P. 1
MATERI SYARIAH1

MATERI SYARIAH1

|Views: 519|Likes:
Dipublikasikan oleh jiddysuriani

More info:

Published by: jiddysuriani on Dec 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE

KONSEP SYARIAH

Always Listening, Always Understanding Always Listening, Always Understanding

10

PENGENALAN SYARIAH
Syariah
Syariah = Undang-undang Islam Definisi : Jalan yang lurus Sumber : Al Quran (45:18) ~ “kemudian Kami jadikan kamu (ya Muhammad) berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama), maka ikutilah syariat itu dan jangan kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak berilmu”

MENGAPA SYARIAH?
ISLAM
Islam adalah cara kehidupan

Aqidah (Keyakinan)
Iman, kafir, munafik, murtad, musyrik

Syariah (Hukum)
Wajib, sunnah, halal, makruh, haram

Akhlak (Etika)
Ihsan, ahsan, istihsan

AQIDAH
Sesuatu yang ditegakkan sebagai agama dan digunakan sebagai panduan bagi umat manusia Aqidah memberikan visi dan arti bagi keberadaan manusia di dunia Aqidah adalah jiwa, sesuatu yang melekat dalam jiwa manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup Aqidah adalah abadi - tidak pernah berubah, sehingga tidak ada perubahan ataupun modernisasi

SYARIAH
Kumpulan peraturan yang terdiri dari petunjuk dan larangan yang diberikan Allah SWT bagi umat manusia Usaha untuk memahami dan menginterpretasikan peraturan dari Allah, menghasilkan fiqih Fiqih adalah hasil interpretasi ulama atas syariah

SYARIAH
DILAKUKAN TIDAK DILAKUKAN

WAJIB SUNNAH HALAL MAKRUH HARAM
Keterangan: Pahala Dosa Tidak apa-apa

AKHLAK
Akhlak seringkali disebut ihsan (dari bahasa arab hasan, yang berarti “baik”) Ihsan adalah wujud penyembahan kepada Allah, meskipun kita tidak melihatNYA, namun kita yakin bahwa DIA melihat kita.

SYARIAH DAN FIQIH
Qur’an & Hadist

Syariah
Penafsiran ulama Atas Qur’an & Hadist

Fiqih

Ibadah

Muamalat

Mengatur hubungan manusia dengan Allah
Semua tidak boleh kecuali yang telah ada ketentuannya

Mengatur hubungan antara sesama manusia
Semua boleh kecuali ada larangannya

PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE

ASURANSI DALAM ISLAM

Always Listening, Always Understanding Always Listening, Always Understanding

10

ASURANSI
Mengapa Asuransi itu mulia?
“Pergunakanlah lima hal sebelum datangnya lima perkara; Muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.” (Hadist riwayat Muslim) Pergunakan kekayaan Perlindungan terhadap kehilangan penghasilan untuk masa depan

ASURANSI TRADISIONAL
Menyediakan Perlindungan Harta

Sangat mulia dan diterima dalam Islam

Tetapi ada 3 unsur yang dilarang dalam pelaksanaannya

Gharar

Riba

Maysir

GHARAR
Situasi dimana terdapat informasi yang tidak jelas, sehingga terjadi ketidak pastian dari kedua belah pihak yang bertransaksi Mengapa Gharar dilarang? Pihak-pihak yang mengikat kontrak tidak mengerti ketentuan / konsekuensi kontrak tersebut Hal ini menempatkan mereka pada posisi tawar yang tidak seimbang dan akibatnya mereka tidak bisa membuat keputusan yang jelas

GHARAR
Contoh Gharar pada zaman dahulu: Penjualan ditentukan dengan melempar batu Pembeli membayar jumlah tertentu (harga) kepada penjual Dia kemudian melempar sebuah batu kepada sejumlah barang Bila batu tersebut mengenai sebuah barang, terjadilah penjualan Kontrak penjualan semestinya adalah hal yang sangat serius dan tidak boleh dilakukan dengan metode lempar batu seperti itu

GHARAR
Gharar dalam Asuransi Bila seandainya perusahaan asuransi menyatakan akan membayar klaim maksimal 20 hari sejak adanya kesepakatan mengenai jumlah klaim yang dibayar Dalam hal ini, terjadi unsur ketidak jelasan mengenai “20 hari”. Apakah maksudnya 20 hari kerja (tidak memasukkan hari sabtu, Minggu, dan hari libur), ataukah 20 hari kalender.

RIBA
Keuntungan atau kelebihan pada pengembalian yang berbeda dari nilai aslinya. Kelebihannya biasanya ditentukan pada saat pinjaman dilakukan.

Dalam hukum Islam, riba bisa terjadi dalam 2 situasi utama yaitu: 1. Riba al duyun (utang) 2. Riba al buyu (penjualan)

RIBA
Larangan Riba dalam Al Quran
Al Quran (2:275) “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”

Interpretasi

Riba dilarang

RIBA
Larangan Riba
Riba dapat terjadi pada: Semua aktifitas pinjaman yang berdasarkan bunga Penghasilan tetap pada deposito dalam bank konvensional

Agar sesuai dengan konsep syariah, asuransi tidak boleh mengandung atau melibatkan aktifitas riba di dalamnya

RIBA
Riba dalam Asuransi:
Investasi terhadap premi yang diterima ke dalam aktifitas yang berbasis riba Pinjaman Premi Otomatis (Automatic Premium Loan / APL) Pinjaman Polis

MAYSIR
Definisi: Perjudian atau permainan untung-untungan Bisa untung bisa juga rugi Dilarang dalam Islam Dasar larangan, Al Quran (5:90), yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak, judi, berhala dan mengundi nasib adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan, maka hendaklah kamu jauhi, agar kamu mendapat keberuntungan.”

MAYSIR
Maysir dalam Asuransi:
Bila seandainya perusahaan Asuransi menyelenggarakan undian, maka tidak boleh mengakibatkan terjadinya pengurangan nilai premi peserta asuransi lain yang tidak memperoleh undian.

PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE

ASURANSI SYARIAH

Always Listening, Always Understanding Always Listening, Always Understanding

10

SEJARAH ASURANSI SYARIAH
Sudanese Islamic Insurance (1979) Islamic Arab Insurance Co. (1979) Dar Al-Maal Al-Islami, Geneva (1981) Islamic Takafol Company (I.T.C), S.A. Luxembourg (1983) Islamic takafol & Re-Takafol Company, Bahamas (1983) Syarikat Al-Takafol Al-Islamiah bahrain, E.C. (1983) Takaful Malaysia (1985)

PENGERTIAN

• Asuransi syariah adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau Tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah (DSN-MUI)

PENGERTIAN
Asuransi Syariah adalah sebuah sistem dimana para peserta mendonasikan sebagian atau seluruh kontribusi/premi yang mereka bayar untuk digunakan membayar klaim atas musibah yang dialami oleh sebagian peserta. Peserta asuransi melakukan risk sharing di antara mereka Peranan perusahaan asuransi terbatas pada pengelolaan operasional perusahaan asuransi dan menginvestasikan dana Tabarru’.

TABARRU’
Definisi : Sumbangan (dalam definisi Islam = Hibah) Mengubah kontrak dimana peserta adalah pihak yang menanggung risiko bersama bukan Perusahaan Pengelola atau Operator yaitu Perusahaan bukanlah pemilik dana tetapi hanyalah mengelolanya Pengelola tidak boleh menggunakan dana-dana tersebut jika tidak ada kuasa dari peserta Unsur Gharar dan Maysir akan hilang

AZAS ASURANSI SYARIAH

Jaminan bersama Penyertaan dalam sebuah skema yang disetujui bersama Membantu satu sama lain dengan menggunakan rekening yang telah ditentukan (rekening Tabarru’) untuk membayar kerugian yang akan timbul

PRINSIP ASURANSI SYARIAH

Tanggung jawab bersama Saling membantu dan bekerja sama Perlindungan bersama

RISK TRANSFERRING VS RISK SHARING
Azas Risk Transferring
TRANSFER RISIKO TRANSFER SEBAGIAN RISIKO

Pemilik Polis

Perusahaan Asuransi
Jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi

Perusahaan Re-Insurance

Azas Risk Sharing
Kumpulan Dana Hibah / Tabarru’ Jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi

PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE

KONTRAK DALAM ISLAM

Always Listening, Always Understanding Always Listening, Always Understanding

10

KONTRAK DALAM ISLAM
MUAMALAT
Wa’ad
Janji antara satu pihak Kepada pihak lainnya 1. Janji antara satu pihak kepada pihak lainnya 2. Pihak yang diberi janji tidak memikul kewajiban kepada pemberi janji 3. Bila janji tidak dipenuhi yang diterima merupakan sanksi moral

Akad
Kontrak yang dibuat Oleh kedua belah pihak 1. Mengikat kedua belah pihak yang saling bersepakat 2. Syarat dan ketentuannya sudah ditetapkan secara rinci dan spesifik 3. Bila kewajiban tidak dipenuhi maka sanksi yang diterima sesuai kesepakatan

KONTRAK DALAM ISLAM
KONTRAK ( AKAD)

Kontrak Tabarru’
Dana kebajikan Kontrak saling menguntungkan Bukan transaksi untuk mencari keuntungan

Kontrak Tijarah
Kontrak-kontrak yang bertujuan untuk Mencari keuntungan

TIJARAH VS TABARRU’

Tijarah


Tabarru’

SKEMA DALAM KONTRAK TABARRU’
Kontrak Tabbaru’ Memberi/ meminjam sesuatu Pinjaman $ Lending $

Qard

Meminjam sendiri Meminjam sendiri atas nama orang lain

Wakalah

Memberikan sesuatu

Hibah

SKEMA DALAM KONTRAK TIJARAH
Tijarah Untuk transaksi profit

Kontrak tertentu yang pasti (KTYP)

Kontrak tertentu yang tidak pasti (KTYTP)

Tak pasti

GHARAR

KTYP

Pasti

RIBA

KTYTP

PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE

IMPLEMENTASI KONTRAK PADA ASURANSI SYARIAH

Always Listening, Always Understanding Always Listening, Always Understanding

10

KONTRAK PADA ASURANSI SYARIAH
Hubungan Sesama Pemegang Polis Prinsip saling tolong (RISK SHARING)

AKAD TABARRU’

Hubungan Pemegang Polis dengan Perusahaan Operasional dan fungsi perusahaan asuransi

AKAD TIJARAH

AKAD DI ANTARA PEMEGANG POLIS
Tabarru’
Antar pemegang polis saling menanggung setiap risiko yang ada Ada saat membayar dan menerima bantuan untuk membagi risiko yang ada Bukan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan Risk sharing di antara sesama pemegang polis

AKAD PEMEGANG POLIS DENGAN PERUSAHAAN ASURANSI Tijarah
Perusahaan asuransi berperan sebagai: 1. Underwriter dan administrator 2. Collector 3. Fund Manager Kontribusi dari pemegang polis bukan sebagai pendapatan Perusahaan asuransi akan mendapatkan management fee dari fungsinya sebagai administrator Untuk memanfaatkan dana tabarru/ pool of hibah fund perusahaan akan mendapatkan bagi hasil atau fee

SIFAT AKAD DAN NAMA AKAD

Sifat akad Nama Akad

Tabarru’: antar pemegang polis Hibah

Sifat akad Nama Akad

Tijarah; Pemegang polis – Perusahaan
Asuransi – Reasuransi Fee: Wakalah bil Ujrah Investasi: Wakalah bil Ujrah

RINGKASAN
ISLAM
Aqidah Ibadah

SYARIAH

Akhlak

MUAMALAH
Waad

AKAD TABARRU TIJARAH KTYP
KTYTP

KESIMPULAN
Asuransi Syariah sesuai dan mematuhi syariah Islam dan menjadi alternatif selain asuransi konvensional Azas utama Asuransi Syariah adalah kerja sama, persaudaraan & kesetiakawanan Pilihan kontrak antara peserta Asuransi Syariah & Operator Asuransi Syariah sangat tergantung pada kebutuhan individu & strategi masing-masing pihak

Presentation to Agency Forces

Prudential Unit Link Syariah
PRUsales academy PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE 2007

Always Listening, Always Understanding Always Listening, Always Understanding

AKAD
Tipe akad pada produk Syariah :
Antar pemilik polis menggunakan Akad Tabarru’ disebut Hibah Antara pemilik polis dan perusahaan menggunakan Akad Tijarah disebut Wakalah bil Ujrah

August'07PT Prudential Life Assurance

Terminologi
Terminologi pada produk Syariah :
Konvensional
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Premi Tertanggung Uang Pertanggungan Biaya Akuisisi Biaya Asuransi Pembayar/Pemilik Polis Pertanggungan 7. Pertanggungan 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Syariah
Kontribusi Peserta Uang Pertanggungan Biaya Wakalah Iuran Tabarru’ Pemegang Polis

Prudential Syariah Product
PRUlink syariah hampir sama dengan Unit Link konvensional yang sesuai dengan aturan Syariah Islam. Ada 2 (dua) jenis PRUlink syariah: 1. PRUlink syariah investor account Asuransi syariah dengan kontribusi tunggal, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi. Serupa dengan PIA konvensional 2. PRUlink syariah assurance account Asuransi syariah dengan kontribusi reguler, kombinasi antara investasi dan proteksi asuransi. Serupa dengan PAA konvensional

Ketentuan Umum Polis
PIA Syariah
Mata Uang Usia Masuk (Ulang Tahun Berikutnya) Hanya Rupiah Sama dengan PIA : 1 – 70 Hanya Rupiah Sama dengan PAA : 1 - 65

PAA Syariah

Akhir Manfaat

Sama dengan PIA : Sampai dengan peserta berusia 99 tahun

Sama dengan PAA : Sampai dengan peserta berusia 99 tahun

Masa Pembayaran Kontribusi (Premi)

Sama dengan PIA : Kontribusi (Premi) Tunggal

Sama dengan PAA : Sampai dengan akhir manfaat

Minimum Kontribusi (Premi)

Sama dengan PIA : Rp 12.000.000

Sama dengan PAA : atau Rp 2.500.000 + PRUsaver Min. PRUsaver Rp 1.000.000/th

Rp 3.000.000/th

Minimum Top Up

Sama dengan PIA : Rp 1.000.000

Sama dengan PAA :

Rp 1.000.000

Maximum Top Up

Sama dengan PIA : 5 x Kontribusi Tunggal / tahun Polis

Sama dengan PAA : Sama dengan UP PAA Syariah

Ketentuan Umum Polis
PIA Syariah
Uang Pertanggungan Sama dengan PIA : 125% Kontribusi Tunggal

PAA Syariah
Sama dengan PAA : Min.10x Kontribusi Berkala, max : tidak ada

Fund (terpisah dari Fund pada Unit Link konvensional)

1. Rupiah Syariah Equity Fund 2. Rupiah Syariah Managed Fund 3. Rupiah Syariah Fixed Income Fund

1. Rupiah Syariah Equity Fund 2. Rupiah Syariah Managed Fund 3. Rupiah Syariah Fixed Income Fund Sama dengan PAA : tahunan, setengah tahunan, kwartalan, bulanan

Frekuensi Pembayaran Kontribusi

Sama dengan PIA : Tunggal

Metode Pembayaran Kontribusi

Sama dengan PIA : transfer, cash / cheque

Sama dengan PAA : Auto debit kartu kredit, auto debit rekening Permata (renewal), cash / cheque, transfer

Manfaat / Benefit
Manfaat
Produk Dasar

PIA Syariah
Sama dengan PIA : Meninggal Dibayarkan yang tertinggi antara 125% Kontribusi Tunggal + Top Up – Withdrawal atau Nilai Unit

PAA Syariah
Sama dengan PAA : Meninggal Dibayarkan Uang Pertanggungan + Nilai Unit

Cacat Total Tetap Uang Pertanggungan dibayarkan 20% di Tahun I dan 80% di Tahun II atau Nilai Unit Cacat Total Tetap Uang Pertanggungan dibayarkan 20% di Tahun I dan 80% di Tahun II

Manfaat / Benefit
Manfaat
Riders

PIA Syariah
Sama dengan PIA : Tidak Ada

PAA Syariah
Sama dengan PAA : • PRUcrisis cover syariah 34 • PRUcrisis cover

(Ketentuan Polis, Manfaat dan Pengecualian untuk setiap Rider sama dengan masing-masing Rider pada PAA)

benefit syariah 34

• PRUaccident death &

disablement syariah
• PRUaccident death syariah • PRUmed syariah • PRUhospital & surgical syariah • PRUlink term syariah • PRUwaiver syariah 33 • PRUpayor syariah 33 • PRUspouse waiver syariah 33 • PRUspouse payor syariah 33 • PRUparent payor syariah 33

Alokasi Kontribusi
PAA Syariah
Tahun Kontribusi 1–2 3–5 6 ke atas Alokasi (%) 20 85 100 Biaya Wakalah (%) 80 15 0

PRUsaver Syariah dan Top Up Tunggal
Tahun Kontribusi Setiap Tahun Alokasi (%) 95 Biaya Wakalah (%) 5

Alokasi Kontribusi
PIA Syariah
Kontribusi Kontribusi Tunggal Kontribusi Top Up Alokasi (%) 95 95 Biaya Wakalah (%) 5 5

Biaya
PIA Syariah
Biaya Administrasi Iuran Tabarru’ (Biaya Asuransi) Sama dengan PIA : Rp 250.000 Sama dengan PIA : Diambil pada saat pembayaran dengan cara memotong nilai unit Rp 37.500 / bulan Sama dengan PAA : Untuk Produk Dasar dan Rider akan diambil setiap bulan dan dipotong dari nilai unit pada polis peserta pada harga yang akan datang Biaya Investasi Sama dengan PIA : PRUlink Syariah Equity Fund: 1,75% PRUlink Syariah Managed Fund: 1,5% PRUlink Syariah Fixed Income Fund: 1% Sama dengan PAA : PRUlink Syariah Equity Fund: 1,75% PRUlink Syariah Managed Fund: 1,5% PRUlink Syariah Fixed Income Fund: 1% Biaya Top Up Tunggal Sama dengan PIA : Rp 100.000,- per Top Up Sama dengan PAA : Rp 100.000,- per Top Up

PAA Syariah

Biaya
PIA Syariah
Biaya Pengalihan (Switching) Sama dengan PIA : 1% dari nilai yang di switch, min Rp 100.000,Dikenakan bila dilakukan lebih dari dari 1 kali setahun

PAA Syariah
Sama dengan PAA : 1% dari nilai yang di switch, min Rp 100.000,Dikenakan bila dilakukan lebih dari 1 kali setahun

Fasilitas Polis
PIA Syariah
Penarikan / Withdrawal
Sama seperti PIA, tetapi sisa yang masih harus tersedia di polis tetap Rp 12.000.000

PAA Syariah
Min. penarikan Rp 1.000.000 Min. sisa dana setelah penarikan Rp 5.000.000

Cuti Kontribusi / Contribution Holiday
(Note: selama cuti kontribusi dalam 2 tahun pertama, tidak diperkenankan melakukan Single Top Up)

Sama dengan PIA : Tidak ada

Diperbolehkan selama nilai unit dari kontribusi PAA syariah dan PRUsaver cukup untuk membayar biaya Tabarru’ dan biaya lainnya setelah bulan pertama. Selama masa Cuti Kontribusi semua biaya akan tetap dipotong dari unit yang tersedia dan pemilik polis masih dapat menggunakan semua fasilitas kapanpun.

Fasilitas Polis
PIA Syariah
Perubahan / Alteration Sama dengan PIA : Tidak ada

PAA Syariah
Sama dengan PAA : • Contribution Redirection • Perubahan pada mode kontribusi • Revivals • Dipotong pada saat dilakukan perubahan

Pilihan

Sama dengan PIA : Tidak ada

Sama dengan PAA : • Menaikkan/menurunkan (increase/decrease) nilai pertanggungan/kontribusi (sum covered/contribution) • Penambahan/pengurangan riders

Switching dalam Syariah Fund

Sama dengan PIA : Diperbolehkan Minimum jumlah dan biaya sama dengan PIA

Sama dengan PAA : Diperbolehkan Minimum jumlah dan biaya sama dengan PAA

Fasilitas Polis
PIA Syariah
Switching dari Syariah Fund ke Konvensional Fund Tidak bisa Tidak bisa

PAA Syariah

Perubahan dari produk Syariah ke Konvensional Perubahan dari produk Konvensional ke Syariah

Tidak bisa

Tidak bisa

Tidak bisa

Tidak bisa

Surplus Sharing
Surplus Sharing adalah dana yang akan diberikan kepada Pemilik Polis bila terdapat kelebihan dari rekening Tabarru’ termasuk juga bila ada pendapatan lain setelah dikurangi klaim dan hutang kepada perusahaan - jika ada. Dihitung pada akhir tahun kalender. 30% dari surplus sharing akan ditahan dalam dana Tabarru’ 70% dari surplus sharing akan dibagikan kepada Peserta dan Perusahaan. Besarnya pembagian surplus sharing : 80% dari 70% dibagikan kepada pemegang polis, 20% dari 70% merupakan hak Perusahaan sebagai bagian keuntungan. Dibayarkan setiap tanggal 30 April setiap tahun.

Surplus Sharing
Syarat bagi pemilik polis yang bisa menerima Surplus Sharing: 1. Tidak ada klaim sampai tanggal 31 Desember; 2. Peserta telah memiliki polis sekurang-kurangnya 1 bulan per tanggal 31 Desember; 3. Polis inforce dan iuran Tabarru’ telah dibayar penuh per tanggal 31 Desember dan 4. Polis masih inforce sampai dengan surplus di bagikan.

Surplus Sharing
Syarat pembagian Surplus Sharing: 1. Dibagikan secara proporsional kepada peserta bila kepesertaan belum mencapai 1 tahun pada saat surplus dihitung (tergantung dari jumlah bulan dan jumlah biaya Tabarru’ nya). 2. Bila pemilik polis yang telah dihitung surplusnya pada akhir 31 Desember tetapi tidak lagi memenuhi syarat untuk dapat dibagikan surplus pada 30 April maka surplusnya akan dikembalikan ke rekening Tabarru’. 3. Surplus yang telah dibagikan akan dipergunakan untuk membeli unit pada harga yang akan datang.

Surplus Sharing

Catatan: Untuk PIA Syariah : surplus yang terbentuk atas dana Tabarru’ diperlakukan sama dengan PAA Syariah.

Surplus Sharing
Contoh: 10/03/08 10/03/10 31/12/11

Polis terbit

Klaim

Kembali membayar & tidak ada klaim

Penjelasan: • Tanggal 30 April 2009 Pemegang Polis berhak mendapatkan Surplus Sharing secara proporsional. • Tanggal 30 April 2010 Pemegang Polis berhak mendapatkan Surplus Sharing walaupun ia telah mengajukan klaim pada tanggal 10 Maret 2010 karena polisnya masih inforce.

Surplus Sharing
Contoh: 10/03/08 10/03/10 31/12/11

Polis terbit

Klaim

Kembali membayar & tidak ada klaim

Penjelasan: • Tanggal 30 April 2011 Pemegang Polis tidak berhak mendapatkan Surplus Sharing karena telah melakukan Klaim pada tanggal 10 Maret 2010. • Tanggal 30 April 2012 Pemegang Polis kembali berhak mendapatkan Surplus Sharing karena telah membayar kembali dan tidak terjadi Klaim sampai tanggal 31 Desember 2011.

Prudential Unit Link Syariah Structure

Always Listening, Always Understanding Always Listening, Always Understanding

Struktur UL PLA
Pemegang Polis Premi
Premi yang tidak dialokasikan Premi yang dialokasikan
Penarikan/Surrender

Dana yang siap diinvestasikan
(Rekening Unit Pemegang Polist)

Hasil Investasi

REF,RMF,RIF,RCF,DM F
Biaya Admin Bulanan Biaya Asuransi Bulanan Biaya Pengelolaan Investasi

Klaim

Cadangan

Perusahaan

Struktur Produk Unit Linked Syariah (PAA)
Cadangan/Surplus yang ditahan (30%) 80% Surplus (70%)

Peserta Total Kontribusi
Wakalah bil Ujrah Komisi dan Distribusi

Penarikan/Surrender

Dana yang siap diinvestasikan
(Rekening Unit Pemegang Polis)

Biaya Wakalah

Iuran Tabarru’ Bulanan Hibah

Keuntungan Investasi Equity Fund/Managed Fund/Fixed Income

Klaim

Dana Tabarru’

Biaya Admin/Jasa Bulanan Biaya Pengelolaan Risiko Biaya Pengelolaan Investasi

Wakalah bil Ujrah

Pinjaman tanpa bunga / Surplus Cadangan (Bila ada defisit pada Dana Tabarru’) Qard

Biaya Wakalah

Operator
20%

Bagian Modifikasi Syariah

Struktur Produk Unit Linked Syariah (PIA)
Cadangan/Surplus yang ditahan (30%) 80% Surplus (70%)

Peserta Total Kontribusi
Wakalah bil Ujrah Komisi dan Distribusi

Penarikan/Surrender

Dana yang siap diinvestasikan
(Rekening Unit Pemegang Polis)

Biaya Wakalah

Iuran Tabarru’ Hibah

Keuntungan Investasi Equity Fund/Managed Fund/Fixed Income

Klaim

Dana Tabarru’

Biaya Admin/Jasa Biaya Pengelolaan Risiko Biaya Pengelolaan Investasi

Wakalah bil Ujrah

Pinjaman tanpa bunga / Surplus Cadangan (Bila ada defisit pada Dana Tabarru’) Qard

Biaya Wakalah

Operator
20%

Bagian Modifikasi Syariah

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->