Anda di halaman 1dari 20

1) Judul : Analisis Kation Ca2+ dan Analisis Anion Cl2) Tujuan: 1.

Menentukan kation Ca2+ yang terdapat dalam analit 2. Menentukan anion Cl- yang terdapat dalam analit 3) Dasar Teori : Analisis kualitatif untuk anion dan kation dikaji secara terpisah. Analisis kualitatif anion lebih sederhana dibandingkan analisis kation, tetapi analisis kualitatif anion memerlukan ketelitian dalam melakukan observasi dari gejala-gejala yang timbul. Analisis anion dan kation dapat dibantu oleh diagram alir, yang menggambarkan langkah-langkah sistematis untuk mengidentifikasi jenis anion dan kation. Dalam diagram analisis kualitatif anion dan kation dimulai dari ion yang ditanyakan, pereaksi yang perlu ditambahkan, kondisi eksperimen dan rumus kimia produk yang dihasilkan. Apabila analit berupa larutan dapat langsung dianlisis, tetapi apabila berupa zat padat atau campuran padat dan cair, perludicari pelarut yang sesuai. Banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk melakukan analisis kualitatif. Ionion dapat diidentifikasi berdasarkan sufat fisika dan kimianya. Beberapa metode analisis kualitatif modern menggunakan sifat fisika seperti warna, bau, terbentuknya gelembunggas dan endapan, spektrum absorpsi, spektrum emisi, atau medan magnet untuk mengidentifikasi ion pada tingkat konsentrasi rendah. Analisis kation Analisis kation memerlukan pendekatan yang sistematis. Umumnya ini dilakukan dengan dua cara yaitu pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dilakukan dengan cara mengendapkan suatu kelompok kation dari larutannya. Kelompok kation yang mengendap dipisahkan dari larutan dengan cara sentrifus dan menuangkan filtratnya ke tabung uji yang lain. Larutan yang masih berisi sebagian besar kation kemudian diendapakan kembali membentuk kelompok kation baru. Jika dalam kelompok kation yang terendapkan masih berisi beberapa kation maka kation-kation tersebut dipisahkan lagi menjadi kelompok kation yang lebih kecil, demikian seterusnya sehingga pada akhirnya dapat dilakukan uji spesifik untuk satu kation. Jenis dan konsentrasi pereaksi serta pengaturan pH larutan dilakuakan untuk memisahkan kation menjadi beberapa kelompok.

Golongan Kation 1 2 Ag+, Hg22+, Pb2+ Cu2+, Cd2+, Bi3+, Hg2+, Sn4+, Sb3+ 3 Al3+, Cr3+, Co2+, Fe2+, Ni2+, Mn2+, Zn2+ 4 Ba2+, Ca2+ Mg2+, Na+, K+, NH4+

Pereaksi Pengendap HCl 6 M H2S 0,1 M pada pH 0,5

H2S 0,1 M pada pH 9

NH4Cl, NH4OH, (NH4)2CO3

Tidak ada pereaksi pengendap Golongan Kation Golongan IV: Ba2+ dan Ca2+ Kation-kation golongan IV tak dapat diendapkan langsung dari filtrat yang diperoleh setelah pengendapan golongan IIIB, karena ia mengandung garam-garam ammonium dalam konsentrasi yang terlalu tinggi. Untuk menghilangkan garam-garam ammonium dapat dilakukan dengan sublimasi saja. Ini dapat dilakukan dengan mula-mula menguapkan filtrat yang telah diasamkan diatas penangas air dan lalu memenaskan residu pada suhu tinggi, sampai uap putih garam-garam ammonium berhenti keluar. Namun, adalah jauh lebih mudah untuk menghilangkan garam-garam ammonium dengan asam nitrat pekat. NH4+ + HNO3 N2O + 2H2O + H+

Reaksi ini berjalan pada suhu yang lebih rendah daripada yang diperlukan untuk menguapkan garam-garam ammonium. Namun, sejumlah kecil ion ammonium harus selalu ada untuk mencegah pengendapan magnesium.maka sejumlah kecil ammonium klorida ditambahkan setelah garam-garam ammonium dihilangkan. Kalsium dan Barium terletak dalam satu golongan, sehingga keduanya memiliki sifat-sifat yang mirip, dan sulit untuk saling dipisahkan. Karena hanya memiliki dua macam kation dan memiliki kemiripan sifat. Klorida, sulfida dan hidroksida dari barium dan kalsium bersifat larut, sehinng akedua kationnya dapat dipisahkan

dengan golongan sebelumnya. Kedua ion dapat diendapkan sebagai karbonat dalam suasana buffer ammonium klorida-amoniak. Identifikasi Kation Ca2+ Kalsium adalah logam putih perak, yang agak lunak. Yang melebur pada 845oC ia terserang oleh oksigen atmosfer dan udara lembab, pada reaksi ini terbentuk kalsium oksida dan kalsium hidroksida. Kalsium menguraikan air dengan membentuk kalsium hidroksida dan hidrogen. Kalsium membentuk kation kalsium(II), Ca2+, dalam larutanlarutan air. Garam-garamnya biasanya berupa bubuk putih dan membentuk larutan yang tak berwarna, kecuali bila anionnya berwarna. Kalsium klorida padat bersifat higroskopis dan sering digunakan sebagai zat pengering. Kalsium klorida dan kalsium nitrat larut dengan mudah dalam etanol atau dalan campuran 1+1 dari etanol bebas air dan dietil eter. Reaksi-reaksi : 1. Larutan amonia: tak ada endapan, karena kalsium hidroksida larut cukup banyak. Dengan zat pengendap yang telah lama dibuat, mungkin timbul kekeruhan karena terbentuknya kalsium karbonat. 2. Larutan amonium karbonat : endapan amorf putih kalsium karbonat Ca2+ + CO32- CaCO3 Dengan mendidihkan, endapan menjadi berbentuk kristal. Endapan larut dalam air yang mengandung asam karbonat berlebihan (misalnya, air soda yang baru dibuat), karena pembentukan kalsium hidrogen karbonat yang larut : CaCO3 + H2O + CO2 Ca2+ + 2HCO-3 Dengan mendidihkan, endapan muncul lagi karena karbondioksida keluar selama proses itu sehingga reaksi berlangsung kearah kiri. Ion-ion barium dan sromtium bereaksi serupa. Endapan larut dalam asam, bahkan dalam asam asetat : CaCO3 + 2H+ Ca2+ + H2O + CO2 CaCO3 + 2CH3COOH Ca2+ + H2O + CO2+ 2CH3COO-

Kalsium karbonat larut sedikit dalam larutan garam-gaaram amonium dari asam kuat. 3. Asam sulfat encer : endapan putih kalsium sulfat : Ca2+ + SO42- CaSO4 CaSO4 larut cukup berarti dalam air (0,61 gram Ca2+, 2,06 gram CaSO4 atau 2,61 gram CaSO4.2H2O l-1, Ks = 2,3 x 10-6) yaitu larut lebih banyak dari pada barium atau strontium sulfat. Dengan adanya etanol, kelarutannya menjadi jauh lebih sedikit. Endapan melarut dalam asam sulfat pekat, panas: CaSO4 + H2SO4 2H+ + [Ca(SO4)2]2Kompleks yang sama akan terbentuk jika endapan dipanaskan dengan larutan ammonium sulfat 10 persen: CaSO4 + SO42- [Ca(SO4)2]2Meskipun pelarutan dalam ammonium sulfat mungkin tak sempurna, ion-ion kalsium dapat dideteksi dalam filtrat dengan oksalat, setelah dinetralkan dengan amonia. 4. Larutan ammonium oksalat: endapan putih kalsium oksalat, segera dari larutan-larutan pekat dan lambat dari larutan-larutan encer: Ca2+ + (COO)22- Ca(COO)2 Pengendapan dipermudah dengan menjadikan larutan bersifat basa dengan amonia. Endapan praktis tak larut dalam air (6,53 mg Ca(COO)2 -1, Ks = 2,6 x 10-9), tak larut dalam asam asetat, tetapi larut dengan mudah dalam asam-asam mineral. Analisis anion Analisis anion diawali dengan uji pendahuluan untuk memperoleh gambaran ada tidaknya anion tertentu atau kelompok anion yang memiliki sifat-sifat yang sama. Selanjutnya diikuti dengan proses analisis yang merupakan uji spesifik dari anion tertentu. Beberapa uji pendahuluan dan uji identifikasi atau uji spesifik dapat dilakukan fasa padatan, tetapi untuk memperoleh validitas pengujian yang tinggi biasanya dilakukan dalam keadaan larutan. Jika zat yang tak diketahui tidak larut dalam air, harus dilakukan perlakuan tertentu dengan pereaksi kimia agar menjadi larut. Beberapa larutan tidak stabil dalam larutan asam, atau

bereaksi satu sama lain dalam suasana asam. Bila terjadi keadaan tidak stabil dalam suasana asam, maka analisis anion harus dilakukan dalam suasana basa. Penyediaan sampel dari padatan yang tidak larut untuk analisis anion, dilakukan dengan mendidihkan padatan dalam larutan jenuh natrium karbonat. Perlakuan ini dilakukan untuk mengubah anion kedalam bentuk garam natrium yang larut dan menyisakan kationnya sebagai karbonat yang tidak larut atau produk dari hidrolisisnya. Identifikasi Anion ClUji untuk identifikasi Cl- bila didalamnya terdapat ion I- dan Br-, langkah pertama harus dilakukan adalah menghilangkan ion I- dan Br-. Untuk menghilangkan ion I- dan Br- digunakan ion peroksodisulfat (S2O82-). Ion peroksodisulfat hanya mampu mengoksidasi ion I- dan Br- menjadi unsurunsur bebasnya, tetapi tidak mampu mengoksidasi ion Cl-. Reaksi oksidasi Idan Br- oleh peroksodisulfat dapat ditulis sebagai berikut 2X- + S2O82- X2 + 2 SO42(X- = I- atau Br-) Halogen yang dibebaskan diekstraksi ke dalam CCl4 Setelah larutan bebas dari ion I- dan Br- larutan diasamkan dengan HNO3, kemudian ditambahkan larutan AgNO3 ke dalamnya. Terbentuknya endapan putih AgCl yang larut dalam larutan amoniakpekat, menunjukkan adanya ion Cl-. Bila dalam larutan sampel tidak terdapat ion I- dan Br-, pengujian adanya Cl- lebih sederhana. Jika pengujian dengan larutan AgNO3 terbentuk endapan putih AgCl yang larut dalam larutan amoniak pekat, menunjukkan adanya ion Cl-. Reaksi-reaksinya adalah sebagai berikut Cl- + HNO3 HCl(aq) + NO3AgNO3(aq) + HCl(aq) AgCl(s) + HNO3

4) Alat dan Bahan : Alat : Bahan : Analit Aquades HCl encer H2S HNO3 pekat Na2CO3 jenuh AgNO3 K2CrO4 NH4OH 6 M H2O2 NH4Cl NH3 pekat NH3 encer NH4Cl 20% (NH4)2CO3 Gelas kimia Pembakar spiritus Tabung reaksi Pipet tetes Rak tabung reaksi Pangaduk Kertas saring Kaki tiga Kasa Corong Penjepit tabung Gelas ukur Spatula Sedotan Plastisin

5) Langkah Kerja: Analisis Kation Pertama-tama menyiapkan alat dan bahan kemudian memasukkan analit yang akan diteliti kedalam tabung dan menambahkannya dengan HCl encer 6M.. Karena tidak ada endapan (kemunkinan kation gol I, II, III, IV, V) melanjutkan dengan menambahkan H2O2 3% lalu menambahkannya dengan HCl hingga konsentrasi H+ sekitar 0,3M dengan cara mengeceknya dengan indikator universal, lalu memanaskannya dalam penangas air selama 2-3 menit kemudian mengalirkan gas H2S kedalamnya. Karena tidak terdapat endapan lagi (kemungkinan kation gol II, III, IV, V) lalu melanjutkannya dengan mendidihkannya dan menambahkan dengan 3 tetes HNO3 pekat lalu mendidihkannya lagi. Setelah itu menambahkan 0,25 mL NH4Cl 20% dan memanaskannya dalam penangas air lalu menambahkan NH3 pekat hingga bersifat basa, dan memanaskannya lagi selama 2-3 menit. Karena tidak terbentuk endapan (kemungkinan kation gol IIIB, IV, V), maka melanjutkannya dengan menambahkan 2 tetes NH3 encer lalu memanaskannya dalam penangas air dan mengalirinya dengan gas H2S selama 1 menit, karena tidak terjadi endapan hitam (kemungkinan gol VI ayau V) dilanjutkan dengan menambahkan NH4Cl 20% kemudian menambahkannya dengan NH4OH 6M dan 6 tetes (NH4)2CO3 sehingga menghasilkan filtrat yang berwarna putih keruh (kemungkinan kation gol IV). Lalu memanaskan dan menyaringnya kemudian membaginya menjadi 2 bagian. Endapan direaksikan dengan menambahakan larutan K2CrO4 larutan berubah menjadi kuning dan endapan menghilang, yang menandakan bahwa tidak ada kation Ba2+. Sedangkan filtratnya akan kita analisis untuk menemukan kation Ca2+ yaitu dengan cara menambahkan 0,3 mL (NH4)2CO3 sehingga dihasilkan endapan putih dimana endapan ini menunjukkan adanya kation Ca2+. Analisis Anion Pertama-tama menyiapkan alat dan bahan kemudian memasukkan analit yang akan di teliti kedalam tabung dan menambahkannya dengan Na2CO3 jenuh, lalu menyaring endapannya sehingga menghasilkan filtrat ( larutan persiapan ). Kemudian menambahkan AgNO3 ke dalam filtrat secara perlahan-lahan melalui dinding tabung sehingga terbentuk endapan putih AgCl. Untuk melakukan uji penegasan adanya ion Cl- yaitu dengan cara menambahkan NH3, sehingga endapan putih putih yang terbentuk larut dalam amonia dan menunjukkan adanya ion Cl-.

6) Diagram Alir: Analisis Kation: Analit

+ HCl dingin
Larut Filtrat ( kemungkinan gol. II, III, IV, V )

+ H2S, HCl , H2O2


Larut Filtrat ( kemungkinan gol. III, IV, V )

+ HNO3 pekat Larut Filtrat ( kemungkinan gol. III B, IV, V ) + NH4Cl, NH3 pekat, NH3 encer, H2S(g) Larut Filtrat ( kemungkinan gol. IV, V ) + NH4Cl 20%, NH4OH 6 M, Filtrat larut (NH4)2CO3 + (NH4)2CO3 Filtrat keruh (kemungkinan kation golongan IV) Dipanaskan dan disaring + K2CrO4 Larutan kuning menunjukkan tidak adanya kation Ba2+ + (NH4)2CO3 Larutan keruh dan terdapat endapan putih yang menunjukkan adanya kation Ca Ca2+ ada

Analisis Anion: Analit

+ Na2CO3 jenuh Filtrat ( larutan persiapan ) + AgNO3 AgCl(s) ( putih )

Uji Penegasan: AgCl(s) ( putih ) + NH3 [Ag(NH3)2]+(aq) ( endapan larut )

Cl- ada

7) Pengamatan atau Aanlisis Data Analisis Kation Tindakan + HCl dingin Hasil Larutan jernih Reaksi Analisis/Keterangan golongan Ca) IV tidak dengan Gambar Ca2+ + HCl(aq) tidak Kation terjadi reaksi (kation bereaksi

reagensia-reagensia I, II, III.

+ H2S (g) , HCl, Larutan jernih H2O2

Ca2+ + H2S(g) + HCl(aq) Kation +H2O2 (aq) tidak (kation bereaksi terjadi reaksi

golongan Ca)

IV tidak

dengan

reagensia-reagensia I, II, III. + HNO3 pekat Dididihkan + NH4Cl + NH3 pekat Larutan jernih Ca2+ + HNO3 pekat + Kation NH4Cl(aq) + NH3 pekat (kation tidak terjadi reaksi bereaksi golongan Ca) IV tidak dengan

reagensia-reagensia I, II, III.

+ NH3 encer Dialiri H2S (g) Dipanaskan dengan

Larutan jernih

Ca2+ + NH3 encer + Kation H2S(g) + tidak terjadi (kation reaksi bereaksi

golongan Ca)

IV tidak

dengan

reagensia-reagensia I, II, III.

+ 6 tetes NH4Cl 20% + NH4OH Larutan jernih Ca2+ + NH3 + 2H2O Memberikan Tidak bereaksi basa agar maksimal suasana endapan

tetes Larutan keruh

Ca2+ + CO32- CaCO3 Membentuk endapan putih dengan

endapan (NH4)2CO3

(NH4)2CO3

dengan adanya NH4Cl dalam suasana netral atau sedikit asam

Dipanaskan

Endapan turun kebawah

Pemanasan agar

dilakukan turun mudah

endapan dan

kebawah

dipisahkan endapan dan filtratnya

Dipisahkankan

Endapan

dan

Untuk

memisahkan

antara filtrat dan filtrat endapannya

endapan dan filtratnya agar dilakukan

identifikasi lebih lanjut

Endapan ditambahkan larutan K2CrO4

Larutan kuning Ca2+ + CrO4- Tidak Untuk bereaksi

memastikan

bahwa kation dari analit yang kita dapatkan tidak terdapat kation Ba2+

Filtrat ditambahkan dengan

Larutan keruh Ca2+ + CO32- CaCO3 Endapan dan terdapat endapan putih menandakan larutan endapan putih

putih adanya

kation Ca2+ pada analit.

(NH4)2CO3

Analisis Anion Tindakan + Na2CO3 jenuh Hasil Keruh Reaksi (ada 2HCl(aq) + Na2CO3(aq) 2NaCl(aq) + H2CO3(g) Analisis/Keterangan Penambahan Na2CO3 mampu menangkap kation H+ sehingga larutan HCl awal akan yaitu tersisa Gambar

endapan putih)

anion Cl- saja. Jadi, dapat dilakukan

pengujian selanjutnya. Produk reaksi adalah larutan NaCl dan gas H2CO3. Karena gas H2CO3 menguap, maka yang digunakan untuk analisis adalah larutan NaCl.

Dipanaskan

Endapan turun kebawah

Pemanasan agar kebawah

berfungsi turu mudah

endapan dan

untuk dipisahkan antara filtrat dan endapannya

Disaring

Endapan filtrat

dan

Berfungsi memisahkan dan filtratnya

untuk endapan

Filtrat ditambahkan dengan AgNO3

Ada putih

endapan NaCl (aq) + AgNO3(aq) Penambahan AgCl(s) + NaNO3(aq)

larutan

AgNO3 akan membentuk endapan AgCl atau perak klorida yang berwarna putih dan seperti dadih. Endapan dideteksi. ini mudah

Uji

penegasan Endapan putih AgCl(s) + 2 NH3 Larutan larut [Ag(NH3]+ (aq) akan endapan,

amonia

encer

dengan menambahkan NH3 (aq)

melarutkan yang mana akan ion

reaksinyanya menghasilkan kompleks diaminaargentat. Uji ini

menandakan

bahwa terdapat anion Clpada analit.

8) Diskusi Seharusnya dilakukan uji lebih lanjut untuk memastikan adanya kation Ca2+. Namun tidak dilakukan, hal tersebut terjadi karena waktu yang tidak mencukupi, ketidak telitian dalam mencari etil alkohol atau etanol, dan tidak adanya larutan amonium oksalat.

9) Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan, maka dapat disimpulkan bahwa kation yang terdapat dalam analit adalah kation Ca2+ dan anion yang terdapat dalam analit adalah anion Cl-.

Daftar Pustaka
Ekanuryana. 2009. Analisis Kation Anion. Online

(http://ekanuryana.blogspot.com/2009/10/analisis-kation-anion.html) diakses pada 28 September 2012, pukul 15.28 WIB. Harjadi, W. 1986. Ilmu Kimia Analiti Dasar. Jakarta: Gramedia. Puspita, Dian. 2011. Identifikasi Kation Golongan I-IV. Online

(http://dhuarapuspitasari.blogspot.com/2011/02/praktikum-analisis-kualitatif.html) diakses pada 28 September 2012, pukul 15.22 WIB. Svehla, G. 1985. Vogel Bagian Satu Buku Teks Analisis Anorganik Kulitatif Makro dan Semi mikro edisi ke lima. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka. Svehla, G. 1985. Vogel Bagian Dua Buku Teks Analisis Anorganik Kulitatif Makro dan Semi mikro edisi ke lima. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka. Sodiq Ibnu, M, Endang Budiasih, dkk. 2004. Kimia Analitik 1. Malang: Universitas Negeri Malang. Tim Penyusun. 2011. Panduan Praktikum Kimia Analitik Jurusan Kimia. Surabaya: Jurusan Kimia FMIPA UNESA, hlm 20 29.

Lampiran
a. Jawaban Pertanyaan 1. Tuliskan reaksi umum untuk masing-masing golongan! ( golongan I : M+ + Cl- MCl(s) putih ) Jawab : Golongan I Golongan II : M+ + Cl- MCl(s) (putih) : M2+ + S2- MS(s)

Warna endapannya tergantung masing-masing kationnya, yaitu HgS, Bi2S3, CuS yang berwarna hitam, CdS, As2S3, SnS2 berwarna kuning, dan Sb2S3, Sb2S5 warna merah. Pengendapan dilakukan pada larutan dengan suasananya asam (H2S yang mengandung HCl encer). Golongan III A: M3+ + 3NH3 + 3H2O M(OH)3(s) + 3NH4+ Warna endapan tergantung pada masing-masing kation, yakni Fe(OH)3, Al(OH)3, yang berwarna putih, Cr(OH)3 warna abu-abu kehijauan. Golongan III B: Warna endapan tergantung pada masing-masing kation, yakni NiS, CoS, warna hitam, MnS warna merah jambu, dan ZnS warna putih. Pengendapan terjadi pada larutan yang suasananya basa (H2S yang mengandung larutan NH3 dan NH4Cl) Golangan IV : M2+ + CO32+ MCO3(s) (putih) Golongan V Pada golongan V, tidak ada reagensia umum, sehingga digunakan reaksi khusus uji kering untuk mengidentifikasi ion-ionnya. Uji kering itu antara lain, uji pipa tiup, uji pewarnaan, uji nyala dan lain sebagainya.

2. Mengapa oksidator yang digunakan dalam analisis kation secara sistem H2 S adalah H2O2 atau air brom dan bukan HNO3 ? Jawab : Oksidator yang digunakan dalam analisis kation secara sistem H2S adalah H2O2 atau brom sebab H2O2 mudah menguap jika ditambahkan air sehingga didapat endapan garam sulfida dari H2S. Dan bukan menggunakan oksidator HNO3 sebab

semua asam harus dihilangkan sehingga endapan garam sulfida tidak akan terbentuk, karena gas H2S dialirkan dalam analit dalam suasana asam. 3. Bagaimana cara mengetahui bahwa H2 S, H2O2 atau Br2 sudah tidak terdapat dalam larutan ? Jawab : Untuk mengetahui H2S sudah tidak terdapat di dalam larutan, digunakan kertas Pb-Asetat. Untuk mengetahui H2O2 sudah tidak terdapat di dalam larutan, caranya kertas saring dicelupkan pada HCl, kemudian dihadapkan pada lubang selang yang disalurkan ke H2O2. Jika pada kertas saring tidak ada noda hitam, maka H2O2 tidak ada. Untuk mengetahui Br2 sudah tidak terdapat di dalam larutan, melalui cara larutan diuapkan. Asap yang keluar diletakkan pada kertas kanji yang basah. Jika kertas kanji basah menjadi merah jingga, maka Br2 masih ada, tapi jika berwarna jingga maka Br2 sudah tidak ada. 4. Mengapa menentukan adanya kation NH4+ harus digunakan analitnya langsung ? Jawab : Karena, filtrat yang didapat dari pemisahan golongan-golongan sebelumnya telah banyak mengandung NH4+ yaitu dari penambahan NH4OH, NH4Cl, (NH4)2SO4. Sehingga sudah pasti mengandung NH4 oleh karena itu harus menggunakan zat aslinya.

5. Bagaimana reaksinya secara umum pada pembuatan larutan persiapan untuk menentukan adanya anion ? Jawab : AxBy(aq) + Na2CO3(aq) A2CO3y(s) + 2NaxB(aq) 6. Pengendapan garam sulfida pada analisis kation golongan II dan golongan III B dilakukan pada suasana larutan yang berbeda. Jelaskan ? Jawab : Pengendapan garam sulfida pada analisis kation golongan II dan golongan III B dilakukan pada suasana larutan yang berbeda, sebab pada golongan II, pengendapan garam sulfidanya dilakukan dalam suasana asam, yakni dalam H2S yang mengandung HCl encer. Hal ini dikarenakan filtrat yang digunakan untuk mendapatkan endapan

garam sulfida tadi berasal dari filtrat golongan I yang masih mengandung HCl encer. Pada golongan III B, pengendapan garam sulfidanya dilakukan dalam suasana basa yaitu dalam H2S yang mengandung larutan NH3 dan NH4Cl. Hal ini karena filtrat yang digunakan untuk mendapatkan endapan garam sulfidanya tadi berasal dari filtrat golongan III A yang masih mengandung NH3 dan NH4Cl. 7. Mengapa pada pengendapan golongan IV harus dalam suasana basa ? Jawab : Pengendapan golongan IV harus dalam suasana basa, sebab larutan amonia dalam air, NH4OH, yang ditambahkan sebelum filtrat diletakkan pada penangas air dapat mencegah hilangnya asam-asam yang mudah menguap sehingga akan dihasilkan garam-garam karbonat yang berasal dari larutan amonium karbonat. Oleh sebab itu, pengendapan golongan IV harus dalam suasana basa.

b. Laporan Sementara