Anda di halaman 1dari 11

RANGKAIAN R,L,C

RANGKAIAN RLC SERI


dengan KVL maka: vL + vR + vC = vs,

(dvL/dt)+(dvR/dt)+(dvC/dt) = dvs/dt karena vL = L di/dt, vR = Ri, dan dvC/dt = 1/C

1 1 dv S Rdi i= + + 2 Ldt LC L dt dt

d 2i

Persamaan [7-1]

RANGKAIAN RLC PARALEL

Dengan KCL kita dapat: iC + iR + iL = is (diC/dt) + (diR/dt) +(diL/dt) = dis/dt karena iC = Cdv/dt, iR = v/R, dan diL/dt = v/L

d 2v dt 2

1 dv 1 1 di S v= + + RC dt LC C dt

Persamaan [7-2]

RESPON ALAMI DARI PERS [7-1] ADALAH DENGAN VS = 0, DAN PERS [7-2] ADALAH DENGAN is = 0 maka:

d 2 y (t ) dt
2

+ 2 0

dy (t ) + 0 2 y (t ) = 0 dt

Persamaan [7-3]

Dimana: y(t) adalah v atau i merupakan variabel yang tidak diketahui 0 merupakan frekwensi normal tak teredam satuannya: rad/s (zeta) disebut dengan ratio redaman dan tidak mempunyai satuan

DIKETAHUI:

MAKA UNTUK RANGKAIAN SERI:

0 =

1 LC

20 = R/L atau = (R/L)/20


=
1 R C/L 2

UNTUK RANGKAIAN PARALEL: 20 = 1/RC ATAU =

JIKA:

y(t) = Aest

1 1 2 R C/L

MAKA PERS [7-3] MENJADI: s2Aest + 20sAest + 0Aest = 0 atau: (s2 + 20s +0) Aest = 0 untuk Aest 0 maka: s2 + 20s +02= 0

Frekwensi normal, frekwensi karakteristik, atau frekwensi kritis adalah s1,2 = -0 (202 02) atau s1,2 = (- (2-1))0 Hal ini menunjukan bahwa respon sebenarnya terdiri dari dua komponen: y1 = Aes1.t dan y2 = Aes2t. Nilai R,L, dan C selalu riil dan positip, s1 dan s2 bisa riil atau kompleks tergantung dari (2 -1).

RESPON TERLALU REDAM/OVERDAMPED Jika > 1, maka akar dari 2 -1 >0

y(t) = A1e-t/1 + A2e-t/2 MAKA:


1 ( 2 1) 0
1 ( + 2 1 ) 0

1 =

2 =

RESPON KURANG REDAM/UNDERDAMPED Jika 0 < < 1, maka akar dari (2-1) adalah negatip (-1) = j(1-2) karena j = -1 s1,2 = - jd dimana = 0 adalah koefisien redaman, dan d=0(1-2) adalah frekwensi teredam alami sehingga redamannya : y(t) = Ae-t cos (dt +)

disebut juga dengan redaman sinusoida, mempunyai frekwensi sudut d, sudut fasa , amplitudo redaman ekponensial Ae-t.

REDAMAN KRITIS Jika = 1, maka akar dari 2-1 = 0 Terjadi saat: Rc = 2L/C untuk hubung seri, atau Rc = L/C untuk hubung paralel

Sehingga; y(t) = (A1 + A2t)e-t/ = 1/0

TANPA REDAMAN Jika = 0, maka akar dari 2-1 akan merupakan nilai imajiner murni jika R=0 untuk rangkaian seri atau R = untuk rangkaian paralel.

y(t) = A cos (0t + )

v(0+) = v(0-) = 0 C dv(0+)/dt= ic(0+) = 0 v() = [1/(1+1)] 6 = 3 V untuk t 0+ Vs = 1i + 1di/dt + v dan I = 1dv/dt + v/1

maka: d2v/dt2 + 2dv/dt + 2v = Vs