Anda di halaman 1dari 2

Badan POM Menggelar Workshop dan Pameran Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah Penulis: Luchito Sangsoko

JAKARTA (RedaksiOnline) Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI) menggelar acara Workshop dan Pameran Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) bertajuk Jajanan Sehat, Aku Sehat di Jakarta, Sabtu (8/12). Pangan Jajanan Sekolah ini menjadi perhatian khusus dari Badan POM karena kita memahami bahwa pangan jajanan sekolah ini adalah pangan yang dipergunakan anak-anak diluar rumah. Jadi intinya kita melakukan penyuluhan kepada pihak sekolah dan para pedagang dikantin sekolah mengenai pangan yang tidak bermutu dan juga yang menggunakan bahan berbahaya seperti formalin, rhodamin ataupun pewarna makanan, ujar Kepala Badan POM RI Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc disela acara jumpa pers di Jakarta, Sabtu (8/12). Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Indonesia telah memenuhi persyaratan, hingga Juni 2012 telah berhasil mencapai 76persen berdasarkan hasil sampling dan pengujian yang dilakukan oleh Badan POM. Jumlah kegiatan ini terus meningkat sejak dicanangkannya Gerakan Nasional Menuju PJAS yang Aman, Bermutu dan Bergizi oleh Wakil Presiden RI pada 31 Januari 2011, yang telah ditindaklanjuti dengan penetapan Rencana Aksi Nasional (RAN) PJAS, tambah Lucky. RAN PJAS ini dilaksanakan melalui penerapan lima strategi, yaitu perkuatan program PJAS, peningkatan kesadaran komunitas PJAS, peningkatan kapasitas sumber daya PJAS, modeling dan replikasi kantin sekolah serta optimalisasi manajemen Aksi Nasional PJAS. Pencapaian keamanan PJAS terus menunjukkan peningkatan yang bermakna, dimana PJAS yang memenuhi syarat (MS) pada tahun 2008-2010 sebesar 56-60persen, meningkat menjadi 65persen di tahun 2011 dan 76persen hingga Juni 2012. Dampak Aksi Nasional PJAS sampai November 2012 diperkirakan dapat melindungi sekitar 1,3juta siswa dari PJAS yang tidak aman. Dalam Aksi Nasional ini Badan POM telah mengoperasionalisasikan mobil laboratorium keliling ke 1291 sekolah dasar dan melakukan pembinaan kepada 80.000 orang guru SD, 80.000

orang pedagang PJAS di sekitar sekolah dan 24.000 pengelola kantin, serta memberikan Piagam Bintang Keamanan Pangan untuk SD/MI di 20 provinsi, ungkap Lucky. Selain acara Workshop dan Pameran Nasional PJAS juga dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman antara Kepala Badan POM RI dengan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tentang Kerjasama Pengembangan Program Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia di Bidang Obat dan Makanan. Penandatanganan ini dilakukan untuk meningkatkan dan memelihara kompetensi seluruh jajaran di bidang Obat dan Makanan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Jaminan atas keamanan, mutu, gizi pangan mempunyai kontribusi besar pada pembentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa, yang akan mempengaruhi daya saing bangsa ditingkat global. Oleh karena itu, pengawasan pangan perlu mendapat prioritas karena secara langsung dpat melindungi kesehatan masyarakat terutama dari pangan yang tidak memenuhi syarat keamanan, mutu dan gizi, tutup Lucky.