Anda di halaman 1dari 3

Tiga Sifat Orang Bertakwa

Diantara sifat-sifat Muttaqin yang disebutkan Allah, terdapat dalam surat adz-Dzaariyaat :1519. Allah swt berfirman,


} 51{


} 51{

} 51{

51{
} 51{}

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di


mata air-mata air. Sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka.
Sungguh, sebelum itu, mereka ketika di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka
sedikit sekali tidur di waktu malam; Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun
(kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan
orang miskin yang menjaga dirinya dari meminta-minta.
Di dalam ayat-ayat yang mulia ini, Allah menyebutkan tiga ciri orang bertakwa;
1. (
) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Artinya,
orang yang bertakwa adalah orang yang gemar shalat malam.
Rasululloh Shallallahu alaihi wa Sallam juga pernah bersabda,

Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang


shalih sebelum kalian, mendekatkan diri kalian kepada Allah, menjaga diri dari dosa,
menghapus kesalahan dan menghilangkan penyakit dari tubuh. (HR. at Tirmidzi, Ahmad, al
Baihaqi dan al Hakim).

2. (

) mereka beristighfar di waktu sahur.
Waktu sahur adalah waktu yang penuh keutamaan, kemuliaan dan kebaikan karena ia
termasuk sepertiga malam terakhir, padahal Nabi kita tercinta pernah bersabda,

Allah Tabaraka wa Taala turun ke langit dunia ketika sepertiga malam yang terakhir.
Kemudian Dia berfirman, Siapa yang berdoa akan aku kabulkan. Siapa yang meminta akan
Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun akan Aku ampuni.
Adakah yang kita harapkan selain ampunan dari Allah atas segala kesalahan dan dosa kita?
Para ulama menyebutkan bahwa taubat dan beristighfar dari dosa adalah wajib. Oleh
karenanya Allah berfirman, .dan siapa yang tidak bertaubat maka dia adalah orang yang
zhalim. (al-Hujuraat: 1). Orang yang tidak bertobat, tidak beristigfar dan tidak mau
mengakui kesalahan dengan memohon ampunan Allah adalah orang zhalim. Pikirannya picik,
karena tidak mau mengakui dosanya padahal Rasululloh pernah bersabda,

Setiap anak adam adalah berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah
orang-orang yang mau bertaubat. (Ibnu Majah, no 4251)

3. (
) dan dalam hartanya ada hak bagi pemintaminta, dan orang miskin yang menahan diri dari meminta. Maksudnya, ia gemar bersedekah

dan memberikan sebagian rizki yang diberikan Allah kepadanya untuk orang lain yang
membutuhkan.
Sedemikian pentingkah bersedekah sehingga Allah selalu mengulang perintah bersedekah
ini dalam banyak ayat-Nya?
Allah memerintahkan kita untuk bersedekah karena kebaikannya akan kembali kepada diri
kita. Allah berfirman, Dan harta apa saja yang baik, yang kamu nafkahkan (di jalan Allah),
maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. (al Baqarah : 272).
Pada suatu hari, ada seseorang yang meninggal dunia. Dan ketika dipekuburan, ada seorang
shalih bertanya kepada orang yang di sampingnya,
Kamu tahu, apa yang diinginkan oleh si fulan yang sedang dikuburkan ini?
Ya. Apa itu?
Ia pasti ingin dikembalikan ke dunia, agar bisa menambah pundi-pundi amal kebajikannya.
Kamu benar, tetapi itu tidak mungkin. Oleh karenanya, mumpung kita masih hidup dan
diberi kesempatan oleh Allah mari kita memperbanyak amal shaleh kita.
Tidak ada orang yang meninggal kecuali ia ingin kembali ke dunia; kalau ia orang baik, ia
ingin kembali ke dunia untuk menambah amal shalihnya agar bisa meninggikan derajatnya di
sisi Allah, sedang kalau ia orang fajir, ia juga ingin kembali ke dunia untuk beramal shaleh
sebanyak-banyaknya agar bisa memperingan siksanya.
Sufyan bin Uyainah Rahimahulloh berkata,

Orang yang paling besar penyesalannya pada hari kiamat nanti ada tiga; yaitu,
1. Seorang tuan yang memiliki budak, namun ternyata pada hari kiamat nanti amal budaknya
lebih baik daripada amalnya;
2. Orang yang memiki harta namun ia tidak menyedekahkannya, lalu ia meninggal dunia
sehingga hartanya diwariskan kepada ahli warisnya dan mereka menyedekahkannya; dan
3. Seorang alim (berilmu) yang tidak mengamalkan ilmunya, lalu ia mengajarkan kepada
orang lain sedang ia mengamalkannya. ( Shifatush Shafwah : 2/235).
Dan terkhusus kepada segenap ibu-ibu dan semua kaum wanita. Setelah Rasulullah saw
menyampaikan khotbah Idul fitri, beliau mendatangi kaum wanita dan bersabda,

Wahai segenap kaum wanita, bersedekahlah, dan perbanyaklah istighfar karena aku
melihat kalian adalah mayoritas penghuni neraka.

Karena sebab apa wahai Rasululloh ? tanya mereka.

Karena kalian banyak melaknat dan mengkufuri pemberian suami. Jawab Nabi Muhammad
Shallallahu alaihi wa Sallam. (HR. Bukhari-Muslim).
Itulah tiga sifat orang bertakwa yang dijanjikan jannah oleh Allah Taala. Jannah, Ma la
ainun raat wa la udzunun samiat wa la khathara ala qalbil basyar., kenikmatan jannah, itu
tidak terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh
sanubari manusia. Semoga kita dimudahkan, dan diberi taufik oleh Allah untuk mengamalkan
amalan-amalan ahli jannah ini.