Anda di halaman 1dari 8

19 Agustus 2008

Edisi I, tahun 2008

WESNTT NEWS
Upaya Mewujudkan Pulau Ende Yang Bebas Ranjau
ewujudkan sebuah desa yang masyarakatnya tidak lagi buang hajat disembarang tempat saja sudah sulit, apalagi mewujudkan hal itu pada sebuah pulau dengan 7 desa didalamnya.
ENDE. Pagi itu, Jalil Roja bersama dengan beberapa orang tetangganya sibuk menggali tanah diperkarangan rumahnya untuk mempersiapkan bak peresapan jamban. Disebelah galian dua buah buis beton (beton pracetak berbentuk lingkaran) terlihat masih basah, pertanda baru saja selesai dikerjakan. Sedangkan satu buah buis beton lagi dalam proses pengeringan dan terjepit erat dalam cetakan khusus. Kemarin

WES-NTT NEWS diterbitkan unicef-Kupang Field Office untuk berbagi informasi perkembangan kegiatan Water and Environmental Sanitation (WES) di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Daftar Isi :
> Upaya Mewujudkan Pulau Ende Yang Bebas Ranjau (1) > Tekad dan Kegigihan demi setetes air minum (3) > Mudahnya merencanakan jaringan perpipaan gravitasi (5)

saya mendapatkan jatah arisan jamban tingkat RT di Desa Rorurangga ini, terang Jalil dengan antusias. Desa Rorurangga adalah satu dari 7 desa di Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Jalil, pria berusia diatas 50 tahun itu sedang membangun kembali jambannya yang rusak. Kami sudah beli kloset untuk jamban dan sekarang tinggal menggali lubang tempat buis beton untuk peresapan kotoran tersebut, lanjutnya bercerita sambil terus menggali. Arisan Jamban Rumah Jalil sebenarnya sudah memiliki jamban bantuan pemerintah pada tahun 1999. Namun jamban tersebut rusak dan tidak pernah diperbaiki setelah 2 tahun dibangun. Bahkan menurut Jalil, dahulu jambannya itu jarang dipakai, kami lebih senang buang hajat dipinggir pantai, ketika itu, Jalil menjelaskan sambil tersipu malu. Kini, jamban lama tersebut dibangun kembali, bukan dengan dana bantuan pemerintah, melainkan dana bergulir yang dikumpulkan secara swadaya oleh Jalil bersama dengan 17 keluarga lainnya di Desa Rorurangga. Tidak jauh dari tempat Jalil bekerja, terlihat beberapa jamban yang baru saja selesai dibangun. Dari luar, tampak seperti jamban darurat dan hanya dilapisi dinding dedaunan. jambanjamban baru itu juga adalah hasil dari arisan jamban, terang Aisyah, fasilitaBersambung ke halaman 2

> Jamban sekolah ramah anak di Pulau Ende (6) > Menilik cara unik memasang pipa (7)

Bergotong royong membangun jamban keluarga

Halaman 2

Kalau Masyarakat ingin merubah perilakunya menjadi lebih sehat, mereka harus berupaya sendiri
tor Dinas Kesehatan Ende yang bertugas di Desa Rorurangga dan Puutara, Kecamatan Pulau Ende. Perempuan yang baru saja tamat kuliah itu sudah 4 bulan bertugas. Saya ingin mengabdikan diri untuk desa tempat kelahiran ayah saya, lanjutnya begitu ditanya tentang motivasi bekerja di Pulau yang lokasinya relatif sulit untuk dijangkau ini. Kini terdapat 4 orang fasilitator termasuk Aisyah yang bekerja untuk 7 desa di Pulau Ende. Mereka semua direkrut oleh Dinas Kesehatan Ende sebagai bagian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Ende dengan UNICEF. Jamban-jamban yang terbuat dari daun tersebut,

jadi perhatian utama, yang penting adalah merubah kebiasaan masyarakat Pulau Ende, untuk tidak lagi buang air besar disembarang tempat. Pulau Ranjau Pulau Ende yang luasnya 62.02 km2 ini terletak disebelah selatan Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Beberapa waktu yang lalu, Pulau Ende yang dihuni oleh sekitar 2.000 keluarga ini dikenal sebagai Pulau Ranjau. Ranjau merupakan istilah yang diberikan oleh masyarakat di Pulau Ende sendiri untuk kotoran manusia yang terhampar disepanjang pantai. Saya selalu malu, apabila tamu dari Pulau Flores datang bertamu ke pulaukami, kata Junaidin, Kepala Desa Rorurangga, tempat Aisyah bekerja. Junaidin tidak sendirian, karena kepala desa lainnya juga mengalami hal yang sama dalam mengatasi kebiasaan buruk masyarakatnya yang selalu buang air besar dipinggir pantai. Kebiasaan buruk inilah yang mengakibatkan Pulau Ende selalu diserang wabah diare, yang tidak jarang mengakibatkan kematian, khususnya anak-anak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Kecamatan Pulau Ende dinyatakan sebagai daerah yang rawan terserang wabah diare. Bahkan sebelum tahun 2006, terjadi beberapa kali kejadian luar biasa wabah diare di Pulau yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari hasil laut ini. Ranjau, Diare dan KLB sepertinya tidak dapat dilepaskan dari citra Pulau yang juga penghasil kain tenun ikat ini. Tapi itu kisah lalu, tidak lama lagi Pulau Ende akan bebas ranjau, Junaidin berkata dengan mantap. @rz

Salah satu Jamban Keluarga di Pulau Ende


menurut Aisyah, dibangun atas kesadaran masyarakat sendiri tanpa bantuan dana atau material konstruksi berupa stimulan pihak luar. Mereka semua ingin merubah perilaku, bukan membuat jamban. Karena itu, dalam pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tidak diperbolehkan memberikan bantuan apapun kepada masyarakat. Kalau masyarakat ingin merubah perilakunya menjadi lebih sehat, mereka harus berupaya sendiri. Aisyah menerangkan latar belakang jambanjamban baru yang bermunculan di sekeliling Pulau Ende. Itulah sebabnya, struktur jamban tidak men-

FAKTA SEPUTAR SANITASI

Indonesia kehilangan 58 trilyun rupiah pertahun akibat penanganan sanitasi yang buruk

Diare merupakan penyebab dari 36% kematian anak balita ( b awah lima tahun ) di Indonesia

Halaman 3

Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur

Tekad dan Kegigihan demi setetes Air Minum

ulitnya kondisi geografis Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor yang berbatu dan berbukit, terbukti bukan merupakan halangan bagi masyarakatnya untuk membangun sarana air minum yang pertama di Propinsi Nusa Tenggara Timur

Kalabahi. Apabila mendengar nama Desa Mawar disebut, mungkin sebagian besar orang akan menerka bunga mawar banyak bertumbuhan di Desa yang terletak diujung paling timur Pulau Pantar, Kabupaten Alor tersebut, sehingga desa itu dinamakan Desa Mawar. Namun terkaan itu ternyata salah, menurut Abudrahman Sang, Kepala Bidang Sosial Budaya, Bappeda Kabupaten Alor yang juga Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) unicef, nama Mawar diambil dari dua kata dalam bahasa setempat. Ma memiliki arti rumah, sedangkan war berarti batu. Sehingga terjemahan bebas Mawar adalah rumah diatas batu. Penamaan Desa Mawar yang berarti rumah diatas batu itu cukup menggambarkan sulitnya Kondisi geografis desa tersebut yang berbatu dan topograf-

Bergotong royong memikul pipa


inya yang berbukit, tambah Abdurahman Sang yang lebih akrab dengan sapaan Pak Man. Apalagi Desa Mawar hanya dapat dijangkau dengan Kapal Motor dari Kota Kalabahi selama kurang lebih satu setengah jam. Itupun kalau kondisi arus di selat antara Pulau Alor dan Pulau Pantar sedang bersahabat, kalau tidak, perjalanan bisa dua kali lebih lama dari waktu normal. Namun tingkat kesulitan akses transportasi yang cukup tinggi tersebut, tidak membuat surut tekad masyarakat Desa Mawar untuk memperoleh Air Minum. Dibawah kepemimpinan Kepala Desa Yusak Olang, ratusan masyarakat Desa Mawar mulai bergotong royong melaksanakan pembangunan sarana air minum dengan sistem jaringan perpipaan gravitasi sejak Bulan Juli. Bahkan masyarakat desa kami yang tinggal dan mencari nafkah di Kalabahi datang dan turut membantu pembangunan dengan cara mengangkut material non-local seperti pipa dan semen. Sementara itu, anggota masyarakat lainnya berswadaya mengumpulkan material local

Kepala Desa Mawar memberikan arahan kepada masyarakat

Bersambung ke halaman 4

Halaman 4
seperti pasir, kerikil dan batu, tukas Yusak yang sudah menjabat sebagai kepala desa selama sepuluh tahun. Menunggu 3 tahun Desa Mawar merupakan salah satu dari 5 desa sasaran pembangunan sarana air minum dengan system perpipaan gravitasi di Kabupaten Alor yang proses persiapannya dimulai sejak tahun 2006. Untuk tahap pertama, pembangunan sarana air minum dukungan unicef ini dilaksanakan di Desa Mawar, Aimoli dan Maritain. Sedangkan Desa Kuneman dan Purnama akan dilaksanakan paling cepat bulan Oktober tahun 2008 ini, terang Abdurahman. Pria lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini optimis Desa Mawar akan menjadi desa pertama di Provinsi Nusa Tenggara Timur, atau mungkin bahkan yang pertama diseluruh Indonesia yang dapat menikmati air minum. Melihat partisipasi masyarakat yang luar biasa, paling lambat bulan November 2008 pembangunan akan selesai 100% dan siap diresmikan, tambahnya. Masyarakat di Desa Mawar, harus menunggu 3 tahun sebelum akhirnya dapat melaksanakan pembangunan sarana air minum ini. Tahapan pertama adalah survey kelayakan teknis yang dilaksanakan oleh unicef beserta tim Kabupaten pada akhir tahun 2006 yang lalu, cerita Yusak mengenai tahapan pembangunan sarana air minum didesanya. Dia menambahkan, bahwa pada bulan Agustus 2007, tim dari Bappeda Kabupaten Alor kembali ke Desa Mawar untuk melakukan proses penyusunan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) setelah beberapa bulan sebelumya dilakukan survey detail dan penyusunan rencana teknis pembangunan jaringan perpipaan gravitasi. Dalam rencana teknis itu, system perpipaan di Desa Mawar dirancang dengan menggunakan satuan sambungan rumah yang dilengkapi dengan meteran air. Desa saya akan menjadi desa pertama di NTT yang memiliki sarana air minum dengan sambungan rumah, Kata Yusak dengan bangga.

Masyarakat Desa Mawar Bergotong Royong Mengangkut Material


rupiah, papar Yonatan dengan antusias. Selain itu, juga disepakati untuk mengumpulkan biaya sambungan keran air sebesar Rp. 10.000,untuk satu unit rumah dan Rp. 1.000,- untuk penggunaan air sebanyak 1 m3. Dengan system sambungan rumah dan penggunaan air yang terukur, maka akan terjamin rasa keadilan bagi masyarakat, Yonatan menambahkan. Sarana Dengan Standar Air Minum Pembangunan Sarana air minum di Desa Mawar ini sedikit berbeda dengan kebanyakan pembangunan sarana serupa lainnya. Pertama, sarana ini didesain untuk menyediakan air minum, bukan lagi air minum. Air minum karena system ini mengandalkan sumber mata air alami yang jernih dan segar dari sebuah mata air yang terletak di Desa Ombay didataran tinggi Pulau Pantar. Mata air tersebut jaraknya sekitar 5 kilometer dan melalui jalan berbukit yang terjal dan curam. Bisa dibayangkan betapa sulitnya masyarakat Desa Mawar dalam membangun sarana air minum ini. Setiap hari selama beberapa bulan, dengan berjalan kaki sejauh puluhan kilometer memikul material yang berat seperti semen, pasir, kerikil dan pipa galvanis.

Kegigihan dan tekad masyarakat Desa Mawar dapat dijadikan panutan bagi masyarakat desa lainnya tidak hanya di Kabupaten Alor namun juga di Provinsi NTT. Bahwa dengan tekad yang kuat, gotong royong, kerja keras dan kepemimpinan desa yang berwibawa bukan tidak mungkin untuk mewujudkan sebuah keinginan. Semoga Desa Mawar Masih mengenai partisipasi dan kontribusi Desa Mawar, menurut Yonatan Peni, ketua panitia pem- dapat menjadi contoh bagi masyarakat desa lainbangunan sarana air minum Desa Mawar, masyara- nya, harap Abdurahman Sang. Mari kita tunggu hasil kerja keras masyarakat Desa Mawar.@rz kat sepakat untuk menanggung pengadaan material lokal seperti pasir, kerikil dan batu. Materialmaterial tersebut harus diangkut dari tepi pantai, menuju lokasi pembangunan yang topografinya menanjak dan berjarak dua sampai tiga kilometer. Apabila dihitung dalam bentuk uang, maka kontribusi kami dapat mencapai angka seratus juta

Halaman 5

Mudahnya merencakanan jaringan perpipaan gravitasi

Hal ini tentunya untuk menjamin rasa keadilan dalam menggunakan air yang dapat terukur. Lebih jauh, rasa keadilan dalam pemakaian air akan meningkatkan pula keberlanjutan sarana yang sudah dibangun. Kalau masyarakat desa sudah bisa beli pulsa telpon, mereka pasti juga bisa membayar biaya pemakaian air, tegas Bupati. Selama lima hari peserta mempelajari cara menghitung kebutuhan air, kehilangan tekanan, merencakanan ukuran reservoir dan sebagainya. Pada tanggal 12 Agustus 2008, peserta diajak berkunjung ke salah satu lokasi yang dalam proses pembangunan jaringan perpipaan gravitasi, yaitu Desa Mawar yang terletak di Pulau Pantar. Selain melihat secara langsung sambungan rumah, bak reservoir, dan pemasangan pipa, peserta juga melakukan praktek survey apangan dengan menggunakan alat seperti Abney hand level dan GPS (Global Positioning System). Pengalaman yang menarik, melihat proses pembangunan jaringan perpipaan di Desa Mawar yang partisipasi masyarakatnya luar biasa ini, ujar Jamaludin salah seorang peserta dari Kabupaten Sumba Timur.

Bupati Alor berfoto bersama peserta pelatihan

Setelah pelatihan, peserta diharapkan mampu melakukan survey dan perencanaan sarana air minum enurut kebanyakan orang, dengan jaringan perpipaan gravitasi di kabupaten merencakanan jaringan perpi- masing-masing. Saya berharap, paling lambat akhir bulan September 2008, desain lengkap 8 desa paan gravitasi tidaklah mudah. jaringan perpipaan di 5 kabupaten dapat diselesaiApakah benar? kan, kata Robby Kamarga, WES Specialist unicef. Lebih jauh, ia berharap pembangunan 8 unit jarinKalabahi. Tapi setelah dicoba, tidak terlalu sulit, gan perpipaan tersebut dapat dilaksanakan sebekok, tukas Imanuel Titing, salah seorang peserta pelatihan survey dan desain sarana air minum den- lum akhir 2008. Dipundak para peserta pelatihan gan jaringan perpipaan gravitasi yang berlangsung survey dan desain, tanggung jawab itulah yang hadi Hotel Adi Dharma, Kalabahi, Kabupaten Alor, dari rus dipikul. Semoga sukses kawan! @rz tanggal 11 sampai dengan 15 Agustus 2008 yang lalu. Imanuel, yang akrab dipanggil Ima adalah salah satu peserta dari Kabupaten Alor dari 25 peserta pelatihan lainnya yang berasal dari 5 kabupaten yang berbeda, yaitu Belu, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur dan Alor sendiri sebagai tuan rumah. Apabila sudah terbiasa, maka proses perencanaan ini akan terasa seperti sebuah kerja seni yang menyenangkan, tambah Ima yang sudah pernah merencanakan tiga unit jaringan perpipaan di Kabupaten Alor ini

Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Alor ini merupakan pelatihan bagi tenaga teknis ditingkat kabupaten. Dalam sambutannya, Bupati kembali menegaskan bahwa sudah saatnya sarana air bersih perpipaan untuk pedesaan dikembangkan lebih jauh dengan system sambungan rumah yang dilengkapi dengan alat pengkur debit water meter.

Kesibukan peserta dari Kabupaten Belu dalam tugas kelompok merancang skema distribusi dan perhitungan hidraulis

Halaman 6

Jamban Sekolah Ramah Anak


di Pulau Ende
kses terhadap sarana sanitasi yang layak untuk anak Sekolah Dasar di Pulau Ende akhirnya terjawab dengan selesainya pembangunan jamban sekolah yang didesain ramah untuk anak.
Ende. Sebanyak 6 unit jamban sekolah untuk 6 Sekolah Dasar yang tersebar di Pulau Ende telah rampung pekerjaan konstruksinya pada akhir Bulan Juli yang lalu. Menurut Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) unicef Dinas Pendidikan Kabupaten Ende, Venansius Minggu, pembangunan 6 unit jamban itu dilaksanakan dalam kurun waktu 2 bulan. Desain jamban sekolah memperhatikan factor kenyamanan anak, sehingga tak heran apabila jamban ini dapat disebut sebagai jamban yang ramah anak, tutur Venansius sambil memperlihatkan beberapa foto jamban yang telah selesai pembangunannya dan sudah mulai digunakan oleh anak-anak sekolah dasar ini. Sebelum jamban dipakai, setidaknya ada tiga hal yang harus dilakukan oleh pihak pengelola sekolah, pertama ialah memberikan orientasi singkat kepada anak-anak tentang bagian dan fungsi dari jamban. Kedua, membentuk tim piket yang bertugas menjaga dan merawat jamban sekolah dan ketiga memasukkan komponen pemeliharaan dan perawatan jamban sekolah dalam Rencana Anggaran dan Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS). Usman, yang kini duduk dibangku kelas 5 SDN Ekoreko, Pulau Ende mengaku sangat senang dengan adanya fasilitas jamban disekolahnya. Tempat cuci tangannya tidak terlalu tinggi, jadi saya dan kawan-kawan mudah menggunakannya, ujar Usman yang diikuti anggukan setuju kawan-kawannya. Kami tidak perlu lagi lari ketepi pantai untuk buang air hajat sekarang, tambah Usman yang baru menginjak usia 11 tahun ini. @rz

Halaman 7

Menilik Cara Unik, Memasang Pipa


S
ebenarnya tidak ada yang unik dalam memasang pipa. Namun bagi sebagian besar kader teknis desa yang bertugas melakukan pekerjaan pembangunan jaringan perpipaan gravitasi, memasang pipa ternyata memang unik.
Maumere. K eun ikan cara pemasangan pipa t ersebut, diungk apkan oleh Andreas Ar iles, salah seor an g pesert a pelatihan pemas an g an j ar i n g an p erp i p a an g ra vi t a si bag i t en a ga t ekn is des a y ang d i l a k s an ak an d i g ed u n g SMK N eg e r i S ik k a , M au m e r e , t an g g a l 2 6 & 27 Jun i 2008 y an g lalu . Salah satu h a l yan g dian ggap un ik oleh A n d r e as , a d a l ah sya r a t p e m as an g an p ip a b es i gal v an i z e y a n g h ar us d it an am d id a lam t an ah. S ay a t ida k meny an gk a k a lau P ip a G a l v an i z ed jug a h ar u s d i t an am d idalam t an ah. Selama ini say a berpik iran kalau pipa besi dapat ditaruh begitu sa ja diatas perm uk a an ta n ah, k at a p r ia y an g ju ga mer up ak an k e tua p anit ia pembangun an sarana air minum deng an sy st em perp ip aan g r av it a s i d i D es a E g on Ga h ar . A nd r e as buk an s atu- s atuny a y an g merasak an manf aat pelat ihan y an g dif asilit asi oleh gu ru- gu ru SMK in i. P olce con t ohny a, f asilit at o r t ek n i s y an g d ir e k ru t B ap p ed a K ab u p at en Sik k a u n t u k m en d ukun g p ro g r a m W at e r an d E nv ir o nment a l S an itat ion ( WE S ) k e r jas ama P emer int ah K ab up at en S ikk a den gan un ic ef in i ju ga merasak an hal y ang sama. Selama ini, say a t idak begitu menguasai t ekn is pemasan g an pipa, w a laupun k et ika ku liah dahu lu saya mendapatk an mat a ku liah h idrolik a, un gka p P olc e, y an g lu lu san salah satu u n iv ersit as di Y ogy akart a. E go n Ga h a r d an K ow i m e ru pak an du a d e s a s a sar a n d i K ab u p at en S ik ka , y an g d ij a dwa lk an m u lai m e laksa n ak an p em b an gun an j a r ing an p e rp i p a an p ada Bu l an Ag u st u s in i. Gau d ensiu s Halima, st aff B a p p ed a K ab u p at en S i k k a men gu n g k ap k an b ah w a, An dr e a s d an 2 0 or ang l a in n y a y an g merupakan panitia pembangunan dari kedua desa tersebut sudah dilengkapi dengan ketrampilan membangun jaringan perpipaan g r av i t as i d an p en ge l o l a a n k on st ru k s i. S ek a ran g t in gg a l ac ti on -ny a s a j a, k ata Halima disela-sela pelat ih an . T iba-t iba t erdengar suara lantang Gr egor ius, guru SMK y an g m e lat i h p e m as an g an p ip a , S eb elu m dimasukkan, dioles pelu mas terlebih da hulu. M asukk an yan g lu rus, jangan mirin g ya! M emang, men ilik cara un ik memasan g pipa, sungguh men arik. @rz Jangan lupa diberikan pelumas , kata seorang peserta pelatihan dengan

antusias.

KANTOR UNICEF PERWAKILAN KUPANG Jl. Perintis Kemerdekaan No. 17 Kelapa LimaKupang

Bekerja sama dengan


POKJA AMPL Provinsi Nusa Tenggara Timur POKJA AMPL Kabupaten Alor POKJA AMPL Kabupaten Belu POKJA AMPL Kabupaten Rote Ndao POKJA AMPL Kabupaten Sumba Timur POKJA AMPL Kabupaten Timor Tengah Selatan Bappeda Kabupaten Ende Bappeeda Kabupaten Sikka