Anda di halaman 1dari 23

VOLUNTARY REPORTING SYSTEM EFEK SAMPING OBAT

dr. Theodorus, MMedSc Staf Farmakologi FK.Unsri

VOLUNTARY REPORTING SYSTEM EFEK SAMPING OBAT

A.

Pendahuluan
1938 (USA) Sulfanilamid kematian 1961 Thalidomide disaster : amelia dan fokomelia
Comitte on safety of medicine : UK The adverse Drug Reaction advisory Comitte: Australia Panitia Monitoring Efek Samping Obat (MESO): Indonesia

VOLUNTARY REPORTING SYSTEM EFEK SAMPING OBAT

Adverse drug reaction (WHO): any response to a drug which is noxious and unintended and which occurs at doses used in man for prophylaxis, diagnosis or therapy Adverse drug event: untoward happening that is experienced by patient during therapy, but is not necessarily linked to the drug

VOLUNTARY REPORTING SYSTEM EFEK SAMPING OBAT

Efek Samping obat (ESO) ditemukan :


Voluntary reporting system (Case Report) individu Secular trend analysis Cohort study Case control study Post marketing surveilance (phase IV ClinicalTrials)

WHO ( 1995 ): P-drug atau P-treatment

VOLUNTARY REPORTING SYSTEM EFEK SAMPING OBAT


B.

MEKANISME KERJA ESO: Rawlins and Thompson (1977) membagi 2 : 1. TIPE A (AUGMENTED) DRUG REACTION Predictable atau dapat diduga 1.Timbul pada dosis terapetik aksi farmakologi yang berlebihan Misal: o Hipoglikemia: antidiabetika oral o Hipotensi : diuretika

. TIPE A (AUGMENTED) DRUG REACTION 2. Efek farmakologi pada tempat lain: Misal:
o Trisiklik antidepresan: mulut kering o Morpin atau benzodiazepin: depresi respirasi pada penderita bronkitis akut

3. Respon individu yang bervariasi: Misal:


o Dosis terapeutika warfarin: 20 X antar individu

. TIPE A (AUGMENTED) DRUG REACTION


Hal ini dapat disebabkan: a. Formula/isi obat sebagai faktor predisposisi b. The away some individuals handle drugs is quantitavely abnormal, misal: perubahan farmakokinetik Ketersediaan hayati (Bioavaibility) tidak hanya tergantung dosis tetapi juga: - bahan atau obat lain yang berinteraksi - motilititas saluran cerna - kemampuan hati menghancurkan obat sirkulasi penurunan eliminasi obat akumulasi toksitas meningkat

VOLUNTARY REPORTING SYSTEM EFEK SAMPING OBAT

c. Faktor genetik atau underlying disease: merubah sensitifitas target organ terhadap obat selain itu perlu diperhitungkan kelompok resiko: - Orang tua - Anak < 12 tahun dan bayi - Wanita hamil dan menyusui - Tidak ada organ

. TIPE A (AUGMENTED) DRUG REACTION


4.

Gejala putus obat atau withdrawal effect munculnya penyakit semula atau reaksi pembalikan terhadap efek farmakologi obat. Misal: o Krisis addison: kortikosteroid o Hipertensi berat: bloker klonidin o Agitasi, bingung, takikardi: barbiturat, benzodiazepin Racikan ?

VOLUNTARY REPORTING SYSTEM EFEK SAMPING OBAT


II.

TIPE B (BIZARRE) DRUG REACTIONS Unpredictable dan biasanya tidak ditemukan selama proses Uji klinik obat ( fase I s/d III) Hal tersebut dapat terjadi: a. Formula/isi obat b. Perubahan farmakokinetik Inexplicable in
terms of the normal pharmacology

c. Perubahan farmakodinamik

TIPE B (BIZARRE) DRUG REACTIONS


MEKANISME TERJADINYA TIPE B 1. Reaksi alergi Reaksi hipertensi reaksi imunologik
o

Dapat ringan

reaksi anafilaktik

Ciri-cirinya:

Gejalanya tidak sama dengan efek farmakologiknya Seringkali ada tenggang waktu Reaksi dapat terjadi pada kontak ulangan Reaksi hilang bila obat dihentikan

TIPE B (BIZARRE) DRUG REACTIONS


Dikenal ada 4:

Reaksi anafilaktik Reaksi sitotoksik: lisis sel Reaksi imun-kompleks::serum sickness Reaksi dengan media sel

TIPE B (BIZARRE) DRUG REACTIONS


2.

Reaksi karena faktor genetika Efek obatnya mungkin dapat diprediksi Pasien sulit dikenali pemeriksaan Khusus a. Pasien dengan defisiensi enzim tertentu: Misal: o Defisiensi G6P primakuin anemia hemolitika
o Defisiensi pseudikolinesterase suksinilkolin

apnea

TIPE B (BIZARRE) DRUG REACTIONS


b.

Kelainan herediter:asetilator cepat atau lambat Misal:


o o Asetilator lambat Asetilator lambat lupus INH neuritis perifer prokainamid/hidralazin sindroma

TIPE B (BIZARRE) DRUG REACTIONS


3.

Reaksi idiosinkratik bizarre Misal: o Kanker uterus: pemakaian streoid jangka panjang o Tumor limpoid; obat-obat imunosupresan

TIPE B (BIZARRE) DRUG REACTIONS


Tipe A 1. Data awal dari animal study ataupun Clinical trial fase 1 s/d 2 2. Berkaitan dengan dosis 3. Diatasi: - Penyesuaian dosis - tukar dengan obat lain - beri antagonis Tipe B 1. Tidak ditemukan

2. Tidak 3. Stop pengobatan

C. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG TERJADINYA ESO


1.

Bukan obat a. Pasien


Kelompok resiko Genetik Kebiasaan Pengetahuan tentang pasien Pengetahuan tentang obat

b. Dokter:

C. FAKTOR-FAKTOR PENDORONG TERJADINYA ESO

2. Obat a. Intrinsik obat b. pemilihan obat yang belum jelas efektifitasnya hati-hati obat-obat baru c. cara penggunaan obat berlebihan d. interaksi obat

D. ASSESMENT OF CAUSALITY WITH ADVERSE DRUG REACTIONS

Sir Austin- Bradfort Hill: 1. Strength of the association

2. Consintency of the association : different places or time 3. Specificity

D. ASSESMENT OF CAUSALITY WITH ADVERSE DRUG


REACTIONS
4.

Time ralationship: if the event occurs before the drug is started, clearly the reaction can not be due to the drug tetapi pada beberapa kasus ESO justru timbul setelah obat distop Biological gradient Biological plausibility (depends on knowlegde of the day)

5.

6.

D. ASSESMENT OF CAUSALITY WITH ADVERSE DRUG REACTIONS

7.

Coherence of the evidence Exprimental evidence Analogy (similar drugs produce similar effects)

8.

9.

D. ASSESMENT OF CAUSALITY WITH ADVERSE DRUG REACTIONS CONTOH-CONTOH ESO Allopurinol (gout) dan kloramfenikol (antibiotika) : anemia aplastik

Terfenadin dan astemizol (antihistamin non-sedasi): perpanjangan QT interval Pil kontrasepsi: penyakit tromboembolik

D. ASSESMENT OF CAUSALITY WITH ADVERSE DRUG REACTIONS

Halotan (anestesi umum) : hepatitis Practolol: Sindrom Okula-mukokutaneus Losartan dan irbesartan : angioedema Metaprolol : galaktore