Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN II PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS RIAU

Nama Mahasiswa/ NIM: Cecillia Nova/ 1011113893 Ruang Tanggal praktik Pembimbing : TPA TAT TWAM ASI : 26-28 Nov 2012 : Riri Novayelinda, MNg

Pada tanggal 28 November 2012 dilakukan pemeriksaan fisik, DDST, dan antropometri pada anak Afiah Ghaisani (2 tahun 10 bulan 16 hari) dan Fathir (8bulan 5 hari). Adapun hasil dari pemeriksaan tersebut yakni:

1. Afiah Ghaisani (2 tahun 10 bulan 16 hari)


DDST o Personal social Pada aspek personal social, tidak terdapat Fail, Caution, Advance dan Delay. sendiri, Perawat melihat bahwa anak dapat memakai t-shirt beberapa nama temannya, mencuci dan menyebutkan

mengeringkan tangan, dan berdasarkan observasi perawat saat anak dimandikan oleh pengasuh, perawat melihat bahwa anak masih dibantu dalam menyikat gigi dan anak mampu melakukannya. Sehingga disimpulkan bahwa perkembangan aspek personal social anak adalah Normal. o Adaptif- motorik halus Pada aspek adaptif- motorik halus, tidak terdapat fail, caution, advance dan delay. Anak mampu membuat menara dari 6 kubus. Akan tetapi, anak menolak saat perawat meminta anak untuk menggoyangkan ibu jarinya dan perawat tidak memiliki kesempatan

untuk meminta anak meniru garis vertical (No Opportunity). Jadi, perkembangan aspek adaptif- motorik halus anak adalah Normal. o Bahasa Pada aspek bahasa, terdapat 2 fail dan tidak terdapat caution dan delay. Anak mampu untuk menyebut menunjuk 4 gambar, mengetahui 1 bagian tubuh, mengetahui 4 kegiatan (anak mengetahui kegiatan menyimpan piring, membuang sisa makanan, menyanyi, bermain, minum susu, mandi, dll), anak mengerti 2 kata sifat (anak mengerti panas, besar, dan kecil), anak mengetahui kegunaan 3 benda (anak mengetahui kegunaan sendok, kertas, dan pena). Akan tetapi, anak tidak mampu mengenal warna dan pembicaraanya sering tidak dimengerti oleh perawat. Pada garis umur anak, test mengenal warna dan semua pembicaraan dimengerti, persentase kelulusannya dibawah 50%, sehingga kegagalan anak dalam test ini dianggap OK. Jadi, perkembangan aspek bahasa anak adalah baik (Normal). o Motorik kasar Pada aspek motorik kasar, terdapat 1 advance dan tidak terdapat fail, caution, dan delay. Anak mampu menendang bola ke depan, melompat, melempar bola dengan lengan ke atas, dan berdiri 1 kaki selama 3 detik. Namun, perawat tidak dapat melakukan pemeriksaan pada test lompat jauh dan melompat dengan 1 kaki karena anak menolak untuk melakukannya (No Opportunity). Jadi, perkembangan aspek motorik kasar anak berkembang dengan baik (Normal) Antropometri BB: 12 kg TB: 90 cm Lila: 15.5 cm Ling. Perut: 49 cm Ling. Dada: 48 cm

Ling. Kepala: 45 cm Berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), BB dan TB anak sesuai untuk usia perkembangannya (2 tahun 10 bulan) dan tidak ditemukan adanya tanda- tanda kelainan gizi. Pemeriksaan fisik a. Nutrisi: baik b. Kepala: bersih, bentuk wajah simetris, tidak terdapat luka
c. mata: simetris, sclera berwarna putih, tidak terdapat radang

pada kelopak mata, reflek kedip baik, konjungtiva tidak anemis, tidak ikterik, reflex pupil baik dan dapat melihat dengan jelas. d. Telinga: posisi, bentuk dan ukuran simetris, bersih, tidak terdapat lesy dan fungsi pendengaran baik. e. Hidung: simetris, tidak terdapat inflamasi, dan terdapat secret.
f. Mulut: simetris, warna merah muda, tidak terdapat kelainan

congenital (sumbing), lembab, tidak terdapat lesi, gigi depan patah 2 buah, tidak ada gigi berlubang, gigi berwarna putih kecuali gigi bagian samping depan terlihat kecoklatan, tidak terdapat lesi pada rongga mulut dan lidah, dan tidak ada pembengkakan tonsil. g. Leher: simetris, bentuk lurus ditengah, warna kulit lebih gelap dari warna kulit wajah, tidak terdapat pembengkakan tiroid, dan posisi trakea lurus ditengah. h. Dada: ekspansi paru simetris, tidak terdapat nyeri tekan, dan tidak terdapat peradangan, bunyi nafas dan frekuensi jangtung normal. i. Perut: bunyi bising usus dullness, warna terang, tidak ada asites, simetris, tidak ada nyeri tekan j. Genitalia: tidak terkaji k. Punggung: vertebra berbentuk S l. Ekstremitas: kaki dan tangan simetris, tidak ada lesi, fraktur, edema, dll m. Kulit: tidak ikterik, bersih, berwarna terang, tidak sianosis

2. Fathir (8 bulan 5 hari)


DDST o Personal social Pada aspek personal social, terdapat 2 fail dan 1 delay. Anak mampu menyatakan keinginannya, namun anak belum mampu untuk makan sendiri, tepuk tangan, dan daag- daag dengan tangan. Berdasarkan garis umur, pada test makan sendiri, seharusnya anak sudah dapat melakukannya sendiri karena persentase kelulusannya diatas 95%. Maka hasil test ini dikatakan Delay. Dan pada test menyatakan keinginan dan mendaag-daag dengan tangan, persentase kelulusan untuk umur anak dibawah 50%, sehingga kegagalan anak dalam test ini dianggap OK. Jadi, karena terdapat 1 delay, maka perkembangan personal social anak adalah Suspect. o Adaptif- motorik halus Pada aspek motorik halus, tidak terdapat fail, caution, advance, dan delay. Anak mampu menggaruk manic- manic, memindahkan kubus, mengambil 1 kubus, memegang dengan ibu jari, membenturkan 2 kubus dan memiliki usaha untuk meraih. Namun, perawat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan test mencari benang karena o Bahasa Pada aspek bahasa, terdapat 3 fail dan 2 caution. Anak mampu menoleh ke arah suara dan mengoceh. Akan tetapi, anak tidak mampu meniru bunyi kata-kata, mengucapkan papa mama tidak spesifik, dan mengucapkan papa mama spesifik. Pada test papa mama spesifik, persentase kelulusan anak dibawah 50%, sehingga kegagalan anak dalam test ini dianggap OK. Sementara, pada test papa mama tidak spesifik dan meniru bunyi kata-kata, persentase kelulusan anak diatas ketidaktersediaan bahan (No Opportunity). Jadi, perkembangan motorik halus anak adalah Normal.

80%, sehingga kegagalan anak dalam test ini disebut Caution. Perawat tidak memiliki kesempatan untuk melakukan test satu silabel dan kombinasi dua silabel (No Opportunity). Jadi, perkembangan bahasa anak adalah Suspect. o Motorik kasar Pada aspek motorik kasar, terdapat 3 fail dan tidak terdapat caution dan delay. Anak mampu duduk tanpa pegangan dan berdiri dengan pegangan, namun anak tidak mampu bangkit untuk berdiri, bangkit terus duduk, dan berdiri 2 detik. Pada test bangkit berdiri dan bangkit terus duduk, persentase kelulusan dibawah 50%, sehingga kegagalan anak dalam test ini OK. Jadi, perkembangan motorik kasar anak Normal. Antropometri BB: 8 kg TB: 69 cm Lila: 14 cm Ling. Kepala: 42 cm Ling. Perut: 39 cm Ling. Dada: 40 cm Berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), BB dan TB anak sesuai untuk usia perkembangannya (8 bulan) dan tidak ditemukan adanya tanda- tanda kelainan gizi. Pemeriksaan fisik a. Kepala: bersih, bentuk wajah simetris, tidak terdapat luka
b. mata: simetris, sclera berwarna putih, tidak terdapat radang

pada kelopak mata, reflek kedip baik, konjungtiva tidak anemis, tidak ikterik, reflex pupil baik dan dapat melihat dengan jelas. c. Telinga: posisi, bentuk dan ukuran simetris, bersih, tidak terdapat lesy dan fungsi pendengaran baik.

d. Hidung: simetris, tidak terdapat inflamasi, dan terdapat secret. e. Mulut: simetris, warna merah muda, tidak terdapat kelainan congenital (sumbing), lembab, tidak terdapat lesi, gigi depan patah 2 buah, gigi belum tumbuh, tidak terdapat lesi pada rongga mulut dan lidah, dan tidak ada pembengkakan tonsil. f. Leher: simetris, bentuk lurus ditengah, warna kulit lebih gelap dari warna kulit wajah, tidak terdapat pembengkakan tiroid, dan posisi trakea lurus ditengah. g. Dada: ekspansi paru simetris, tidak terdapat nyeri tekan, dan tidak terdapat peradangan, bunyi nafas dan frekuensi jangtung normal. h. Perut: bunyi bising usus dullness, warna terang, tidak ada asites, simetris, tidak ada nyeri tekan i. Genitalia: tidak terkaji j. Punggung: vertebra berbentuk S k. Ekstremitas: kaki dan tangan simetris, tidak ada lesi, fraktur, edema, dll l. Kulit: tidak ikterik, bersih, berwarna terang, tidak sianosis

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pemeriksaan DDST pada Afiah Ghaisani, didapatkan 2 Untestable pada motorik halus dan motorik kasar. Sehingga anak direkomendasikan untuk rujukan test Untestable dan dilakukan skrining ulang 1 sampai 2 minggu ke depan. Berdasarkan hasil pemeriksaan DDST pada Fathir, didapatkan 1 Untestable pada bahasa, 1 delay pada personal social, dan 2 caution pada bahasa. Sehingga anak direkomendasikan untuk rujukan test Untestable dan dilakukan skrining ulang 1 sampai 2 minggu ke depan.