Anda di halaman 1dari 2

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil analisis yang dilakukan pada lokasi telitian seam 13 Utara daerah Tandung Mayang penambangan batubara PT. KITADIN dapat diambil beberapa kesimpulan, diantaranya yaitu : 1) Untuk hasil analisis lereng total menunjukan bahwa hampir seluruh lereng total berpotensi tidak mantap dengan nilai faktor keamanan di bawah 1,0 kecuali lereng FF mempunyai nilai faktor keamanan di atas 1,0 pada kondisi jenuh air. Dan untuk kondisi kering seluruh lereng dalam keadaan stabil. 2) Hasil analisis lereng tunggal seam 13 Utara juga menunjukkan hampir seluruhnya berpotensi tidak mantap pada kondisi jenuh air total kecuali lereng F1 dan pada kondisi kering hampir seluruhnya dalam keadaan mantap kecuali lereng A1, A4, C1 dan D1. 3) Material penyusun lereng pada lokasi penelitian terdiri dari batupasir, batulempung dan batulanau yang sebagian telah mengalami pelapukan dibeberapa lokasi telitian dan struktur kekar sulit untuk dikenali, hal ini diketahui dari pengamatan di lapangan, dimana material penyusun lereng tertutup material lepas menyerupai tanah yang berasal dari pelapukan batuan yang tererosi. 6.2 Saran Dari hasil kesimpulan di atas diketahui bahwa hampir seluruh lereng berpotensi tidak mantap pada kondisi jenuh air dan sebagian pada kondisi setengah jenuh, untuk itu perlu dilakukan beberapa tindakan perbaikan untuk mencegah kejadian tersebut, meskipun pada kenyataannya kondisi jenuh total tidak mungkin terjadi pada lokasi telitian. Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai tindakan perbaikan adalah sebagai berikut : 1) Perubahan geometri lereng

Hal ini dilakukan dengan memperbaiki geometri lereng yang ada menjadi yang lebih sesuai dengan karakteristik material lereng dan kondisi air tanahnya. 2) Usaha pengendalian air permukaan maupun muka air tanah Pengendalian air permukaan dilakukan untuk mengurangi pengaruh erosi dan pelapukan pada permukaan badan lereng dengan pembuatan saluran air pada lereng dan menutup rekahan-rekahan yang terdapat di permukaan badan lereng. Pengendalian muka air tanah dilakukan penirisan air tanah secara vertikal maupun horisontal untuk mengurangi gaya angkat air akibat tekanan air pori dan pelapukan terhadap material dalam badan lereng. 3) Pemantauan lereng Pengamatan lereng secara berkala perlu dilakukan, untuk mengetahui adanya pergerakan badan lereng, dengan alat pemantau lereng seperti survey optis, ekstensometer atau inclinometer.