Anda di halaman 1dari 4

Pencatatan Kelahiran

Akta kelahiran diterbitkan dalam 3 ( tiga ) status hukum yaitu : Anak pasangan suami istri dari perkawinan yang sah; Anak seorang ibu;

- Anak yang tidak diketahui asal usulnya atau tidak diketahui keberadaan orang tuanya.

II.A.1

Penerbitan Nomor Induk Kependudukan bagi bayi yang lahir di luar wilayah administrasi domisili, dilakukan setelah pencatatan biodata penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tempat domisili orang tuanya.

II.A.2

Pelaporan

Pencatatan

Kelahiran

dilakukan

dengan

memperhatikan a. Tempat domisili ibunya bagi penduduk Warga Negara Indonesia; b. Di luar tempat domisili ibunya bagi penduduk Warga Negara Indonesia; c. Tempat domisili ibunya bagi penduduk Orang Asing; d. Diluar tempat domisili ibunya bagi penduduk Orang Asing; e. Orang Asing Pemegang Izin Kunjungan; f. Anak yang tidak diketahui asal usulnya atau keberadaan orang tuanya.

II.A.3

Dalam hal pelaporan kelahiran tidak disertai Kutipan Akta Nikah / Akta Perkawinan orang tua, pencatatan kelahiran tetap dilaksanakan yang tertulis didalam Kutipan Akta Kelahiran dan Buku Register Akta Capil adalah nama seorang perempuan.

II.A.4

Pencatatan pelaporan kelahiran bagi penduduk Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing dilakukan dengan cara: 1. Pencatatan pelaporan Kelahiran bagi penduduk Warga Negara Indonesia tidak lebih dari 60 ( enam puluh ) hari kerja, pencatatan dilakukan dengan cara : Penduduk pendaftaran mengisi dan menandatangani berwarna putih, blangko dengan

kelahiran

melampirkan persyaratan : Surat Kelahiran anak dari RSU / Bidan ( Sesuai MOU antara Pemerintah Kabupaten dengan RSU / Bidan ) / Kepala Desa / Lurah

Foto copy dilegalisir: a. Surat Nikah / Kutipan Akta Perkawinan / Surat Perceraian / Kutipan Akta Perceraian; b. Kartu Tanda Penduduk orang tua; c. Surat Kematian / Surat Keterangan Kematian dari Kepala Desa / Kelurahan / Kutipan Akta Kematian ( apabila orang tua telah meninggal ); d. Kartu Keluarga terbaru yang sudah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang; e. Kartu Tanda Penduduk pelapor / Pemohon f. Kartu Tanda Penduduk saksi kelahiran 2 ( dua ) orang; g. Surat penetapan Ganti Nama, bagi yang sudah ganti nama.

Biodata penduduk yang sudah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, bagi bayi yang lahir di RSU / Bidan ( Sesuai MOU antara Pemerintah Kabupaten dengan RSU / Bidan ); Pencatatan kelahiran bagi Warga Negara Asing ditambah persyaratan foto copy dilegalisir: a. Surat Nikah / Kutipan Akta Perkawinan orang tua; b. Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk pemegang Izin Tinggal Tetap; c. Surat Keterangan Tempat Tinggal bagi

pemegang Izin Tinggal Terbatas; d. Paspor bagi pemegang Izin Kunjungan; Untuk Pencatatan Kelahiran tidak lebih dari 60 (enam puluh) hari, tidak dikenakan biaya ( gratis ).

2. Pencatatan pelaporan Kelahiran bagi penduduk Warga Negara Indonesia lebih dari 60 ( enam puluh ) hari kerja sampai dengan dengan cara : Penduduk mengisi dan menandatangani blangko 1 ( satu ) tahun, pencatatan dilakukan

permohonan Pencatatan Akta Kelahiran warna kuning dengan melampirkan persyaratan : Surat Kelahiran anak dari Kepala Desa / Lurah Foto copy dilegalisir: a. Surat Nikah / Kutipan Akta Perkawinan / Surat Perceraian / Kutipan Akta Perceraian; b. Kartu Tanda Penduduk orang tua

c.

Surat Kematian / Surat Keterangan Kematian dari Kepala Desa / Lurah / Kutipan Akta Kematian ( apabila orang tua telah meninggal );

d. Kartu Keluarga terbaru yang sudah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang e. Kartu Tanda Penduduk pelapor / Pemohon; f. Kartu Tanda Penduduk 2 ( dua ) orang saksi;

g. Surat penetapan Ganti Nama, bagi yang sudah ganti nama. Pencatatan pelaporan kelahiran bagi Warga Negara Asing ditambah persyaratan foto copy dilegalisir: a. Surat Nikah / Kutipan Akta Perkawinan orang tua; b. Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk pemegang Ijin Tinggal Tetap; c. Surat Keterangan Tempat Tinggal bagi

pemegang Ijin Tinggal Terbatas; d. Paspor bagi pemegang Ijin Kunjungan. 3. Pencatatan pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu cara : Penduduk mengisi dan menandatangani blangko 1 ( satu ) tahun, pencatatan dilakukan dengan

permohonan Pencatatan Akta

Kelahiran warna kuning

dengan melampirkan persyaratan : Surat Kelahiran anak dari Kepala Desa / Lurah Foto copy dilegalisir: a. Surat Nikah / Kutipan Akta Perkawinan / Surat Perceraian / Kutipan Akta Perceraian; b. Kartu Tanda Penduduk orang tua; c. Surat Kematian / Surat Keterangan Kematian dari Kepala Desa / Lurah / Kutipan Akta Kematian ( apabila orang tua telah meninggal ); d. Kartu Keluarga terbaru yang sudah ditanda tangani oleh pejabat yang berwenang; e. Kartu Tanda Penduduk pelapor / Pemohon; f. Kartu Tanda Penduduk 2 ( dua) orang saksi; Melampirkan Surat Penetapan dari Pengadilan Negeri Ponorogo Membayar sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp. 10.000,- (Sepuluh Ribu Rupiah ).

II.A.5

Pencatatan

pelaporan

kelahiran

bagi

WNA

ditambah

persyaratan dengan fotocopy yang dilegalisir a. Kutipan Akta Nikah/Akta Perkawinan orang tua; b. Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk orang tua bagi pemegang Ijin Tinggal Tetap; c. Surat Keterangan Tempat Tinggal orang tua bagi pemegang Ijin Tinggal Terbatas; dan / atau; d. Paspor bagi pemegang Izin pemegang Ijin Kunjungan.

II.A.6

Pencatatan pelaporan kelahiran anak yang tidak diketahui asal usulnya atau keberadaan orang tuanya, dilakukan dengan cara: a. Penduduk mengisi formulir surat keterangan kelahiran dengan menyertakan Berita Acara Pemeriksaan

Kepolisian, kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. b. Pejabat Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan c. menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran.