Anda di halaman 1dari 6

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1 Lokasi Dan Kesampaian Daerah PT. KITADIN dengan kuasa pertambangan eksploitasi batubara yang terletak di daerah Tandung Mayang Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur. Secara geografis terletak pada 0 11 00 LU - 0 14 46 LU dan 117 11 40 - 117 21 11 BT. Berada sekitar 40 km disebelah Barat Laut kota Bontang dan berdampingan di Selatannya dengan daerah kuasa pertambangan PT. Indominco Mandiri dan sekitar 250 1000 m di Utaranya merupakan batas Selatan Taman Nasional Kutai. Daerah ini dapat dicapai dari Ibukota Propinsi Kalimantan Timur, kota Samarinda melewati jalur Samarinda Bontang dengan kendaraan roda empat menempuh jarak kurang lebih 125 km dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam hingga melewati jalur Fly Over, yaitu jalur angkut menuju pelabuhan PT. Indominco Mandiri atau lebih dikenal dengan kilometer 10. Dari jalur tersebut dilanjutkan ke arah Barat Laut mengikuti jalur angkut menempuh jarak sekitar 30 km dengan waktu tempuh 40 menit dengan kondisi jalan berbatu halus hasil kompaksi campuran batugamping pecah dan bercampur sedikit batulempung. Waktu hujan jalan sedikit licin sedangkan saat tidak hujan jalan berdebu apabila penyiraman terlambat. 2.2 Iklim Lokasi PT. KITADIN Tandung Mayang termasuk daerah yang memiliki iklim hujan tropis, tetapi musim hujan dan kemarau pada daerah ini relatif tidak menentu. Suhu udara di daerah ini berkisar antara 23-35 C, dengan kelembaban udara relatif berkisar antara 91-92%. Data curah hujan yang diperoleh dari tahun 1996 sampai 2001 pada lokasi penambangan menunjukan curah hujan tertinggi terjadi di bulan Januari 1996 yakni sebesar 346 mm dan curah hujan terendah terjadi di bulan Juli 1997 sebesar 5 mm.

Tabel 2.1 Data curah hujan di lokasi penambangan batubara PT KITADIN Tandung Mayang dari tahun 1996 - 2001
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Curah Hujan 1996 346 261 65 164 158 150 73 219 77 197 352 119 Curah Hujan 1997 116 211 191 274 39 134 5 29 7 48 123 136 Curah Hujan 1998 38 0 0 16 121 283 201 265 210 86 333 204 Curah Hujan 1999 157 209 259 234 0 62 296 83 52 328 149 156 Curah Hujan 2000 326 206 177 166 59 152 60 55 42 96 173 142 Curah Hujan 2001 192 257 118 175 31 23 40 21 Min. 38 0 0 16 0 23 5 29 7 48 123 119 Maks . 346 261 259 274 158 283 296 265 210 328 333 204 Rata rata 195,8 190,7 135,0 171,5 068,0 134,0 113,3 112,0 077,6 151,0 226,0 126,2

200 180 160 140 120 Cur ah huj an (m ) 100 m Series1 80 60 40 20 0 1 2 3 4 5 6 Bul an 7 8 9 10 1 12

Gambar 2.2 Grafik curah hujan rata-rata tahun 1996-2001

Tabel 2.2 Data jumlah hari hujan di lokasi penambangan PT. KITADIN Tandung Mayang dari tahun 1996 2001
Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Hari Hujan 1996 16 16 8 14 10 13 7 17 11 14 17 10 Hari Hujan 1997 9 10 11 23 7 10 3 7 4 10 16 15 Hari Hujan 1998 6 0 0 2 13 24 23 23 22 20 14 17 Hari Hujan 1999 9 13 17 16 0 8 14 13 6 15 11 9 Hari Hujan 2000 12 11 19 14 10 20 11 7 8 12 10 7 Hari Hujan 2001 10 16 11 13 12 7 12 6 Min. 16 16 19 23 13 24 23 23 22 20 17 17 Maks. 6 0 0 2 0 7 3 6 4 10 10 9 Rata rata 10,3 11 11 13,7 8,7 13,7 11,7 12,2 10,2 14,2 13,6 11,6

14

12

10

8 Har i huj an 6 Series1

0 1 2 3 4 5 6 Bul an 7 8 9 10 1 12

Gambar 2.3 Grafik hari hujan rata-rata tahun 1996-2001 2.3 Geologi Dan Morfologi Batuan sedimen yang terdapat di daerah ini merupakan batuan sedimen hasil endapan cekungan Kutai yang berumur tersier kaya akan endapan hydrokarbon dan batubara.

Berdasarkan kesebandingan batuan yang ada di daerah ini dengan stratigrafi regional, stratigrafi daerah ini terdiri dari Formasi Pemaluan, Formasi Pulaubalang serta Formasi Balikpapan. Formasi Pemaluan berumur Miosen Bawah, tersusun atas batulempung lanauan hingga pasiran dan serpih, dengan sisipan tipis batubara serta batupasir. Formasi ini menempati sebagian besar daerah bagian tengah yakni di sekitar Antiklin Runtu dan di bagian Barat daerah ini. Formasi Pulaubalang berumur Miosen bawah Atas hingga Miosen Tengah Bawah, tersusun atas batupasir berselingan dengan batulempung serta serpih dan sisipan batubara. Batubara yang dibawa formasi ini menyebar di sepanjang sayap Timur dan Barat sinklin Maritan dengan jurus hampir Utara Selatan. Formasi Balikpapan berumur Miosen Tengah Atas hingga Miosen Tengah Bawah, terdiri dari batupasir, batulempung dan batulanau, ditemukan di bagian paling Timur. Struktur utama di daerah ini, di blok Barat berupa sinklin Maritan dengan sumbu sinklin dengan arah Utara Selatan, serta struktur besar lokal dan kekar pada anak sungai Santan di daerah ini. Di bagian tengah dan Timur, struktur utama berupa antiklin Runtu , sesar turun Runtuh dan sesar geser turun Anak Sungai Pelakan, serta sesar lokal pada jalur sungai sekitar 100 m di sebelah Barat TM 06. Peciri sesar berupa kekar banyak ditemukan di sepanjang anak sungai Pelakan dan Santan yang dilalui jalur sesar ini dengan kedudukan lapisan yang tidak teratur. Morfologi daerah ini umumnya berupa perbukitan bergelombang dengan puncaknya antara 115-190 m di atas permukaan air laut . 2.4 Keadaan Dan Kualitas Batubara Dari data kedudukan singkapan batubara yang ditemukan pada penyelidikan terdahulu dan data sumur uji, parit uji serta pemboran secara geologi dapat dikorelasikan dan dapat diketahui bahwa daerah penyelidikan terdapat (3) seam batubara dimana masing-masing seam umumnya merupakan multi seam atau terdiri dari beberapa lapisan batubara yang diselingi oleh beberapa sisipan lempung atau pasir halus lempungan seperti parting. Ketiga seam tersebut yaitu seam 12, 13 dan 16 umumnya mempunyai jurus Utara Timur Laut dan 18 - 38 miring ke Timur dan 10 miring ke Barat,

seam 12 mempunyai ketebalan 0,7-3,4 m dan seam 13 mempunyai ketebalan 6 8 m sedangkan seam 16 mempunyai ketebalan 0,7 2,4 m. Berdasarkan kenampakan fisik batubara yang didapatkan dari hasil pemboran inti, yaitu: batubara berwarna hitam kecoklatan, kilap agak cerah, pecahan subconcoidal dan berdasarkan hasil analisis kimia dari contoh didapat kualitas batubara yang dihasilkan oleh PT. KITADIN Tandung Mayang adalah batubara kadar tinggi (ROM COAL HI TS) dan batubara kadar rendah (ROM COAL LO TS) dengan nilai kalori berkisar antara 6792 6802 Kcal/kg (AD). Tabel 2.3 Hasil analisa kualitas batubara PT. KITADIN Tandung Mayang Komponen Kadar Air Total (ar) Kadar Air Bawaan (ad) Kadar Abu (ad) Kadar Zat Terbang (ad) Kadar Belerang (ad) Karbon Padat Nilai Kalori (ad) 2.6 Kegiatan Penambangan Penambangan batubara dilakukan dengan metode tambang terbuka menggunakan peralatan mekanis yang meliputi kegiatan pengupasan tanah penutup, dengan cara sebagian besar menggunakan pemboran dan peledakan, sementara di bagian lain dengan cara penggaruan dan penggusuran. Batubara di tambang dengan cara menggaru dan dimuat memakai back hoe ke dalam alat angkut. 1) Pengupasan tanah penutup Pemboran dan peledakan Kegiatan pengupasan tanah penutup diawali dengan kegiatan pengeboran dan peledakan. Lapisan tanah penutup pucuk pemberaiannya dan dalam dilakukan pembuatan menggunakan peledakan kecuali 500, tanah ROM COAL HI - TS 7,9 % 2,0 % 44,2 % 2,44 % 46,4 % 6802 Kcal/gr ROM COAL LO - TS 8,6 % 1,8 % 42,2 % 0,58 % 47,5 % 6792 Kcal/gr

lubang tembak menggunakan alat bor tamrock pantera 1100 dan dino sedangkan peledakan menggunakan ANFO dengan sumbu listrik. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membongkar tanah penutup yang tidak mungkin dilakukan oleh ripper.

Setelah dilakukan pembongkaran kemudian tanah penutup tersebut ada yang langsung dimuat. Tetapi di beberapa tempat dimana diperlukan kegiatan penggaruan dan penggusuran, kegiatan tersebut dilakukan oleh bulldozer. Bulldozer akan membantu mendorong material tanah penutup menuju ke tempat dimana alat muat siap untuk melakukan kegiatan pemuatan. Pemuatan dan Pengangkutan Alat muat yang digunakan adalah hydraullic excavator ( back hoe ). Back hoe adalah alat gali yang umumnya digunakan untuk menggali dan memuat material. Back hoe dapat digunakan pada daerah berdaya dukung rendah Karena alat ini bergerak dengan menggunakan rantai, tetapi kekurangan dari alat ini adalah mobilitasnya rendah sehingga terkadang diperlukan bulldozer untuk membawa material menuju ke alat muat. Lapisan tanah penutup selanjutnya diangkut ke lokasi penimbunan sejauh kurang lebih 1000 m. 2) Penambangan Batubara Batubara digusur memakai garukan dan hasil bongkaran dimuat mamakai Back Hoe ke dalam alat angkut untuk selanjutnya diangkut menuju unit peremukan yang berjarak kurang lebih 14 km dengan daya tampung 60.000 ton. Selanjutnya dari unit peremukan akan diangkut menuju ke lokasi penampungan di pelabuhan dengan jarak 37 km, dengan daya tampung 10.000 ton. Setelah sampai di pelabuhan, batubara akan diangkut kembali oleh roda berjalan (belt conveyor) untuk dimuatkan ke dalam tongkang untuk selanjutnya menuju ke kapal sejauh 5 km di tengah laut.