P. 1
AKREDITASI

AKREDITASI

|Views: 77|Likes:
Dipublikasikan oleh Duta Baweanto

More info:

Published by: Duta Baweanto on Dec 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2013

pdf

text

original

DAFTAR ISI Hal Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. RASIONAL B. TUJUAN PEDOMAN AKREDITASI C.

SASARAN PEDOMAN AKREDITASI SISTEM AKREDITASI A. DASAR HUKUM B. PENGERTIAN C. TUJUAN D. SASARAN E. RUANG LINGKUP F. PENDEKATAN G. MANFAAT PELAKSANAAN A. BADAN AKREDITASI B. TIM PENILAI C. PERANGKAT D. MEKANISME DAN PROSEDUR PELAKSANAAN AKREDITASI SMK E. PERSYARATAN F. PEMBIAYAAN SISTEM PENILAIAN A. PROSEDUR PENILAIAN B. PERINGKAT DAN KEWENANGAN C. SERTIFIKASI PELAPORAN A. JENIS LAPORAN B. PROSEDUR PELAPORAN PENUTUP i 1 1 2 2 3 3 3 4 4 4 5 6 7 7 10 12 12 14 14 15 15 16 18 19 19 19 20

BAB II

BAB III

BAB IV

BAB V

BAB VI

i

BAB I PENDAHULUAN A. RASIONAL 1. Tuntutan Era Global yang diwarnai : ◙ Persaingan tenaga kerja yang semakin ketat; ◙ Keterbukaan bursa kerja ditingkat Internasional; ◙ Multy Skill yang komperatif dan kompetitif; ◙ Kompetensi individu dan team work yang solid; ◙ Profesionalisme yang tinggi. Menuntut adanya langkah antisipasi dan proaktif, salah satu langkah tersebut adalah peningkatan mutu sumber daya manusia ( SDM ). Peningkatan tersebut dilakukan secara terprogram, bertahap, dan berkelanjutan serta konstekstual dengan mensinergikan seluruh sumber daya internal dan eksternal. 2. Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) sebagai sub sistem pendidikan nasional yang bertanggung jawab dalam penyiapan SDM tingkat menengah yang handal, dituntut untuk menerapkan prinsip demand driven, job oriented, dan dual based program, yang berorientasi kepada kebutuhan pasar bahkan mampu mengembangkan inovasi untuk mempengaruhi perubahan kebutuhan pasar sehingga dapat mewujudkan kepuasan pelanggan. 3. Pengembangan Manajemen Diklat Berbasis Masyarakat Peran masyarakat dalam proses diklat sebagai wujud Akuntabilitas, dapat dilakukan dengan pengelolaan sekolah menggunakan pendekatan manajemen berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut merupakan langkah strategis untuk menghasilkan SDM berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Manajemen berbasis masyarakat dapat diwujudkan dalam bentuk keikutsertaan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan , dan evaluasi diklat SMK yang meliputi input, proses output, outcome. Untuk mengukur tingkat keberhasilan proses tersebut dilakukan akreditasi sekolah dengan pendekatan external evaluation. Akreditasi Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) merupakan proses pengakuan kualifikasi lembaga dan program keahlian melalui pengukuran dan penilaian kinerja SMK dengan menggunakan perangkat yang telah ditetapkan. Proses tersebut dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah secara terprogram, terpadu, menyeluruh, dan berkelanjutan.

1

Agar proses Akreditasi dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan, maka diperlukan pedoman pelaksanaan akreditasi yang informatif dan komunikatif. B. TUJUAN PEDOMAN AKREDITASI Tujuan Umum Memberikan pedoman bagi pelaksana akreditasi, Sekolah Menengah Kejuruan, dan pihak lain yang terkait dalam pelaksanaan akreditasi Tujuan Khusus 1. Pelaksana akreditasi melaksanakan tahapan proses akreditasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2. Pelaksana akreditasi melakukan evaluasi dan menyusun laporan hasil akreditasi ke Badan Akreditasi Sekolah ( BAS ) Provinsi. 3. BAS Provinsi menyusun laporan hasil akreditasi ke Badan Akreditasi Sekolah Nasional C. SASARAN PEDOMAN AKREDITASI Sasaran yang diharapkan memahami pedoman ini adalah : 1. BAS Provinsi 2. Dinas Pendidikan Provinsi / Kabupaten / Kota 3. Tim Penilai 4. Sekolah Menengah Kejuruan 5. Unsur-unsur yang berkepentingan dan mempengaruhi ( Stake Holder ) 6. dan pihak lain yang terkait.

2

BAB II SISTEM AKREDITASI A. DASAR HUKUM 1. Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( Lembaran Negara Tahun 1989 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3390 ); 2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839 ) ; 3. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas ) Tahun 2000-2004 ( Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 206 ); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah ( Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2414 ) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 1998 ( Lembaran Negara 1998 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3764 ; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Otonom ( Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, tambahan Lembaga Negara Nomor 3952); 6. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen , sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001; 7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2001 tentang kedudukan , tugas, fungsi, kewenangan, susunan organisasi dan tata kerja Departemen. 8. Kepmendikbud Nomor 0490/U/1992 tentang Sekolah Menengah Kejuruan; 9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 053/U/2001 tentang Penyusunan Standar Pelayanan Minimal ; 10. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 087/U/2002 tentang Akreditasi Sekolah. B. PENGERTIAN Akreditasi Sekolah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan suatu sekolah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan.

3

C. TUJUAN 1. Memperoleh gambaran kinerja sekolah yang dapat digunakan sebagai alat pembinaan dan pengembangan serta peningkatan mutu pendidikan. 2. Menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam menyelenggarakan pelayanan pendidikan. D. SASARAN Sasaran Akreditasi adalah SMK Negeri dan Swasta yang memenuhi persyaratan. E. RUANG LINGKUP Ruang lingkup Akreditasi SMK meliputi : 1. Akreditasi Kelembagaan Akreditasi kelembagaan merupakan penilaian terhadap SMK sebagai lembaga pendidikan. Komponen yang diakreditasi adalah : a. Kurikulum / PBM; b. Organisasi , Administrasi dan Manajemen; c. Sarana dan Prasarana d. Ketenagaan; e. Pembiayaan; f. Peserta Didik / Siswa; g. Peran serta Masyarakat; h. Lingkungan / Kultur Sekolah. Komponen–komponen yang terdapat dalam Akreditasi Kelembagaan mencerminkan hal-hal yang bersifat umum (misal komponen kurikulum/PBM mencerminkan tentang kebijakan mutu dalam penyelenggaraan kurikulum dan menajamen administrasi kurikulum) 2. Akreditasi Program Keahlian Akreditasi program keahlian merupakan penilaian terhadap program keahlian yang dimiliki oleh SMK yang bersangkutan. Komponen yang diakreditasi antara lain : a. Kurikulum / PBM b. Sarana dan Prasarana c. Guru dan Teknisi d. Peserta Didik / Siswa e. Unit Produksi f. Tamatan

4

Komponen komponen yang terdapat dalam Akreditasi Program Keahlian mencerminkan hal-hal yang bersifat khusus pada program keahlian ( misal komponen kurikulum / PBM mencerminkan operasional dari kebijakan mutu lembaga dalam penyelenggaraan kurikulum ). F. PENDEKATAN Akreditasi SMK merupakan pendekatan Contex, input, process, output dan outcome. Contex adalah keterkaitan lingkungan eksternal SMK yang mempengaruhi kegiatan pendidikan dan pelatihan di sekolah. Lingkungan eksternal tersebut antara lain kebijakan pemerintah, peran serta masyarakat, perkembangan lapangan kerja. Input adalah segala sumber daya dan instrumen pengelolaan yang diperlukan untuk berlangsungnya proses pendidikan . Input SMK terdiri dari kurikulum, peserta diklat, tenaga pendidikan, fasilitas, organisasi, instrumen pengelolaan dan pembiayaan. Process adalah semua kegiatan yang merubah input menjadi output. Process tersebut meliputi pengelolaan kelembagaan, pengelolaan program keahlian, pengelolaan KBM, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, pengelolaan unit produksi, pengelolaan lingkungan dan pembinaan kegiatan ekstra kurikuler. Output adalah tamatan berdasarkan kuantitas dan kualitas Outcome adalah manfaat hasil belajar tamatan SMK dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dalam pembobotan komponen akreditasi didasarkan pada Key Result Area dan Key Behavior Area. Key Result Area adalah komponen – komponen yang merupakan kunci keberhasilan SMK, antara lain pengakuan DU/DI terhadap kompetensi tamatan yang diwujudkan adanya sertifikat kompetensi tamatan dari DU/DI dan keterserapan tamatan. Key Behavior Area artinya bobot didasarkan pada pentingnya peran komponen tersebut di dalam keseluruhan aspek penyelenggaraan pendidikan di SMK. Key Behavior Area adalah bidang atau aspek-aspek perilaku dalam kegiatan SMK yang merupakan faktor yang signifikan turut menentukan ketercapaian tujuan SMK tersebut, antara lain seperti organisasi dan manajemen SMK, tenaga kependidikan dan fasilitas dalam mewujudkan misi SMK tersebut.

5

G. MANFAAT Manfaat Akreditasi adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Menyediakan informasi yang akurat kepada masyarakat tentang mutu suatu sekolah. Memberikan masukan kepada pihak yang memerlukan, untuk bahan pembinaan dan peningkatan mutu layanan sekolah. Sebagai umpan balik untuk SMK yang bersangkutan Membantu calon peserta didik dan orangtua siswa dalam menentukan pilihan sekolah dan program keahlian. Memudahkan pengguna tenaga kerja dalam memilih dan merekrut calon tenaga yang dibutuhkan.

6

BAB III PELAKSANAAN A. BADAN AKREDITASI Akreditasi sekolah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS). BAS merupakan badan non struktural yang bersifat independen. BAS terdiri atas BAS Nasional, BAS Provinsi, dan BAS Kabupaten / Kota. Akreditasi Sekolah Menengah Kejuruan dilakukan oleh BAS Provinsi. 1. Badan Akreditasi Sekolah Nasional ( BAS-Nas ) Badan Akreditasi Sekolah Nasional dibentuk dan ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Badan Akreditasi Sekolah Nasional dapat membentuk Tim Ahli dan diberi kewenangan untuk menjalankan fungsi dan tugasnya dalam pengembangan sistem akreditasi sekolah. a. Organisasi Organisasi Badan Akreditasi Sekolah Nasional terdiri atas : 1) Ketua merangkap anggota 2) Sekretaris merangkap anggota 3) Anggota Ketua dan Sekretaris BAS dipilih oleh dan dari anggota Organisasi dapat dikembangkan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kepentingan organisasi. b. Kependudukan Badan Akreditasi Sekolah Nasional berkedudukan di Jakarta dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sekretariat yang berada di Ditjen Dikdasmen. c. Keanggotaan 1) Unsur Keanggotaan Anggota Badan Akreditasi Sekolah Nasional dapat diambil dari unsur pemerintah dan masyarakat, antara lain : a) Depdiknas/Deperindag, Depnaker b) Dunia Usaha / Industri c) Asosiasi Profesi d) Pakar / Ahli Pendidikan

7

2) Kriteria Anggota a) Latar belakang pendidikan minimal S1/mempunyai kepakaran setara. b) Memiliki akses industri/lembaga yang relevan/memiliki wawasan pendidikan. 3) Masa Keanggotaan Masa keanggotaan Badan Akreditasi Sekolah Nasional adalah 4 ( empat ) tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode berikutnya. 4) Jumlah Anggota Anggota BAS sekurang-kurangnya 11 orang dan sebanyak-banyaknya sesuai dengan keperluan serta berjumlah gasal. d. Tugas dan Fungsi 1) BAS-Nasional mempunyai tugas merumuskan kebijakan melaksanakan sosialisasi kebijakan tentang akreditasi sekolah. dan

2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ) BAS-Nasional mempunyai fungsi : a). Merumuskan kebijakan dan menetapkan perangkat akreditasi sekolah; b). Melaksanakan sosialisasi kebijakan dan perangkat akreditasi sekolah; c). Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan akreditasi sekolah ; d). Memberikan rekomendasi tentang tindak lanjut hasil akreditasi ; e). Melaporkan hasil akreditasi sekolah secara nasional ; f). Melaksanakan ketatausahaan BAS-Nasional . 3) Menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BAS – Nasional 4) Melaporkan semua Pendidikan Nasional 2. Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Badan Akreditasi Sekolah Provinsi melaksanakan akreditasi dengan menggunakan kebijakan dan perangkat akreditasi SMK yang ditetapkan BASNasional . Dalam melaksanakan tugasnya Badan Akreditasi Sekolah Provinsi dapat membentuk Tim Penilai. kegiatan BAS-Nasional kepada Menteri

8

Badan Akreditasi Sekolah Provinsi dibentuk dan ditetapkan oleh Gubernur. a. Organisasi Organisasi Badan Akreditasi Sekolah Provinsi terdiri dari : 1) Ketua merangkap anggota 2) Sekretaris merangkap anggota 3) Anggota Organisasi dapat dikembangkan sesuai dengan tingkat kebutuhan dan kepentingan organisasi. b. Kedudukan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi berkedudukan di Ibukota Provinsi, dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh sekretariat yang berada di Dinas Pendidikan Provinsi. c. Keanggotaan 1) Unsur Keanggotaan Anggota Badan Akreditasi Sekolah Provinsi dapat diambil dari unsur pemerintah dan atau pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, antara lain : a) Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja Provinsi b) Dunia Usaha / Industri c) Majelis Pendidikan Provinsi d) Asosiasi Profesi e) Pakar / Ahli Pendidikan / Praktisi / Widyaiswara 2) Kriteria Anggota a) Latar belakang pendidikan minimal S1 / memiliki kepakaran dibidangnya b) Memiliki akses industri / lembaga yang relevan / memiliki wawasan pendidikan. 3) Masa Keanggotaan Masa keanggotaan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi adalah 4 ( empat ) tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali periode berikutnya. 4) Jumlah Anggota Anggota BAS sekurang-kurangnya 11 orang dan sebanyak-banyaknya sesuai dengan keperluan serta berjumlah gasal.

9

d. Tugas dan fungsi 1). BAS-Provinsi mempunyai tugas melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan akreditasi. 2). Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1 ), BAS – Provinsi mempunyai tugas ; a). Melaksanakan sosialisasi kebijakan tentang akreditasi SMK; b). Melaksanakan akreditasi SMK; c). Menetapkan peringkat akreditasi, menerbitkan sertifikat dan mempublikasikan hasil akreditasi SMK; d). Melaporkan hasil akreditasi sekolah tingkat provinsi; e). Melaksanakan ketatausahaan BAS-Provinsi f). Menyusun rencana kerja akreditasi sekolah di wilayah; g). Mengkoordinasikan pelaksanaan akreditasi sekolah di provinsi; h). Dalam melakukan akreditasi, Badan Akreditasi Sekolah membentuk Tim Penilai melalui seleksi dan pelatihan. i). Menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BAS – Provinsi B. TIM PENILAI Pembentukan Tim Tim penilai merupakan pelaksana akreditasi yang dibentuk oleh Badan Akreditasi Sekolah Provinsi dan bersifat “ ad hock “ sesuai keperluan. Tim penilai tersebut beranggotakan minimal 3 orang setiap program keahlian dan 3 orang untuk kelembagaan. Tim Penilai terdiri dari unsur : a. Dunia Usaha / Dunia Industri b. Assosiasi Profesi c. Pakar / Ahli Pendidikan / Widyaiswara / Instruktur / Pengawas / Pengamat pendidikan yang relevan dengan SMK. Persyaratan Anggota Tim Anggota Tim Penilai akreditasi SMK harus memenuhi persyaratan , yaitu : a. Persyaratan untuk menjadi anggota tim penilai sebagai berikut : 1). Kualifikasi pendidikan sekurang-kurangnya S1 aatau sederajat; 2). Menguasai prinsip dasar pelaksanaan akreditasi sekolah ; 3). Telah mengikuti sosialisasi / workshop / pendidikan dan pelatihan akreditasi sekolah di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

10

b. c. d. e.

4). Memiliki wawasan dan kompetensi dibidang pendidikan Memiliki akses industri / lembaga yang relevan Memahami system dan pengelolaan pendidikan menengah kejuruan Pernah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikat sebagai petugas akreditasi SMK. Sanggup dan mampu melaksanakan akreditasi sesuai dengan aturan dan jadwal yang telah ditetapkan. Masa Jabatan

Masa jabatan anggota tim adalah 1 tahun dan dapat diangkat kembali setelah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil evaluasi. Pelatihan Tim Penilai Pelatihan tim penilai dilakukan dalam rangka memberikan bekal pengetahuan tentang sistem akreditasi kepada calon anggota tim penilai, pelaksanaan pelatihan diselenggarakan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi dengan memberikan sertifikat. Etika Tim Penilai Agar pelaksanaan akreditasi berjalan lancar, tim penilai harus mengikuti etika sebagai berikut : a. Bertindak sesuai dengan ruang lingkup tugas dan tanggung jawabnya. b. Tidak melakukan perbuatan yang menimbulkan kesan kurang baik atau membebani tugas-tugas rutin sekolah. c. Tidak memanfaatkan akreditasi untuk kepentingan pribadi d. Bekerja penuh rasa tanggung jawab dan mengikuti mekanisme pelaksanaan akreditasi secara konsisten. e. Melaksanakan tugas secara profesional dalam arti menunjukkan keahlian dibidangnya, menguasai standar mutu, memiliki komitmen moral, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. f. Saling menghormati sesama anggota tim g. Bekerja dalam satu tim, tercermin adanya kesatuan dalam tindakan h. Menjaga kerahasiaan hasil penilaian terhadap penggunaan yang tidak tepat, karena hal ini menyangkut martabat pihak yang dinilai. i. Menghindarkan diri dari situasi yang dapat menurunkan obyektifitas penilaian. j. Mengkomunikasikan temuan-temuan pada saat temu akhir kepada pihak sekolah. k. Tidak mengekspos secara langsung ketidaksesuaian informasi dari responden. l. Tidak menunjukkan rasa tidak puas secara terbuka selama proses penilaian walaupun merasa kecewa dengan hasil unjuk kerja sekolah.

11

Sanksi Anggota Tim Penilai Bagi anggota Tim Penilai yang melanggar etika dan prosedur akan diberikan sanksi sebagai anggota tim penilai dalam bentuk teguram lisan, tertulis atau di non aktifkan dari keanggotaan tim penilai. C. PERANGKAT Perangkat Akreditasi terdiri dari : 1. Pedoman Pelaksanaan Akreditasi 2. Instrumen Akreditasi Kelembagaan 3. Instrumen Akreditasi Program Keahlian 4. Petunjuk Penilaian D. MEKANISME DAN PROSEDUR PELAKSANAAN AKREDITASI SMK

1
BADAN AKREDITASI SEKOLAH NASIONAL DINAS PENDIDIKAN PROVINSI

2

9 3
BAS PROVINSI Tim Penilai MENDAFTARKAN DIRI UNTUK DIAKREDITASI

6

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN / KOTA

8 10

5 7 4

SMK, SMU DAN SLB
SEKOLAH MELAKUKAN PENGKONDISIAN SESUAI DENGAN PERANGKAT AKREDITASI MEMBERIKAN PERANGKAT AKREDITAS

12

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. BAS Nas melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi, dalam persiapan pelaksanaan akreditasi SMK di Provinsi. BAS Nas melakukan sosialisasi kebijakan tentang akreditasi kepada BAS Provinsi. BAS Provinsi menginformasikan tentang program penyelenggaraan akreditasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota menginformasikan kebijakan dan rencana akreditasi kepada sekolah berikut perangkat akreditasi. Setelah memperoleh informasi, SMK mengkondisikan diri dan mendaftarkan ke Dinas Pendidikan Kebupaten / Kota atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menunjuk SMK yang sudah waktunya untuk diakreditasi . Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melakukan kajian terhadap sekolah-sekolah calon sasaran akreditasi, selanjutnya mengusulkan ke BAS Provinsi . BAS Provinsi bersama-sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menetapkan sasaran dan jadwal pelaksanaan akreditasi. Dinas Pendidikan Kebupaten / Kota memberitahukan kepada SMK sebagai sasaran akreditasi dan jadwal pelaksanaan akreditasi. Tim Penilai melaksanakan penilaian di SMK dengan prosedur dan perangkat yang telah ditetapkan, selanjutnya Tim Penilai melaporkan hasil penilaiannya kepada BAS Provinsi sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Berdasarkan laporan dari Tim Penilai, maka BAS Provinsi menetapkan peringkat serta menerbitkan sertifikat akreditasi. Hasil penilaian akreditasi dilaporkan kepada Gubernur / Kepala Daerah dengan tembusan BAS Nas, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota. BAS Provinsi menyerahkan sertifikat akreditasi kepada SMK yang bersangkutan

6.

7. 8.

9.

10.

13

E. PERSYARATAN SMK Negeri /Swasta yang dapat diakreditasi adalah SMK yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut : 1. 2. 3. Memiliki SK kelembagaan UPT/izin operasional pendirian sekolah Memiliki siswa pada semua tingkatan kelas Memiliki sarana prasarana pendidikan :  Gedung / hak penggunaan bangunan atas dasar kontrak/kerjasama yang lain minimal 5 tahun.  Fasilitas praktek/dapat menunjukkan kerjasama penggunaan fasilitas praktik yang relevan dengan pihak ketiga minimal 1 tahun. 4. Memiliki tenaga kependidikan ( guru tetap / guru kontrak minimal 1 tahun, sesuai dengan program keahlian yang diselenggarakan minimum 3 orang per program keahlian ). 5. Melaksanakan kurikulum nasional 6. Telah menamatkan peserta didik F. PEMBIAYAAN Biaya kegiatan akreditasi sekolah dibebankan kepada anggaran pendidikan dari pemerintah, pemerintah daerah, dan sumber lain yang relevan. Tata cara pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan kegiatan akreditasi sekolah berpedoman pada prinsip efisiensi, efektivitas, keterbukaan, akuntabilitas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

14

BAB IV SISTEM PENILAIAN A. PROSEDUR PENILAIAN
Pembekalan Petugas Oleh BAS Provinsi

Petugas melapor Ke Kepala Dinas setempat

Temu awal Tim  Kepal a Sekolah  Staf

   

Informasi awal Maksud dan tujuan Strategi pelaksanaan Responden

PENGUMPULAN DATA Wawancara Observasi Studi Dokumen

Pengolahan Hasil

Temu Akhir dan Penandatanganan berita acara hasil penilaian

Penyerahan Laporan Hasil Penilaian

15

Keterangan : 1. Sebelum Tim Penilai melakukan tugasnya diberikan pembekalan oleh Badan Akreditasi Sekolah Provinsi. Materi pembekalan meliputi strategi pelaksanaan , jadwal, lokasi, tugas, dan tanggung jawab serta perangkat akreditasi. 2. Tim Penilai melapor kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota setempat untuk menginformasikan tentang maksud dan tujuan pelaksanaan penilaian serta strategis pelaksanaannya. 3. Temu awal dilakukan dengan Kepala Sekolah dan staf yang ditunjuk untuk memberikan informasi tentang maksud dan tujuan , strategi pelaksanaan dan penetapan responden. 4. Tim Penilai mengumpulkan data dan informasi dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data dan informasi tersebut digunakan sebagai dasar untuk menetapkan skor dari setiap komponen penilaian. Untuk memperoleh validitas data, tim penilai dapat melakukan cek silang data tersebut yang bersumber dari pihak internal dan external. 5. Temu akhir Tim Penilai dengan Kepala Sekolah dan staf untuk memberikan temuan dan masukan terhadap sekolah. Tim Penilai bersama Kepala Sekolah menandatangani Berita Acara hasil penilaian akreditasi. 6. Tim Penilai melaporkan hasil penilaian kepada Badan Akreditasi Sekolah Provinsi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. B. PERINGKAT DAN KEWENANGAN 1. Peringkat Peringkat akreditasi merupakan klasifikasi yang ditetapkan kepada SMK berdasarkan hasil penilaian. Akreditasi SMK meliputi kelembagaan dan program keahlian, hasil akreditasi sekolah dinyatakan dalam peringkat akreditasi sekolah yang terdiri atas 3 klasifikasi sebagai berikut : A ( Amat Baik ) B ( Baik ) C ( Cukup ) Tidak terakreditasi ( bagi SMK yang nilai akreditasinya kurang dari C )

16

a.

Kriteria Klasifikasi Peringkat Akreditasi Lembaga A ( Amat Baik ) B ( Baik ) C ( Cukup ) Tidak terakreditasi = Skor 9001 s.d. 10000 = Skor 7001 s.d. 9000 = Skor 5000 s.d. 7000 = Skor kurang dari 5000

b.

Klasifikasi Program Keahlian dapat merujuk kepada ketentuan : A** = • Skor 9001 s.d. 10000 • Sertifikasi uji kompetensi tamatan berstandar nasional > 50 % rata-rata 3 tahun terakhir • Keterserapan tamatan pada industri bertaraf internasional ≥ 25 % rata-rata 3 tahun terakhir. = • Skor 9001 s.d. 10000 • Sertifikasi uji kompetensi tamatan berstandar nasional > 50 % rata-rata 3 tahun terakhir • Keterserapan tamatan pada industri bertaraf nasional ≥ 25 % rata-rata 3 tahun terakhir. = Skor 9001 s.d. 10000 = Skor 7001 s.d. 9000 = Skor 5000 s.d. 7000 = Skor kurang dari 5000

A*

A ( Amat Baik ) B ( Baik ) C ( Cukup ) Tidak terakreditasi 2. Kewenangan

Pada setiap peringkat akreditasi Program Keahlian SMK akan diberikan wewenang dengan ketentuan sebagai berikut : a. Peringkat A ( Amat Baik ) diberikan wewenang : 1) Sebagai tempat “ bench marking “ bagi SMK sekitarnya dalam hal manajerial dan teknis sesuai dengan program keahliannya. 2) Menyelenggarakan diklat atau pendidikan kejuruan bagi masyarakat 3) Dapat menjadi sekolah penyelenggara Ujian Akhir Nasional

17

4) Dapat menyenggarakan Uji Kompetensi bekerja sama dengan assosiasi/lembaga profesi yang terkait/sesuai dengan program keahlian yang diujikan. b. 1). 2). 3). Peringkat B ( Baik ) diberikan wewenang Menyelenggarakan diklat atau pendidikan kejuruan bagi masyarakat. Dapat menjadi sekolah penyelenggaraan Ujian Akhir Nasional. Dapat menyelenggarakan Uji Kompetensi bekerja sama dengan assosiasi/ lembaga profesi yang terkait/sesuai dengan program keahlian yang diujikan.

c. Jenjang C ( Cukup ) 1). Dapat menjadi sekolah penyelenggara Ujian Akhir Nasional 3. Ketentuan tentang peringkat dan kewenangan akreditasi 1). Peringkat akreditasi sekolah berlaku selama 4 ( empat ) tahun terhitung sejak ditetapkan peringkat akreditasinya. 2). Sekolah diwajibkan mengajukan permohonan akreditasi ulang, sebelum 6 ( enam ) bulan masa berlakunya peringkat akreditasi berakhir. 3). Sekolah yang menghendaki untuk diakreditasi ulang dapat mengajukan permohonan sekurang-kurangnya setelah 1 ( satu ) tahun terhitung sejak ditetapkan peringkat akreditasi. 4). Sekolah yang peringkat akreditasi berakhir masa berlakunya dan telah mengajukan akreditasi ulang tetapi belum dilakukan akreditasi oleh BAS Provinsi / kabupaten / kota sesuai dengan kewenangannya maka sekolah yang bersangkutan masih tetap menggunakan peringkat akreditasi terdahulu. C. SERTIFIKASI 1. Badan Akreditasi Sekolah Provinsi dapat meninjau kembali peringkat akreditasi sekolah , apabila kinerjanya tidak mencerminkan sesuai peringkat akreditasinya yang telah ditetapkan. 2. Sekolah diperkenankan mempublikasikan hasil akreditasi kepada masyarakat umum setelah memperoleh pengumuman hasil akreditasi secara resmi dari Badan Akreditasi Sekolah Provinsi.

18

BAB V PELAPORAN A. Jenis Laporan Laporan Akreditasi meliputi : 1. Laporan Tim Penilai berupa data kondisi sekolah yang dituangkan dalam bentuk : a. Rekapitulasi skor komponen yang memuat tentang identitas sekolah. Skor komponen lembaga dan skor komponen program keahlian ( terlampir dalam petunjuk penilaian ). b. Rekapitulasi temuan dan rekomendasi hasil akreditasi kelembagaan dan program keahlian yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan tim penilai ( terlampir dalam petunjuk penilaian ). c. Instrumen akreditasi kelembagaan dan program keahlian d. Laporan dilengkapi dengan kesimpulan dan rekomendasi 2. Laporan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi Laporan Badan Akreditasi Sekolah Provinsi berupa rekapitulasi hasil penilaian seluruh SMK dalam lingkup kerjanya. Laporan tersebut memuat antara lain pendahuluan, mekanisme pelaksanaan, jadwal pelaksanaan, petugas, sasaran, hasil, kesimpulan dan rekomendasi. B. Prosedur Pelaporan 1. Laporan Tim Penilai diselesaikan oleh Tim dan diserahkan kepada Badan Akreditasi Sekolah Provinsi selambat-lambatnya 3 ( tiga ) hari setelah akhir pelaksanaan penilaian. Badan Akreditasi Sekolah Provinsi menyusun laporan rekapitulasi hasil akreditasi SMK untuk dikirim kepada Gubernur Kepala Daerah, dengan tembusan ke Badan Akreditasi Sekolah Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota Laporan hasil akrditasi ditetapkan dan dipubilikasikan oleh Badan Akreditasi Sekolah Provinsi.

2.

3.

19

BAB VI PENUTUP Badan Akreditasi Sekolah dapat melaksanakan tugasnya apabila didukung oleh lembaga-lembaga yang terkait antara lain Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Pelaksanaan akreditasi Sekolah Menengah Kejuruan diharapkan dapat memberikan penilaian secara obyektif yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu sekolah. Dengan adanya gambaran kinerja Sekolah Menengah Kejuruan hasil akreditasi dapat digunakan sebagai : 1. Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan 2. Masukan dalam upaya peningkatan Sekolah Menengah Kejuruan yang bersangkutan. 3. Alat untuk mempromosikan Sekolah Menengah Kejuruan.

20

21

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->