P. 1
metode statistika

metode statistika

|Views: 48|Likes:

More info:

Published by: Cassper Nyuci'Ex CapCap Cuaapph on Dec 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

REGRESI DAN KORELASI LINEAR

BERGANDA









DISUSUN OLEH :
KELOMPOK VII
1. Mia Mega Pertiwi ( 2010121238 )
2. Abdul Nazir ( 2010121240 )
KELAS : 5F
DOSEN PEMBIMBING : Weny Lestari, M.Pd


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2012







KATA PENGANTAR

Rasa syukur yang dalam kehadirat Allah SWT yang Maha Pemurah,
karena berkat kemurahanNYA Tugas ini dapat kami selesaikan sesuai yang
diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas “ tentang regresi dan korelasi
linear berganda. Pada makalah ini kami akan menjelaskan lebih detil tentang
regresi linear berganda yaitu hubungan dan persamaan antara variabel satu dan
lainnya serta korelasi linear berganda.
Pembuatan makalah ini jauh dari kata sempurna, maka dari itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dalam proses pendalaman
materi ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran,
untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya saya sampaikan kepada:
- Ibu Weny Lestari, M.Pd selaku Dosen mata kuliah “ Metode Statistika ”.
- Rekan-rekan Mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk
makalah ini.

Demikian makalah ini kami buat, semoga bermanfaat bagi rekan-rekan
Mahasiswa yang lain.


Palembang, 23 November 2012
Penyusun

Kelompok VII








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan ................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Regresi Linear Berganda .................................................................. 2
1. Hubungan linear lebih dari dua variabel ...................................... 2
2. Persamaan regresi linear berganda ............................................... 2
3. Pendugaan dan Pengujian Koefisien Regresi ................................ 5
1. Kesalahan baku regresi dan koefisien regresi berganda ........ 5
2. Pendugaan interval koefisien regresi berganda ..................... 7
4. Peramalan dengan Regresi Linear Berganda ................................ 10
B. Korelasi Linear Berganda .............................................................. 11
1. Korelasi linear berganda dengan dua variabel bebas ................... 11
2. Korelasi linear berganda dengan tiga variabel bebas. .................. 13
Soal Latihan ....................................................................................................... 15
Jawaban Soal Latihan ........................................................................................ 16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................ 19
B. Saran ................................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 20






BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Regresi artinya peramalan, penaksiran, atau pendugaan pertama kali di
perkenalkan pada tahun 1877 oleh Sir Francis Galton (1822 – 1911). Sehubungan
dengan penelitiannya terhadap tinggi manusia. Penelitian tersebut
membandingkan antara tinggi anak laki-laki dan tinggi badan ayahnya.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu :
1. Bagaimana hubungan linear lebih dari dua variabel
2. Bagaimana menggunakan persamaan linear berganda

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu :
1. Mengetahui penggunaan rumus-rumus yang berlaku pada regresi dan
kolinear berganda
2. Pengaplikasikan rumus-rumus regresi dan kolinear berganda pada suatu
penelitian



BAB II
PEMBAHASAN
REGRESI DAN KORELASI LINEAR BERGANDA

A. Regresi Linear Berganda
1. Hubungan linear lebih dari dua variabel
Analisis regresi digunakan untuk menentukan bentuk dari hubungan
antar variabel. Tujuan utama dalam penggunaan analisis itu adalah untuk
meramalkan atau memperkirakan nilai dari suatu variabel dalam hubungannya
dengan variabel yang lain.
Hubungan linear lebih dari dua variabel bila dinyatakan dalam bentuk
persamaan matematis adalah :

Y = a + b
1
x
1
+ b
2
x
2
+ ... + b
k
x
k

Keterangan :
x, x
1,
x
2
……..x
k

= variabel-variabel
a, b
1,
b
2
……..b
k

= bilangan konstan (konstanta) koefisien variabel

2. Persamaan regresi linear berganda
Regresi linear berganda adalah regresi dimana variabel terikatnya (Y)
dihubungkan atau dijelaskan lebih dari satu variabel, mungkin dua, tiga dan
seterusnya variabel bebas (x, x
1,
x
2
……..x
n

) namun masih menunjukkan diagram
hubungan yang linear.
Bentuk umum dari persamaan linear berganda dapat ditulis sebagai berikut:
1. Bentuk stokastik : ˆ y = a + b
1
x
1
+ b
2
x
2
+ b
3
x
3
……………b
k
x
k
+ c
2. Bentuk non stokastik : ˆ y = a + b
1
x
1
+ b
2
x
2
+ b
3
x
3
……………b
k
x
k

Keterangan :
ˆ y : Variabel terikat (nilai duga y)
a, b
1,
b
2
b
3
……..b
k

: koefisien regresi
x
1,
x
2
x
3
………..x
k

: variabel bebas
e : kesalahan pengganggu


Persamaan regresi linear berganda dengan dua variabel bebas :

Y = a+ b
1
X
1
+b
2
X
2

Keterangan :
Y : variabel terikat
X
1,
X
2 :
variabel bebas
a,b
1
,b
2 :
koefisien regresi linear berganda
a : nilai Y, apabila X
1
= X
2
= 0
b
1
: besarnya kenaikan /penurunan Y dalam satuan, jika X
1
naik /turun
satu satuan dan X
2
konstan
b
2
: besarnya kenaikan / penurunan Y dalam satuan, jika X
2
naik/turun
satu satuan dan X
1
konstan
nilai a , b
1
, b
2
dapat ditentukan dengan menggunakan metode berikut :

- Metode kuadrat terkecil

̅

̅

̅



̅

̅̅̅

̅̅̅

) ) ( )( ) ( (
) )( (
2
1
2
1
2 2
1 1
1
X X n Y Y n
X Y Y X n
r
Y
÷ ¿ ¿ ÷ ¿
¿ ¿ ÷ ¿
=
) ) ( )( ) ( (
) )( (
2
2
2
2
2 2
2 2
2
X X n Y Y n
X Y Y X n
r
Y
÷ ¿ ¿ ÷ ¿
¿ ¿ ÷ ¿
=

̅̅̅


̅̅̅̅


̅̅̅̅


̅̅̅


̅̅̅


̅̅̅

̅̅̅








Contoh soal :

TABEL 7.1 Nilai tes, pengalaman kerja dan keluaran dari 10 pekerja.
Y ( Keluaran ) 32 15 30 34 35 10 39 26 11 23
X
1
( nilai tes ) 160 80 112 185 152 90 170 140 115 150
X
2
(pengalaman kerja ) 5,5 6 9,5 5 8 3 9 5 0,5 1,5

a. Buatlah persamaan regresi linear berganda!
b. Jika seorang pekerja memiliki nilai tes 200 dan pengalaman kerja 10 tahun ,
berapa besar keluaran yang mungkin dihasilkan ?

Penyelesaian :



Cara perhitungan untuk memperoleh nilai a,b
1
,b
2
dapat dilihat pada table berikut:
Pekerja Y X
1
X
2
Y
2

X
1
Y X
2
Y X
1
X
2

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

32
15
30
34
35
10
39
26
11
23
160
80
112
185
152
90
170
140
115
150
5,5
6,0
9,5
5,0
8,0
3,0
9,0
5,0
0,5
1,5
1.024
225
900
1.156
1.225
100
1.521
676
121
529
25.600
6.400
12.544
34.225
23.104
8.100
28.900
19.600
13.225
22.500
30,25
36,00
90,25
25,00
64,00
9,00
81,00
25,00
0,25
2,25
5.120
1.200
3.360
6.290
5.320
900
6.630
3.640
1.265
3.450
176
90
285
170
280
30
351
130
5,5
34,5
880
480
1.064
925
1.216
270
1.530
700
57,5
225
Jumlah 255 1.354 53 7.477 194.198 363 37.175 1.552 7.347,5

Dengan rumus didapat :

̅

̅̅̅̅

̅̅̅̅






̅

̅

̅

= 25,5 – 28,7048 – 10,5947
= -13,7995

a. Persamaan regresi linear bergandanya :
Y = -13,7995 + 0,212X
1
+ 1,999X
2

b. Ramalan Y, jikaX
1
= 200 dan X
2
= 10
Y = -13,7995 + 0,212 (200) + 1,999 (10)
= -13,7995 + 42,4 + 19,99
= 48,59

3. Pendugaan dan Pengujian Koefisien Regresi
1. Kesalahan baku regresi dan koefisien regresi berganda
Kesalahan baku atau selisih taksir standar regresi adalah nilai menyatakan
seberapa jauh menyimpangnya nilai regresi tersebut terhadap nilai sebenarnya.
Nilai ini digunakan untuk mengukur tingkat ketepatan suatu pendugaan dalam
menduga nilai. Jika nilai ini sama dengan nol maka penduga tersebut memiliki
tingkat ketepatan 100%.
Kesalahan baku atau selisih taksir standar regresi berganda dirumuskan :

S
e
=
( ) ( )
2
1 1 2 2
y b x y b x y
n m
÷ +
÷
¿ ¿ ¿


Keterangan
Se : Kesalahan baku regresi berganda
n : Jumlah pasangan observasi
m : Jumlah konstant dalam persamaan regresi berganda.


Untuk koefisien b
1
dan b
2
kesalahan bakunya dirumuskan :
Sb
1
=
( )( )
2 2 2
1 1 1
Se
x nx 1 r y ÷ ÷
¿

Sb
2
=
( )( )
2 2 2
2 2 1
Se
x nx 1 r y ÷ ÷
¿


Contoh soal :
Dengan menggunakan data dari table 7.1 kerjakan soal berikut ini.
a. Tentukan kesalahan baku regresi bergandanya !
b. Tentukan kesalahan baku koefisien regresi berganda b
1
dan b
2
!
Penyelesaian:

b
1
= 0,212 ∑

= 53
b
2
= 1,999 m = 3

n = 10

̅̅̅̅

̅̅̅̅
=28,09

a. S
e
=
( ) ( )
2
1 1 2 2
y b x y b x y
n m
÷ +
÷
¿ ¿ ¿







= 1,33

b. Sb
1
=
( )( )
2 2 2
1 1 1
Se
x nx 1 r y ÷ ÷
¿



= 0,013

Sb
2
=
( )( )
2 2 2
2 2 1
Se
x nx 1 r y ÷ ÷
¿


= 0,15


2. Pendugaan interval koefisien regresi berganda (parameter B
1
dan B
2
)
Parameter B
1
dan B
2
sering juga disebut sebagai koefisien regresi parsial.
Pendugaan parameter B
1
dan B
2
menggunakan distribusi t dengan derajat bebas
db = n – m secara umum pendugaan parameter B
1
dan B
2
adalah :
b
1
– t
a/2n-m
Sb
i
s B
i
s b
i
+ t
a/2n-m
Sb
i

i = 2,3


Contoh soal :
Dengan menggunakan tabel 7.1 , buatlah pendugaan interval bagi parameter B
1

dan B
2
dengan
Penyelesaian :
Dari jawaban contoh soal sebelumnya diperoleh :
b
1
= 0,212 b
2
= 1,999
Sb
1
= 0,013 Sb
2
=0,15
n = 10 m = 3
= 5%=0,05


= 0,025

t
0,025(7)
= 2,365

- Pendugaan interval bagi parameter B
1
adalah
b
1
- t
0,025(7)
Sb
1

B
1
+ t
0,025(7)
Sb
1

0,212 – 2,365 ( 0,013) B
1
0,212 + 2,365(0,013)
0,181 B
1
0,243

- Pendugaan interval bagi parameter B
2
adalah
B
2
- t
0,025(7)
Sb
2

B
2
+ t
0,025(7)
Sb
2
1,999 – 2,365 ( 0,15) B
1
1,999 + 2,365(0,15)
1,644 B
1
2,354

4. Peramalan dengan Regresi Linear Berganda
Peramalan terhadap nilai Y dengan menggunakan regresi linear
berganda, dapat dilakukan apabila persamaan garis regresinya sudah diestimasi
dan nilai variabel bebas x
1
, x
2
sudah diketahui.
Variabel bebas x
1
dan x
2
disebut memiliki pengaruh yang nyata apabila
dalam pengujian hipotesis koefisien parsialnya H
0
: B
1
= B
2
= 0 ditolak atau H
1
:
B
1
= B
2
= 0 diterima, khususnya pada taraf nyata 1%
Kelebihan peramalan y dengan menggunakan regresi linear berganda
adalah dapat diketahui besarnya pengaruh secara kuantitatif setiap variabel bebas
(x
1
atau x
2
) apabila pengaruh variabelnya dianggap konstan. Misalnya sebuah
persamaan regresi berganda

y = a + b
1
x
1
+ b
2
x
2

Keterangan :
y : Nilai statistik mahasiswa
x
1
: Nilai inteligensi mahasiswa
x
2
: Frekuensi membolos mahasiswa


b
1
: Pengaruh x
1
terhadap y jika x
2
konstan
b
2
: Pengaruh x
2
terhadap y jika x
1
konstan

Contoh soal :
Jika a = 17,547; b
1
= 0,642; b
2
= - 0,284 maka persamaan regresi linear
bergandanya menjadi ˆ y = 17,547 + 0,624 (75) – 0,284 (4)
Dengan persamaan regresi linear berganda tersebut, nilai y (nilai statistik
maha siswa) dapat diramalkan dengan mengetahui nilai x
1
(nilai inteligensi
mahasiswa) dan x
2
(frekuensi membolos mahasiswa) misalkan, nilai x
1
= 75 dan
x
2
= 24 maka ramalan nilai y adalah
ˆ y = 17,547 + 0,624 (75) – 0,284 (4)
= 63.211

Penulisan persamaan garis regresi linear berganda biasanya disertai
dengan kesalahan baku masing-masing variabel bebas dan koefisien determinasi
berganda r
2
, sebagai ukuran tepat atau tidaknya garis tersebut sehingga
pendekatan.

B. Korelasi Linear Berganda
Korelasi linear berganda merupakan alat ukur mengenai hubungan yang
terjadi antara variabel yang terikat. (variabel Y) dan dua atau lebih variabel bebas
(x
1
, x
2
……x
k
). Analisis korelasinya menggunakan tiga koefisien korelasi yaitu
koefisien determinasi berganda, koefisien korelasi berganda, dan koefisien
korelasi parsial.
1. Korelasi linear berganda dengan dua variabel bebas
a. Koefisien penentu berganda atau koefisien determinasi berganda
Koefisien determinasi berganda, disimbolkan KPB y.12 atau R
2

merupakan ukuran kesusaian garis regresi linear berganda terhadap suatu data.
Rumus
KPB
y.12
= R
2
=
1 1 2 2
2
b x y b x y
y
+
¿ ¿
¿



Contoh soal :
1. dengan menggunakan data tabel 7.1 tentukan koefisien determinasi
bergandanya !
Penyelesaian :
dari jawaban contoh soal sebelumnya diperoleh

b
1
= 0,212 ∑

b
2
= 1,999

= 0,9855 atau 98,55 %

b. Koefisien korelasi berganda
Koefisien korelasi berganda disimbolkan r
y12
merupakan ukuran
keeratan hubungan antara variabel terikat dan semua variabel bebas. Secara
bersama-sama. Rumus :
R
y.12
=
1 1 2 2
2
b x y b x y
y
+
¿ ¿
¿


Contoh soal :
Dengan menggunakan data tabel 7.1 tentukan koefisien koefisien korelasi
bergandanya !
Penyelesaian :
Dari jawaban contoh soal sebelumnya , diperoleh koefisien determinasi berganda
(KPB
Y12
) = 0,9855
Jadi :
R
Y12
= √

=√


c. Koefisien korelasi parsial
Koefisien korelasi parsial merupakan koefisien korelasi antara dua
variabel. Jika variabel lainnya konstan, pada hubungan yang melibatkan lebih
dari dua variabel.
Ada 3 koefisien korelasi parsial untuk hubungan yang melibatkan 3
variabel yaitu sebagai berikut :
1) Koefisien korelasi parsial antara y dan x
1
, apabila x
2
konstan dirumuskan
r
y.12
=
( )( )
y1 y2 12
2 2
y1 I2
r r .r
I r I r
÷
÷ ÷


2) Koefisien korelasi parsial antara y dan x
2
, apabila x
1
konstan dirumuskan
r
y.12
=
( )( )
y2 y1 I2
2 2
y1 y2
r r .r
I r I r
÷
÷ ÷


3) Koefisien korelasi parsial antara x
1
dan x
2
apabila y konstan dirumuskan
R
12
y =
( )( )
12 y1 I2
2 2
y1 y2
r r .r
I r I r
÷
÷ ÷


Contoh soal :
Dengan menggunakan data dari tabel 7.1 tentukan korelasi berikut !
a. r
Y.12
b. R
12Y


Penyelesaian :
dari jawaban contoh soal sebelumnya , diperoleh :




a.

√(

)

= 0,988

b.

√(

)

= 0,967


2. Korelasi linear berganda dengan 3 variabel bebas
a. Koefisien penentu berganda
KPB =
1 1 2 2 3 3
2
b x y b x y b x y
y
+ +
¿ ¿ ¿
¿

( )
2
2 2
y
y y
n
= ÷
¿
¿ ¿


b. Koefisien korelasi berganda

ry
123
=
1 1 2 2 3 3
2
b x y b x y b x y
y
+ +
¿ ¿ ¿
¿



Soal Latihan :
1. Data pengeluaran 10 rumah tangga, untuk pembelian barang tahan lama per
minggu(Y), pendapatan per minggu (X
1
), dan jumlah anggota keluarga (X
2
)
disajikan dalam tabel berikut. Jika suatu rumah tangga mempunyai pendapatan
per minggu (X
1
) Rp11.000,00 dan jumlah anggota keluarga (X
2
) 8 orang,
berapa uang yang dikeluarkan untuk membeli barang-barang tahan lama
tersebut.
Y
X
1
X
2

23 10 7
7 2 3
15 4 2
17 6 4
23 8 6
22 7 5
10 4 3
14 6 3
20 7 4
19 6 3

2. Hubungan antara pendapatan, pengeluaran dan banyaknya anggota keluarga.
VARIABEL
RUMAH TANGGA
I II III IV V VI VII
Pengeluaran (Y) 3 5 6 7 4 6 9
Pendapatan (X1) 5 8 9 10 7 7 11
Jumlah Anggota Keluarga (X2) 4 3 2 3 2 4 5
Pertanyaan :
a. Carilah Nilai Koefisien Korelasinya !
b. Jelaskan makna hubungannya !

3. Berdasarkan data soal nomor 1, tentukan :
a. Nilai Koefisien Determinasi (R
2
)
b. Jelaskan apa maknanya ?



Jawaban Latihan Soal :
1. Penyelesaian :
Y
X
1
X
2
X
1
Y X
2
Y X
1
X
2

Y
2

X
1
2
X
2
2

23 10 7 230 161 70 529 100 49
7 2 3 14 21 6 49 4 9
15 4 2 60 30 8 225 16 4
17 6 4 102 68 24 289 36 16
23 8 6 184 138 48 529 64 36
22 7 5 154 110 35 484 49 25
10 4 3 40 30 12 100 16 9
14 6 3 84 42 18 196 36 9
20 7 4 140 80 28 400 49 16
19 6 3 114 57 18 361 36 9
170 60 40 1122 737 267 3162 406 182

Persamaan normal adalah :













Jadi suatu rumah tangga dengan pendapatan per minggu Rp11.000,00 dan jumlah
anggota keluarga 8 orang, diperkirakan akan mengeluarkan Rp27.500,00 untuk
pembelian barang-barang tahan lama.
737 182 267 40
1122 267 406 60
170 40 60 10
2 1 0
2 1 0
2 1 0
2
2
2 2 1 2 1 2 0
1 2 1 2
2
1 1 1 0
2 2 1 1 0
= + +
= + +
= + +
= + +
= + +
= + +
¿ ¿ ¿ ¿
¿ ¿ ¿ ¿
¿ ¿ ¿
b b b
b b b
b b b
Y X X b X X b X b
Y X X X b X b X b
Y X b X b n b
( ) ( )
08 , 27500
83 , 3 42 , 31
8 48 , 0 11000 50 , 2 92 , 3
48 , 0 50 , 2 92 , 3
48 , 0 ; 50 , 2 ; 92 , 3
2 1
2 1 0
=
÷ =
÷ + =
÷ + =
÷ = = =
Y
Y
Y
X X Y
b b b


) ) ( )( ) ( (
) )( (
2
1
2
1
2 2
1 1
1
X X n Y Y n
X Y Y X n
r
Y
÷ ¿ ¿ ÷ ¿
¿ ¿ ÷ ¿
=
2 2
1
) 57 ( ) 489 ( 7 )( ) 40 ( ) 252 ( 7 (
) 57 )( 40 ( ) 348 ( 7
÷ ÷
÷
=
Y
r
) ) ( )( ) ( (
) )( (
2
2
2
2
2 2
2 2
2
X X n Y Y n
X Y Y X n
r
Y
÷ ¿ ¿ ÷ ¿
¿ ¿ ÷ ¿
=
2 2
2
) 23 ( ) 83 ( 7 )( ) 40 ( ) 252 ( 7 (
) 23 )( 40 ( ) 137 ( 7
÷ ÷
÷
=
Y
r
42 , 0
35 , 92
39
2
= =
Y
r
2. Penyelesaian :
No Y
X
1
X
2

Y
2

X
1
2
X
2
2

X
1
Y X
2
Y X
1
X
2

1 3 5 4 9 25 16 15 12 20
2 5 8 3 25 64 9 40 15 24
3 6 9 2 36 81 4 54 12 18
4 7 10 3 49 100 9 70 21 30
5 4 7 2 16 49 4 28 8 14
6 6 7 4 36 49 16 42 24 28
7 9 11 5 81 121 25 99 45 55
Σ 40 57 23 252 489 83 348 137 189





92 , 0
93 , 168
156
1
= =
Y
r











) ) 23 ( ) 83 ( 7 ( ) 57 ( ) 489 ( 7 (
) 23 )( 57 ( ) 189 ( 7
2 2
12
÷ ÷
÷
= r
) ) ( )( ) ( (
) )( (
2
2
2
2
2
1
2
1
2 1 2 1
12
X X n X X n
X X X X n
r
÷ ¿ ¿ ÷ ¿
¿ ¿ ÷ ¿
=


13 , 0
12 , 95
12
12
= = r




2
2 2
12 .
) 13 , 0 ( 1
) 13 , 0 )( 42 , 0 )( 92 , 0 ( 2 ) 42 , 0 ( ) 92 , 0 (
÷
÷ +
=
Y
R
9686 , 0 9382 , 0
12 .
= =
Y
R

• Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Korelasi (R) = 0,9686 atau 0,97.
• Nilai Korelasi (R) = 0,97 bermakna bahwa hubungan kedua variabel X (

dan

) sangat kuat karena nilai R mendekati 1.

3. Penyelesaiaan :

a.
% 100 9686 , 0
2 2
12 .
x R
Y
=
% 100 9381 , 0
2
12 .
x R
Y
=
% 81 , 93
2
12 .
=
Y
R

b. Nilai koefisien R
2
Y.12
= 93,81 atau 93,81% memberi makna bahwa naik
turunnya (variasi) pengeluaran (Y) disebabkan oleh pendapatan (X1) dan
jumlah anggota keluarga (X2) sebesar 93,81% sedangkan sisanya sebesar
6,19% disebabkan oleh faktor-faktor lainnya yang juga turut mempengaruhi
pengeluaran (Y) tetapi tidak dimasukkan ke dalam persamaan regresi linear
berganda.


2
12
12 2 1
2
2
2
1
12 .
1
2
Y
Y Y Y Y Y
Y
r
r r r r r
R
÷
÷ +
=
9686 , 0
12 .
=
Y
R


BAB III
PENUTUP

D. Kesimpulan
- Regresi linear berganda terbagi dua yaitu hubungan linear dari dua
variabel dan persamaan regresi linear berganda
- Pendugaan dan pengujian koefisien regresi yaitu
1) Kesalahan baku regresi dan koefisien regresi berganda
2) Pendugaan interval koefisien regresi berganda
3) Pengujian hipotesis koefisien regresi berganda
- Korelasi linear berganda terbagi dua yaitu :
1) Korelasi linear berganda dengan dua variabel bebas
a. Korelasi linear berganda dengan tiga variabel bebas.


B. Saran
Agar strategi pembelajaran statistik berjalan dengan baik, harusnya setiap
materi di bahas dengan sedetail mungkin, agar perkuliahan ini berjalan dengan
lancar.


DAFTAR PUSTAKA

Anto, Dajan, 1991. Pengantar Metode Statistik. Jilid 2. Jakarta : LP3 S
Arif, Karseno. 1995. Statistik I. Jakarta: Karunika
Hasan, Ikbal. 2003. Pokok-pokok Materi Statistik 2. Jakarta: Bumi Aksara.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->