410006 ( 2010 ) I1410026 ( 2010 ) I1409010 ( 2009 )

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

HALAMAN PENGESAHAAN
1. Judul Kegiatan : Membangun Usaha Budidaya Jamur Tiram Segar di Dataran Rendah dan Aneka Ragam Produk Olahannya 2. Bidang Kegiatan 3. Bidang Ilmu : ( ) PKM-P ( ) PKM-T : ( ) Kesehatan ( ) MIPA ( ) Sosial Ekonomi ( ) Pendidikan 4. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama lengkap b. NIM c. Jurusan d. Universitas/Institusi/Politeknik e. Alamat rumah dan No.Telp/ HP f. Alamat email : Archi Kuncahyo Utomo : I 1410006 : Teknik Mesin : Universitas Sebelas Maret Surakarta : Surowedanan RT05/RW09, Pulisen, Boyolali HP. 08562909515 : archikuncahyo@yahoo.com : 2 Orang : Wibowo, ST., MT. : 196904251998021001 : Badran Baru RT 8 RW 8 Papahan Karanganyar No Telp: (0271)6498036 HP: 087836300019 : Rp. 9.800.000,:: 6 Bulan s/d seterusnya Surakarta, 12 Oktober 2011 Menyetujui, Ketua Jurusan Ketua Pelaksana Kegiatan () PKM-K ( ) PKM-M () Pertanian ( ) Teknik dan Rekayasa ( ) Humanoria

5. Anggota Pelaksana Kegiatan/ Penulis 6. Dosen Pendamping a. Nama lengkap dan Gelar b. NIP c. Alamat rumah dan No.Telp/ HP 7. Biaya Kegiatan Total DIKTI Sumber lain 8. Jangka Waktu Pelaksanaan

( Didik Djoko Susilo, ST.,MT. ) NIP.197203131997021001 Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan

( Archi Kun Cahyo Utomo ) NIM. I1410006 Dosen Pendamping

( Drs. Dwi Tiyanto, S.U ) NIP. 195404141980031007

( Wibowo, ST., MT. ) NIP. 196904251998021001

A. JUDUL PROGRAM Membangun Usaha Budidaya Jamur Tiram Segar di Dataran Rendah dan Aneka Ragam Produk Olahannya

Gbr. Pemeliharaan Jamur Tiram

Gbr. Contoh Olahan Jamur Tiram

B. LATAR BELAKANG MASALAH Seperti yang kita ketahui sekarang ini, bahwa ada berbagai bidang usaha yang bisa dijadikan alternatif bagi setiap orang yang hendak memulai suatu wirausaha ataupun berinvestasi pada suatu bidang usaha. Tentu saja dalam menentukan bidang usaha yang akan dijalani harus mempertimbangkan faktor-faktor tertentu, misalnya peluang usaha dari bidang tersebut, ketertarikan si calon pengusaha, segmen pasar yang disasar dan yang umumnya dianggap sebagai kendala terbesar bagi kebanyakan orang adalah modal awal. Paradigma / cara pandang butuh modal awal besar untuk memulai suatu wirausaha sudah terlanjur melekat di benak sebagian besar orang. Maka dari itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meluruskan paradigma tersebut dan salah satu cara yang bisa diambil adalah dengan memulai suatu alternatif usaha dengan modal yang terjangkau. Dari berbagai macam bidang usaha, ada beberapa bidang yang memiliki pangsa pasar potensial dan memungkinkan dijalankan dengan modal awal yang relatif

terjangkau yaitu pertanian dan kuliner. Dan salah satu wirausaha yang mencakup keduanya adalah Budidaya Jamur Tiram. Dikatakan memungkinkan dijalankan dengan modal awal relatif rendah karena bisa disesuaikan dengan ketersediaan modal dari masing-masing individu dari berbagai golongan, termasuk di dalamnya mahasiswa. Di samping itu jamur tiram bisa dijadikan alternatif bahan pangan berprotein tinggi dibanding daging atau telur yang notabene harganya terus merangkak naik. Budidaya jamur tiram memiliki berbagai kriteria tersendiri agar dapat berjalan dengan baik dan satu lagi paradigma dari sisi ini yang bisa menjadi kendala, yaitu budidaya jamur harus di dataran tinggi. Padahal dengan cara dan metode yang benar, budidaya jamur tiram di dataran rendah (di daerah solo dan sekitar misalnya) sangat mungkin dan bahkan pasti bisa dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Sudah ada beberapa budidaya jamur di dataran rendah yang pada kenyataannya sukses menjalankannya, misalnya Jasera di daerah Karanganyar dan Agro jamur Lestari di daerah Solo. Maka dari itu, bisnis wirausaha tidak mustahil untuk dijalankan. Jamur tiram sendiri sekarang ini sudah mulai banyak digemari masyarakat untuk dijadikan salah satu bahan makanan pendukung maupun bahan utama. Memiliki nilai gizi yang tinggi dan rasa yang enak merupakan nilai plus dari jamur tiram di samping harganya yang terjangkau. Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Kandungan protein pada jamur cukup tinggi jika dibandingkan dengan bahan makanan sumber protein lainnya.
Bahan Makanan Kedelai Jamur Tiram Daging Sapi Daging Ayam Telur Ayam Gandum Beras Kandungan Protein 39.10% 10.5-30.4% 19.80% 18.20% 12.80% 13.20% 7.30%

Tabel 1. Perbandingan Kandungan Protein Bahan Makanan (Sumber : Ilmu Gizi, Soediatama 2000 dan Wikipedia Indonesia)

Kalori 367kal

Protein Karbohidrat Lemak Thiamin Riboflavin Niacin Kalsium 10.5-30.4% 56.60% 1.7-2.2% 0.2mg 4.7-4.9mg 77.2mg 314mg

Tabel 2. Kandungan nutrisi dalam 100gr jamur tiram (Wikipedia Indonesia) Maka dari itu, sangatlah beralasan bila berbagai produk olahan jamur saat ini sangat digemari masyarakat yang pada akhirnya akan menjadikan potensi pasarnya menjadi lebih luas dan bisa menjadi salah satu solusi ketika jamur hasil budidaya kita melebihi permintaan pasar.

C. RUMUSAN MASALAH 1. Adanya paradigma butuh modal awal besar untuk memulai suatu bisnis atau wirausaha 2. Dalam memulai wirausaha Budidaya Jamur Tiram ada pula paradigma budidaya jamur harus di dataran tinggi yang bisa menjadi kendala. 3. Harus ada solusi ketika hasil budidaya jamur telah melebihi permintaan pasar.

D. TUJUAN PROGRAM 1. Memulai sebuah wirausaha dengan modal awal yang relatif terjangkau (selama ini kebanyakan orang memiliki paradigma bahwa memulai suatu usaha harus mempunyai modal awal yang besar) 2. Memulai wirausaha Budidaya Jamur Tiram sekaligus meluruskan paradigma kebanyakan orang yang selama ini ada yang menganggap bahwa Budidaya Jamur hanya bisa dilakukan di daerah dataran tinggi 3. Menjadikan bisnis produk olahan jamur tiram sebagai alternatif lanjutan dan atau saat hasil budidaya melebihi permintaan pasar.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari konsep ini adalah sebuah wirausaha Budidaya Jamur Tiram di Dataran Rendah dan Produk Olahannya dengan modal relatif terjangkau sebagai alternatif untuk memulai suatu usaha yang bisa dijalankan siapa saja, termasuk oleh mahasiswa.

F. KEGUNAAN PROGRAM Perwujudan dari konsep wirausaha ini nantinya dapat memberikan dampak yang positif di berbagai bidang bila mampu dijalankan dengan baik dan dikembangkan secara kontinyu, yaitu : 1. Potensi Sosial a. Berkembangnya jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa b. Menyerap tenaga kerja (membantu mengurangi jumlah pengangguran) di daerah sekitar tempat usaha 2. Potensi Ekonomi a. Bisa dijadikan alternatif sebagai usaha sampingan untuk penghasilan tambahan yang berpotensi berkembang menjadi sumber penghasilan utama. b. Bila sudah menyerap tenaga kerja, maka otomatis dari segi ekonomi akan meningkatkan taraf hidup tenaga-tenaga kerja tersebut menjadi lebih baik 3. Potensi Kesehatan Jamur tiram bisa dijadikan pilihan yang bijak akan kebutuhan bahan pangan dengan protein tinggi yang harganya terjangkau selain tahu dan tempe (kedelai), mengingat harga daging dan telur yang terus merangkak naik. Di samping itu, jamur tiram juga kaya manfaat, bebas kolesterol dan mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Deskripsi produk Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa : 1. Jamur Tiram segar 2. Produk turunan Jamur Tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dll.

Prospek Pasar Permintaan pasar terhadap hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. Hal ini diperkuat dengan beberapa alasan sebagai berikut: 1. Permintaan jamur tiram di daerah Solo dan sekitarnya mencapai 7 -10 ton /hari. Adapun produksi jamur tiram baru mencapai 2,5 3 ton /hari. Ini berarti terdapat gap sebesar 4 7 ton/hari, yang sedikitnya dapat diisi dalam rencana budidaya jamur tiram ini. 2. Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di sekitar Jawa Tengah sehingga diperlukan produksi jamur tiram dalam skala besar. 3. Masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan. 4. Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik. Kebutuhan dan Kecenderungan Pasar Sementara itu kecenderungan pasar akan jamur tiram masih tergolongkan pada secondary goods, namun permintaan pasar masih tinggi. Sebaliknya pada segmen hotel dan restoran yang kebutuhan akan jamur tiramnya cukup tinggi suppliers jamur tiram masih minim dan masih sangat dibutuhkan. Kecenderungan dari hotel dan restoran yang paling penting untuk disikapi adalah pelayanan akan faktor satisfaction penyediaan barang, mulai dari ketepatan waktu, jenis pambayaran, layanan purna jual, dan yang paling utama penurunan harga jual.

Target Pasar Pada tahun-tahun awal, pemasaran produk difokuskan pada pasar tradisional dan kebutuhan rumah tangga. Produk jamur segar yang dihasilkan akan dipasarkan ke / melalui : 1. Agen baik dalam skala besar maupun kecil, yang selanjutnya akan dikirim ke berbagai wilayah Solo dan sekitarnya. 2. Pasar tradisional Solo dan sekitarnya. Sebagai gambaran, permintaan pasar induk seperti pasar Gedhe atas produk jamur tiram ini sangat tinggi sehingga untuk skala produksi yang direncanakan dalam proposal ini pemasarannya sudah cukup melalui pasar induk. 3. Pasar swalayan, restoran, dan hotel. Pemasaran direncanakan akan dilaksanakan melalui sektor tersebut apabila produksi telah stabil serta sarana dan prasarana telah memadai.

G. METODE PELAKSANAAN

Mulai

Tahap Awal

Persiapan Lahan dan Alat Bantu

Pembangunan kumbung dan kelengkapannya

Penataan baglog di kumbung

Pemeliharaan dan Pemanenan secara berkesinambungan

Tahap Lanjut

Penambahan Tahap Pembibitan dan Pembuatan Media (Baglog) untuk meningkatkan kapasitas usaha secara kontinyu

Perluasan bidang usaha dengan secara kontinyu memproduksi produk olahan jamur

Untuk itu pengembangan budidaya jamur ini akan dibagi dalam dua tahap, yaitu: tahap awal dan tahap lanjut. Penjelasan mengenai kedua tahap industri tersebut adalah sebagai berikut :

A. Tahap Awal

Tahap ini merupakan langkah awal menuju terbentuknya industri padat karya yang kuat dan kokoh

Menerapkan standar produksi yang tepat untuk mengoptimalkan hasil budidaya jamur.

Menyempurnakan sistem produksi, keuangan dan distribusi. Menambahkan tenaga kerja bila dirasa sudah diperlukan.

Tahap industri kecil awal ini merupakan jembatan menuju berdirinya industri kecil yang kokoh B. Tahap Lanjut Tahap ini merupakan pengembangan dari tahap awal. Setelah kebutuhan dana mencukupi, dan seluruh kekurangan telah dapat diatasi, maka dimulailah tahap lanjut yang ditargetkan untuk memiliki perijinan dan pembentukan badan usaha. Industri ini diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja, mulai dari pekerja kasar di bagian produksi hingga profesional di bidang pemasaran, dan administrasi. Secara umum, tahap lanjut adalah perluasan dari industri kecil, mulai dari sistem, kapasitas produksi hingga ekspansi distribusinya. Proses Produksi Secara garis besar proses budidaya jamur tiram dibagi menjadi 3 tahapan utama, yaitu: 1. Membuat media (baglog) dan pembibitan 2. Melakukan pemeliharaan baglog 3. Melakukan pemanenan Untuk tahapan ke-2 dan 3 dilakukan secara berkesinambungan dan berkala sampai masa panen selesai. 1. Membuat media (baglog) dan pembibitan Membiakan dari induk jamur ke media agar untuk menghasilkan kultur murni, yaitu sebuah media khusus berisi miselium jamur yang sudah teruji sifat unggulnya,

misal berukuran besar dan berproduktivitas tinggi. Dilanjutkan dengan pembiakan tahap kedua bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari biakan murni. Dari PDA dimasukkan ke media biji-bijian, bahannya berupa gandum, sorgum dan jagung. Dan akhirnya pembiakan tahap ketiga bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari pembiakan tahap kedua. Media pembiakan berbeda dengan media pembiakan sebelumnya, karena media pembiakan tahap ketiga ini berhubungan dengan media tanam di kumbung. Media dengan bahan campuran serbuk kayu dan biji-bijian dianggap lebih baik karena kandungan unsurunsur yang dibutuhkan jamur lebih lengkap. Setelah media (baglog) siap, selanjutnya dilakukan proses inkubasi (penyimpanan di ruang dengan suhu optimal 22-28 derajat Celcius) selama 30-40 hari. Kemudian loglog tersebut dipindahkan ke kumbung / rumah jamur dan masuk ke tahapan pemeliharaan.

2. Melakukan pemeliharaan baglog Menyiapkan kumbung jamur dengan kriteria :


Mempunyai sirkulasi udara yang baik Kelembapan udara stabil Berlantai semen/ubin bukan tanah. Ukuran rumah jamur disesuaikan dengan luas area dan kebutuhan

Bahan yang digunakan berupa bambu yang dibuat semi permanen.

Gambar Sketsa Rencana Model Rumah / Kumbung Jamur

Gambar Skema model peletakan baglog di kumbung jamur

Tahapan pemeliharaan : a. Penumbuhan Miselium. Melakukan penyimpanan baglog selama kurang lebih 1 bulan sampai miselium tumbuh memenuhi permukaan baglog. Selama jangka waktu tersebut, temperatur dan kelembaban dijaga tetap optimal. Mengatur temperatur dan kelembaban dapat dengan cara: 1. Menyemprotkan air dengan sprayer ke dinding-dinding bangunan penyimpanan dan ke ruang di antara jajaran log. 2. Menyemprotkan air dengan sprinkel bernozel halus.

b. Pembentukan tubuh buah pertama. Setelah miselium tumbuh sempurna, dilanjutkan dengan melepas cincin log dan membuka plastik bagian atas sehingga seluruh permukaan atas log kontak dengan udara. Pada waktu ini juga dilakukan raising (pengaturan lingkungan agar tubuh buah tumbuh). Raising dilakukan dengan: 1. Menurunkan temperatur ruang menjadi 13-15 derajat C dengan menyemprotkan air dengan nozel halus secara intensif. 2. Menurunkan temperatur dan sekaligus menyemprotkan bahan yang mengandung hormon pertumbuhan ke permukaan log yang kontak dengan udara. Menggunakan air kelapa atau ekstrakt toge sebagai sumber hormon tersebut. Dengan cara ini pertumbuhan tubuh buah akan mencapai dua kali lipat dibandingkan cara pertama. Tubuh buah pertama terbentuk setelah 5-7 hari pembukaan.

c. Pembentukan tubuh buah selanjutnya Setelah tubuh buah pertama dipanen, selanjutnya menurunkan bukaan plastic sampai bagian log. Kadang-kadang calon bakal buah sudah tumbuh di bawah plastik yang belum terbuka. Maka bagian plastic tersebut juga dilubangi untuk memberi kesempatan tubuh buah keluar dan tumbuh.

d. Dengan perawatan yang intensif yaitu raising secara teratur serta menjaga kelembaban kumbung di kisaran 85% 90%, biasanya jamur tiram akan memulai produksi secara optimal 4-5 hari setelah tumbuhnya pin head atau bakal buah jamur. Selanjutnya produksi jamur tiram putih akan berlangsung terus selama 120 hari. 3. Melakukan Pemanenan Ciri dan Umur Panen Jamur tiram Pleurotus adalah jamur yang rasanya enak dan memiliki aroma yang baik jika dipanen pada waktu umur muda. Pemanenan dilakukan setelah tubuh buah mencapai ukuran maksimal pada 2-3 hari setelah tumbuh bakal tubuh buah. Cara Panen Pengambilan jamur harus dilakukan dari pangkal batang karena batang yang tersisa dapat menimbulkan busuk. Periode Panen Panen dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali tergantung dari jarak pembukaan log-log. Dari satu log akan dihasilkan sekitar 0,8-1 kg jamur. Penyortiran Setelah dipanen, batang tubuh buah dipotong. Pisahkan jamur yang rusak dari jamur yang baik, pisahkan pula jamur sesuai dengan ukurannya.

Penyimpanan Setelah penyortiran, buang kotoran pada jamur tanpa mencucinya. Simpan di dalam wadah bersih dan tempatkan di kamar dengan temperatur 15 derajat C. Jamur dapat tetap segar selama 5 x 24 jam. Sebelum pengemasan, jamur dapat disemprot dengan larutan natrium bisulfit 0,1-0,2% yang menghambat pembusukan.

I. JADWAL KEGIATAN Untuk proses pelaksanaan kegiatan tahap awal, akan kami mulai dengan gambaran sebagai berikut :
Bulan ke 1 Persiapan lahan Pembangunan kumbung Pembuatan dan penyusunan rak Penumbuhan Tubuh buah Pemanenan Pemasaran Evaluasi awal dan penyusunan laporan Kegiatan 2 3 4 5 6

J. RANCANGAN BIAYA Bila mengacu pada besar modal yang dikeluarkan, maka untuk awal mula dengan modal terbatas bisa dimulai dengan inkubasi, pemeliharaan sampai pemanenan langsung. Hal ini dikarenakan pada proses pembibitan diperlukan modal awal yang relatif besar. Ketentuan kapasitas awal usaha 3.000 baglog dengan dimensi kumbung 4x5 m dan ruang inkubasi 3x3 m, serta masa pemeliharaan 4 bulan + 1 bulan inkubasi. Perkiraan biaya awalnya sebagai berikut (1 periode panen awal / 6 bulan) :
No. 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Biaya Baglog 3000 pcs @ Rp 1.800,Upah kerja 2 orang @ Rp 600.000,Pembuatan kumbung dan Ruang Inkubasi Utilitas @ bulan Rp 50.000,Alat-alat bantu Sewa Lahan 40m2 @ bulan Rp 175.000,Biaya transport,pemasaran dan lain-lain Total Biaya Rp 5.400.000,Rp 1.200.000,Rp 800.000,Rp 300.000,Rp 750.000,Rp 1.050.000,Rp 300.000,Rp 9.800.000,-

Total biaya selama 1 periode panen awal Rp 9.800.000,Catatan : Biaya pembuatan kumbung dan ruang inkubasi dan biaya alat bantu merupakan investasi yang nilai penyusutannya masih diabaikan pada periode awal. Asumsi per baglog selama satu periode panen dapat menghasilkan 500gr jamur dan dengan harga jual rata-rata Rp 8.000,- per kg, maka diperoleh perhitungan :

Laba 1 periode panen awal

= (Rp 8.000,- x 0,5kg x 3000 baglog) (Rp 9.800.000,-) = Rp 2.200.000,- / 6 bulan awal

Asumsi harga jual di atas didapat dari harga rata-rata penjualan ke pengepul dan langsung ke konsumen, dengan kata lain masih bisa diupayakan untuk peningkatannya.

K. LAMPIRAN 1. Nama Ketua Beserta Anggota Pelaksana Program a. Ketua Pelaksana Program Nama Lengkap : Archi Kun Cahyo Utomo Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat / Tanggal Lahir : Klaten, 2 Juli 1988 NIM : I 1410006 Alamat Rumah : Surowedanan RT05/RW09, Pulisen, Boyolali Telp / HP : 08562909515 E-mail : archikuncahyo@yahoo.com Surakarta, 12 Oktober 2011 Ketua Pelaksana Program

Archi Kun Cahyo Utomo NIM. I 1410006

b. Anggota Pelaksana Program Nama Lengkap : Pramudya Ardyka Chandra Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat / Tanggal Lahir : Surakarta, 24 September 1988 NIM : I 1410026 Alamat Rumah : Semanggi RT05/RW09, Pasar Kliwon, Surakarta Telp / HP : 08562515871 E-mail : ardyka_chandra@yahoo.com Surakarta, 12 Oktober 2011 Anggota Pelaksana Program

Pramudya Ardyka Chandra NIM. I 1410026

c. Anggota Pelaksana Program Nama Lengkap : Bernadus Nanang Dwi Nuryanto Jenis Kelamin : Laki-laki Tempat / Tanggal Lahir : Surakarta, 7 Desember 1986 NIM : I 1409010 Alamat Rumah : Jl. Danliris 99, Colomadu Telp / HP : 081804047366 E-mail : nanang_bernadus@rocketmail.com Surakarta, 12 Oktober 2011 Anggota Pelaksana Program

NIM. I 1409010

2. Biodata Dosen Pendamping Nama NIP Gol. / Jabatan Tempat dan Tanggal Lahir Instansi Telp / HP Alamat Rumah E-mail Pendidikan Terakhir

: : : : : : : : :

Wibowo, ST, MT
196904251998021001

IVa / Lektor Kepala Klaten 25 April 1969 Fak. Teknik Jur.Tek.Mesin UNS (0271) 6498036 / 087836300019 Badran Baru RT 8 / RW 8, Papahan, Karanganyar wibowo_uns@yahoo.com Pascasarjana Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 2003

Penelitian yang Pernah Dilakukan : a) Investigasi Modul Praktikum Teknologi Mekanik untuk Memenuhi Kebutuhan Suku Cadang Industri Tekstil di Beberapa Perusahaan Tekstil di Surakarta, Sumber Dana : DIKS, 1999 b) Modifikasi Instalasi Pompa Air Sentrifugal untuk Mendapatkan Head Pompa yang Lebih Besar, Sumber Dana : DIKS, 2000. c) Investigasi Sudut Potong Pahat dan Perbedaan Putaran Spindel terhadap Hasil Permesinan Mesin Bubut pada Benda Kerja Baja ST37, Sumber Dana Mandiri, 2000. d) Rancang Bangun Sistem Rem Antilock (ABS) dengan Komponen Pegas Elastik sebagai Kinerja dari Semi ABS, Sumber Dana : DIKTI, 2003.

e) Perancangan Kampas Rem Berlapis dan Beralur pada Sepeda Motor untuk Mendapatkan Efek Pengereman Antilok, Sumber dana DIKS, 2003
Pengabdian Kepada Masyarakat :

a) Penerapan dan Pemasyarakat Teknologi Alat Pengering Gabah Hasil Penelitian untuk Kelompok Tani Madukoro Tasikmadu Karanganyar, Sumber Dana DIKS, 2003. b) Usaha Peningkatan Produksi Jamur Kuping, Jamur Tiram, dan Jamur Shiitake dengan Memanfaatkan Limbah Serbuk Gergajian Kayu sebagai Sumber Pemasukan Keluarga, Sumber Dana Vucer DIKTI, 2004. c) Penerapan dan Pemasyarakat Teknologi Alat Pengering Gabah Tenaga Surya dengan Menggunakan Batu sebagai Plat Kolektor, Sumber Dana IPTEK DIKTI, 2004.
Surakarta, 12 Oktober 2011

Wibowo, ST., MT. NIP. 196904251998021001