Anda di halaman 1dari 6

Nama Stambuk Kelompok

: Lady Manga Patanduk : G 501 11 065 : Dua

Paper Tutorial Caesarean Section Rate

STEP 1 Unfamilliar Terms 1. Caesarean section 2. Maternal STEP 2 1. Keuntungan dan kerugian melakukan operasi Caesar ? 2. Apa pertimbangannya ? 3. Indikasi medis dilakukannya Caesar ? 4. Bioetik dalam kasus ini ? 5. Apa saja yang ditanggung asuransi dalam CS ? 6. Apakah dokter sudah memenuhi hak pasien ? 7. Apakah ada aspek hokum ? 8. Apakah dalam tindakan medis ini harus memperoleh persetujuan suaminya ? 9. Peran dokter dalam mempertahankan hubungan baik suami isteri 10. Apa saja karakteristik professional dokter dan yang bukan menjadi sikap professional dokter ? STEP 3 dan 4 1. Keuntungan : Tidak merasa sakit Jalan lahir utuh sehingga organ kewanitaan sama sebelum melahirkan Memilih tanggal kelahiran Sangat dibutuhkan wanita hamil yang memiliki riwayat Caesar Kerugian : : Insisi melalui dinding abdomen/uterus untuk mengeluarkan bayi : LO

Rasa sakit yang berkepanjangan pada bagian abdomen Butuh masa pemulihan yang lebih lama Adanya bekas jahitan Biaya mahal Trauma pada bagian tubuh 2. Perlu dipertimbangkan : Mengurangi fungsi usus, meningkatkan resiko histerektomi, gangguan kandungan kemih, waktu persalinan tidak tepat -> bayi premature, prognosis, tata cara dan diagnosis, resiko, alternative. 3. Posisi bayi terbalik Jalan lahir sempit Air ketuban kering Anemia Usia Ibu tidak mampu mengedan Pusar melilit Ukuran bayinya besar Plasenta previa Eclampsia 4. Autonomy : pasien menginginkan melakukan operasi Caesar. Adanya transaksi terapeutik antara pasien dan dokter Pasien berhak mengetahuai semua tindakan yang akan dilakukan oleh dokter. 5. Sesuai hasil kesepakatan Terbatas Ada syarat/aturan-aturan 6. Anamnesis Transaksi terapeutik Informed consent 7. LO 8. Merujuk pada dokter yang lebih berkompeten apabila dokter tersebut tidak mampu melakukan tindakan tersebut. 9. Empati Membicarakan yang sejujur-jujurnya kepada suaminya. 10. Profesional dokter : Altruism : mementingkan kepentingan orang lain Accountability : keadaan untuk dipertanggungjawabkan dan keadaan dapat dimintai tanggung jawab Excellence : keunggulan

Duty Respect for other Honor and integrity

: kewajiban : setiap tindakan dokter mendapatkan penghargaan/kehormatan.

MIND MAPPING :

LEARNING OBJECTIVE : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Maternal Yang bukan sikap professional dokter Tanggungan askes PNS untuk operasi Caesar Apakah ada aspek hukum Pengertian manajemen holistic Peran dokter dalam manajemen pasien Keuntungan dan kerugian tindakan medis

STEP 6 : Belajar Mandiri STEP 7 1. Maternal : berkenaan dengan ibu (mater,ibu) 2. Sikap tidak professional dari dokter yaitu: Berkata tidak sopan kepada pasien Membuat down pasien Tidak memberikan semangat kepada pasien Memberi pertolongan pengobatan di UGD dengan meminta jaminan materi terlebih dahulu Melanggar KODEKI pasal 7 yang berbunyi Seorang dokter hanya memberi surat keterangan
dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya dan pasal 12 yang berbunyi Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal.

3. Dimana setiap pegawai dipotong gajinya tiap bulan untuk iuran tersebut dan mau tidak mau harus dipotong karena sudah termasuk dalam perhitungan gaji PNS. Oleh karena itu, setiap PNS dapat mengurus pembuatan Kartu Askes yg nantinya bisa digunakan dalam pelayanan jasa kesehatan yg diselenggarakan oleh rumah sakit pemerintah atau swasta (yg ditunjuk) untuk mendapatkan keringanan biaya (bahkan ada yg gratis,tergantung pelayanan jasa keshatan yg digunakan). Dan Askes ini adalah program pemerintah untuk kesejahteraan PNS.

Misalkan seorang ibu melahirkan dan persalinannya dilakukan di rumah sakit pemerintah. Biaya persalinan mencapai 6 juta rupiah lahir dengan operasi caesar. Karena ibu tersebut memiliki kartu Askes, maka biaya persalinannya hanya dibayar setengahnya (tiga juta rupiah). 4. Perkumpulan Ahli Obstetrik dan Ginekologidi Amerika telah memberikan peraturan untuk para anggotanya, yakni untuk sebuahoperasi caesar, mereka harus menunjukkan pada pasien bukan saja prosedur operasi, tapi juga harus menjelaskan bahwa operasi caesar lebih berisiko untuk ibu dan bayinyadibandingkan dengan persalinan normal. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia juga mengatakan, bila tidak ada keadaan gawat dan indikasi untuk operasi, makatindakan operasi tidak sesuai dengan kode etik kedokteran. Dokter juga seharusnyamemberikan penjelasan pada pasien mengenai risiko operasi caesar yang lebih tinggidibandingkan dengan persalinan normal. Kode Etik Kedokteran Indonesia merupakan landasan bagi setiap dokter dalam melakukan perluasan tindakan medis (operasi). Dokter dianggap telah melakukan kesalahan/kelalaian, apabila dalam melakukan perluasan tindakan medis(operasi) tidak menjalankan sesuai/menyimpang dari standar profesi medis, maka dokter tersebut dikenai sanksi administratif. Dalam Hukum kesehatan apabila dalam melakukan perluasan tindakan medis(operasi) terjadi kesalahan/kelalaian yang mengakibatkan kerugian terhadap pasien maka dokter wajib mempertanggungjawabkan dengan dikenai tindakan disiplin sesuai pasal 54 serta membayar ganti kerugian kepada pasien sesuai pasal 55 Undang-Undang No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan. Dalam hal ganti rugi yang dibebankan kepada dokter telah diatur dalam pasal 1371 KUHPerdata, yang mana ganti kerugian tersebut tidak melebihi batas kemampuan/sesuai dengan keadaan dokter. Dalam melakukan perluasan tindakan medis(operasi) yang telah diatur dalam pasal 7 PerMenKes/No.585/Men.Kes/Per/IX/1989 harus sesuai dengan standar profesi medis (SPM), apabila terjadi kematian/kegagalan yang menimpa pasien maka dokter tidak dapat dipersalahkan oleh hukum, tetapi apabila dalam melakukan perluasan tindakan medis(operasi) tersebut dokter tidak sesuai atau melanggar atau menyimpang standar profesi medis maka dokter wajib mempertanggungjawabkan kesalahannya 5. Manajemen holistic adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat (Horold dan Cyril O'Donnell) Suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah,pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan (P. Siagian).

6. Peran dokter : Menjalin hubungan yang baik dengan pasien dimana seoramg dokter tidak hanya berperan menghadapi penyakit saja tapi harus berinteraksi sekaligus dengan yang punya penyakit sekaligus. Karena terkadang hanya dengan komunikasi yang baik pasien sudah merasa puas dan merasa lebih baik. Komunikasi efektif mampu mempengaruhi emosi pasien dalam pengambilan keputusan tentang rencana tindakan selanjutnya, sedangkan komunikasi tidak efektif akan mengundang masalah. Dimana terdapat struktur dasar konsultasi medis berupa : pernyataan pasien mengenai masalahnya dokter menelusuri sifat dari masalah dokter mengusulkan solusi terhadap masalah dokter dan pasien mempelajari solusi tersebut dokter dan pasien menyetujui solusi tersebut 7. Keuntungan tindakan medis : Mengidentifikasi keluhan utama penyakit, Menentukan pemeriksaan penunjang laboratoris yang dibutuhkan, Menganalisis kondisi fisik, psikologis dan sosial melalui pemeriksaan klinis, Menerapkan sikap saling menghargai dan saling percaya melalui komunikasi yang efektif dan efisien dengan pasien dan/atau pendamping pasien, Menganalisis perilaku pasien yang memerlukan perawatan khusus secara professional, Mengidentifikasi kondisi psikologis dan sosial-ekonomi pasien berkaitan dengan penatalaksanaan lebih lanjut, Membuat rekam medik secara akurat dan komprehensif, Mengelola rekam medik sebagai dokumen legal dengan baik. Kerugian tindakan medis :

Pertanggungjawaban dokter terhadap perluasan tindakan medis yang dilakukan jika menyebabkan kerugian terhadap pasien, ditinjau dari peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu sebagai berikut: Hukum Perdata yaitu dalam hubungan antara dokter dan pasien dalam melakukan perluasan tindakan medis dalam perjanjian terapeutik apabila dokter melakukan kesalahan/kelalaian dan mengakibatkan kerugian terhadap pasien maka dokter dianggap telah melakukan perbuatan melanggar hukum (oncrehtmatigedaad) yang diatur dalam pasal 1365 KUHPerdata. Maka dokter wajib mempertanggungjawabkan dengan membayar kerugian terhadap pasien yang dirugikan. Hukum Pidana yaitu apabila dalam melakukan perluasan tindakan medis

dokter melakukan kesalahan yang menyimpang standar profesi medis yang menimbulkan kerugian pasien. Kerugian yang dialami yaitu matinya pasien maka dokter dikenai pasal 359 KUHP yaitu berupa penjara selama lima tahun dan kurungan selama satu tahun, selain itu apabila dalam perluasan tindakan medis mengakibatkan cacat/luka-luka terhadap pasien maka dokter yang bersangkutan dikenai pasal 360 dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun serata kurungan selama satu tahun.

Referensi

Lusi Rachmayanti, 2009, Tinjauan Yuridis Normatif tentang Perluasan Tindakan Medis terhadap Pasien yang Dirugikan, Erlangga, Jakarta Ali Mulyohadi, 2006, Komunikasi Efektif Dokter-Pasien, Konsil Kedokteran Indonesia, Jakarta John William, 2005, Panduan Etika Medis.Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta