Anda di halaman 1dari 6

Fistula Pre Aurikular

Fistula preaurikular merupakan kelainan herediter yang dominan. Fistula dapat di temukan di depan tragus, berbentuk bulat atau lonjong dengan ukuran seujung pensil. Dari muara fistula sering keluar sekret yang berasal dari kelenjar sebasea. Biasanya pasien datang berobat ole karena terdapat obstruksi dan infeksi fistula, sehingga terjadi pioderma atau selulitis fasial. Untuk menentukan panjang fistel dilakukan pemeriksaan radiologik (fistulografi). Bila tidak ada keluhan tidak diperlukan tindakan operasi. Tindakan operasi baru diperlukan bila sering timbul infeksi atau keluarnya sekret yang berkepanjangan sehingga menggangu aktivitas. Dalam operasi fistel harus di angkat seluruhnya untuk mencegah kekambuhan. (Sumber : buku THT)

Diagnosa dan Penanganan Fistula Preaurikular


Dibuat oleh: Anggita Wara A,Modifikasi terakhir pada Fri 26 of Aug, 2011 [04:07 UTC] ABSTRAK Fistula preaurikular adalah penyakit kongenital dimana suatu traktus yang di dasari oleh epitel skuamos yang bermula di depan daun telinga. Ini disebabkan oleh kegagalan untuk bersatu dari tuberkulum arkus pertama ke tuberkulum tuberkulum lainnya. Pasien seorang anak laki laki usia 7 tahun dengan keluhan terdapat lubang diameter 1 mm di depan telinga yang terdapat sejak lahir. Kadang terasa gatal dan keluar cairan. Kata Kunci: tonsillitis akut rekuren, terapi KASUS

Pasien seorang anak laki - laki usia 7 tahun datang dengan keluhan terdapat lubang diameter 1 mm di depan telinga yang terdapat sejak lahir. Kadang terasa gatal dan keluar cairan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, compos mentis, gizi cukup, tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 80x/menit regular, respirasi 16 x/menit tipe thoracoabdominal dan suhu afebris. Pemeriksaan telinga terdapat lubang diameter 1 mm di depan telinga, pus (-),nyeri (-) terdapat serumen minimal; hidung tidak ada kelainan. Pemeriksaan tenggorokan tidak ada kelainan. Diagnosis Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, maka dapat ditegakkan Diagnosa : Fistula preaurikuler

Terapi Pencegahan terjadinya infeksi yaitu menghindari manipulasi dan membersihkan muara dari sumbatan dengan alcohol atau cairan antiseptic lainnya secara rutin. Pada kasus dengan infeksi biasanya dapat diberikan antibiotic dan kompres hangat. Pembedahan fistula adalah dengan diseksi dan eksisi komplit dari fistula dan salurannya, hanya dilakukan pada infeksi yang berulang oleh karena sulitnya mengeluarkan fistula secara lengkap. Diskusi Pada kasus ini diagnosis Fistula preaurikular didapat berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Dari anamnesa didapatkan keluhan terdapat lubang di daun telinga dan kadang terdapat rasa gatal dan keluarnya secret Pemeriksaan fisik diperoleh muara fistula di depan telinga yang terdapat sejak lahir Fistula preaurikular adalah penyakit kongenital dimana suatu traktus yang di dasari oleh epitel skuamos yang bermula di depan daun telinga. Ini disebabkan oleh kegagalan untuk bersatu dari tuberkulum arkus pertama ke tuberkulum tuberkulum lainnya. Fistula preaurikular kongenital pada umumnya terjadi akibat kegagalan penyatuan atau penutupan dari tonjolan tonjolan (hilokz) pada masing masing arkus brankialis pertama dan kedua yang akan membentuk daun telinga pada masa pembentukkan embrional. Biasanya terdapat di bagian anterior tragus atau crus helicis, tetapi jarang ditemukan di bagian superior atau inferior perlekatan telinga. Kelainan ini pertama kali diperkenalkan oleh Heusinger pada tahun 1864. Sering ditemukan pada suku bangsa di asia afrika, merupakan kelainan herediter yang dominan. Keadaan ini sering kurang mendapat perhatian dari penderita karena pada umumnya tidak menimbulkan gejala dank arena ukuran lubangnya yang kecil (lebih kecil dari 1mm). Pada keadaan t nang, tampak muara fistel berbentuk bulat atau lonjong, berukuran seujung pensil, dari muara fistel sering keluar secret yang berasal dari kelenjar sebase dan bila infeksi dapat mengeluarkan secret yang berbau busuk. Penderita sering dating pertama kali ke dokter karena obsruksi dan infeksi fistel ini sehingga terjadi pioderma atau selulitis facial. Kelainan ini dapat terjadi unilateral atau bilateral.

Diagnose fistula preaurikular kongenital dapat ditegakkan dengan ditemukannya muara fistula di sekitar telinga yang terdapat sejak lahir. Terapi diperlukan bila timbul infeksi pada fistula. Hal ini diterapi dengan antibiotika dan dilakukan pengangkatan fistel itu seluruhnya oleh karena bila tidak bersih dapat menimbulkan kekambuhan. Penatalaksanaan fistula preaurikular kongenital ini tidak diperlukan kecuali pencegahan terjadinya infeksi yaitu menghindari manipulasi dan membersihkan muara dari sumbatan dengan alcohol atau cairan antiseptic lainnya secara rutin. Pada kasus dengan infeksi biasanya dapat diberikan antibiotic dan kompres hangat. Pembedahan fistula adalah dengan diseksi dan eksisi komplit dari fistula dan salurannya, hanya dilakukan pada infeksi yang berulang oleh karena sulitnya mengeluarkan fistula secara lengkap. Kesukaran pembedahan disebabkan oleh adanya percabangan fistula sehingga sulit untuk menentukan luas keseluruhan saluran tersebut. Selama eksisi pembedahan, harus diingat bahwa salurannya dapat berkelok kelok dengan cabang cabangnya di subkutaneus. Diseksi sampai ke periosteum dari tulang temporal biasanya dibutuhkan, dan semua cabang cabang dari salurannya harus diangkat untuk mencegah infeksi yang berulang. Pengangkatan yang tidak lengkap menimbulkan sinus yang mengeluarkan cairan sehingga membutuhkan pengangkatan yang lebih sulit dan lebih radikal. Untuk membantu pembedahan dapat disuntikkan larutan methylene blue ke dalam saluran sebelum operasi sehingga jaringan yang berwarna bisa digunakan sebagai petunjuk panjang dan luasnya fistula, harus diingat bahwa zat warna itu mungkin tidak memasuki seluruh cabang cabang yang lebih kecil sehingga diperlukan ketelitian selama diseksi untuk mencari saluran saluran kecil yang tidak berwarna, beberapa ahli bedah yang berpengalaman dalam menangani penyakit ini merasa bahwa penyuntikkan zat warna harus ditinggalkan karena penyebaran zat warna ke sekitarnya akan mengorbankan jaringan sehat dengan sia sia. Cara lain ialah dengan fistulografi, yaitu dengan cara memasukkan zat kontras ke dalam muara fistula lalu dilakukan pemeriksaan radiologis, pada pemeriksaan fistulografi tidak dapat menggambarkan jalur traktus yang sebenarnya karena infeksi yang berulang menimbulkan tersumbatnya traktus oleh jaringan fibrosis. Pembedahan dilakukan apabila inflamasi sudah sembuh.

Kesimpulan Fistula preaurikular adalah penyakit kongenital dimana suatu traktus yang di dasari oleh epitel skuamos yang bermula di depan daun telinga. Ini disebabkan oleh kegagalan untuk bersatu dari tuberkulum arkus pertama ke tuberkulum tuberkulum lainnya. Terapi yang dibutuhkan yaitu Pencegahan terjadinya infeksi yaitu menghindari manipulasi dan membersihkan muara dari sumbatan dengan alcohol atau cairan antiseptic lainnya secara rutin. Pada kasus dengan infeksi biasanya dapat diberikan antibiotic dan kompres hangat.

REFERENSI 1. Balenger JJ. Tumor Telinga Luar dan Telinga Tengah, Dalam. Penyakit telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala, Leher edisi 13 jilid 2. Jakarta. Bina Rupa Alsara. 1997.

2. Liston SL, Duvall AJ. Embriologi Anatomi dan Fisiologi Tlinga Dalam. Adam GL, Boies RL, Higler PA. Ed. Buku ajar Penyakit THT edisi 6. Jakarta. EGC. 197 3. N.S. Scheinfeld, N.B. Silverberg, J.M. Weinberg, V. Nozad, The preauricular sinus: a review of its clinical presentation, treatment, and associations, Pediatr. Dermatol. 21 (2004). 191196. 4. Sosialisman, Helmi. Kelainan Telinga Luar. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher edisi 5. Jakarta. FKUI. 2001

Dibuat Oleh Anggita Wara A. Bagian Ilmu Kesehatan THT RSUD Tidar Magelang

Manifestasi Klinis Fistula Preaurikula pada Anak usia 11 tahun


Dibuat oleh: Dwi Kartika Sari,Modifikasi terakhir pada Mon 19 of Dec, 2011 [13:36 UTC] Abstrak Fistula preaurikular terjadi ketika pembentukan daun telinga pada masa embrio. Fistula preaurikular muncul pada masa antenatal dan terlihat pada saat lahir. Gejala biasanya asimptomatik. Beberapa pasien datang dengan keluar cairan yang intermitten berupa material purulen dari tempatnya yang terbuka. Pasien mengeluhkan nyeri di depan daun telinga sebelah kiri serta sering keluar cairan seperti nanah, pada pemeriksaan fisik aurikula sinistra hiperemi, ada krusta , tampak fistula atau lubang kecil di depan daun telinga yang sudah timbul sejak masih bayi. Keyword : Fistula, fistula preaurikular, obstruksi fistula. History 3 bulan yang lalu anak mengeluhkan ada benjolan kecil pada bagian depan dari daun telinga kirinya. Terasa nyeri, kulit sekitar benjolan memerah, selain itu benjolan mengeluarkan nanah lalu kempes dan mengering. Di dekat benjolan yang sudah kering tersebut terdapat lubang kecil. Keluhan keluar cairan, dan darah dari lubang telinga (-), Riwayat terbentur/trauma pada telinga/kepala (-). Riwayat pengobatan (+) sebelumnya anak sudah beberapa kali kontrol dan diperiksakan ke poli THT RSUD SH Purworejo dan disarankan untuk operasi tetapi keluarga menolak. Keluhan di hidung (-), keluhan tenggorok (-). Riw. Serupa disangkal. Riw. Keluarga menderita hal yang sama disangkal. Pada pemeriksaan fisik, kesan umum baik, compos mentis, tak tampak kesakitan. Vital sign suhu 36,8 0C, RR 20 x/m, BB 16 kg. Inspeksi aurikula dextra dalam batas normal, aurikula

sinistra hiperemi (+), edema (-), krusta (+), fistula (+). Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal. Diagnosis Aurikula Sinistra Fistula Preaurikular Terapi Antibiotik: cefadroxyl syr 640mg/hari Operasi : Fistulektomi Diskusi Fistula preaurikular adalah penyakit kongenital dimana suatu traktus yang di dasari oleh epitel skuamos yang bermula di depan daun telinga. Fistula preaurikular diturunkan secara autosomal dominan inkomplit. Pada pasien ini, anamnesa didapatkan keluhan terdapat lubang di daun telinga, nyeri dan keluarnya secret. Pemeriksaan fisik diperoleh muara fistula di depan telinga yang terdapat sejak lahir. Fistula preaurikular terjadi ketika pembentukan daun telinga pada masa embrio. Insidensi fistula preaurikular pada orang kulit putih adalah 0.6% dan insidensinya pada ras Amerika, Afrika dan Asia adalah 1-10%. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kemungkinan yang sama untuk menderita kelainan ini. Fistula preaurikular panjangnya bervariasi (biasanya pendek) dan salurannya biasanya kecil. Fistula preaurikular biasanya ditemukan pada lateral, superior dan posterior dari nervus fasialis dan kelenjar parotis. Fistula preaurikular muncul pada masa antenatal dan terlihat pada saat lahir. Gejala biasanya asimptomatik. Biasanya pasien datang berobat oleh karena terdapat obstruksi dan infeksi fistula, sehingga terjadi pioderma atau selulitis fasial. Beberapa pasien datang dengan keluar cairan yang intermitten berupa material purulen dari tempatnya yang terbuka. Drainase fistula ini menjadi mudah mengalami infeksi Dapat timbul ulserasi yang berlokasi pada bagian depan telinga. Perkembangan dari adanya infeksi dapat berkembang menjadi jaringan parut. Ini juga yang menjadi pasien dalam kasus datang berobat ke dokter THT, dimana pasien sering mengeluh keluarnya cairan dari lubang/fistula. Pada pemeriksaan fisik, pada telinga dekat tragus ditemuka celah kecil, dengan krusta dan hiperemis. Ini berkaitan dengan teori dimana fistula preaurikular biasanya muncul sebagai sebuah celah kecil kearah tepi depan dari helix bagian ascending. Fistula dapat ditemukan didepan tragus atau di sekitarnya. Kecuali fistula ini mengalami infeksi yang aktif atau sebelumnya telah mengalami infeksi dengan gejala sisa berupa jaringan parut, kelainan ini hanya berupa lubang kecil di depan daun telinga. Sekali infeksi terjadi, kemungkinan terjadinya kekambuhan eksaserbasi akut sangat tinggi dan saluran fistula harus diangkat dengan cara operasi. Saluran fistula harus di ektirpasi dengan cara operasi pada pasien yang asimptomatik karena onset gejala dan infeksi yang berikutnya menyebabkan pembentukan jaringan parut (scarring), yang memungkinakan

pengangkatan yang tidak sempurna dari saluran fistula adalah kekambuhan setelah operasi. Bila pasien mengalami infeksi pada fistulanya, pasien tersebut harus diberikan antibiotik sistemik. Kesimpulan Fistula preaurikular muncul pada masa antenatal dan terlihat pada saat lahir. Gejala biasanya asimptomatik. Biasanya pasien datang berobat oleh karena terdapat obstruksi dan infeksi fistula, sehingga terjadi pioderma atau selulitis fasial. Beberapa pasien datang dengan keluar cairan yang intermitten berupa material purulen dari tempatnya yang terbuka. Referensi 1. Sosialisman & Helmi, (2006), Kelainan Telinga Luar dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. dr. H. Efiaty Arsyad Soepardi, Sp.THT & Prof. dr. H. Nurbaiti Iskandar, Sp.THT (editor). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2. http://library.usu.ac.id/Fistula Preaurikula/ 3. Liston SL, Duvall AJ. Embriologi Anatomi dan Fisiologi Tlinga Dalam. Adam GL, Boies RL, Higler PA. Ed. Buku ajar Penyakit THT edisi 6. Jakarta. EGC. 197 Penulis Dwi Kartika Sari S.Ked, Bagian Ilmu Telinga Hidung Tenggorok, RSUD Saras Husada Purworejo