Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang PT. KITADIN sebuah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di daerah Tandung Mayang dengan nomor kuasa pertambangan KW P00301, saat ini sedang melakukan kegiatan penambangan batubara. Kegiatan tersebut dikonsentrasikan pada pengambilan cadangan batubara di seam 13. Kegiatan penambangan yang dilaksanakan sekarang menggunakan sistem penambangan terbuka ( strip mining ). Kegiatan produksi penambangan batubara yang dilakukan PT. KITADIN Tandung Mayang didasarkan pada pengupasan lapisan tanah penutup dengan Nisbah Pengupasan 1 : 8,5. Jumlah pengupasan lapisan tanah penutup yang telah dilakukan (berdasarkan laporan bulan Januari - September 2001) sebesar 2.879.321 BCM dengan produksi penambangan tahun 2001 batubara yang diharapkan sebesar 500.000 Ton. 1.2 Permasalahan Lokasi penelitian terletak di seam 13 Utara dimana penambangan batubara telah mencapai kedalaman 50 m di atas permukaan air laut. Batuan pembentuk lereng adalah diambil. Perbedaan sifat kekerasan dari lapisan tanah penutup mengakibatkan geometri lereng penambangan yang terbentuk tidak teratur. Hal ini menimbulkan permasalahan terhadap kestabilan lereng. Dengan telah berlangsungnya kegiatan penambangan maka diperlukan suatu kemantapan dari lereng yang kemungkinan akan terus di tambang. Permasalahan yang bisa timbul adalah adanya bahaya kelongsoran yang akan menyebabkan terhambatnya proses produksi dan mengancam keselamatan para pekerja. Permasalahan lainnya adalah naik-turunnya permukaan air tanah pada pergantian musim. Pada musim kemarau, penguapan air tanah mengakibatkan terbentuknya rekahan-rekahan pada badan lereng. Sedangkan pada musim hujan, rekahan-rekahan tersebut menjadi jalan masuk air ke dalam badan lereng . batulanau, batupasir, batulempung dan sisa batubara yang belum

Pemuaian dan penyusutan batuan yang berlangsung secara terus-menerus akan mengakibatkan batuan menjadi hancur. 1.3 Tujuan Penelitian Analisa kestabilan lereng bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan lereng, dengan geometri lereng yang telah terbentuk pada saat ini dan pengaruh tinggi muka air tanah. Analisa kestabilan lereng dilakukan juga untuk menganalisa jenis dari longsoran yang mungkin akan terjadi sehingga kerugian akibat hilangnya nyawa manusia, kerusakan alat dan hilangnya waktu produksi akibat terganggunya kegiatan penambangan dapat dihindari. Selain itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa alternatif pemecahan yang dihadapi berkaitan dengan kestabilan lereng yang diteliti. 1.4 Ruang Lingkup Dan Pembatasan Masalah 1) Analisa kestabilan lereng dilakukan pada lereng tambang batubara seam 13 Utara PT. KITADIN Tandung Mayang. 2) Dalam menganalisa kestabilan lereng pada penelitian ini diterapkan untuk lereng tanah / batuan yang terdapat pada daerah penelitian. Parameter kekuatan batuan sepenuhnya diambil dari data lubang bor yang diteliti oleh Balai Pengujian Dan Peralatan, Kantor Pekerjaan Umum Propinsi Kalimantan Timur. 3) Jenis longsoran yang pernah terjadi pada daerah penelitian adalah longsoran yang berasal dari material hasil pelapukan batuan yang tererosi oleh air hujan. Hal ini didasarkan pada hasil pengamatan struktur geologi di lapangan terhadap kondisi batuan yang telah lapuk sehingga bersifat menyerupai tanah. 4) Dalam melakukan analisa kestabilan lereng, faktor beban luar kegempaan tidak diperhitungkan. Dengan melihat perlapisan tanah penutup menggunakan metode Janbu. 5) Analisis yang dilakukan dibatasi pada lingkup geoteknik yakni dengan menganalisa geometri lereng yang ada dan mempertimbangkan struktur geologi di lokasi telitian. dan keheterogenan Wilayah

maka analisa kestabilan dilakukan dengan

1.5 Metode Penelitian 1) Penelitian pendahuluan untuk memahami geometri dari lereng dan struktur geologi dengan pengamatan di lapangan, sedangkan penentuan stratigrafi daerah penelitian dilakukan dengan mengintepretasikan data-data lubang bor yang terdapat di daerah penelitian. 2) Mengidentifikasi dan menemukan jenis longsoran yang paling mungkin terjadi pada daerah penelitian berdasarkan kondisi struktur geologi . 3) Menentukan parameter kekuatan batuan / tanah yang akan digunakan dalam analisis kestabilan lereng berdasarkan data-data geomekanika yang diperoleh dari Balai Pengujian Dan Peralatan , Kantor Wilayah Pekerjaan Umum Propinsi Kalimantan Timur. 1.6 Hasil Yang Diharapkan Dari penelitian akan diketahui besarnya faktor keamanan dari geometri lereng yang ada saat ini, disamping menganalisis faktor keamanan dari geometri lereng yang direncanakan. Sehingga akan diperoleh pilihan geometri lereng alternatif, bila memungkinkan adanya geometri lereng yang lebih optimal. 1.7 Manfaat Penelitian Dari penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi perusahaan dalam menentukan geometri lereng yang paling optimal untuk perencanaan geometri lereng dalam operasi penambangan ditahun-tahun mendatang berdasarkan pertimbangan teknis dan ekonomis.