P. 1
AKTA KEMATIAN

AKTA KEMATIAN

|Views: 75|Likes:
Dipublikasikan oleh uptdukcapil

More info:

Published by: uptdukcapil on Dec 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/29/2013

Penerbitan Akta Kematian

Setiap kematian wajib dilaporkan oleh keluarganya atau yang mewakili di tempat terjadinya kematian kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di tempat terjadinya kematian paling lama 30 ( tiga puluh ) hari sejak tanggal kematian. Pencatatan kematian di Luar Negeri wajib dilaporkan oleh keluarganya atau yang mewakilinya dan dicatatkan pada Perwakilan RI sebagai dasar Penetapan Pengadilan.

II.B.1

Persyaratan dan Tata Cara Pencatatan Kematian.  Persyaratan bagi Warga Negara Indonesia : a. Surat pengantar dari RT untuk mendapatkan Surat Kematian dari Kepala Desa / Lurah; b. Surat keterangan kematian dari Dokter / Para Medis; c. Foto copy Kartu Keluarga orang tua / yang

bersangkutan; d. Foto copy Kartu Tanda Pendududuk pelapor; e. Foto copy Kutipan Akta Perkawinan yang bersangkutan / yang meninggal dan Kutipan Kelahiran anak-anaknya; f. Foto copy Kartu Tanda Penduduk yang bersangkutan;  Bagi Orang Asing ditambah foto copy dilegalisir: a. Paspor bagi yang memiliki ijin kunjungan; b. Surat keterangan Tempat Tinggal bagi yang memiliki Ijin Terbatas II.B.2 Penerbitan Akta Kematian bagi Warga Negara Indonesia : a. Penduduk mengisi dan menandatangani Formulir orang tua /

Pelaporan Kematian dengan melampirkan persyaratan sebagaimana tersebut pada II.B.1 kepada petugas registrasi di Kantor Desa/Kelurahan untuk diteruskan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

b. Kepala Desa / Lurah menerbitkan Surat Keterangan Kematian dan disampaikan kepada yang bersangkutan untuk digunakan seperlunya; c. Pejabat Pencatat Sipil pada Instansi Pelaksana atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

mencatat

pada

Register

Akta

Kematian

dan

menerbitkan Akta Kematian; d. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

sebagaimana dimaksud pada huruf c memberitahukan data pencatatan kematian kepada Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tempat domisili yang bersangkutan; e. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tepat

domisili sebagaimana dimaksud pada huruf d mencatat dan merekam dalam database kependudukan.

II.B.3

Pencatatan kematian bagi Warga Negara Asing dilakukan dengan memenuhi syarat berupa : a. Surat Keterangan Kematian dari Dokter/paramedis; b. Fotokopi Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk, bagi Orang Asing yang memiliki Ijin Tinggal Tetap; c. Fotokopi Surat Keterangan Tempat Tinggal, bagi

Orang Asing yang memiliki Ijin Tinggal Terbatas; atau d. Fotokopi Paspor, bagi Orang Asing yang memiliki Ijin Kunjungan.

II.B.4

Pencatatan kematian bagi Orang Asing dilakukan dengan cara : a. Penduduk mengisi dan menandatangani Formulir

Pelaporan Kematian dengan melampirkan persyaratan sebagaimana tersebut pada huruf II.B.1 kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;

b. Pejabat Pencatat Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mencatat pada Register Akta

Kematian dan menerbitkan Akta Kematian; c. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

sebagaimana dimaksud pada huruf b memberitahukan data pencatatan kematian kepada Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang bersangkutan; d.

tempat domisili

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau UPT Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tempat domisili sebagaimana dimaksud pada huruf c mencatat dan merekam dalam data base kependudukan.

II.B.5

Retribusi Penggantian Biaya Cetak Akta Kematian : WNI WNA ) : Rp. 15.000,00 ( Lima Belas Ribu Rupiah ) : Rp. 25.000,00 ( Dua Puluh Lima Ribu Rupiah

II.B.6

Pelaporan

Pencatatan

Kematian yang melampaui denda

batas waktu 30 ( tiga puluh ) hari dikenakan administratif sebesar ).

Rp. 5.000,00 ( Lima ribu rupiah

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->