P. 1
study kelayakan dan evaluasi proyek

study kelayakan dan evaluasi proyek

|Views: 1,136|Likes:
Dipublikasikan oleh Eko Wb

study kelayakan dan evaluasi proyek untuk ternak ayam ras petelur populasi 3000 ekor

study kelayakan dan evaluasi proyek untuk ternak ayam ras petelur populasi 3000 ekor

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Eko Wb on Dec 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/05/2014

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit

:

http://jurnalskripsi07.blogspot.com Studi Kelayakan dan Evaluasi Proyek

ANALISIS STUDI KELAYAKAN USAHA AYAM RAS PETELUR 3000 EKOR

OLEH Eko Wahyudi Basri / I 311 07 010

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha pengembangan ternak ayam ras petelur di Indonesia memiliki prospek yang cukup baik, terutama bila ditinjau dari aspek masyarakat akan kebutuhan gizi. Sesuai standar nasional, konsumsi protein per hari per kapita ditetapkan 55 g yang terdiri atas 80% protein nabati dan 20% protein hewani. Pemenuhan gizi ini, khususnya protein hewani dapat diperoleh dari protein telur. Sehingga dengan demikian, usaha ternak ayam ras petelur memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Jika ditinjau dari sisi penawaran dan permintaan, usaha peternakan ayam ras petelur memang sangat prospektif, baik dilihat dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. Di sisi penawaran, kapasitas produksi peternakan ayam ras petelur di Indonesia masih belum mencapai kapasitas produksi yang sesungguhnya. Hal ini terlihat dari masih banyaknya perusahaan pembibitan, pakan ternak, dan obat-obatan yang masih berproduksi di bawah kapasitas terpasang. Keberhasilan usaha ternak ayam ras petelur ini akan semakin mudah dicapai mengingat banyaknya faktor penunjang atau pendukung. Di Indonesia faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha ternak ayam ras petelur yaitu tersedianya bahan baku pakan ternak berupa jagung dan hasil ikutan produk pertanian, misalnya katul, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, bungkil kacang keledai. Semakin berkembangnya pabrik makanan ternak siap pakai obat-obatan yang semakin terbesar di berbagai provinsi. Dan semakin berkembangnya industry pembibitan ayam berupa ayam-ayam parent stock atau grand stock di

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com negara kita, yang memproduksi DOC tingkatan final stock guna menyuplai para peternak. Telur ayam ras petelur juga memiliki sifat permintaan yang income estic demand, bila pendapatan meningkat maka konsumsi telur juga meningkat. Secara ekonomi pengembangan pengusahaan ternak ayam ras petelur di Indonesia memiliki prospek bisnis menguntungkan, karena permintaan selalu bertambah. Hal tersebut mempengaruhi permodalan, produksi dan pemasaran hasl ternak. Besarnya peluang pasar ayam ras petelur dapat dijadikan suatu kesempatan yang sangat potensial untuk mengembangkan peternakan ayam ras petelur. Oleh karena itu, jika ditinjau dari beberapa aspek dalam studi kelayakan apakah usaha ayam ras petelur layak untuk dikembangkan. Maka dari itu dalam laporan ini membahas tentang studi kelayakan dalam usaha ayam ras petelur. B. Tujuan dan Sasaran Maksud dan tujuan Pelaksanaan Pemberdayaan Ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan Pemeliharaan ayam petelur yang berbentuk agribisnis, diharapkan usaha ini akan membantu konstribusi kepada daerah dalam rangka menunjang pembangunan ekonomi nasional. Adapun sasaran yang akan dicapai dalam usaha ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam pengembangan usaha ekonomi produktif yang diharapkan akan menimbulkan dampak positif untuk

menanggulangi pengangguran dan memberdayakan potensi sumber daya sekitar.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com BAB II PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

2.1 Profil Usaha Usaha ayam ras petelur adalah salah satu usaha yang pada umumnya berskala makro. Tipe ayam ras petelur yang digunakan dalam usaha budidaya ini adalah ayam ras petelur tipe medium. Ayam ras petelur tipe ini pada umumnya memiliki tubuh yang tidak kurus dan tidak gemuk, bobot badanya diantara ayam petelur ringan dan ayam broiler, dan warna bulunya cokelat. Pada umumnya di pasaran harga telur cokelat yang dihasilkan dari ayam ras petelur tipe medium memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan telur putih. Tujuan dari usaha budidaya ayam ras petelur ini yaitu untuk memperoleh keuntungan dari hasil produksi telur yang dihasilkan dan berperan dalam pemenuhan konsumsi protein hewani di Indonesia. Lokasi usaha budidaya ayam ras petelur ini dilakukan di Kabupaten Bone. Pada umumnya budidaya ayam ras petelur dilakukan dengan dikandangkan. Hal ini disebabkan agar telur yang dihasilkan dari ayam ras petelur dapat diambil dengan mudah dan menjaga kebersihan telur yang dihasilkan. 2.2 Pola Pembiayaan Pola pembiayaan yang digunakan dalam usaha budidaya ayam ras petelur ini adalah dengan menggunakan sistem kredit dari Bank. Hal ini mempermudah untuk memperoleh modal awal untuk pengembangan usaha budidaya ayam ras petelur.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com BAB III ASPEK PEMASARAN

3.1 Permintaan Telur ayam ras memiliki sifat permintaan yang income estic demand. Bila Pendapatan meningkat, maka konsumsi telur juga meningkat. Di masa yang akan datang, pedapatan per kapita akan meningkat terutama pada negara-negara yang saat ini termasuk low and middle income countries. Dari sisi permintaan, prospek agribisnis ayam ras petelur sangat berkaitan dengan peranan telur ayam ras dalam struktur konsumsi telur dan sifat permintaannya yang sangat sesuai dengan perkembangan masa depan. Saat ini produksi telur ayam ras baru mencukupi kebutuhan pasar dalam negeri sebesar 65%. Sisanya dipenuhi dari telur ayam kampung, itik, dan puyuh. Iklim perdagangan global yang sudah mulai terasa saat ini, semakin memungkinkan produk telur ayam ras dari Indonesia untuk ke pasar luar negeri, mengingat produk ayam ras bersifat elastis terhadap perubahan pendapatan per kapita per tahun dari suatu negara. Meskipun potensi usaha budidaya ayam ras petelur sangatlah menarik, namun sejumlah tantangan bisa menjadi penghambat usaha yang bisa mengubah potensi keuntungan menjadi kerugian.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com Tabel 1. Data Konsumsi Daging, Telur dan Susu di Sulawesi Selatan tahun 2006 – 2010 Uraian Penduduk (Jiwa) Konsumsi (Kg) 1 Daging 2 Telur 3 Susu Tahun (Year) 2007 2008 2009 2010 7,709,392 7,805,024 7.908.519 8.032.551

2006 7,629,138

3,9 4,4 1,6

3,59 4,62 2,55

4,01 4,99 2,66

3,95 7,01 7,30

3,01 8,80 6,96

Jumlah 9,9 10,76 11,66 18,26 18,77 Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, 2011 Berdasarkan Tabel 1. bahwa permintaan masyarakat untuk komoditi telur mengalami peningkatan setiap tahun mulai dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2010. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan kosnsumsi telur di masyarakat sangat tinggi. 3.2 Penawaran Prospek usaha peternakan ayam ras petelur di Indonesia dinilai sangat baik dilihat dari pasar dalam negeri maupun luar negeri, jika ditinjau dari sisi penawaran dan permintaan. Di sisi penawaran, kapasitas produksi peternakan ayam ras petelur di Indonesia masih belum mencapai kapasitas produksi yang sesungguhnya. Hal ini terlihat dari masih banyaknya perusahaan pembibitan, pakan ternak, dan obat-obatan yang masih berproduksi di bawah kapasitas terpasang. Artinya, prospek pengembangannya masih terbuka.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com Sisi penawaran, pengembangan agribisnis ayam ras petelur masih prospektif di Indonesia. Dewasa ini satu-satunya komoditi agribisnis yang paling kuat subsistem hulunya adalah agribisnis ayam ras. Menurut Ditjen Peternakan, dewasa ini Indonesia memiliki industri pembibitan ayam ras 109 buah, yaitu galur murni (pure line) satu buah, grant parent stock 13 buah, parent stock 95 buah dengan kapasitas produksi 600 juta day old chick (doc) final stock pertahun. Di samping itu juga terdapat 60 buah industri pakan ternak dengan kapasitas 5 juta per ton tahun. Kemudian industri obat-obatan sekitar 34 buah yang mampu memproduksi kebutuhan pharmasetik, biologik dan premiks. Tabel 2. Produksi Telur di Sulawesi Selatan Tahun 2006 - 2010 (kg) Jenis Unggas 2006 1 2 3 Ayam Buras Ayam Ras Petelur Itik 2007 Tahun 2008 2009 2010 7.143.548

No

18.148.430 16.952.013 16.812.447 8.334.139

17.360.808 19.092.261 39.979.141 45.147.761 46.043.549 3.877.059 10.185.849 13.551.692 15.128.980 16.742.737

Jumlah 39.386.297 46.230.123 45.214.223 68.610.880 69.503.659 Sumber : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, 2011 3.3 Pemasaran a. Pasar Tujuan Kualitas hasil ternak yang dihasilkan dikelompokkan sesuai dengan pasar yang dituju. Telur dengan kualitas baik, seperti kulit telur bersih, mulus serta bentuk dan ukuran merata bisa masuk ke pasar modern. Sementara, telur dengan tampilan fisik lebih rendah dan ukuran tidak seragam bisa dijual ke pasar tradisional.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com b. Jalur Pemasaran Jalur pemasaran dari usaha budidaya ayam ras petelur yaitu dengan cara memasarkan sendiri. Keuntungan dari jalur pemasaran ini adalah harga jual yang didapatkan oleh pihak perusahaan bisa lebih tinggi dibandingkan jika menjual kepada pedagang pengumpul.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com BAB IV ASPEK TEKNIS PRODUKSI

4.1 Lokasi Usaha Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah yang sangat cocok untuk mengembangkan usaha budidaya ayam ras petelur. Dilihat dari segi iklim daerah Bone memiliki iklim tropis, pada umumnya ayam ras petelur mampu bertahan pada iklim tropis. Kemudian dipedesaan Bone banyak lahan kosong tidak terpakai disekitar rumah. Lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah peternakan ayam ras petelur yang selaras dengan sumber daya yang ada. Beberapa kelebihan dalam beternak ayam ras petelur yaitu telur yang dihasilkan oleh ayam ras petelur memiliki gizi yang sangat baik dalam pemenuhan protein hewani. Selain itu, sumber mata air juga sangat dekat dari lokasi peternakan ayam ras petelur yang diperlukan untuk membersihkan kandang, sumber air minum buat ayam dan tenaga kerja. dan daerah tersebut agak jauh dari jalan raya yang banyak dilalui kendaraan bermotor, karena suara yang bising dapat menyebabkan ayam berkurang telurnya akibat stress. 4.2 Fasilitas Produksi Peternakan ayam ras petelur memerlukan lahan sebesar ha. Adapun sarana dan prasarana yang diperlukan dalam peternakan ayam ras petelur adalah bibit (DOC) ayam ras petelur, kandang, perlengkapan kandang, pakan dan air minum, serta manajemen pemeliharaan.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com a. Bibit Pengadaan bibit ayam ras petelur untuk pemeliharaan yaitu membeli Day Old Chicken (DOC) dari perusahaan pembibitan ayam ras petelur. Adapun ciriciri DOC yang akan digunakan dalam budidaya ayam ras petelur yaitu : 1. Anak ayam terlihat aktif, lincah, mata terbuka lebar dan bebas dari penyakit. 2. Kakinya besar dan basah seperti berminyak 3. Bulu cerah dan memenuhi seluruh permukaan tubuh (tidak rontok dan kusam) 4. Dubur telihat bersih 5. Berat sekitar 50 gram (tergantung dari strain ayam) 6. Nafsu makan dan minum terlihat normal b. Kandang 1. 2. 3. Kandang anak ayam (fase starter) Kandang remaja (fase grower) Kandang ayam produksi (fase layer)

c. Perlengkapan Kandang Perengkapan kandang ayam ras petelur, di antaranya tempat pakan, tempat minum, tempat obat-obatan, dan lampu atau alat penerang. Tempat pakan yang digunakan pada setiap fase berbeda, pada fase starter tempat pakan yang bundar, pada fase grower tempat pakan yang , dan pada fase layer tempat pakan, tempat minum, dan tempat menampung telur berada di luar kandang tetapi menyatu dengan kandang sehingga lebih mengefisienkan biaya yang dikeluarkan. d. Pakan dan Air Minum

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com - Pakan 1. Pakan ayam fase starter Selama periode starter, anak ayam mengalami proses adaptasi terhadap lingkungan serta merupakan awal dari pembentukan kekebalan tubuh dan proses pertumbuhan. Pakan yang diberikan pada ayam fase starter yaitu berasal dari pakan yang dibeli dari pabrik pakan. Pakan yang diberikan berbentuk tepung halus. Jumlah pakan yang diberikan dibagi menjadi empat bagian. Minggu pertama (umur 1 – 7 hari) ayam diberi pakan sebanyak 17 gram/ekor/hari, minggu kedua (umur 8 – 14 hari) ayam diberi pakan sebanyak 43 gram/ekor/hari, minggu ketiga (umur 15 – 21 hari) diberikan sebanyak 66 gram/ekor/hari, dan minggu keempat (di atas 21 hari) diberikan sebanyak 100 gram/ekor/hari. Pemberian grit (sejenis batuan) perlu dilakukan untuk mempermudah proses pencernaan selama periode starter, meskipun dalam jumlah relatif sedikit, yaitu sekitar 0,5 – 1 gram/ekor. 2. Pakan ayam fase grower Fase grower, jumlah pakan dinaikkan sebanyak 5% setiap minggunya, dari 60 gram/ekor/hari pada minggu ke-10 hingga minggu ke-16, sesuai kenaikan bobot rata-rata per minggunya. Frekuensi pakan diberikan sebanyak 2 – 3 kali sehari, tergantung pada jumlah ayam dan kapasitas tempat pakan di dalam kandang. Pemberian grit dalam periode grower tetap dilakukan sebanyak 1 gram/ekor/hari. 3. Pakan ayam fase layer Periode layer (masa produksi) dimulai saat ayam berumur 16 – 22 minggu. Pada masa ini pakan yang diberikan akan berpengaruh terhadap tingkat

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com produktivitas. Penambahan jumlah pakan disesuaikan dengan penambahan produksi telur hingga produksi puncak (top production). Umumnya, top production dimulai 8 – 10 minggu setelah ayam mulai bertelur (umur 34 – 36 minggu). Karena itu, perlu dilakukan penambahan pakan sebanyak 50 – 10% per minggu. Setelah produksipuncak, bobot ayam harus tetap dijaga dan dilakukan pengurangan pakan sebesar 1 gram/ekor/minggu. Pengurangan ini dilakukan hingga mencapai 10 – 13% dari total pemberian pakan top production. - Minum Pemberian minum disesuaikan dengan umur ayam. Dalam hal ini dikelompokkan dalam 2 fase, sebagai berikut : 1. Pemberian air pada masa starter dan grower Pemulihan kondisi fisik DOC dari perjalanan jauh, selama 2 jam pertama anak ayam yang baru dating dibiarkan minum larutan gula terlebih dahulu dan tidak diberikan ransum. Larutan gula dibuat dari satu liter air dicampur dengan satu sendok gula pasir atau gula merah. Air minum diberikan secukupnya. Antibiotik perlu diberikan ketika ayam berumur 3 – 7 hari dengan cara dicampurkan ke dalam air minum. Tempat minum diletakkan di atas litter (tidak digantung) ketika ayam berumur 0 – 3 minggu dan mulai digantung ketika ayam berumur di atas 3 minggu. 2. Pemberian air pada masa pullet dan layer Pada periode pullet hingga layer, air minum diberikan secara terus-menerus (secukupnya). Pada saat pemindaha pullet dari kandang koloni ke kandang baterai, air minum diberikan gula merah dan vitamin C. Sebanyak 150 liter air minum dicampurkan dengan 2 kg gula merah, dan 20 gram vitamin C. Jika air

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com minum sudah habis, pullet diberi antibiotik seperti inoxyl dosis 5 ml/100 ekor ayam. Setelah itu, baru pullet diberi pakan ransum. e. Sanitasi Kandang Sanitasi kandang dapat dilakukan dengan cara membersihkan kandang, perlengkapannya, dan lingkungan secara rutin, 2 – 3 kali sehari. Selain itu, litter atau alas kandang berupa sekam atau jerami hendaknya selalu kering dan tidak menggumpal. Litter yang menggumpal harus segera dibuang dan diganti dengan yang baru. f. Vaksinasi Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit menular dengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memberikan vaksin, yaitu ayam yang divaksinasi harus dalam keadaan sehat, dosis harus tepat, vaksin masih terkemas dengan baik, dan menggunakan alat-alat yang steril (bersih). Pemberian vaksin dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terbit atau pada malam hari setelah matahari terbenam. 4.3 Tenaga Kerja Tenaga kerja yang terlibat dalam budidaya ayam ras petelur sebanyak 4 orang dengan upah Rp 400.000 per bulan, 2 orang tenaga pemasaran dengan upah Rp 500.000 per bulan, seorang tenaga administrasi untuk mengawasi dan bertanggung jawab terhadap keuangan umum dan pemesanan dengan upah Rp 600.000 per bulan. Untuk membina dan menjalin hubungan dengan klien dan bank serta bertanggung jawab terhadap keseluruhan kegiatan usaha adalah seorang manajer dengan upah Rp 1.000.000 per bulan. Pada umumnya tenaga kerja tersebut berasal dari daerah sekitar lokasi usaha (ada ikatan keluarga atau

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com tetangga). Kecuali untuk manajer, maka seluruh pekerja tidak diharuskan mempunyai spesialisasi keahlian atau tingkat pendidikan minimum tertentu selama mereka mampu mengerjakan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. 4.4 Proses Produksi Proses produksi dari budidaya ayam ras petelur ini dimulai dari manajemen pemeliharaan ayam ras petelur dari fase starter, fase grower sampai fase layer. a. Pemeliharaan Periode Starter (1 – 6 minngu) Pemeliharaan periode starter merupakan tahap pemeliharaan ayam yang paling kritis. Hal yang perlu disiapkan dalam pemeliharaan periode ini anatara lain kandang serta peralatan yang bersih dan higienis. Selain itu, juga disiapkan alat pemanas (brooder) dan dinding pembatas (chick guard). Pakan baru diberikan setelah DOC berada dalam kandang sekitar 4 jam. Pemotongan Paruh (Debeaking) - Dilakukan pada umur 6 – 9 hari - Alat : debeaker, pisau panas - Pemotongan paruh : bagian - Mencegah kanibalisme Keuntungan : - Penanganan anak ayam lebih baik - Pematukan jari atau bulu dapat dihindari - Efisiensi pakan lebih baik - Mortalitas lebih sedikit

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com b. Pemeliharaan Periode Grower (6 – 18 minggu) Periode grower : umur ayam antara 6 – 16/18 minggu (ayam dara), fase ini sangat menentukan produksi telur. Umumnya ayam fase ini dipindahkan menjelang bertelur kira-kira 20 minggu. Harus cukup tersedia tempat pakan. Pada periode ini pertumbuhan ayam sudah mulai berkurang. Cara pemberian pakan Pembatasan pakan (Restricted Feeding) tujuannya: - Agar tidak cepat masak dini / cepat bertelur - Agar tidak gemuk, berat badan terkontrol - Kalau cepat bertelur : telurnya akan kecil-kecil, jumlah telur sedikit, ayam cepat berhenti bertelur. Pembatasan pakan dilakukan pada umur ayam 9 – 20 minggu. Pakan pertama : 15 – 16%, ME : 2600 – 2800 kkal/kg. Cara restricted feeding (pembatasan pakan) 1. Mengurangi jumlah konsumsi pakan atau membatasi, mengurangi 5% dari jumlah konsumsi. 2. Mengurangi kadar protein pakan (dikurangi kadar proteinnya 12% dengan meningkatkan serat kasar, dan diberikan adlibitum, protein pakan rendah). 3. Pengurangan waktu pemberian pakan : - Skip a day feeding : pemberian pakan secara selang sehari - Never on Sunday : tidak diberi pakan pada hari minggu Pembatasan pakan ini juga dirangkaikan dengan pembatasan pencahayaan, dimana cahaya atau penerangan kadang tidak diberikan pada malam hari, jadi hanya mendapat sinar matahari selama 12 jam/hari. Pengendalian penyakit ND.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com c. Pemeliharaan Periode Layer (18 minggu – Afkir) Pada periode ini, ayam dipindahkan ke kandang khusus produksi. Proses pemindahannya sebaiknya dilakukan pada malam hari karena ayam tidak banyak bergerak dan mudah ditangkap sehingga memudahkan para pekerja untuk menangkap ayam. Ayam tipe medium akan mulai bertelur pada umur 22 – 24 minggu. Tingkat produksi ditentukan oleh ayam ras petelur yang prodktif. Secara teknis berdasarkan skala usaha yang ada dan tingkat produksi dari ayam ras petelur tipe medium maka produksi telur ayam ras petelur sebanyak 300.000 butir per bulan menjadi produksi optimum usaha ini. 4.5 Kendala dan Hambatan Aspek Teknis Produksi Faktor kritis budidaya ayam ras petelur adalah pada saat ayam masih dalam fase starter. Pada fase ini pemeliharaan starter merupakan tahap pemeliharaan ayam yang paling kritis, dimana bila terjadi kegagalan pada saat pemeliharaan fase starter maka akan terhambat juga masa panen untuk memproduksi telur. Pada proses produksi, faktor kritis lain terdapat pada waktu ketersediaan bahan baku pakan berupa jagung yang semakin hari semakin berkurang karena jagung bukan hanya untuk pakan ternak tapi juga merupaakn salah satu bahan baku untuk dijadikan sebagai makanan manusia.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com BAB V ASPEK KEUANGAN (FINANSIAL)

5.1 Perhitungan Arus Kas
Tahun 2011

Uraian Investasi Awal Pembuatan Kandang Peralatan Kandang Jumlah Total Investasi (1998-2014)

2009 440,000,000 1,760,000 441,760,000 843,285,000

2010

2012

2013

Penerimaan(Benefit) Hasil Telur Pupuk Kandang Hasil Afkir Total Benefit Biaya (Cost) Biaya Tetap Penyusutan Kandang Penyusutan Peralatan Penyusutan Kendaraan PBB Total Biaya tetap Biaya Variabel DOC Pakan Vaksin Listrik dan BBM Tenaga Kerja Mortalitas BiayaLain-lain Total Biaya Variabel Total Cost (TC) Benefit Pajak 18% Net Benefit

916,800,000 8,435,000 102,270,000 1,027,505,000

1,290,000,000 11,750,000 171,500,000 1,473,250,000

1,302,000,000 11,750,000 171,500,000 1,485,250,000

1,876,800,000 11,750,000 171,500,000 2,060,050,000

1,566,000,000 11,750,000 171,500,000 1,749,250,000

64,600,000 4,635,000 4,666,667 300,000 74,201,667 57,500,000 321,622,500 5,022,000 27,400,000 63,000,000 1,950,000 7,500,000 483,994,500 558,196,167 469,308,833 84,475,590 384,833,243

64,600,000 4,635,000 4,666,667 300,000 74,201,667 57,500,000 747,322,500 5,745,055 27,400,000 63,000,000 1,950,000 7,500,000 910,417,555 984,619,222 488,630,778 87,953,540 400,677,238

64,600,000 4,635,000 4,666,667 300,000 74,201,667 57,500,000 747,322,500 5,745,055 27,400,000 63,000,000 1,950,000 7,500,000 910,417,555 984,619,222 500,630,778 90,113,540 410,517,238

64,600,000 4,635,000 4,666,667 300,000 74,201,667 57,500,000 899,362,500 6,345,055 27,400,000 63,000,000 1,950,000 7,500,000 1,063,057,555 1,137,259,222 922,790,778 166,102,340 756,688,438

64,600,000 4,635,000 4,666,667 300,000 74,201,667 57,500,000 970,312,500 6,645,055 27,400,000 63,000,000 1,950,000 7,500,000 1,134,307,555 1,208,509,222 540,740,778 97,333,340 443,407,438

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com 5.2 Perhitungan Net Present Value (NPV) Investasi Tahun (Rp) 0 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Net Benefit (Rp) (441,760,000) 384,833,243 400,677,238 410,517,238 756,688,438 443,407,438 472,004,938 D.F. 15% Present Value (Rp) (441,760,000) 334,804,921 302,911,992 270,120,343 432,825,787 220,373,497 203,906,133

1 0.870 0.756 0.658 0.572 0.497 0.432

Net Present Value (NPV)

1,323,182,672

5.3 Perhitungan IRR Pengembangan Usaha Peternakan Ayam ras Petelur Tahun Net Benefit (Rp) 0 2009 2010 2011 2012 2013 (843,640,000) 384,542,143 394,933,183 392,063,183 699,989,583 437,983,183 D.F. 15% 1 0.187 0.163 0.141 0.123 0.107 Present Value (Rp) (843,640,000) 71,909,381 64,374,109 55,280,909 86,098,719 46,864,201 D.F. 23% 1 0.083 0.068 0.055 0.45 0.036 Present Value (Rp) (843,640,000) 31,916,998 26,855,456 21,563,475 314,995,312 15,767,395

NPV

NPV1

86,425,936

NPV2

(43,261,232)

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com BAB VI ASPEK SOSIAL EKONOMI

Usaha ternak itik petelur adalah merupakan usaha yang berbasis sumberdaya lokal. Usaha yang berbasis sumberdaya lokal tentu saja akan mampu menjadi sektor yang tangguh, karena tidak tergantung pada pasokan dari luar, baik pasokan dari propinsi lain dan bahkan negara asing. 6.1 Penyerapan Tenaga Kerja Dalam pelaksanaan usaha ternak ayam petelur, meskipun tenaga kerja yang dibutuhkan relatif kecil, namun seluruh kebutuhan tenaga kerja tersebut dapat dipenuhi dari dalam daerah itu sendiri. Dengan demikian, usaha ternak ayam petelur mempunyai potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Hal ini mengingat pelaksanaan usaha peternak ayam petelur memerlukan teknologi yang sederhana, sehingga persyaratan rekruitmen tenaga kerja menjadi lebih mudah. Penyerapan tenaga kerja dilakukan berdasarkan kebutuhan yang diperlukan dalam budidaya ayam ras petelur ini. 6.2 Peningkatan Pendapatan dan Peluang Usaha Pelaksanaan usaha ternak ayam petelur adalah merupakan suatu usaha yang mempunyai keterkaitan dengan sektor hulu dan hilir yang sangat erat. Hal ini mengingat dalam agribisnis perunggasan, usaha ayam petelur merupakan salah satu sub-sistem yang sangat berkaitan erat dengan sub-sistem lainnya. Dalam pendekatan sistem, agribisnis perunggasan (usaha peternak itik petelur khususnya) sekurang-kurangnya terdiri dari sub-sistem: penyediaan sarana produksi (bibit, pakan, obat-obatan, dan kandang), budidaya ternak (ayam petelur), pengolahan (telur ayam menjaditelur beku dan tepung telur), pemasaran, dan kebijakan

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com pemerintah (misalnya penyediaan kredit dan pembangunan sarana dan prasarana perekonomian yang menunjang pengusahaan ayam petelur). Dengan demikian, pengusahaan ternak ayam petelur akan meningkatkan kebutuhan pada bibit (anak itik, yang disebut juga DOC), pakan, industri pengolahan telur, para pedagang telur, dan juga penyedia jasa permodalan. Dapat juga dikatakan usaha ternak ayam petelur mempunyai keterkaitan erat antara industri hulu dan hilirnya. Berdasarkan studi pustaka selama ini, Indonesia belum pernah mengekspor telur segar dan olahan. Potensi pasar ekspor telur utama adalah ke Jepang, Hongkong dan Singapura. Selama ini pemasok utama bagi ketiga negara tersebut adalah Taiwan, Thailand dan Malaysia. Indonesia belum menggarap pasar ekspor mengingat selama ini pemasaran telur itik di dalam negeri masih mampu menyerap produksi yang dihasilkan oleh peternak 6.3 Peluang Ekspor (Peningkatan Devisa) Pembangunan peternakan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang bertujuan untuk menyediakan pangan hewani berupa daging, susu serta telur yang bernilai gizi tinggi, meningkatkan Pendapatan peternak, meningkatkan devisa serta memperluas kesempatan kerja. Salah satu usaha peternakan yang memiliki peluang investasi yang sangat prospektif dalam sub sektor peternakan adalah ayam ras petelur hal ini dibuktikan terdapat kecenderungan bahwa konsumsi telur perkapita khususnya di dalam negeri semakin meningkat, secara total konsumsi telur ayam ras meningkat rata-rata 21,89%, pertahun dan terus mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan kondisi perekonomian dan pendapatan perkapita masyarakat, selain itu telur ayam di dalam negeri menempati posisi pertama dengan kontribusi rata-rata 64 %.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com 6.4 Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Usaha ternak itik petelur juga mempunyai potensi untuk menyumbangkan pajak baik bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Pajak bagi pemerintah daerah berupa Pajak Bumi dan Bangunan dan pungutan lain sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan usaha ternak, khususnya bagi peternak itik petelur yang diusahakan dengan cara intensif.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan Usaha ternak ayam petelur dapat dilaksanakan di seluruh lokasi, kecuali lokasi yang gaduh dan lalu lalang kendaraan bermotor serta dekat dengan pemukiman. Usaha ternak itik petelur umumnya masih dilakukan secara tradisional. Sedangkan cara pengusahaan itik petelur yang semi intensif dan intensif akan memberikan peluang menciptakan keuntungan lebih baik dan kepastian usaha yang tinggi. Usaha ternak ayam petelur memerlukan sarana produksi yang sebagian besar berasal dari daerah setempat. Dengan demikian kelancaran produksinya dapat lebih terjamin. Selanjutnya, mengingat tenaga kerja yang dibutuhkan dapat juga dipenuhi dari daerah setempat, maka usaha ternak itik petelur tidak akan mengakibatkan gangguan sosial dan keamanan di lokasi usaha ini dilaksanakan. Pemasaran telur hingga saat ini tidak dijumpai masalah, artinya pasar masih mampu menyerap telur yang dihasilkan oleh peternak itik. Bahkan dijumpai adanya gejala pihak peternak tidak mampu menjawab tantangan pasar agar memasok lebih banyak lagi. 7.2 Saran Ketersediaan pakan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam usaha ternak ayam petelur. Penentu keberhasilan usaha ternak itik petelur adalah pemilikan bibit (baik DOC maupun ayam dara), oleh karena itu peternak perlu untuk mendapatkan informasi pembibitan ayam berkualitas tinggi, seperti dari Balai Penelitian Ternak di Sulawes Selatan serta Dinas Peternakan setempat.

Untuk download full file gratis silahkan kunjungi/ To download full free files please visit :

http://jurnalskripsi07.blogspot.com Disarankan agar peternak dapat diberikan keterampilan cara-cara pembuatan pakan dengan mempergunakan bahan baku yang tersedia di daerah itu. Hal ini untuk lebih meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat dan juga untuk lebih menjamin kontinuitas ketersediaan pakan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->