Anda di halaman 1dari 4

Aspek radiologis Pendahuluan Berbagai macam bakteri dapat menyebabkan acute meningitis, cerebritis atau abses.

Infeksi bias terjadi melalui pembuluh darah atau melalui otogenik, rhinogenik. Pada meningitis kemungkinan CT Scan atau MRI memperlihatkan gambaran berupa kenaikan leptomeningeal, hydrocephalus, infark, subdural, efusi/empyema dan ependymitis. mRI lebih sensitive memperlihatkan suatu focus terutama pada telinga, sinus paranasal, dan lesi intracranial, meliputi inflamasi local pada duramater, pengumpulan cairan, sinus thrombosis. Beberapakasus abses otak sukar mendiferensiasikan suatu nekrotik atau kistik. Tumor otak didiagnosa dengan menggunakan CT Scan dan MRI. MR Diffusion Imaging (DWI) dan MR Spectroscopy (MRS) sangat berguna dalam situasi ini. Pada Virus, Fungi, Parasit Enterovirus meliputi poliovirus, coxsackie dan echovirus, paling sering menyebabkan aseptic limfositik meningitis pada bayi dan anak.

Meningitis bakteri x-ray radioloi dengan sinar x tidak memperlihatkan diagnose pada meningitis bakteri. Radiologi pada thorax mungkin daoat meperlihatkan tanda-tanda pneumonia atau adanya air fliuid level pada paru. Pada 50% pasien dengan meningitis pneumococcal berawal dari adanya gambaran pneumonia pada paru. CT scan CT Scan penting untuk mendiagnosa pasien dengan meningitis yang dikontraindikasi dengan lumbal pungsi, atau pasien dengan adanya komplikasi meningitis. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi adalah hydrocephalus simptomatik, subdural empyema dan abses otak. CT Scanmungkin normal pada lebih dari 50% pasien, pada CT Scan akan memperlihatkan adanya

dilatasi ventrikel, edema cerebri, lesi fokal. Penggunaan kontras pada CT Scan menolong mendeteksi komplikasi meningitis seperti subdural effusion/ empyema, venous thrombosis, infark, cerebritis, abses, hydrocephalus dan ventrikulitis.

Cryptococcus Meningitis Pada studi CT Scan pada 35 passien dengan infeksi cryptococcal intracranial memperlihatkan retrospektif. Ditemukan normal pada 43% pasien, atrofi diffuse 35%, lesi berupa massa Cryptococcus 11%, hydrocephalus 9% dan edema cerebral diffuse 3%. Cryotococcal biasanya memperlihatkan pseudocyst gelatinosa, granuloma dam adanmya abses, dengan lesi hypodens atau isodens pada CT Scan.

Encephalitis Untuk melihat gambaran kepala digunakan CT Scan dengan atau tanpa kontras. Pada semua pasien dengan encephalitis sebelum dilakukan CT Scan telah dilakukan lumbal pungsi untuk mencari adanya peningkatan tekanan intracerebral (ICP), obstruksi hydrocephalus atau adanya efek massa. Pada HSE, MRI memperlihatkan adanya peningkatan tanda T2 pada lobus temporal bagian medial dan bagian inferior dari frontal gray matter. CT kepala memperlihatkan adanya perdarahan berupa petechiae pada beberapa area. EEE dan tick borne encephalitis memperlihatkan adanya peningkatan di basal ganglia dan thalmi. Pada toxoplasma, CT kepala dengan kontras secara kasar memperlihatkan nodul-nodul atau lesi seperti cincin, karena lesi tersebut sering tidak terlihat dengan kontras. MRI seharusnya diindikasikan pada pasien yang tidak dapat diberikan kontras. Herpes Simplex Encephalitis Pada awalnya HSE dengan CT Scan dan MRI mungkin akan memperlihatkan gambaran yang normal. Diagnosis CT Scan akan memperlihatkan lesi dengan densitas rendah didaerah lobus

temporal. Pada tingkat lanjut akan terlihat adanya perdarahan. MRI secara khusus menjadi pilihan untuk kasus yang akut dimana akan ditemukan rendahnya T1 dan meningkatnya T2 di sepanjang temporal dan frontal bagian inframedial dengan adanyta massa local pada keadaan subakut, akan memperlihatkan peningkatan edema bilateral yang asimetris. Peningkatkan gyral mungkin diperlihatkan dengan adanya area perdarahan. biasanya dideferensiasikan dengan infark, glioma, abses. MRI memperlihatkan bagian yang lebih luas dalam mendeteksi edema.

Brain Abses x-ray radioloogi agak terbatas dalam memberikan gambaran paranasal atau sinus mastoid, adanya gas atau air fluid level didalam cranium yang diduga berasal dari gas yang diproduksi oleh organisme yang berhubungan dengan sinus paranasal. Perselubungan pada sinus bukan merupakan indikasi langsung adanya intracranial abses, mungkin bisa karena itu, adanya air fluid level diduga karena adanya pembentukan abses. CT Scan Manifestasi CT Scan pada abses intracranial bergantung pada tingkat pembentukan abses. Pada fase awal mungkin berhubungan dengan meningitis yang sulit ditemukan pada CT Scan. Peninggian selaput meningeal tidak spesifik dan penemuannya tidak konsistien pada pasien dengan meningitis. Selama awal radang cerebral, pada CT Scan akan memberikan gambaran normal atau memperlihatkan sedikit area hypodens pada subkortikal. Adanya gambaran berupa cincin secara umum dilihat pada beberapa penyakit disamping abses, metastasis tumor otak, beberapa tumor otak yang primer (khususnya astrocytoma grade 4), granuloma, hematoma dan infark yang dihubungkan dengan peninggian berupa pola cincin. Cincin tersebut licin dan tipis (<4mm), bagian tengah lebih tipis sepanjang garis median, yang mana reflex terhadap berbagai tekanan otak pada grey dan white matter. Negative palsu pada CT Scan mungkin terjadi dengan peningkatan lesi yang harus dideferensiasikan dengan tumor primer otak, metastasis dari tumor

otak, abses, granuloma, hematoma, infark otak, thrombosis. Penyakit demyelinisasi dan khususnya limfoma primer pada central nervous system (CNS) pasien dengan AIDS.